Han gina is back...

Happy reading

Awas typo bertebaran

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

.

.

Pertemuan

_

2 hari setelah pengumuman pertunangan Hoseok dan Hyunyoung hampir semua orang yang ada dikediamann Hoseok sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Memang mereka juga menyewa jasa Wedding Organizer terbaik di Korea Selatan, tapi tetap saja mereka menginginkan pernikahan pewaris utama keluarga Jung haruslah pesta yang besar dan mewah. Agak terlalu berlebihan memang tapi ya mau bagaimana lagi mereka adalah salah satu keluarga terpandang di Korea Selatan.

Tepat pukul 10 pagi Hyunyoung datang ke Mansion keluarga Jung untuk mempersiapkan keperluan dirinya. Mulai dari gaun, cincin dan segala kebutuhan untuk pertunangannya.

Hoseok dan juga Hyunyoung sampai detik ini pun belum pernah bertemu secara langsung. Padahal Hyunyoung berharap bahwa dia bisa merencanakan pertunangan ini bersama dengan Hoseok.

Tapi dia sadar, bahwa ekspektasi tak seindah realita.

Dikantor, Hoseok pun tetap mengerjakan pekerjaannya seperti biasa seakan tidak akan ada acara besar dihidupnya. Sedangkan untuk mengundang beberapa kolega penting untuk turut menyaksikan pertunangannya ia serahkan pada Taehyung. Begitu pun untuk mengundang Jimin, sahabatnya. Hoseok meminta Taehyung untuk mengiriminya pesan.

To : Chimchim

"Hoseok akan bertunangan 10 hari lagi, kau harus datang. Sebenarnya ini tidak sopan tapi Big Boss yang dingin itu yang memintaku untuk mengirimimu pesan."

From : Chimchim

"Tidak masalah, aku mengerti. Aku akan datang, terima kasih sudah mengundang."

Jika banyak teman bahkan rekan Hoseok yang diundang, maka berbeda dengan Hyunyoung. Tidak ada teman yg dia undang. Alasannya? karena sebagian besar temannya ada di Amerika. Sebagai gantinya, Hyunyoung meminta Hwarin untuk mengundang beberapa teman kuliahnya. Hwarin bilang bahwa dia hanya akan mengundang teman-teman dekatnya dan itu tidak lebih dari 10 orang. Ada Yoonji, Hansol, Mark, Jackson, Sooyoung, Seulgi dan Jungkook. Sebenarnya Hwarin tidak ingin mengundang Jungkook, tapi karena Jungkook sudah memberinya pekerjaan dan juga mereka teman sekelas jadi Hwarin mengundangnya juga.

. .

.

.

.

Mengurus berbagai macam keperluan untuk pertunangan membuat Hyunyoung kelelahan. Bagaimana tidak, mulai dari membeli gaun, memilih dekorasi ruangan, undangan pertunangan lalu hal-hal yang lain dia lakukan sendiri. Tapi bukan artian yang sebenarnya. Dia juga dibantu beberapa maid dari Mansion keluarga Jung. Tapi tetap saja melelahkan.

Dan orangtua Hoseok menyarankan agar Hyunyoung menginap saja lagipula hari sudah terlalu malam.

Pukul 11 malam, Hoseok pulang dari kantor. Dia lembur karna akan ada meeting besar dengan kliennya dari Australia. Hoseok langsung pergi kekamarnya untuk membersihkan diri lalu istirahat.

.

.

.

.

.

.Di apartement, Hwarin resah karna hingga selarut ini kakaknya belum juga pulang bahkan ponselnya mati. Inilah yang paling dibenci oleh Hwarin. Sebelumnya Hyunyoung juga tidak bilang kemana dia akan pergi. Hwarin hanya khawatir kalau kakaknya tersesat. Karena Seoul 11 tahun yang lalu dengan Seoul yang sekarang jelas berbeda sekali. Dan bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kakaknya, diculik mungkin ??

"Oh ayolah Hwarin, singkirkan pikiran konyolmu . Mana ada orang yang mau menculik wanita seperti eonni? Wanita setengah penyihir itu tidak mudah ditaklukkan ." monolog Hwarin. Akhirnya karena terlalu lama menunggu, Hwarin tertidur diruang tamu.

.

.

.

.

.

.

.Pagi hari di Mansion Keluarga Jung

Hyunyoung sudah bangun dari pagi buta. Sebenarnya ini bukan kebiasaannya. Dia akan bangun jika jam sudah menunjuk pukul 8 lebih 20 menit. Tapi karena ini rumah orang lain jadi dia tidak ingin menciptakan kesan buruk. Terlebih ini adalah rumah calon mertuanya. Setelah membersihkan diri, Hyunyoung langsung menuju ke dapur untuk membantu menyiapkan sarapan. Walaupun sudah dilarang tapi Hyunyoung tetap saja keras kepala.

Pukul 7 tepat, semua anggota keluarga Jung turun untuk sarapan, begitu pun dengan Hoseok yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Saat dia memasuki dapur tak sengaja dia melihat Hyunyoung.

[Hoseok POV]

Siapa gadis itu?. Maid kah?, tapi kenapa tidak memakai seragam seperti yang lain?, tapi wajahnya sangat familiar, padahal aku baru bertemu dia pagi ini. Entah aku pernah bertemu dimana yang jelas aku mengenali wajahnya. Tapi dia siapa? Kenapa aku tidak ingat sama sekali?

[Hoseok POV end]

Hyunyoung terkejut dengan perubahan yang terjadi pada Hoseok. Dia memandangnya intens hingga lamunannya dibuyarkan oleh Hyeri yang menyuruhnya untuk bergabung dengan mereka dimeja makan. "Poppy-ah kemarilah. Kau juga harus ikut sarapan dengan kami." Ajak Hyeri.

Oh ya, ketahuilah bahwa nama Hyunyoung selama di Amerika adalah Poppy. Itu karena teman-temannya disana kesulitan melafalkan nama Koreanya. Dan kenapa Poppy? Hyunyoung ibarat bunga Poppy, cantik namun mematikan. Mematikan disini hanya kiasan untuk menggambarkan betapa Hyunyoung bisa membuat orang disekitarnya tak berdaya. Seakan mereka mati dan berada di surga dengan segala apa yang ada pada diri Hyunyoung.

"Hoseok, kenalkan ini calon istrimu. Park Hyunyoung." kata Ny.Jung memecah keheningan.

"Park Hyunyoung ? Dia seperti nama gadis yang kusukai dulu. Ah tapi ini kan di Korea. Banyak orang dengan nama yang sama. Tapi,.. Tadi noona menyebutnya dengan nama Poppy. Nama yang sama dengan yang kuberikan pada Hyunyoung-ku sebelum dia pergi ke Inggris 11 tahun yang lalu. Tidak mungkin dia Hyunyoung kecilku yang dulu. Pasti hanya kebetulan sama." batin Hoseok.

Ya, 11 tahun yang lalu Hoseok memberikan nama Poppy pada Hyunyoung yang akan pergi ke Inggris. Karena bunga poppy banyak tumbuh di Inggris dan agar Hyunyoung bisa bergaul dengan mudah di Inggris. Karena sejujurnya orang barat tidak fasih melafalkan nama Korea, ah mungkin lebih tepatnya melafalkan nama orang Asia. Maka dari itu orang Asia lah yang akan merubah nama menjadi seperti nama orang barat untuk menyesuaikan diri.

Tapi, tanpa Hoseok ketahui bahwa Hyunyoung batal pergi ke Inggris karena ayahnya ternyata mendapat tugas ke Amerika. Jadi wajar bila Hoseok lost contact dengan Hyunyoung dikarenakan kode Negara yang diberikan padanya adalah kode Negara Inggris. Dan wajar juga bila Hoseok menganggap bahwa Hyunyoung sudah bahagia dengan orang lain di Inggris.

Tidak mau ambil pusing dan terus bernostalgia patah hati, Hoseok memutuskan untuk berangkat bekerja. Namun dengan cepat dihentikan oleh ibunya yang menyuruhnya libur hari ini dan mengantar Hyunyoung membeli cincin pertunangan.

.

.

.

.

.

.

.

Universitas Bighit

.

.

.

Baru melangkahkan kaki dikoridor fakultas, Hwarin terus diberondong dengan pertanyaan dari Jungkook.

Dia menanyakan kenapa kemarin malam tidak datang kerumahnya dan mengajarinya.

Karena pertanyaannya tak kunjung dijawab, Jungkook menghadang jalan Hwarin. Tapi Hwarin malah melewatinya dan membuat Jungkook bingung. Pagi ini memang Hwarin tidak ingin berdebat, dia sedang gelisah karena kakaknya belum pulang dari kemarin dan juga tidak berusaha untuk menghubunginya. Dan karena sibuk mencari kakaknya dia juga tidak bisa mengajari Jungkook dirumahnya. Sesampai dikelas, Hwarin memilih langsung duduk dan membaca buku tebal yang dia pinjam di perpustakaan.

.

.

.

.

.

.

Toko perhiasan

.

.

.

Tidak ada percakapan diantara Hyunyoung dan Hoseok selama perjalanan maupun saat ditoko perhiasan. Namun entah kebetulan atau memang mereka jodoh, cincin yang mereka pilih ternyata sama. Hyunyoung kaget begitu pun Hoseok. Pandangan mereka bertemu dan dengan cepat masing-masing dari mereka mengalihkan perhatian kearah lain. Ada getaran aneh didada Hoseok saat pandangan mata mereka tidak sengaja bertemu. Entah apa itu, tapi yang pasti Hoseok seperti telah menemukan sorot mata yang dia rindukan selama ini. Sorot mata Hyunyoung, Cinta pertamanya yang lama hilang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

...

.

.

.

.

.

.

TBC

Note :

Maafkan kalau ada typo .. story makin absurd