"Hei, koibito!" panggil sang cowok berambut oranye kepada cowok yang sedang duduk manis di kursi taman.

"Hm?" sahut Shuuhei—cowok yang sedang duduk di kursi taman itu.

"Boleh aku menanyakan sesuatu yang sepertinya agak sedikit-" Berhenti sejenak. "Private?"

Dahi Shuuhei mengernyit tapi tetap menjawab, "Boleh."

"Ehem, ehem, kenapa di wajahmu itu kau tato dengan angka 69?"

Shuuhei terlihat sedikit kebingungan dengan pertanyaan yang sedikit aneh itu. Tetapi, memutuskan untuk tetap menjawabnya, "Karena aku suka dengan angka itu. Memangnya ada masalah?"

"Hem. Gak apa-apa. Aneh aja," sahut Ichigo dengan suara rendah.

Shuuhei terlihat menantap Ichigo dengan pandangan bertanya-tanya. Dia sedang memikirkan apa makna yang terkandung di dalam pertanyaan Ichigo yang unusual itu. Sampai akhirnya dia mendapat sebuah conclusion yang membuatnya menyeringai.

"Tenang saja, saat kita akan melakukan hal 'itu'. Aku berjanji akan menggunakan posisi itu jika kau memang menyenangi posisi tersebut," ujarnya kemudian.

Ichigo masih belum bisa menangkapnya untuk detik-detik pertama. Dan sampai akhirnya ia mengerti maksudnya dan langsung merona merah. "Bukan itu maksudku!"

"Kalau begitu, kau tidak akan menanyakan hal tersebut." Seringai Shuuhei makin besar.

Ichigo hanya dapat menghela nafas pasrah.

~end~

A/N: Wah yang ini lebih panjang nih. Dan saya sudah tidak ada request'an lagi nih. Kalau gak ada yang mau request lagi, saya bakalan mengulang pairnya.

See u.