Tittle : Tell Me What Is Wrong, Tell Me What Is LOve

Cast : Kim Doyoung (17)

Jung JaeHyun (17)

Lee TaeYong (18)

Chittaphon/ Ten (17)


Warning angst yang Bukan Angst.. heheheeheh


Jaehyun POV

"SEHARUSNYA KAU MATI SAJA SECEPATNYA TEN, KAU MATI SAJA….!"

PLAkKK.. dapat kurasakan tanganku memanas dan sakit, aku melihat Doyoung yang sedang memegang pipinya ia menatapku kaget dan tak percaya, begitu juga Taeyong dan Ten mereka terlihat sangat kaget, tapi aku tetap diam menatap wajah Doyoung rasa sakit menyelimuti hatiku saat itu.

"hentikan itu.. jangan membuatku makin marah padamu.." ucapku menahan emosiku yang membuncah ingin keluar, aku menghampiri Ten dan memegang tangannya untuk membawanya pulang.

Tak memperdulikan Doyoung dan Jaehyun yang tetap berdiri disana memandang kami dalam diam.

Rasanya jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya dan dadaku semakin sakit melebihi rasa sakit ditanganku

"maafkan aku Doyoung- a.." ucapku dalam hati, berusaha menepis bayangannya yang terluka saat aku menamparnya, tak mengertikah dia aku lebih terluka saat ini, karena harus melepaskannya, melepaskan dia yang kucintai demi sebuah janji yang tak akan pernah kuhianati.

Perlahan tanganku meremas dadaku dengan keras, rasanya sakit sekali.


Hari – hari berlalu setelah itu, 1 minggu lagi pengumuman kelulusan, aku sama sekali tidak pernah berbicara dengan Doyoung sejak kejadian itu, Mark entah mengapa memutuskan untuk kembali sekolah diluar negeri, ia bahkan tak lagi bermanja – manja dengan Doyoung seperti biasa mereka terlihat sangat canggung dan aku masih tak mengerti mengapa.

yah.. seperti hubungan kami sekarang terasa canggung dan menyakitkan.

Aku menghempaskan tubuhku disofa, Doyoung belum juga pulang, ini sudah jam 12 malam akhir – akhir ini ia selalu pulang tengah malam dan entah darimana.

Terdengar bunyi tombol dipincit dari luar, aku menoleh dan melihat Doyoung yang masuk kerumah dengan lelah, ia terpaku melihatku lalu menunduk dan berjalan secepatnya menuju kamarnya, aku menghela nafas berat ia benar - benar tak ingin melihatku.

Kami benar – benar tak pernah berbicara, aku sibuk mengurus Ten dan ia banyak menghabiskan waktunya bersama Taeyong, ia benar – benar sudah berubah wajahnya menjadi sangat dingin bahkan bukan hanya tawanya yang hilang. Senyumnya pun tak seperti dulu lagi, aku ingin menangis bila melihatnya seperti ini.

Tapi aku harus melupakan semuanya, aku harus bercerai sesuai janjiku dengan Ten dulu dan sesuai dengan janjiku pada dia yang memintaku untuk menjaga Ten, bila Appa masih ada mungkin kami bisa tetap bersama, tapi Appa sudah meninggal dan tak ada lagi yang dapat kupertahankan, aku mencintai Doyoung tapi bagiku yang terpenting sekarang adalah Ten, aku akan menemaninya di hari – hari akhir hidupnya.

Aku mendengar suara isakan tertahan dari balik pintu, ini sudah keberapa kalinya aku mendengar dia menangis, aku menyandarkan tubuhku di depan pintu kamarnya airmata menetes perlahan dipipiku.

"maafkan aku…" bisikku lemah "Maafkan aku.. aku sudah bertahan untuk menjaga janjiku…sebentar lagi.. sebentar lagi janji itu akan ku penuhi.. Maaf.. ".


"Jae..." aku menoleh pada Ten yang duduk dihadapanku, sepertinya aku terlalu banyak melamun hari ini dan mungkin saja dia menyadari itu.

" kau belum makan sama sekali hari ini.." ucapnya lembut, aku hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalaku, Ten menghela nafas pelan lalu menggenggam tanganku aku hanya diam membiarkannya.

"apa kau bahagia..?" tanyanya pelan, aku mengangkat wajahku melihatnya mengapa dia menanyakan itu.

"y-ya.." jawabku ragu… bukan… sejujurnya bila aku harus mengatakan sekarang aku akan berkata aku sakit saat ini, aku menderita sekarang, aku terluka sekarang, tapi aku tak dapat mengatakan itu, aku tak ingin ia bersedih karenaku, Kesehatan Ten adalah yang terpenting sekarang, Ia terlihat semakin lemah.

"apa kau masih mencintaiku..?" aku terpaku menatap Ten, ia menanyakan apa aku masih mencintainya tapi saat ini yang terlintas hanyalah bayangan Doyoung dan aku tak bisa menghapusnya dari pikiranku.

Maafkan aku Ten

"apa kau mencintaiku Jaehyun..setidaknya masihkah kau mencintaiku..?" tanyanya lagi, aku langsung menunduk mendengar pertanyaannya yang kedua kali.

"Y-ya.. aku….menyayangimu" jawabku tanpa mau menatapnya, Ten kembali menghela nafas, lalu ia memegang pipiku hingga aku menatapnya.

"apa kau mencintaiku.. jawablah dengan menatap mataku.. apa kau mencintaiku…" tanyanya lagi, aku menatap matanya terlihat mendung kesedihan dalam tatapan matanya, aku tak boleh melukainya.

"aku.." ucapanku terhenti, aku tak sanggup menatap matanya saat ini, aku tak mau kalau dia mengetahui aku telah berbohong, karena bukan dia yang kucintai, bukan dia.

"sudahlah.. jangan berbohong lagi… kau mengatakan kau menyayangiku, tapi bayangankupun tak ada dimatamu.."

"Ten-a"

"cukup… aku tau selama ini kau hanya bertahan didekatku karena menjaga janjimu pada dia kan, dia sudah tak ada lagi Jaehyun-ah.., rasa simpatimupun harus kau akhiri, jangan menyiksa dirimu sendiri dengan terus bertahan disampingku" aku menatapnya tak percaya.

"janjiku dan dia akan selalu kujaga sampai akhir, bahkan bila aku harus mengorbankan perasaanku..kau seharusnya paling mengetahui itu Ten" ucapku datar, Ten tersenyum miris.

"aku mencintaimu sebagai sahabat sebagai saudara sebagai superheroku, tapi aku lebih ingin kau bahagia, aku akan menikmati hidupku dengan bahagia walaupun hanya sebentar aku akan menikmatinya sebaik – baiknya, aku ingin berbaikan dengan Doyoung, aku ingin kalian berdua bahagia, karena aku menyayangi kalian berdua lebih dari aku menyayangi siapapun" aku tertegun menatapnya, apa maksudnya dengan melupakan janjiku.

"bahagialah bersama Doyoung, aku mohon…. aku tak ingin ada airmata lagi, hidupku tinggal sebentar lagi, aku tak ingin ada kenangan buruk tentangku.." Ten tersenyum lembut, wajahnya yang pucat, menjadi semakin menyedihkan dimataku.

"janji itu lupakanlah…" ucap Ten

"kau sudah menepati janji itu selama ini, janji kau dan dia, akhiri saja sampai disini" aku menunduk mendengarnya, apakah ini saatnya janji itu kuakhiri disaat Ten harus menghitung hari, apakah aku setega ini mengakhiri janji yang sudah kupertahankan beberapa tahun ini.


Doyoung pov

Aku hendak membuka pintu apartementku saat mataku tertumbuk pada sosok Ten yang sedang berdiri didekatku dengan senyumnya yang ingin membuatku menjadi gila karena rasa sakit dikepalaku yang mendadak datang begitu melihatnya.

"untuk apa kau disini, sudah kubilang aku tak ingin bertemu denganmu.." ucapku sinis, Ten menatapku dengan pandangan sedih, membuatku makin membencinya.

"boleh kita bicara ada yang ingin kukatakan padamu" ucapnya memohon, aku langsung tersenyum sinis mendengarnya

"bicara apa..? mengatakan bahwa, aku sudah kalah.. YAAHH..! Ten tak cukupkah, kau membuat Jaehyun membenciku seperti sekarang, tak cukup banyak kah kau membuatku menangis, kau tau setiap melihatmu membuatku makin terluka, apa kau sengaja ingin membuatku jauh terluka…."Ten menatapku tak percaya

"aha…" aku tersenyum sinis "atau kau mau menggantikanku sebagai isteri Jung Jaehyun..hahahaha… silahkan..kau bisa memilikinya" Ucapku dengan meninggikan nada suaraku, Ten menunduk lalu ia menghela nafas dan kembali menoleh kepadaku.

"aku hanya ingin bicara Doyoung-ah, aku tak akan meminta maaf untuk apapun karena aku jauh terluka darimu.."ucapnya dengan pandangan datar, aku langsung menatapnya kesal.

"kau.. kau yang terluka..ck.. lucu sekali.." ucapku dingin, aku mendorong pintu apartementku hingga terbuka dan hendak masuk, tapi langkahku terhenti mendengar ucapan Ten, yang terasa membuat jantungku berhenti berdetak saat itu juga.

"aku sudah putus dengan Jaehyun.."


Tbc

A/n : jreng Jreng Im back.. sorry kalau updatenya ga panjang heheheh.. sya punya target review untuk mengupdate jadi kalo belom tercapai saya ga bakal update cerita ini.. dan tolong jangan cuman "next ato Update please.." itu bukan review yang saya mau, jadi mari kita saling berbagi cieee...