"Ichi, apa yang kau suka tentang adikku, Toshi?"
"Eh?" Mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut sang pria bernama Kusaka itu, Ichigo hanya bisa mengernyitkan dahinya.
"Sudah, kau tinggal menjawabnya saja!" ujar Kusaka tidak sabar.
Ichigo awalnya ragu-ragu dan akhirnya berpikir untuk menjawab pertanyaan tersebut. "Semuanya," jawabnya sambil tersenyum malu.
"Oh ya? Bisakah lebih spesifiknya lagi?"
"Yah, aku juga tidak terlalu tahu. Yang jelas aku sangat menyukainya."
"Apakah tidak ada lagi yang ada di hatimu selain dia?"
"Gak ada."
Dan patah hatilah seorang Kusaka Soujirou.
"Memangnya kenapa kau menanyakan hal itu semua?"
"Gak apa-apa. Aku rasa, aku mendengar sesuatu yang pecah dalam tubuhku."
"Eh?"
"Aku pergi dulu,"
Dan setelah Kusaka berlalu pergi dari hadapan Ichigo. Seorang pria mungil muncul dari balik pintu. Toushirou Hitsugaya. Ternyata dia menguping pembicaraan sang kedua pria tadi.
"Kau keterlaluan pada kakakku, Ichi!" ujar sang pemuda mungil itu.
Ichigo menyeringai. "Aku akan menunggu sampai dia mau mengakui perasaannya kepadaku baru aku akan menjadi kekasihnya."
"Bisa-bisa sebelum itu, dia sudah tidak ada di dunia ini."
"He...he...he... Kalau sudah menjadi gawat, aku akan segera menerimanya kok."
Dan Toushirou hanya dapat geleng-geleng kepala dengan sahabatnya ini. Padahal uke, tapi senang sekali menggoda semenya.
~end~
A/N: Ohoho, saya buat ini pas ada jam kosong di sekolah. Dan saya sudah mengerjakan pekerjaan yang diberikan gurunya. Hehehe. Maaf lama banget ya? Habis sekolah sudah dimulai. Mungkin ke depannya bisanya seminggu sekali. Gomen! Any request?
See ya!
