"Hah...hah...hah...a-apa ka-kau sudah cukup?" tanya seorang cowok tampan berambut oranye yang sedang terengah-engah di bawah tindihan seorang pria berambut coklat yang juga tidak kalah tampannya. Sousuke Aizen.

"Hm, kurasa iya untuk hari ini. Kau juga sepertinya sudah cukup kelelahan," jawab Aizen sambil menyusuri leher sang orange-head dengan lidahnya. Sebenarnya Aizen hanya menjilati bagian leher Ichigo yang baru saja dia gigit. Aizen adalah seorang vampir.

Ichigo hanya bisa merinding saat Aizen menjilatinya. Lagi-lagi hari ini dia harus menggunakan plester untuk menutupi bekas luka gigitannya tersebut.

"Aizen..." panggil sang uke lemah.

"Hn?" Aizen hanya menanggapinya singkat karena masih sibuk menjilati sisa-sisa darah Ichigo.

"Kenapa kau begitu menyukai darahku? Sampai-sampai menjadikanku milikmu," tanya sang Berry.

"Karena manis."

Ichigo hanya menghela nafas.

"Pemilik darahnya juga manis," tambah sang seme.

"Gombal lagi dah."

~end~

A/N: Sepertinya garing banget. Hiks...

See u