Tittle : Tell Me What Is Wrong, Tell Me What Is LOve
Cast : Kim Doyoung (17)
Jung JaeHyun (17)
Lee TaeYong (18)
Chittaphon/ Ten (17)
Doyoung POV
Jaehyun menatapku dengan canggung dan aku hanya memandangnya sekilas lalu segera menundukan wajahku, wajahku memanas tanpa tau apa penyebabnya.
"a..aku mau berganti baju" ucapku gugup, Jaehyun hanya mengangguk, lalu duduk membelakangiku, aku hanya menatap punggungnya lalu melepaskan tuxedoku dengan cepat, mengganti bajuku ke piyama malam ini kami harus menghabiskan malam pengantin dirumah Appa Jaehyun, hingga tak mungkin bagi kami untuk tidur di tempat yang berbeda.
"Jaehyun sudah selesai" ucapku pelan Jaehyun membalikkan badannya dengan bimbang
"aku akan tidur disofa, kau tidurlah diranjang" ucapnya pelan lalu mengambil bantal dan selimut dan langsung tiduran disofa tanpa menatapku lagi. Aku menatapnya dengan sedih, aku tau ini memang yang akan kuhadapi, tapi aku tak menyangka dia sama sekali tak ingin bahkan hanya untuk tidur disampingku. Aku segera merebahkan tubuhku dan menarik selimutku hingga menutupi pipiku, airmata mulai menetes dipipiku, saat ini aku hanya harus mencoba bertahan.
AAAAAAAAAAAAAA
"bagaimana semalam" tanya Ten saat kami baru saja menikmati makan siang kami. Aku hanya menggeleng, kuperhatikan wajah Ten yang tampak sembab.
"seharusnya pengantin baru tak usah turun kesekolah dulu"
"kau menangis semalam" tanyaku tampa memperdulikan omongannya, Ten terlihat kaget lalu menggeleng keras, aku hanya diam memperhatikannya, hingga Ten menoleh kepadaku dan memamerkan senyum lebar membuatku akhirnya melupakan apa yang terjadi padanya
"haah.. mulai saat ini aku punya rahasia yang tak boleh orang tau, hanya kau saja yang tau Tenny, pernikahan ini harus tetap rahasia" ucapku pelan, Ten menatapku iba.
"kau bahagia"tanyanya, aku tersenyum kecil
"I dont Know.., saat ini aku bahkan tak tau perasaanku, Jaehyun punya orang lain yang dicintainya dan aku hanya dapat mendukungnya" jawabku sambil tersenyum sedih.
"mianhae Doyoung-a" aku menatap Ten dengan heran
"untuk apa.." Ten hanya menggeleng
"semuanya, aku tak bisa membantumu sepenuhnya, aku bahkan belum bisa menceritakan rahasiaku padamu" aku menatap Ten lalu memeluknya.
"its okay.., yang penting kau ada disini untukku, sudah cukup" ucapku.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Aku menatap Jaehyun yang sedang makan dihadapanku tak terasa sudah seminggu pernikahan kami dan selalu hanya keheningan yang berada diantara kami.
"kau mau keluar lagi..?"tanyaku, Jaehyun menatapku sejenak, lalu mengangguk, aku tersenyum miris dia selalu keluar setiap malam menemui kekasihnya, dan aku harus melihat itu sebagai hal yang wajar.
"besok mau jalan bersama, besok hari ulang tahunku" ucapku hati – hati, Jaehyun mengangkat wajahnya lalu meletakan makanannya dengan pelan.
"kau mau hadiah apa..?" tanyanya, aku tersenyum kecil mendengar pertanyaanya
"i.. cukup besok kau mau mengajakku jalan bersama" Jaehyun mengangguk kecil
"lalu mau kemana…?" tanyanya lagi
"ke pasar malam aku tak pernah kesana" sahutku cepat Jaehyun menangguk lagi.
"baiklah kita akan kesana, sekarang aku harus pergi, terima kasih atas makanannya" ucapnya, aku mengangguk dan mengantar langkah Jaehyun dengan pandangan mataku, aku tersenyum kecil membayang kan besok, aku tak sabar lagi. Ini pertama kalinya kami akan jalan berdua sebagai suami istri.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Hari ini adalah pelajaran olahraga dan tiba – tiba aku merasa pusing sehingga tak dapat mengikuti pelajaran. Aku menyentuh keningku dengan punggung tanganku berharap badanku tak terlalu panas lagi, aku tak boleh sakit hari ini aku akan merayakan ulang tahunku bersama Jaehyun, kalau aku sakit pasti dia akan membatalkan acara hari ini dan membiarkanku terbaring dikamar, tentu saja aku tak mau menghabiskan hari pentingku seperti itu.
"mungkin aku seharusnya ke UKS saja" desahku pelan lalu berjalan menuju UKS dengan malas, tapi langkahku terhenti saat menemukan sosok Jaehyun diujung lorong sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang, aku tersenyum dan ingin menyapanya, tapi niatku terhenti saat melihat Jaehyun menarik seorang Pria kedalam pelukannya.
Aku langsung terpaku melihat hal itu, kulihat Jaehyun mempererat pelukannya dan mencium rambut Pria itu, aku hanya dapat membatu, entah mengapa tubuhku terasa melemas, mataku memanas melihat mereka, aku hendak berbalik pergi saat Pria yang dipelukan Jaehyun mengangkat kepalanya menatap mata Jaehyun, aku langsung merasa tertampar melihat Pria itu.
"Tenny..Ten" desisku tak percaya, aku membalikan badan dan memutuskan untuk pergi dari situ, membatalkan niatku untuk ke UKS, rasa sakit di kepalaku terasa bertambah parah, badanku terasa sangat panas, aku terus berlari berharap semua yang kulihat itu semua kebohongan.
"Why.. Ten, mengapa kau membohongiku selama ini.." tanyaku dalam hati, rasa sakit karena penghianatan ini membuatku tak dapat berpikir panjang lagi aku terus berlari hingga Tubuhku menabrak seseorang dan aku langsung tersimpuh jatuh.
"yaa, kau tak punya mata ya..?" bentak orang itu dengan keras, aku hanya terdiam lalu segera menunduk dan berdiri meminta maaf
"maafkan aku.." ucapku pelan tanpa melihat orang itu dan berlari ingin pergi, tapi orang itu menahan tanganku keras, sehingga mau tak mau aku menatapnya, seorang Pria yang tampan seperti Jaehyun, ahh Jaehyun.. aku ingin menangis lagi, Pria itu melihat aku heran.
"hey aku tak menyakitimu kan..?, tak usah terlalu lemah begitu, kaukan lelaki masa hanya karena kutabrak kau menangis" ucapnya kasar, aku berusaha menepis tangannya tapi Pria itu tetap menahanku, rasanya kepalaku berputar – putar.
"apa kau tak tau cara minta maaf yang baik dan benar" ucapnya tetap dengan nada kasar, aku menatap Pria itu dengan tampang memelas.
"maaf, aku tak melihatmu, sekarang lepaskan aku" pintaku, Pria itu menatapku tajam.
"yaa.. yaa .. Taeyong-ah lepaskan dia" aku menoleh dan menatap Jaehyun yang sudah berdiri menatap kami tanpa ekspresi, Taeyong menatap kearah Jaehyun lalu menatapku lagi, aku hanya diam membisu saat melihat Jaehyun, rasa sakit hatiku belum hilang saat ini, kulihat Ten yang berlari menghampiri kami dibelakang Jaehyun, wajahnya menunjukan kekhawatiran.
"Hyung hentikan" serunya lalu berjalan menarik tanganku dari Pria yang bernama Taeyong itu, Taeyong hanya diam menatap Ten, wajahnya menunjukan kesedihan saat menatap Pria disampingku ini.
"jangan ganggu Doyoung lagi, dia tak seperti yang lain" ancam Ten pada Taeyong, Taeyong tersenyum sinis.
"maksudnya kau.." tanyanya sambil tertawa mengejek, Ten terdiam lalu menatap kearahku
"kau tak apa..?" tanyanya, aku menatap Pria itu dengan rasa yang tak menentu, aku menepis tangannya kasar lalu berlari pergi.
"yaa..! Doyoung-a " aku mendengar Jaehyun dan Ten memanggilku bersamaan tapi aku terus berlari tak peduli, aku belum bisa memaafkan mereka saat ini.
TBC
Reviews
