"Nnoi..." panggil Ichigo kepada pria berambut panjang yang sedang duduk sambil menaikkan kakinya ke atas meja.
"Apa?" jawabnya ketus.
"Bisa gak kamu menghentikan sikapmu itu?" tanya sang Berry.
"Sikapku yang mana?!" tanyanya tidak sabaran.
"Ya, sikapmu yang seolah menakut-nakuti setiap orang yang deket denganku," jawab Ichigo.
"Aku tidak menakuti mereka."
"Raut wajahmu yang telah membuat mereka ketakutan!"
"Ya itu salah mereka donk mendekatimu!"
"Emangnya salah kalau mereka deket denganku?"
"Iya salah!"
"Kenapa?!"
"Karena aku suka sama kamu!" jawabnya sambil teriak. Membuat seluruh isi kelas menoleh kepada mereka berdua.
Ichigo hanya bisa berblushing ria mendengar jawaban tersebut. Karena dia juga menyukai Nnoitroa sejak lama. Ternyata mereka saling menyukai.
"Kau menyukaiku?"
"Engga!"
Ichigo mengernyit heran.
"Loh, barusan kamu bilang..."
"Lupakan itu!"
Ichigo hanya bisa geleng-geleng kepala. Sepertinya tidak akan ada kelanjutan dari hubungan kedua pria ini.
~end~
A/N: Perasaan dari chapter sebelumnya berhubungan dengan yang marah2 mulu.
See u...
