"Ichigo!" teriak seorang cowok berambut ungu kepada kekasihnya yang masih tidur.

Cowok yang malang itu segera menutup telinganya dengan bantal ketika mendengarkan suara nyaring itu. 'Every fucking day!' Kutuknya dalam hati. Tentu saja dirinya masih mengantuk dan tidak ingin bangun sepagi ini untuk hari libur!

Brak!

Pintu dibuka dengan paksa dan membuat engsel pintu itu hampir lepas. Tapi itu sudah biasa terjadi dengan pintu kamar cowok berambut orange tersebut.

"Ichi, get up!" Shuren―cowok berambut ungu tersebut―kembali mencoba membangunkan Ichigo.

"..."

"Jangan pura-pura tidur, aku sudah tahu kau sudah bangun! Mana mungkin ada orang tidur sambil menggegam bantal dengan erat?"

"..."

"Kau mau melakukan hal ini dengan cara yang kasar atau yang halus, Ichigo-chan?"

"..."

"No answer, eh? Fine! Let's do this, then!" Cowok berambut ungu itu segera duduk di samping tempat tidur Ichigo. Dia akan melakukan sesuatu hal yang hanya bisa diperagakan oleh sepasang kekasih untuk membangunkan substitute shinigami tersebut. Mohon tidak dicoba di rumah.

Ichigo yang sudah menyadari Shuren akan melakukan hal itu segera bangun sebelum tangan sang kekasih mulai menggerayangi tubuhnya. Hmm, tapi kita bisa melihat wajahnya yang memberengut sangat dalam.

"Ini liburan! Tidak bisakah aku mendapatkan tidur sampai siang hari?" gerutu Ichigo.

"Kau harus membiasakan dirimu untuk bangun pagi. Lagipula kau harus sarapan! Cepatlah mandi dan turun ke bawah untuk sarapan. Jika kau tidak turun dalam waktu 15 menit..." Shuren sengaja memotong perkataannya dan mendekatkan mulutnya dengan telinga Ichigo. "You will know the consequences!"

Cowok berambut ungu itu bangkit berdiri sambil menyeringai lebar meninggalkan Ichigo yang terpaku dan sedikit gemetar? Apa sebenarnya konsekuensi yang diucapkan oleh Shuren?

"Why did I even love you in the first place?" gumam cowok berambut orange itu dengan pelan supaya tidak terdengar oleh lawan bicaranya.

Shuren berbalik dan tersenyum sangat manis. "Apakah kau mengatakan sesuatu, Ichigo-chan?" tanyanya.

"A, a, tidak! Tidak! Bukan apa-apa! Aku mencintaimu, Shuren-koi!" Ichigo langsung memperbaiki ucapannya dengan sedikit gelagapan.

"Souka, that's good then! See you in the dining room!"

Perjalanan kisah cinta Ichigo Kurosaki masih sangatlah panjang. Bagaimana pun juga kekasihnya itu, dia masih mencintainya. Dan itu lah yang membuat dia bertanya-tanya dengan kewarasannya sendiri.

~end~

A/N (Author's Note): Aaaa, sudah lama sekali tidak mengupdate ini! Gomenasai! Ternyata kuliah itu lebih banyak menyita waktu. Oke, semoga kali ini memuaskan! Please review! Thank you!

Next chapter: Asano Keigo

See ya in the next chapter!