"Bentar lagi tahun baru..." gumam Ichigo kepada pria yang sedang berkutat dengan dokumen-dokumen penting yang ada di depannya.
"Hmm..." Pria di depannya terlihat acuh tak acuh dengan gumaman sang pemuda yang notabene adalah kekasihnya sendiri.
"Apa yang ingin kau lakukan di tahun baru nanti?"
"Mengerjaimu."
Terlihat kerutan di wajah sang pemuda. "Apa yang menjadi harapanmu?"
"Mengerjaimu selama 24 jam. Kita belum pernah melakukannya."
Kerutannya semakin bertambah. "Apa yang ingin kau beli saat tahun baru?"
"Sex toys. Koleksiku masih sedikit."
Wajah Ichigo terlihat merah karena menahan emosinya. "Apa keinginanmu di tahun baru?"
"Kau mau menjadi slave sex ku."
Dan meledaklah gunung Merapi, eh salah, maksudnya emosi Ichigo. "Kenapa kau hanya memikirkan hal itu?! Kalau kau memang tidak peduli padaku sebaiknya kita putus saja! Padahal aku sudah berniat untuk memberikanmu sesuatu! Baka Kokuto!"
"Karena aku sangat mencintaimu. Sampai-sampai aku ingin mencicipi seluruh tubuhmu, hatimu dan segala yang ada padamu."
Speechless. Akhirnya sang pemuda Kurosaki menyerah dengan sebuah rona merah di wajahnya. Apalagi ketika ditatap dengan pandangan seperti itu [1] oleh itu oleh sang kekasih yang bernama Kokuto tersebut.
"Baiklah. Aku akan memberikan diriku sebagai hadiahnya," jawabnya kemudian sambil memalingkan wajah.
"Thank you, my honey!" ujar Kokuto sambil kemudian berdiri dan memeluk sang uke.
Ichigo tidak sadar satu hal, seringaian yang terlihat ketika Kokuto memeluk Ichigo.
Yes, malam tahun baru ini gak bakalan membosankan! Melainkan sangat menyenangkan. Biar saja semua bersenang-senang dengan pergi keluar dan menyalakan kembang api. Aku akan 'menyalakan' api asmara yang lebih menyenangkan di kamarku nanti. Khukhukhu. Get ready, my sweet beloved uke.
~end~
A/N: Poor Ichi. Malam ini akan jadi malam yang berat untuk dia. Baiklah, ini persembahan terakhir Saichi di tahun ini. Semoga di tahun baru semua akan lebih baik. HAPPY NEW YEAR 2013, EVERYONE! Let's face a new year with a courage! LET'S DO IT!
See u in the next year!
