"Nee, what are you doing, Mizuiro?" tanya Ichigo pada sang kekasih yang sedang sibuk bermain dengan gadget-nya. Entah apa saja yang dilakukannya dengan gadget tersebut. Dia mulai merasa diabaikan dengan sikapnya tersebut.

"Kau tidak perlu mengetahuinya," jawab Mizuiro sang kekasihnya yang dulunya merupakan sahabatnya.

"Tapi sekarang kita sudah berpacaran. Lagipula kau tidak pernah menaruh perhatian lebih ketika kita sedang kencan. Aku selalu menghargai privasimu dan tidak pernah menuntut untuk memeriksa handphone-mu. Tapi kalau begini caranya khan aku juga jadi cemas!" Akhirnya Ichigo mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini dia rasakan.

"Aku tidak akan selingkuh darimu, tenang saja," balas Mizuiro sambil menatap Ichigo dan tersenyum.

"Apa buktinya jika kau terus mencueki aku seperti itu?"

"Apa kau sangat ingin sekali melihat apa yang aku kerjakan dengan handphone ku?"

"Kalau sudah sampai sini, ya aku sangat ingin melihatnya. Kau sudah mulai membuatku penasaran."

"Hmm, tapi aku khawatir dengan reaksimu nanti. Ini akan sangat berbahaya bagimu."

"Apanya yang berbahaya? Aku hanya akan melihat saja!" Nada suara Ichigo mulai naik satu oktaf karena mulai sedikit emosi dengan perdebatan ini.

Cowok pendek berambut hitam itu menatap Ichigo beberapa detik seperti sedang menganalisis keadaan. Kemudian dia menghela nafasnya dengan pasrah kemudian menunjukkan kepada Ichigo apa yang sedang dikerjakannya atau lebih tepatnya sedang dilihatnya di handphone-nya tersebut.

"Aku tidak tanggung dengan akibatnya," ujarnya singkat sambil menyerahkan gadget-nya.

Cowok berambut orange tersebut tersenyum senang dan mengambil benda canggih itu dari tangan kekasih.

1 detik...

2 detik...

3 detik...

"WHAT THE HELL IS THIS?! WHY DO YOU HAVE ALL OF THESE EMBARRASSING PICTURE OF ME NAKED?!" teriak Ichigo sedetik kemudian ketika mengetahui bahwa apa yang dilihat oleh sang kekasih adalah semua foto saat mereka melakukan hal tersebut dengan beberapa angle dan posisi. Mukanya sudah merah padam.

"Aku yang mengambilnya tentunya. Tenang saja, itu hanya untuk koleksi pribadiku. Tidak mungkin kuserahkan pada orang lain," jawabnya dengan menunjukkan sebuah seringaian.

"Aku akan menghapus semuanya!" Ichigo mulai mencoba untuk menghapus semua foto-foto tersebut.

"Percuma kau lakukan hal itu, aku sudah menyimpannya di cloud storage. Aku juga masih punya back-up di rumah. Nah, kau sudah tahu khan? Ayo kita lanjutkan kencan kita!" ujar Mizuiro sambil mengambil kembali handphone-nya dari tangan Ichigo yang sedang terpaku. Lalu dia tersenyum menyeringai dan berjalan pergi.

Ichigo hanya bisa menatap sang kekasih pergi dengan muka yang sangat memerah dan terasa panas. Entah itu karena kemarahannya atau karena rasa malunya yang sangat besar melihat foto-fotonya dengan pose-pose yang sangat 'meyakinkan' tersebut. Dia baru menyadari bahwa dia berpacaran dengan orang yang sadist and pervert. But well, it's not like he will break up with him.

~end~

A/N (Author's Note): I have no excuses! Banyak hal yang sudah terjadi di real world dan banyak hambatan pula. Kesibukan kuliah menyedot banyak waktu Saichi. Maafkan daku! Semoga dalam waktu dekat bisa update saja dari Saichi and please do review! It can keep me going!

Next chapter: Kurosaki Isshin

See ya in the next chapter!