"Gin, apa kau benbar-benar mencintaiku?" tanya sang orang-head sambil menatap pria didepannya dengan harap-harap cemas.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Sang pria rubah—Gin Ichimaru—balas bertanya.
"Jawab saja aku!" desak Ichigo tidak sabar.
Gin mengernyitkan dahinya semakin dalam tetapi tetap menjawab pertanyaan kekasihnya yang keras kepala itu. "Tentu saja aku sangat mencintaimu. Apa yang membuatmu meragukan diriku?"
"Kau berkata yang sejujurnya?"
"Tentu saja, love!" seraya mengecup kepala Ichigo pelan dan mengelus rambut orange miliknya.
"Tapi aku tidak punya buah dada sebesar Rangiku-san, mantan kekasihmu."
3 detik...
4 detik...
5 detik...
"Buahahahaha..." Tawa Gin lepas ketika mendengar pernyataan dari sang uke. Membuat Ichigo mengerucutkan bibirnya tanda dia sedikit tidak senang dengan tawa Gin yang lepas seperti itu.
"I'm serious right now!" sentak Ichigo.
Gin mencoba menghentikan tawanya lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Ichigo dan mengucapkan sesuatu, "Aku tidak perlu 'pijatan' dada yang besar untuk 'adik'ku. Karena di sini..." Gin memegang bagian menonjol yang terletak di belakang sang uke, "...is more tight and pleasurable!" Lalu menggigit telinga Ichigo.
Blush!
"THAT'S NOT WHAT I MEANT, YOU PERV!"
~end~
A/N: kok kayaknya perlu naik rated nih? Khekhekhe...lama tak berjumpa! Maaf lama mengupdate yang satu ini. Kehidupan sekolah Saichi telah menyita sebagian besar waktu Saichi, jadi sudah gak bisa regularly lagi kayak yang lalu. Gomen! Please review!
See ya...
