Sleep with the Devil
-TaeKook-
.
.
BoysLove inside | M-Preg
Disc: I'm not the Owner of this story.
Author just ReMake it by wearing TaeKook as cast.
So, if you want to Read the original Story, you can visit SanthyAgatha's blog on link below
www. anakcantikspot. blogspot. co. id (Delete Space)
Note: hasil Cerita ini diRemake oleh Dua Author. Dan kami sudah meminta izin kepada pemilik cerita ini (Santhy Agatha) untuk menghindari terjadinya pelanggaran Hak Cipta.
And, if you are still under age or Dislikes BL, pelase just left this page.
.
.
.
"Aku mau dia."
Kalimat itu diucapkan dengan nada malas yang tenang, tetapi gaungnya terdengar ke seluruh ruangan. Entah kenapa suasana hiruk pikuk itu menjadi hening. Dan Jungkook merasakan semua tatapan tertuju padanya. Pada dirinya yang sedang bersandar di meja bar, sibuk dengan pikirannya sendiri.
Dengan gugup Jungkook menegakkan tubuhnya, berusaha membalas tatapan mata semua orang, lalu matanya terpaku pada mata itu. Mata cokelat pucat sehingga nyaris bening, menyebabkan pupil matanya tampak begitu hitam dan tajam.
"Cepat kesana. Dia menginginkanmu"
sang bartender yang berdiri di belakangnya berbisik kepadanya
seolah takut kalau Jungkook tidak cepat-cepat menuruti keinginan Taehyung, akan berakibat fatal.
Jungkook mengernyit pada Taehyung, mencoba menantang mata laki-laki itu, yang masih menatapnya dengan begitu tajam tanpa ekspresi.
"A-apakah … "
Jungkook berdehem karena suaranya begitu serak
"Apakah Anda ingin dibawakan minuman?"
Taehyung hanya menatapnya beberapa saat yang menegangkan, lalu menganggukkan kepalanya.
"Bawakan satu, minumanku yang biasa"
Secepat kilat sang bartender meracik minuman kesukaan Taehyung minuman yang biasa. Tangan Jungkook gemetar ketika menerima nampan minuman itu. Sedikit lagi Jungkook .. gumamnya mencoba menyemangati dirinya sendiri. Sedikit lagi semua dendammu akan terbalaskan … sedikit lagi ..
Jungkook mengucapkan kata-kata itu bagaikan doa, dengan langkah gemetar dia mendekati Taehyung yang duduk bagaikan sang raja, menunggunya. Diletakkannya gelas itu di meja depan Taehyung.
Semoga kau lekas meminumnya dan lekas mati. Doa Jungkook dalam hati.
Tetapi sepertinya Tuhan masih menginginkan Taehyung hidup, karena lelaki itu terlihat tidak tertarik untuk menyentuh minumannya.
Matanya malahan tertuju pada Jungkook dan memandangnya tajam.
"Duduk."
Taehyung menjentikkan jarinya. Melirik tempat di sebelahnya.
Sekujur tubuh Jungkook mengejang menerima perintah yang begitu arogan. Tanpa sadar matanya memancarkan kebencian, siapa lelaki ini berani-beraninya memerintahnya seperti ini?
Ketika Jungkook termenung, seorang waitress lain dengan gugup mendorongnya supaya duduk, menuruti permintaan Taehyung. Sehingga dengan terpaksa Jungkook duduk di sebelah Taehyung.
"Siapa namamu?"
Taehyung menatap tajam ke arah Jungkook, sama sekali tidak melirik gelas minuman di mejanya.
Jungkook sudah siap dengan pertanyaan ini, nama samarannya.
"Jung Hoon." Jawabnya kaku
Taehyung mengernyit menatapnya dengan seksama, lalu jemari panjang itu tiba-tiba terulur dan menarik dagu Jungkook mendekat, supaya dia bisa mengamati wajah Jungkook dengan cermat,
"Aku tidak pernah melihat wajahmu sebelumnya di sini"
"Eh… dia… dia pegawai baru kami, tuan Taehyung maafkan ketidak sopanannya, saya belum pernah mengajarinya bagaimana membawakan minuman untuk tamu sepenting Anda"
sang pemilik klub menyela dengan gugup.
Wajahnya tampak cemas melihat Jungkook melayani tamu pentingnya dengan setengah hati. Dengan pandangan memarahi dia memperingatkan Jungkook,
"Ayo Jung Hoon perkenalkan dirimu kepada tuan Taehyung, tuan Taehyung telah memilihmu untuk menjadi pelayan minumannya. Itu merupakan suatu kehormatan untukmu, harusnya kau berterima kasih"
Perintah itu membuat Jungkook menegakkan dagunya dengan angkuh
"Saya sudah memperkenalkan diri saya, dan saya sudah membawakan minuman untuk tuan Taehyung yang terhormat, karena itu saya akan pergi"
jawab Jungkook ketus, sambil beranjak dari tempat duduknya, toh misinya sudah tercapai.
Gelas minuman beracun itu sudah ada di meja Taehyung, dan sebentar lagi Taehyung akan mati karena sesak napas.
Tetapi sebelum Jungkook sempat berdiri, Taehyung meraih jemarinya dan menariknya kencang, supaya terduduk lagi. Kali ini di pangkuan Taehyung.
"Apa.. apaan…" Suaranya terhenti ketika bibir yang keras dan dingin itu tiba-tiba melumat bibirnya.
Jungkook memberontak ketika menyadari bahwa Taehyung sedang memagut bibirnya dengan ciuman yang basah dan panas.
Ciuman itu sungguh tak sopan karena bibir dingin Taehyung tanpa permisi langsung memagut bibirnya, melumatnya tanpa ditahan-tahan. Lidahnya langsung menyeruak masuk merasakan keseluruhan diri Jungkook, menghisapnya, menikmatinya, dan menggilasnya tanpa ampun.
Sekujur tubuh Jungkook terasa terbakar, panas karena amarah dan demam kerena gairah. Lelaki ini sudah jelas-jelas sangat ahli ketika bercumbu, sehingga Jungkook yang belum berpengalamanpun terbawa oleh gairahnya, mengalahkan kebenciannya. Tetapi, pikiran bahwa lelaki ini telah memanfaatkan begitu banyak pria demi memuaskan rasa arogan dan kekuasaannya membuat Jungkook merasa muak. Dan tiba-tiba muncul kekuatan dari dalam dirinya untuk mendorong laki-laki itu menjauh dan menamparnya sekuat tenaga.
Plakk!
Suasana di klub itu menjadi sangat hening. Luar biasa hening. Bahkan musik yang hiruk pikuk itupun terhenti karena semua orang berhenti melakukan aktivitasnya dan menatap ke arah Jungkook, yang berdiri dengan terengah-engah berhadapan dengan Taehyung yang membatu duduk di sofa VIPnya.
Sedetik kemudian, sebuah tangan kasar mencengkeram lengan Jungkook. Begitu menyakitkan hingga membuat Jungkook menjerit
"Kurang ajar kau ! berani-beraninya memukul Tuan Taehyung"
teriak sebuah suara berat dan kasar. Jungkook menoleh dan mendapati dirinya ditelikung oleh lelaki berbadan besar yang sepertinya salah satu bodyguard Taehyung.
Lengan lelaki itu yang besar dan kuat menahannya sampai tangannya terasa kaku dan sakit. Tapi Jungkook tidak menyerah, dia meronta sekuat tenaga, mencakar, dan menggigit lengan yang tetap terasa sekeras batu itu. Napasnya terengah-engah dan wajahnya merah padam menahan amarah dan rasa malu karena sebagai pria seharusya dia mampu menahan kekuatan sesama pria.
"Lepaskan dia" suara dingin Taehyung terdengar di keheningan.
Orang-orang masih diam menunggu, memusatkan perhatian kepada apa yang akan dilakukan lelaki yang terkenal luar biasa kejam itu pada perempuan yang berani menamparnya.
Seketika itu juga, bodyguard Taehyung yang berbadan kekar melepaskan Jungkook, membuatnya hampir terjatuh karena kelelahan meronta-ronta.
Mereka berdiri berhadap-hadapan dibawah tatapan mata banyak orang yang menanti. Taehyung masih berdiri dengan wajah dingin tak berekspresi sambil mengusap pipinya,
bekas tamparan Jungkoo.
"Berapa hargamu?," suara Taehyung terdengar tenang dan dingin,
Mata Jungkook membelalak, harga? Apa yang dibicarakan lelaki ini? Matanya melirik ke gelas minuman Taehyung yang sudah diracuninya di meja. Semuanya berantakan, serunya menahan kekesalan pada dirinya sendiri. Semua gara-gara dia tidak bisa menahan kebenciannya.
Seharusnya ketika Taehyung melecehkannya dia bisa menahan diri dan berpura-pura menjadi pria gay menjijikan, seharusnya dia mau berkorban menahan perasaannya. Setidaknya ketika dia menurut, Taehyung mungkin akan merasa senang dan lengah, lalu meminum minumannya itu dan mati. Tetapi sekarang semua sudah terlambat, Taehyung tampak tidak tertarik lagi pada minumannya dan tertarik sepenuhnya kepada Jungkook.
Lagipula Jungkook tidak bisa berpura-pura menyukai Taehyung, kebenciannya terlalu dalam pada lelaki itu.
Jo Inh Ha, primadona di bar ini mendekati Taehyung dengan tatapan merayu. Dialah yang biasanya dipilih Taehyung untuk menemani lelaki itu minum ketika Taehyung berkunjung, dan sekarang hatinya dipenuhi kecemburuan karena Taehyung tampak begitu tertarik kepada anak baru itu. Padahal kalau dilihat dari bagus tidaknya, anak baru itu jauh lebih jelek daripada dirinya.
"Sudahlah Taehyung"
Jo Ini Ha menyentuhkan tangannya di kerah baju Taehyung.
"Pria jelek itu tidak akan bisa memuaskanmu, lebih baik biarkan aku yang menemani ... aduhh!"
Jo Inh Ha mengaduh karena Taehyung merenggut tangannya yang meraba kerah baju Taehyung. Jemari Taehyung mencengkeramnya dengan kekuatan tak ditahan-tahan lagi, menyakitinya hingga terasa menusuk ke tulang.
"Menyingkir"
gumam Taehyung dengan tatapan membunuh pada Jo Inh Ha, lalu menghempaskan tangan Jo Inh Ha dengan kasar sehingga tubuhnya terdorong menjauh. Sambil meringis menahan nyeri dan kesakitan Jo Ini Ha lekas-lekas menjauh.
"Nah,"
Taehyung memusatkan mata dinginnya kembali ke Jungkook.
"Katakan berapa hargamu, dan aku akan membayarnya"
Aku harus memiliki pria ini.
Taehyung memutuskan dalam hati.
Aku harus memilikinya segera.
Tuhan tahu dia sudah berusaha menyelamatkan pria ini. Tetapi entah kenapa pria yang satu ini memiliki tekad yang kuat untuk mencelakainya, hingga lupa bahwa dia sudah menantang lelaki paling berbahaya.
Mata Taehyung melirik gelas yang diletakkan Jungkook di mejanya, dia tahu kalau dia diracuni. Jungkook terlalu tidak berpengalaman dalam usaha pertamanya membunuh orang. Tangannya gemetaran dan matanya gugup, berkali-kali melirik ke gelas minuman itu. Dan juga nama palsu yang menggelikan itu.
Jungkook bahkan tidak menyadari bahwa penyamarannya sudah terbongkar dari awal.
Sebenarnya tadi Taehyung memutuskan untuk menertawakan Jungkook diam-diam, dengan pura-pura akan meminum minuman beracun itu. Tapi bibir ranum itu, dan penampilan Jungkook yang luar biasa seksi memunculkan sisi iblis dalam dirinya, sisi Iblis yang kehausan.
Mungkin sudah waktunya pria yang satu ini menerima pelajaran atas kenekatannya.
Jungkook tertegun marah mendengar pelecehan Taehyung atas dirinya. Berapa harganya? Hah! Dia pikir dia raja yang bisa membeli apa saja yang dia mau?
Lelaki iblis ini harus diajari, bahwa meskipun banyak orang yang bertekuk lutut di kakinya dan memohonmohon untuk dimilikinya, masih ada pria yang tidak sudi disentuh olehnya.
Dengan marah Jungkook mendongakkan dagunya menantang Taehyung.
"Saya lebih memilih mati daripada menjual diri kepada Anda"
gumamnya kasar.
Suara di seluruh klub itu langsung dipenuhi dengungan gelisah menanti rekasi Taehyung.
Tidak disangka-sangka Taehyung tersenyum. Lalu melirik ke arah bodyguardnya.
"Tidak ada seorangpun yang bisa menolak kalau aku ingin memilikinya"
gumamnya datar dan memberikan isyarat tangannya kepada para bodyguardnya.
Semuanya berlangsung cepat, Jungkook tidak sempat lari ataupun panik, karena tiba-tiba bodyguard Taehyung yang berbadan paling besar, merenggutnya kasar, mengangkatnya, lalu membantingnya di pundaknya seperti sekarung beras.
Sekejap dipenuhi rasa pusing karena posisi kepalanya dibalik mendadak, Jungkook tersadar bahwa dia sudah diangkat keluar dari klub itu. Sekuat tenaga Jungkook mencoba memberontak.
Tangannya memukul-mukul punggung bodyguard itu dan kakinya menendang-nendang keras sambil berteriak-teriak menahan marah dan frustasi.
Tetapi tubuh bodyguard itu sekeras batu, tidak bereaksi atas pemberontakan Jungkook.
Percuma meminta tolong, karena Jungkook yakin tidak akan ada yang berani menolongnya. Semua pengunjung klub yang pengecut itu hanya menatap kejadian di depan mereka dengan muka bodohnya.
Sang pemilik klub masih memandang takjub Taehyung yang melenggang dengan santai meninggalkan ruangan dengan Jungkook yang meronta-ronta dan menjerit-jerit dalam gendongan bodyguardnya.
Sesampainya di tempat parkir, Jungkook diturunkan. Sedetik setelah dia diturunkan, Jungkook berlari sekuat tenaga berusaha menjauh. Tetapi baru beberapa langkah, tangan sekeras batu itu menangkapnya lagi.
Jungkook meronta tapi tak bisa berontak, dengan frustasi dia menggigit sekuat tenaga tangan yang mendekapnya itu.
Sang bodyguard mengaduh sambil mengumpat-umpat, sedangkan Taehyung hanya menatap kegaduhan di depannya sambil terkekeh geli.
Jungkook mencoba berontak, menggigit, dan menendang sampai kelelahan. Dia menatap Taehyung terengah-engah dengan pandangan penuh kebencian. masih dalam cengkeraman kuat tangan bodyguard Taehyung.
Taehyung membalas tatapannya dengan senyum manis yang jahat.
"Kalau kau berjanji mau bersikap baik, mungkin aku akan menawarimu tempat yang nyaman, di sebelahku di dalam mobil"
"Mati saja kau!" sembur Jungkook penuh kemarahan. Taehyung terkekeh lagi.
"Oke, kau yang minta"
dengan isyarat anggukan kepala, Taehyung memberi perintah pada para bodyguardnya.
"Masukkan dia ke bagasi"
.
.
.
To be Continued
P.s; sebenarnya part ini adalah jatahnya author Mphi untuk meremake, tp mphi malah tidur :3 jadilah kuki yg banting tulang :3
See you again in chapter 3 (jatahnya kuki wkwk *lol)
Wattpad-
*Mphi: MikaYuu1288 *Kuki: littlevkook
