"Sampai sini dulu ya, Rukia-chan!" seru seorang pemuda berambut merah yang sedang mengakhiri teleponnya. Namanya adalah Ashido Kano.

Cowok di sebelah Ashido yang notabene adalah kekasihnya sedikit mengernyitkan dahi ketika mendengar pemuda berambut merah itu memberikan embel-embel -chan seolah sangat dekat sekali. Namanya adalah Ichigo Kurosaki.

"Kau... dekat ya dengan Rukia sampai memanggilnya dengan embel-embel -chan," Ichigo bergumam sambil tetap berkonsentrasi (baca: mencoba berkonsentrasi) pada acara televisi yang ada di depannya.

Ashido yang masih tidak sadar akan kecemburuan dari sang kekasih hanya menjawab ringan, "Yap, tentu saja kami sangat dekat."

Ichigo mengernyitkan dahi semakin dalam ketika mendengar hal tersebut. Mukanya semakin menekuk alias cemberut. "Oh," balasnya singkat.

Cowok berambut merah itu masih sibuk berkutat dengan hapenya sehingga tidak sadar perubahan wajah Ichigo. Tapi mendengar jawaban yang singkat dan lesu itu, dia segera menoleh dan mendapati Ichigo yang lagi PMS, coret, ngambek, coret, cemberut. Ashido hanya bisa tersenyum geli.

Lalu dia mendekatkan diri ke telinga Ichigo dan berbisik, "Hmm, jadi rupanya kau cemburu karena aku tidak memanggilmu... Ichigo-chan."

Ichigo langsung tersentak kaget dan mukanya memerah padam. "It's not like that!" ujarnya sedikit berteriak.

Ashido hanya bisa terkikik senang dengan kelakuan Ichigo.

~end~

A/N: Hola, maaf kalau agak lama. Lagipula gak ada yang review. Saichi rada malas. Tapi ya sudahlah. Please leave a review for me.

Next chapter: Uryuu Ishida

See ya in the next chapter!