Ngaret banget ini upload nya. Harusnya diupload senin kemarin tapi yaa.. begitulah
Maafkan lah
Happy reading...
.
.
.
.
.
.
Apartement Yeonhwa
"Apa?!! Eonni .. apa kau sakit? Ah sepertinya kau masih mabuk perjalanan. Wajar sih, hampir seharian kau ada diatas pesawat kan? Ah kalau begitu kau kuantar ke klinik dulu ya sebelum aku berangkat kuliah." Hwarin kaget saat mendengar rencana pernikahan kakaknya yang terbilang sangat mendadak. Bayangkan saja, Hyunyoung bilang pulang ke Korea karena akan ada Fashion Week dan dia terlibat untuk merancang busana, tapi nyatanya belum 24 jam bernafas di Korea dia malah akan menikah?.
"Tidak Rin, aku serius. Aku akan menikah." ucap Hyunyoung serius.
"Oh ayolah eonni, aku sedang tidak ingin bercanda. Kau bilang akan menikah? itu sangat lucu, selama ini 23 tahun kau hidup disini kau tidak mengenal pria manapun, ya kecuali Jinwoon oppa. Dan setelah itu kau lost contact dan tidak mencoba mencari yg lain kan?. Ah pasti kau juga ingin ikutan April Mop kan?. Sadarlah eonni, perayaan itu sudah lewat." kata Hwarin sambil melanjutkan sarapannya.
"Aku sangat serius Hwarin, kau tau Jung Hoseok?. Aku akan menikah dengannya." ucap Hyunyoung.
"Tuh kan, sebaiknya kau betulkan otakmu dulu eonni. Bicaramu semakin ngawur. Kau bilang akan menikah, dan sekarang kau akan menikah dengan Jung Hoseok, member idol grup favoritku." ucap Hwarin.
"Bukan Hoseok yang itu, dia seorang pengusaha, teman kecilku dulu." kata Hyunyoung sambil mengenang sosok seorang Hoseok kecil.
"Terserah kau sajalah eonni. Aku berangkat kuliah dulu." kata Hwarin cuek.
"Ya, hati-hati." ucap Hyunyoung pada adiknya.
.
.
.
.
.
BIGHIT UNIVERSITY
.
.
12.00 KST
Siang itu Hwarin dan Yoonji duduk berdua dikafe depan kampus. Mereka bersahabat sejak masih SMA. Mereka selalu berbagi cerita, apapun itu dan saling memberi nasehat satu sama lain. Hwarin juga menceritakan perihal rencana pernikahan kakaknya yang super mendadak itu.
Yoonji juga kaget dengan rencana pernikahan kakaknya Hwarin. Dia hanya tidak menyangka, wanita seperti Hyunyoung mau menikah dengan dasar perjodohan. Dan saat tau kalau pria yang akan menikahi Hyunyoung adalah pengusaha muda bernama Hoseok, Yoonji teringat dengan Jimin, kekasihnya. Jimin selalu membicarakan tentang Hoseok. Jimin selalu memuji segala sesuatu yang Hoseok kerjakan. Tapi,... apa Jimin sudah tau tentang berita ini ??
Namun saat mereka berdua akan melanjutkan obrolan, tiba-tiba saja Hwarin dipanggil menghadap ke dosen pengajar nya. Dia tidak tau kenapa dia dipanggil, dia merasa selama ini dia mendapat nilai lebih tinggi dari standart nilai penerima beasiswa.
Dengan cepat akhirnya Hwarin menuju ruang dosen.
.
.
Ruang Dosen
.
.
Diruang dosen, Hwarin melihat ada seorang mahasiswa lain disana, yang ternyata adalah Jungkook sang Pangeran Kampus. Dia juga yang menyebabkan Hwarin kemarin pulang telat.
"Kenapa dia melibatkanku lagi sih? Awas saja kalau ada hal buruk yang menimpaku saat aku keluar dari ruangan ini. Aku bersumpah aku akan membuatmu hidup menderita Jeon Jungkook." Hwarin berbicara dalam hati.
"Park Hwarin, kau tau kenapa kau dipanggil kemari?" panggilan Mr.Ahn membuyarkan lamunan Hwarin.
"Saya tidak tau Mr.Ahn" jawab Hwarin sopan.
"Jadi begini ..."
.
.
.
Kafe depan kampus.
.
.
.
Kau baik-baik saja kan Rin?" Tanya Yoonji.
"Ya, kurasa cukup baik." jawab Hwarin sambil terus memikirkan ucapan Mr.Ahn diruang dosen tadi.
[Flashback]
"Jadi begini, Jungkook mengalami masalah dengan beberapa materi yang diberikan dosen. Itu sebabnya saat tes kemarin nilainya jelek. Dan saat kau ajari, dia bilang dia lebih paham dengan apa yang kau sampikan. Jadi orang tua Jungkook memintamu untuk menjadi pembimbing privat untuknya. Kau juga akan dibayar atas jasamu mengajari Jungkook." terang Mr. Ahn
[flashback off]
"Kau berniat menolak kan?" Jungkook tiba-tiba datang dan sudah berada dibelakang Hwarin.
"YAAKK!! Kau mengagetkanku." jawab Hwarin emosi.
"Terus saja kalian bertengkar seperti itu, kalian tidak malu hah?. Ini tempat umum." kata Yoonji dingin.
"Dia mengagetkanku Yoonji-ah." adu Hwarin
"Ngomong-ngomong kau belum jawab pertanyaanku Nona Park." Kata Jungkook, lalu dia menggeser bangku yang ada disebelah Hwarin.
"Memangnya aku punya opsi untuk menolak? tidak kan? Walaupun aku menolak kau pasti akan membuatku tetap menyetujuinya kan?." jawab Hwarin cuek.
Ya, Hwarin benar. Setiap permintaan Jungkook tidak bisa dibantah siapapun. Dan Hwarin cukup mengerti posisinya sebagai mahasiswi penerima beasiswa.
Dia tidak munafik, Hwarin butuh uang untuk hidupnya. Dia tidak bisa seterusnya bergantung pada kakaknya, apalagi kakaknya akan menikah pasti dia tidak akan dapat uang bulanan lagi darinya.
Walaupun dia dengan berat hati menyetujuinya tapi toh gajinya besar sebut saja gaji 1 bulan dari orangtua Jungkook setara dengan uang 5 bulan dari kiriman kakaknya.
Imperial Luxury Hotel
.
.
.
Tn.Jung mengumumkan bahwa Hoseok akan segera melangsungkan pertunangan 2 minggu lagi dan akan menikah 2 minggu setelah pertunangan.
Hoseok tidak ambil pusing dengan hal itu, karena bukan dia yang menginginkan pernikahan itu, jadi untuk apa dipikirkan.
Banyak karyawati Hoseok yang kecewa karena bos mereka akan menikah. Dan lebih kecewa lagi karna kata Tn.Jung calon istri Hoseok adalah designer lulusan Amerika.
Kembali ke apartement milik Hwarin. Dia sedang di depan tv dan sedang mengerjakan tugas, Hyunyoung belum pulang padahal sudah hampir jam makan malam.
Tak lama pintu apartementnya terbuka dan terlihat Hyunyoung disana.
Hyunyoung duduk didepan Hwarin dengan menampilkan wajah yang begitu serius.
"Ada apa?" Tanya Hwarin.
"Aku tidak tega meninggalkanmu sendirian. Setelah aku menikah mungkin aku akan sibuk mengurus suamiku. Dan mungkin aku tidak bisa mengirimmu banyak uang untuk keperluanmu dan aku tidak bisa menemanimu lagi. Kebersamaan kita sangat sebentar ya." kata Hyunyoung.
"Ck!! eonni sudahlah. Kau terlalu mendramatisir keadaan. Aku sudah besar, selama ini juga aku hidup sendiri disini. Karna aku yang mau. Saat kalian masih ingin tinggal di Amerika aku memutuskan untuk disini sendiri. Aku tidak apa-apa, sungguh. Aku bisa jaga diri eonni, jangan terlalu mengkhawatirkan aku ya. Dan untuk uang bulanan, aku sudah dapat pekerjaan kok. Aku ditawari salah satu temanku untuk mengajarinya. Gajinya lumayan kok eonni." terang Hwarin.
"Kau yakin?" ucap Hyunyoung ragu.
"Aku yakin eonni, jangan khawatir." jelas Hwarin.
"Pertunanganku 2 minggu lagi. Kalau kau bisa kau bantu aku ya." pinta Hyunyoung.
"Tentu, apapun untukmu eonni ku yg cantik." kata Hwarin sambil tersenyum.
Hyunyoung patut bersyukur memiliki adik seperti Hwarin. Diusianya yang masih muda dia sangat mandiri. Harusnya dia tidak khawatir akan meninggalkan Hwarin. Walaupun mereka kurang dekat tapi ketahuilah jauh dilubuk hati mereka masing-masing mereka saling menyayangi.
-To Be Continue-
.
.
.
.
Maapin gue yg telat update
gara-gara laporan nggk balance jadi imbasnya ff nya nggk kelar.
typo dimana-mana.
Ok see you next chapter.
