Tittle : Tell Me What Is Wrong, Tell Me What Is LOve
Cast : Kim Doyoung (17)
Jung JaeHyun (17)
Lee TaeYong (18)
Chittaphon/ Ten (17)
TEASER
Aku berjalan tertatih sesekali menghela nafas lelas, sekarang dimana aku berada ? aku benar – benar kehilangan arah lagi dan mengapa aku bertindak bodoh berlari tanpa mau menoleh kebelakang dan membuatku tersesat seperti ini pada akhirnya.
"aku benar – benar lose." desahku sedih, aku sungguh tersesat baik tentang jalan ini maupun tentang kehidupanku bahkan perasaanku. Aku tau tak seharusnya aku marah seperti itu aku bahkan menampar Ten padahal ini bukan kesalahannya, aku tak harus cemburu seperti itu, karena aku sudah tau apa yang akan terjadi jika aku membawa Ten bersamaku tapi sungguh aku tak dapat membohongi perasaanku dan aku masih belum dapat menghapus perasaanku bahkan sekarang perasaan itu makin kuat hingga aku tak dapat lagi menahannya.
Aku membaringkan tubuhku dihamparan salju tak peduli seberapa dinginnya, hatiku tetap jauh lebih dingin. Salju yang turun bagai ikut memahami tangisku kupejamkan mataku dan mencoba melupakan semua rasanya tubuhku makin tertutup salju, bila aku ingin melupakan semuanya, mungkin sekaranglah waktunya.
"bila ingin bunuh diri, tak bisakah mencari tempat yang lebih mudah ditemukan" aku membuka mataku dengan cepat lalu menoleh kearah Pria yang sekarang berdiri disampingku, aku memperhatikan Pria itu sejenak lalu saat akumenyadari semua dengan cepat aku berdiri dan reflek memperbaiki rambutku yang berantakan
"kau…" ucapku terputus Pria itu langsung berjalan memelukku.
"merindukanku..?" entah mengapa rasa nyaman langsung menyergapku, aku mendesah pelan dan perlahan balas memeluk Pria itu.
"ya, aku benar – benar merindukanmu Taeyong" Taeyong tertawa kecil ia melepas pelukanku dan memperhatikan wajahku seksama.
"masih sama.. mata merah karena kebanyakan menangis, kenapa kau selalu menangis.. kau ini lemah sekali" ucapnya pelan sambil mengusap pipiku lembut. "nach jadi motifmu mencoba bunuh diri karena Jaehyun lagi..?" ejeknya aku langsung memukul lengannya sambil mencibir
"aku tak mau bunuh diri, aku hanya mendinginkan kepalaku saja.." jawabku asal, Taeyong kembali tertawa kecil, aku menatapnya heran
"Taeyong ssi, kenapa kau ada disini..?" Taeyong terdiam lalu berdehem kecil.
"ehm.. ehmm, aku.. pikir aku juga butuh liburan, karena waktu itu kau smepat memberi taukan dimana kalian akan berlibur..jadi… jadi ya aku menyusulmu" ucapnya entah mengapa ia tergagap, aku memicingkan mataku meneliti raut wajahnya, Taeyong balas menatapku, lalu membelalakan matanya.
"Apa..‼ Kenapa.. tak percaya.. aku"
"Taeyong ssi kenapa jadi gugup seperti itu" Taeyong menggeleng lebih keras
"tak apa.., aku.." ucapan Taeyong terhenti seketika, matanya tertuju pada suatu arah aku pun mengikuti arah pandangannya, Jaehyun sudah berdiri dengan pandangan seperti ingin membunuh kearah kami.
"aku mencarimu kemana – mana dan ternyata kau sedang disini, bersama Pria ini.. bagus sekali" ucap Jaehyun sinis, aku hanya dapat terdiam mendengar ucapannya, mengapa setiap aku yang harusnya terluka dan marah padanya, selalu dia yang akhirnya memarahiku.
"kau sedang apa disini..? aku rasa kau tak diundang , lagipula lusa kami sudah akan kembali ke seoul, kupikir kau tak usah repot – repot menjemputnya dia akan pulang dengan selamat bersamaku" ucap Jaehyun sambil berjalan kearah kami berdua ia berdiri berhadapan dengan Taeyong yang hanya tersenyum kecil. Jaehyun menatap Taeyong dengan tajam
"you know how much I hate you" lanjutnya lalu Jaehyun menarik tanganku dengan keras, hingga aku terseret dan hampir terjatuh untung saat itu Taeyong langsung memegang pinggangku, kalau tidak aku pasti sudah terjatuh ditumpukan salju, aku menatap Taeyong dengan pandangan berterima kasih.
"lepaskan dia" ketus Jaehyun, aku langsung tersadar pada situasi yang sedang terjadi sekarang, Jaehyun sedang memegang tangan kiriku sedangkan Taeyong juga sedang memeluk pinggangku, aku menatap mereka berdua bergantian sedangkan yang kutatap sedang saling menatap dengan ekspresi yang tak dapat kuartikan.
"kau yang lepaskan dia, kau tak lihat kau menyakitinya" jawab Taeyong tenang, Jaehyun langsung menoleh kearahku, yang sedang meringis karena genggaman tangannya lalu ia melepas genggaman tangannyal.
"Doyoung-a ayo kita pulang" ucapnya pelan sambil terus menatap lengan Taeyong yang masih memeluk pinggangku, aku segera tersadar lalu menarik tubuhku hingga pelukan Taeyong terlepas.
"tapi, bagaimana denganTaeyong..?" tanyaku, Jaehyun menatap Taeyong kesal sedangkan yang ditatap masih menatap kami dalam diam.
"kau mengundangnya..?" tanyanya dingin, aku ingin menggeleng tapi kuurungkan niatku dan akhirnya memilih untuk mengangguk, Jaehyun menatapku dengan ekspresi datar.
"tentu saja.. dia kan pacarmu" ucapnya sinis lalu berlalu pergi, tanpa menoleh lagi aku menatap Taeyong yang masih diam, rasa sakit hati sudah menumpuk dihatiku, mungkin ini jalan satu – satunya.
"Taeyong – ssi" panggilku, Taeyong balas menatapku membuatku kembali terdiam, aku memejamkan mataku erat berusaha menyakinkan diri kalau keputusan yang kuambil ini sudah benar.
"Taeyong..aku.. aku" Taeyong menatapku bingung.
"ya..?"
"aku.." aku terdiam lagi lalu, aku menunduk dan mengambil nafas dalam.
"Aku bersedia menjdai kekasihmu"
hehheheheheh... aku bakal update ini ceper kalau comments nya udah sesuai target ku.. ini cuman teaser ja.. real chap bakal panjaaaaaaaaaaaaaaaaaang lagi kayak chap sebelumnya hahahahahahahahh jadi reviews semuanya THANK U 3
