Alkisah pada suatu hari di pagi yang cerah, terdapat sepasang kekasih gay yang sedang 'menikmati' hari mereka.
"Ichi, ayo cepat berangkat! Kita sudah telat!" teriak sang seme. Shinji Hirako.
"Iya aku datang!" balas sang uke malas. Ichigo Kurosaki.
"Kenapa sih kau selalu telat bangun?" gerutu Shinji.
"Karena kau selalu 'mengerjai' ku sampai larut malam."
"That's not an excuse!"
"Baiklah kalau kau berkata begitu."
"Apa kau tidak suka jika aku 'mengerjai' mu?"
"Asal tidak setiap hari."
"Itu sama saja!"
"Yah terserah kamu."
"Kenapa kau selalu menerima apa yang aku katakan?! Kau tidak punya pendirian kah?"
"Kalau aku mengatakan aku capek menjadi kekasihmu. Apa kau menerimanya?"
"Tentu saja tidak! Kau harus senang menjadi kekasihku!"
"Kau sudah menemukan jawaban atas pertanyaanmu."
"Hah? Apa sih maksudmu? Kau membingungkan!"
"Tidak apa. Tetap jadilah dirimu sendiri. Aku mencintaimu apa adanya."
Shinji yang mendengarnya hanya dapat mengerutkan kening walau dia juga tersenyum dengan kata-kata manis yang baru diucapkan oleh sang uke.
Hah, beginilah nasib punya seme yang temperamen tinggi.
~end~
A/N: Nyehee...gimana? Yang kali ini gak ada kesan romantisnya. Tapi masih bagus kah? Hoho. Btw, tidak adakah yang mau request lagi?
See u.
