Chapter 2
"Sudahlah baby, tidak apa-apa. Bukankah appa dan eomma tidak marah eoh?"
Sosok yang dipanggil baby itu tidak menjawab. Ia masih menundukkan kepalanya dan memainkan ujung bajunya. Bibir merahnya maju beberapa senti, pipi tembemnya memerah dan matanya masih terlihat berkaca kaca. Sesekali terdengar isakan lirih dari sosok mungil itu.
Saat ini ke empat bersaudara Park ada dikamar Kyuhyun, sejak kejadian jatuhnya kue yang telah mereka buat dan tangisan histeris dari si bungsu Park, mereka kewalahan menghadapinya. Dan mari kita lihat apa yang baru terjadi sekitar 15 menit yang lalu.
Tuan dan Nyonya Park yang terdiam sesaat setelah melihat kue itu terjatuh, tentu langsung mengatakan bahwa mereka tidak marah dan bisa membeli yang baru. Ketiga hyung-nya pun terus membujuknya, namun tetap saja baby Park itu menangis dengan hebohnya.
Dan sampai ibu mereka mengatakan "Baby, kalau baby menangis terus, eomma dan appa akan marah kepada baby" dan seketika itu pula tangisan Kyuhyun berhenti. Kepalanya menggeleng lucu dan dengan cepat ia mengusap pipinya "Andwae eomma~~ Kyu tidak nangic hiks". Perkataan itu justru membuat kelima orang yang ada diruangan itu tersenyum gemas.
Tuan Park mengusap lembut rambut putra bungsu kesayangannya itu "Baby, tidak apa apa ne? Itu bukan salah baby. Itu salah kuenya yang terlalu berat dan tiba-tiba bersin kyuhyunnie keluar. Jadi bukan salah baby kan?" Kyuhyun memiringkan kepalanya "Jadi bukan calah kyu?" Mendengar itu, yang lainnya berusaha menahan tawa. "Ne, tentu saja bukan salah baby, jadi jangan menangis lagi ne." Nyonya Park menjawab sambil menggigit bibir bawahnya. Menahan tawa. Kyuhyun sedikit bingung dengan perkataaan orangtuanya. Jadi ia tidak salah? Tapi yasudahlah, bukankah perkataan orang dewasa selalu benar? Jadi Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya lemah walau masih terdengar isakan lirih dari bibirnya.
"Leeteuk-ah, appa dan eomma masih ada urusan. Kami kesini hanya mau mengambil dokumen. Nanti malam kita akan makan bersama nde. Tolong jaga adik-adik mu." mendengar perkataan sang appa kembali membuat Kyuhyun kecil terisak "hiks appa eomma mau pergi lagi?Andwaeee! huweeeeeee"
Seluruh keluarga Park dan para maid hanya bisa menghela nafas lelah melihat sang bungsu meraung. Well, butuh usaha keras untuk membujuk bocah menggemaskan ini sepertinya.
Dan disinilah mereka –Leeteuk, Siwon, dan Donghae- masih berusaha membujuk maknae kesayangan mereka.
"Hiks kyunie tidak nangic kalna kue itu yung~ hiks, tapi kenapa eomma dan appa pelgi lagi? hiks" Kyuhyun sesekali mengusap cairan yang keluar dari hidungnya menggunakan tangan kecilnya sehingga tangannya penuh dengan cairan lengket tersebut.. aish
Melihat hal tersebut Siwon terkekeh geli, mengambil selembar tisu yang ada dimeja nakas dekat tempat tidur sang maknae dan membersikan tangan mungil berisi itu. "Eomma dan appa ada pekerjaan sayang, mereka bekerja untuk kita juga bukan? Supaya baby juga bisa beli mainan dan boneka doraemon ini hemm"
Kyuhyun mendongak, mengerjapkan matanya melihat wajah tampan sang hyung kedua "Kalau gitu Kyu tidak mau dolaemon yung~ Kyu mau appa eomma caja."
Mendengar hal itu mau tidak mau membuat tiga hyung tampannya terdiam. Ucapan polos itu menunjukkan betapa dongsaeng imut mereka merindukan ke dua orangtuanya.
"Tidak hanya untuk membeli boneka doraemon baby, tapi juga untuk kita sekolah supaya kita bisa jadi orang sukses seperti appa" Tukas Leeteuk memberi pengertian kepada Kyuhyun kecilnya.
"Euug.. memang cupaya seperti appa halus cekolah ya yung? Tapi Kyu gac pelnah liat appa cekolah yung~~~~ appa tidak pelnah pakai celagam cepelti yung~" Kyuhyun membulatkan kedua matanya yang masih memerah ketika mengingat bahwa appa-nya tidak pernah kesekolah seperti hyung-hyung nya. Ah! Appa memang tidak pernah sekolah!
Mendengar balasan dari adik kecilnya membuat Leeteuk memijat pangkal hidungnya. Entahlah dia harus bersyukur atau mengutuk kecerdasan baby kesayangannya ini.
Melihat sang hyung tertua kewalahan menjawab pertanyaan Kyuhyun, membuat sang pencinta ikan yang sedari tadi terdiam mencoba membantu. "Tentu saja appa pernah sekolah baby, tapi itu sudah lama. Bahkan tidak hanya sampai sekolah tapi juga kuliah dan wisuda Kyu."
Kyuhyun terdiam beberapa detik sebelum memiringkan kepalanya dan bertanya "kuliah cama wicuda itu apa yung?".
Park Leeteuk segera mengalihkan tatapan tajamnya menuju Park Donghae yang hanya bisa meringis. Kau membuatnya semakin susah Donghae!
Melihat ketiga hyung -nya tidak ada yang menjawab, baby Park ini menarik-narik ujung baju yang dikenakan Leeteuk "yung~ yung~ apa itu kuliah? Apa itu wicuda? Apa itu enak yung? Apa kyunie boleh coba yung? yung~ yung~~"
"A-ah kuliah dan wisuda itu.. emm.. itu.."
Tok Tok Tok
Ke empat keturunan Park itu secara serempak mengalihkan tatapan mereka ke arah pintu yang terdengar diketuk dan memunculkan seorang maid yang berseragam putih hitam.
"Tuan muda.. Ini saatnya tuan muda Kyuhyun meminum susu."
"Cucu? Yeyyyyy Kyu mau minum cucu! Cucuuuu~~~" Mendengar kata susu membuat Park Kyuhyun melupakan segalanya dan segera turun dari tempat tidur menuju sang maid yang terlihat gemas melihat tingkah laku tuan mudanya, dan segera membawa Kyuhyun ke ruang makan.
"Huft beruntunglah, aku sangat bingung harus menjawab seperti apa tadi. Pasti Kyuhyun akan menanyakan banyak hal lainnya ketika kita menjelaskan apa itu kuliah dan wisuda." Anak tertua Park ini menghela napas bersyukur, untung saja ada maid tadi kalau tidak pasti urusannya sudah panjang.
"Nde hyung kau benar, baby Kyu benar-benar punya rasa ingin tau yang tinggi." Ucap Siwon yang juga bersyukur dengan kehadiran maid tadi.
"Ya hyung, tapi kita tidak bisa menghindar. Kita harus menjawab semua pertanyaan baby Kyu. Kita harus memberikannya pengertian yang benar, agar ia tidak dibohongi oleh orang lain suatu saat nanti." Park Donghae menimpali ucapan kedua hyung-nya. Membuat Leeteuk dan Siwon mengangukan kepala mengerti.
"Ya, kita harus menjaganya. Jangan biarkan oranglain merusak pikiran polos baby Kyu." Dalam hati semua mengamini perkataan Leeteuk. Mereka harus benar-benar menjaga Park Kyuhyun.
.
.
.
"Tuan muda.. Ini susunya"
"Yeayy cucu!" Park Kyuhyun menepukkan kedua tangannya begitu melihat susu coklat kesukaannya tersaji dihadapannya. Kyuhyun segera mengambil gelas berisi susu coklat tersebut dan meminumnya sedikit demi sedikit karena susu tersebut masih sedikit panas. Sesekali Kyuhyun meniup susu coklat tersebut yang membuat bibirnya maju beberapa senti dan pipi bulatnya semakin menggelembung.
Maid yang sedari tadi menatapnya hanya bisa menggigit bibir bawahnya, gemas melihat tingkah laku anak atasannya yang selalu sukses membuat semua orang ingin membawa Kyuhyun pulang kerumah masing-masing. Kyuhyun itu seperti boneka. Ia bahkan berharap dapat memiliki anak seperti Kyuhyun suatu saat ini.
"Eunggg noona.." Tiba-tiba Baby Park memanggilnya dan membuat imajinasi maid itu terhenti seketika.
"Ah nde Tuan Muda.. Apa ingin sesuatu lagi?"
"Aniii.. Noona, Kyu mau tana (read: tanya)"
"Tanya saja tuan muda, ada apa?" Maid muda itu menumpukan kedua tangannya dilutut, memajukan wajahnya hingga sejajar dengan wajah menggemaskan Kyuhyun yang sedang menatapnya antusias membuatnya tanggannya gatal ingin mencubit pipi putih kenyal itu.
"Becok bicakah noona buatkan kuliah dan wicuda. Kyunie ingin makan itu" ucapan Kyuhyun membuat maid itu mengerutkan dahinya. "kuliah? wisuda? ada apa sebenarnya?"
"Noona? Yah Noona!" panggil Kyuhyun karena sang maid tidak menjawab pertanyaannya
Maid wanita itu mengerjapkan matanya, namun akhirnya mengerti maksud ucapan Kyuhyun. Sepertinya bayi menggemasakan ini sudah salah paham. Jadi, ia menurunkan badannya, menggunakan lututnya sebagai tumpuan sehingga tingginya menyamai maknae Park yang sedang duduk di sofa.
"Tuan Muda, kuliah dan wisuda itu bukan makanan. Itu sama saja dengan sekolah seperti yang dilakukan hyungdeul Tuan Muda, namun kuliah dilakukan jika sudah besar setelah kuliah maka akan diwisuda untuk merayakannya" jelas sang maid, berusaha memilih kata-kata yang dimengerti oleh anak seusia Kyuhyun. Memang tidak persis seperti itu, tapi memang itulah garis besarnya. Tuan Mudanya pasti akan mengerti seiring bertambannya usia.
Sementara itu Kyuhyun memiringkan kepalanya, matanya berkedip-kedip imut, mencoba memahami penjelasaan maid itu.
"Ah! Jadi kuliah itu cekolah dan wicuda itu pesta ne noona?" tanya Kyuhyun
Maid itu tersenyum, dengan sekali penjelasan Kyuhyun sudah mengerti. Benar-benar anak pintar "Ya benar Tuan Muda"
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya "Ish! yungdeul belbohong. Noona yungdeul bilang kuliah dan wicuda itu makanan" adu Kyuhyun. "Dacal hyungdeul nakal"
Sang maid terkekeh, mengerti jika Tuan Muda-nya yang lain kerepotan untuk menjelaskannya kepada Kyuhyun, bagaimanapun mereka juga masih kecil.
"Oh! cucu Kyunie!" teriak Kyuhyun ketika ingat jika susunya masih utuh, dengan cepat ia meminumnya. Susunya sudah tidak panas lagi.
Setelah habis, Kyuhyun menyerahkan gelas yang telah kosong kepada maid. Bayi gempal itu memejamkan matanya dan menguap, sepertinya ia mengantuk setelah kenyang minum susu.
"Tuan Muda mengantuk ne?"
"Ne noona, Kyunie ngantuk" jawab Kyuhyun, kedua tangan mungilnya mengusap-usap mata.
"Arraso, kita kekamar" Maid itu segera menggendong tubuh berisi Kyuhyun, membawanya agar bisa tidur di kamar. Kyuhyun dengan nyaman menyenderkan kepalanya di bahu maid itu "nam nam cucu coklat enak cekali" guman Kyuhyun, membuatnya tersenyum geli.
.
.
Ketika maid itu naik menggunakan tangga, ketiga hyungdeul Kyuhyun turun.
"Eoh? Baby Kyu tidur noona?" tanya Leeteuk
"Ne Tuan Muda, ini memang saatnya Tuan Muda Kyuhyun tidur"
Sementara itu Donghae dan Siwon menatap sengit sang maid yang menggendong Kyuhyun. Iri melihat baby mereka digendong orang lain seperti itu.
"Noona aku saja yang menggendong Kyunie" tawar Siwon
"Ani Noona, aku saja" timpal Donghae sambil merentangkan kedua tangannya, tidak mau kalah.
"Ish belisik!" Suara cadel itu mengagetkan mereka, ternyata Kyuhyun belum sepenuhnya tertidur.
"Kyu mau cama noona caja. Tidak mau cama yungdeul nakal! Kajja nonna" perintah Kyuhyun tanpa melihat ketiga hyungnya.
Sang maid akhirnya kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Leeteuk, Siwon, dan Donghae yang melongo tidak mengerti.
TBC
Hai, Terimakasih sudah me-review, fav, dan follow cerita saya.
Sampai juma di Chapter selanjutnya :)
Fell Free To Review ^^
