"Ichi-chan, tadaima!" seru seorang pria berusia empat puluhan yang baru memasuki rumahnya. Dia tinggal bersama pemuda tampan berusia 24.
Tidak ada jawaban apapun.
Dahi Kyoraku Shunsui berkerut kebingung karenanya. 'Apa dia sedang pergi ke suatu tempat?' Batinnya sambil terus berjalan menyusuri rumah berukuran sedang itu.
Rupanya apa yang dicarinya sedang berada di dapur. Dan, err, sepertinya keadaannya sedikit tidak, ehem, normal?
"Aa~ Shun-shun, kau sudah pulang? Kau pasti lelah sekali ya~," suara erotis dikeluarkan oleh pemuda yang dicari oleh Kyoraku. Kurosaki Ichigo. Dan dari penampilannya—mata sayu dan pipi yang merah—kelihatan dia sedang mabuk.
Pria tersebut semakin mengernyitkan dahi. "Ichi? Kau mabuk?" tanyanya sambil melihat ke meja makan. Disana terdapat botol sake miliknya. 'Aku lupa memberi nama pada botol sake tersebut.' Kyoraku berpikir dalam hati dan juga menepuk jidatnya—dilakukan di dalam pikiran juga.
"Mabuk~? Tidak kok~," jawab Ichigo dan mulai bergelayut manja di leher sang kekasih. "Badanku panas. Bagaimana kalau kita bermain?" lanjutnya.
Shunsui menyeringai lebar. 'Well, tidak ada salahnya mengambil kesempatan emas ini!' Batinnya sambil menggendong Ichigo ke kamar mereka.
Keesokan harinya...
Sebuah bantal langsung melayang ke kepala Kyoraku Shunsui ketika dia masih tertidur pulas.
"IF YA EVER PUT THAT FUCKIN' SAKE WITHOUT A TAG AGAIN, I'LL SERIOUSLLY THROW YA TO A SEA!"
~end~
A/N: Aaa, maaf tidak seperti janji untuk update kemaren. Semoga memuaskan. Dan feel free buat request ke Saichi. Karena Saichi bingung mau nulis siapa lagi. Read and Review please.
Next chapter: Ashido Kano
See ya in the next chapter!
