Our BabyKyu

"Blum blummm blummm ngeng ngengg pecawat datang pecawat datang"

Ruang tamu keluarga Park dipenuhi suara cadel menggemaskan Kyuhyun yang sedang bermain mainan mobil dan pesawat. Tangan kirinya memegang mobil berwana biru dan menggerak-gerakannya dilantai, sedangkan tangan kanannya mengangkat pesawat mainan dan menerbangkannya.

"Oh tidak tidak awac pecawat jatu pecawat jatu, bluk" pesawat yang ada ditangan kanannya ia jatuhkan sehingga menimpa mobil biru mainannya.

"Wah mobilnya ditimpa pecawat, mobil mati ne, pecawat juga mati"

Saat ini bayi bulat itu sedang bermain sendiri, ketiga hyung-nya sedang sekolah, dan orangtuanya pergi bekerja. Ia hanya diawasi seorang maid yang berada dibelakangnya, takut jika Kyuhyun akan melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri.

"Nenot nenot pemadam kebakalan datang pemadam kebakalan datang" Kyuhyun mengambil mobil lain dibox mainan miliknya, itu adalah mobil ambulans, tapi Kyuhyun menyebutnya mobil pemadam kebakaran. Tidak tau. Terserah bayi gembul ini saja.

"Ayo celamatkan mobil dan pecawat" Kyuhyun menggerakkan mobil ambulans itu mendekat ke mobil dan pesawat mainnya yang tergeletak miring di lantai. "Eh tapi pecawat dan mobilnya tidak beldalah. Ah tidak jadi mati ne. Pemadam kebakalan pulang lagi" ucap Kyuhyun dan melemparkan kembali mainan ambulansnya kedalam box.

Maid yang sedari tadi mengawasi, menggigit kuat bibir bawahnya. Ingin sekali tertawa melihat kelakuan ajaib tuan muda kecilnya.

"Huh! Kyunie bocan. Yungdeul lama cekali" sepertinya Kyuhyun sudah tidak tertaril lagi dengan mainan mobil-mobilan disekelilingnya. Bayi gembul itu duduk berselonjor, menggerak-gerakan kedua kaki mungil berisinya. "Hihi kaki Kyunie kecil cekali" tertawa sendiri ketika melihat ukuran kakinya yang mini, berbeda dengan ayah dan kakak-kakaknya. "Kaki halus jadi besal ne. Biar nanti bica pakai cepatu mengkilat cepelti appa" Maksud Kyuhyun itu sepatu pantofel yang sering ia lihat digunakan oleh Appa-nya ketika ingin berangkat kerja.

"Eh Kyunie ngapain lagi ya?" tanyanya pada diri sendiri, memajukan bibirnya dan mengerutkan dahi. Seolah-olah berpikir keras. Maid yang dibelakangnya tersenyum, berjalan mendekati anak bungsu keluarga Park itu. "Tuan Muda, mau main ditaman?"

Kyuhyun yang mendengar pertanyaan itu melebarkan mata bulatnya "Boleh noona?" pasalnya selama ini ia tidak boleh keluar jika tidak ditemani kakak atau orangtuanya. Sang maid menggangguk mantap "Tentu saja". Ia akan mengawasi anak bayi ini, mungkin akan meminta bantuan salah satu temannya mengingat pergerakan Kyuhyun yang sangat lincah.

"Yeyyyy! Kyu mau main bola!" Kyuhyun berdiri dengan semangat, berlari menuju taman dan membuat pipit bulatnya yang memerah bergoyang-goyang lucu.

"Aigoo Tuan Muda, jangan lari. Yak Daerim-ah! Bantu aku mengawasi Tuan Muda" Maid itu segera berlari menyusul Kyuhyun, berteriak kepada salah satu temannya untuk membantu. Bisa dipastikan ia tidak akan bisa seorang diri menjaga Kyuhyun.

...

Mereka sudah ada di taman kompleks, taman ini hanya berjarak 3 rumah dari rumah keluarga Park. Kyuhyun sudah berlari-lari mengejar bola, kedua maid yang menemani mau tidak mau ikut bermain. "Noona tendang yang benal" perintah Kyuhyun, padahal dia sendiri yang tidak bisa menendang bolanya. Setiap kali ingin menendang, bolanya akan bergeser sendiri atau kakinya tidak mengenai bola. Tapi Kyuhyun tidak menyerah, ia terus mengikuti bolanya kemanapun. Kalau diperhatikan, Kyuhyun bukan seperti main sepak bola. Tapi hanya mengejar bola, seperti puppy. Sangat menggemaskan. Terlebih besar bola dan badannya tidak terlalu berbeda.

Saat sedang asyik bermain, tiba-tiba ada 2 truk besar dan 1 mobil pribadi berhenti dirumah seberang taman bermain. Suara mesin yang kencang mengalihkan perhatian Kyuhyun dari bola, memperhatikan dua kendaraan besar yang baru pertama kali dilihatnya.

"Huaaaaa besal cekali" Mulut Kyuhyun terbuka, terkesima melihat mobil yang sangat besar. Kenapa ia tidak punya mainan seperti ini? Pasti keren kalau ia punya, mainannya yang lain akan benar-benar mati jika tertimpa mobil besar dihadapannya saat ini. "Noona noona, itu apa? Itu monstel mobil ya?" tanya Kyuhyun penasaran. Ini sangat besar, mirip monster yang sering ia tonton di televisi.

"Ani Tuan Muda. Itu namanya truk. Seperti mobil, tapi yang ini lebih besar" jawab maid tersebut. "Wah Daebak! Jadi ini olangtua mobil ya noona. Namanya tluk?" tanya Kyuhyun lagi. Sang maid menggaruk kepalanya "Ahh yaa. seperti itu..."

Sementara itu dari mobil pribadi yang ikut bersama dengan 2 truk tersebut, turun 2 orang dewasa dan satu anak kecil. "Changmin-ah ayo masuk, lihat kamar barumu" ajak salah satu orang dewasa itu. "Ne eomma" jawab anak kecil yang bernama Changmin.

Ketika akan masuk kerumah barunya, Changmin melihat-lihat sekeliling dan tatapannya berhenti ketaman yang ada diseberang rumahnya. Melihat sosok kecil yang berdiri memandang takjub ke arahnya. Changmin meneliti sosok itu. Kulitnya sangat putih, rambut coklatnya terlihat tebal dan sangat halus, matanya bulat bersinar, pipinya sangat tembem dan memerah, bibir mungilnya terbuka sedikit yang membuatnya sangat lucu, dan badannya berisi, sepertinya enak untuk dipeluk. Dari atas sampai bawah, sosok itu benar-benar mencuri perhatian Changmin.

"Kyeopta! Apa dia boneka?" Changmin sangat penasaran dengan sosok mungil itu. Kakinya tanpa sadar melangkah mendekat hingga sampai didepan anak tersebut. Ia pendek, tingginya hanya sebahu Changmin. Yah walaupun banyak orang bilang kalau memang dia terlalu tinggi untuk anak seusinya. Karena perbedaan tinggi yang cukup jauh diantara keduanya, membuat sosok itu mendongak, matanya berkedip-kedip lucu menantap Changmin.

"Woahhh! Bonekanya bisa berkedip" teriak Changmin, membuat Kyuhyun kaget dan mundur satu langkah. Changmin tidak menyerah, ia maju kembali mendekati sosok yang ia anggap boneka itu, tangannya terangakat untuk menyentuh pipi bulat yang terlihat seperti bakpao kesukannya. "Wahhh halus sekali" gumam Changmin takjub, kedua tanggannya akhirnya memegang pipi Kyuhyun, memainkannya. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa diam, tidak mengerti dengan apa yang dilakukan anak tinggi dihadapannya ini.

Karena tidak tahan, Changmin menarik kuat kedua pipi Kyuhyun. Membuat Kyuhyun melebarkan kedua matanya dan berteriak heboh.

"Huaaaa eommaaaaaa appooooooooo"

Changmin yang mendengar teriakan dari sosok dihadapannya ini terdiam.

"Eh? Kau bukan boneka?"

.

.

.

.

.

.

Well, sepertinya bayi gembul kita menemukan teman/musuh baru? kkk

Maaf karena Hyungdeul Kyunie tidak ada di chapter ini :(

Terimakasih sudah meriview, favorite, dan follow cerita saya :)

Sampai jumpa di chapter dan cerita lainnya ^^