"Ichigo," panggil seorang pria berambut hitam.

Yang dipanggil hanya menoleh dan mendapati kekasihnya sedang melihatnya dengan tatapan, er-, sedikit aneh. "Ada apa?"

"Kau tahu khan kalau dulu aku pernah mengambil fullbring mu?"

"Ya, lalu kenapa?"

"Sekarang aku menginginkan hal lain."

"Apa itu?" tanya Ichigo dengan sangat penasaran.

"Aku menginginkan dirimu."

"Stop saying that! Sudah keberapa kalinya kau ngegombal seperti itu hah?"

"Daripada aku mengambil fullbringmu? Kau pilih mana? Jika pada saat itu diputar kembali, kau lebih memilih aku untuk mengambil kevirginanmu atau mengambil fullbringmu."

"Uhh...kevirginanku..." jawab Ichigo menyerah kalah.

"Kalau begitu ayo!" Dengan sigap Ginjo segera menyeret sang uke ke tempat yang 'seharusnya'.

"Tunggu! Kita tidak harus melakukannya sekarang khan?"

"Bukankah tadi kau menjawab iya? Malah seharusnya kita melakukannya pada saat itu? Ini sudah di luar jadwal."

Akhirnya Ichigo termakan omongannya sendiri.

~end~

A/N: Ehe...yang ini agak sedikit garing soalnya Saichi gak terlalu dapet feel mereka berdua. Hohoho...

See ya!