"Hah," seorang pemuda tampan menghela nafas entah untuk keberapa kalinya. Penyebabnya adalah karena dia merasa bosan. Ichigo Kurosaki namanya.

"Liburan yang membosankan," gumamnya lagi. Saat ini dirinya sedang berada di kamar kekasihnya, seorang cowok botak bernama Ikkaku Madarame. Dan orang yang sedang kita bicarakan ini sedang bermain komputer dengan asyiknya. Tidak menyadari bahwa belahan jiwanya sedang merasakan kebosanan tingkat akut.

Akhirnya Ichigo yang tidak tahu harus melakukan apa, hanya menatap Ikkaku. Mengamati feature dari kekasihnya itu dengan seksama. Dan setelah mengamati cukup lama, dia memiliki satu keingintahuan yang tidak bisa beranjak dari otaknya.

"Na, Ikkaku!" panggilnya mencoba mendapat perhatian cowok botak tersebut.

"Hm? Ada apa Ichi?" sahut Ikkaku sambil tidak mengalihkan perhatiannya dari layar di depannya. Walaupun terlihat asyik bermain, rupanya cowok tersebut masih menyadari sekelilingnya.

"Hmm, aku hanya bertanya-tanya," gumam Ichigo sambil terlihat berpikir.

"Tentang?"

"Bagaimana jika kau menumbuhkan kembali rambut di kepalamu? Aku ingin tahu penampilanmu setelah itu."

"Merepotkan. Aku lebih senang botak seperti ini. Lebih terasa nyaman dan dingin. Memakai rambut membuatku kepanasan," jawabnya.

"Walau begitu, kepalamu jadi cepat panas kalau tidak ada rambut yang melindungi kepalamu dari panasnya matahari," Ichigo membantah.

"Pokoknya aku lebih nyaman seperti ini," terdengar nada final dari Ikkaku yang tidak ingin melanjutkan perbincangan ini.

"Hah, fine! I'm just wondering, after all!" Ichigo menghelas nafas (lagi) menyerah.

Kesunyian kembali menyelimuti kamar tersebut sebelum Ikkaku mendapatkan sebuah pencerahan atas pertanyaan Ichigo tadi.

"Kenapa kau ingin aku memiliki rambut? Selain karena kau ingin tahu?" tanyanya walau masih memusatkan perhatiannya dengan komputernya.

"Tidak ada, hanya ingin tahu."

"Bukan karena kau ingin memiliki sesuatu hal lembut yang dapat kau remas saat kita melakukan 'itu'?" Ikkaku mulai menggoda.

"Hah?"

"Yah, bukankah uke senang mengelus rambut sang seme-nya saat berciuman atau saat sang seme sedang mem-blow-hmpph!" Ikkaku tidak sempat melanjutkan perkataannya karena tangan sang kekasih sudah membekapnya.

"Bukan seperti itu! You perverted bastard!" tapi Ichigo sudah semerah tomat.

Dan Ikkaku harus tertawa tertahan ketika melihatnya.

~end~

A/N (Author's Note): Well, sudah dua bulan ya? Wkwkwk. Gomen! I just finished my national examination. And now I have so much free time. Jadi kemungkinan bisa sering update. Hari ini aja update dua story. :D Sekian dulu dari saya! See ya!

See you in the next chapter!