Sleep with the Devil

-TaeKook-

.

.

BoysLove inside | M-Preg

BTS X SVT

Disc: I'm not the Owner of this story.

Author just ReMake it by wearing TaeKook as cast.

So, if you want to Read the original Story, you can visit SanthyAgatha's blog on link below

www. anakcantikspot. blogspot. co. id (Delete Space)

Note: hasil Cerita ini diRemake oleh Dua Author. Dan kami sudah meminta izin kepada pemilik cerita ini (Santhy Agatha) untuk menghindari terjadinya pelanggaran Hak Cipta.

And, if you are still under age or Dislikes BL, please just left this page.


.

.

.

Taehyung masuk ke kamar perawatan Jungkook tengah malam. Saat itu Jungkook sudah tertidur pulas. Dengan langkah pelan tak bersuara, Taehyung berjalan menuju tepi tempat tidur dan berdiri dekat di sana mengawasi Jungkook.

Begitu damai pria ini terpejam dalam lelapnya, seolah tak menyadari bahwa sekarang bahaya yang amat besar sedang mengintainya.

Jungkook sedikit membungkuk, lalu menyentuh pelan pipi Jungkook. Pria itu mengerang pelan lalu mengubah posisi tidurnya, tetapi tidak terbangun.

Taehyung mengambil resiko dengan menunduk dan mengecup bibir Jungkook, merasakan manisnya bibir itu. Sampai kemudian dia larut dalam gairahnya yang tertahan dan melumat bibir Jungkook.

. . .

Jungkook merasakan gelenyar panas di seluruh tubuhnya, dan dia menggeliat, ada gairah menjalar dari bibirnya yang terasa nikmat dilumat seseorang. Dengan lemah Jungkook mengerjap setengah tidur dan membuka mata.

Lelaki itu, yang sedang membungkuk di atas tubuhnya dan melumat bibirnya, adalah Kim Taehyung.

Taehyung sedang melumat bibir Jungkook, kemudian dia berhenti dan menatap mata Jungkook, menyadari bahwa Jungkook sudah terbangun. Dengan lembut Taehyung menelusurkan tangannya di pipi Jungkook, lalu bibirnya mengikuti gerakan jemarinya.

Jungkook memejamkan matanya, ini pasti mimpi. Kim Taehyung di dunia nyata tidak mungkin berbuat selembut ini, lelaki itu pasti akan langsung memaksanya, memperkosanya, dan memperlakukannya dengan kasar.

Ini pasti mimpi, karena sebelum tidur Jungkook berbaring dengan gelisah, mencoba menghapus memori bercintanya dengan Taehyung yang seolah-olah selalu muncul dalam benaknya.

Dan karena ini mimpi, tak ada salahnya untuk menikmati. Jungkook setengah tersenyum, lalu menyentuh pipi Taehyung dengan lembut. Dalam sekejap tubuh Taehyung langsung kaku seperti terkejut merasakan sentuhan lembut jemari Jungkook di pipinya.

Jungkook langsung menarik tangannya panik, apakah Taehyung dalam mimpinya ini akan berubah lagi menjadi Taehyung dalam dunia nyata yang jahat?

Ternyata tidak, Taehyung dalam dunia mimpi ini sangat lembut dan penuh kebaikan. Lelaki itu mengambil jari Jungkook dan meletakkannya di pipinya.

"Sentuh aku di manapun kau suka, jangan berhenti ..." bisik Taehyung penuh gairah.

Jungkook tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ini benar-benar mimpi yang sangat menyenangkan. Di bawah tatapan tajam Taehyung, Jungkook menyusurkan jemarinya di wajah Taehyung, mengagumi setiap kesempurnaan yang terpatri di sana.

Ketika jemarinya hampir menyentuh bibir Taehyung, lelaki itu meraih tangannya, dan mengecupnya lembut, satu persatu jemarinya, Taehyung menggulingkan tubuhnya ke samping Jungkook, ranjang rumah sakit yang lembut itu membuat tubuh mereka bersentuhan rapat.

Tangan Taehyung menggenggam jemari Jungkook, lalu menyentuhkan jemarinya ke kejantanannya yang sudah sangat siap.

"Sentuh aku Sayang" bisiknya parau.

Wajah Jungkook memerah merasakan kekerasan yang panas di telapak tangannya, dengan lembut Taehyung membuka ikat pinggangnya dan menurunkan celananya.

"Rasakanlah tubuhku yang amat sangat mendambamu"

Jungkook meremas kejantanan itu dan Taehyung mengerang, perasaan bahwa Taehyung benar-benar bergairah atas sentuhannya membuat Jungkook merasa senang. Oh ya ampun, ini adalah mimpi erotis terbaik yang pernah dia alami.

Jemari Jungkook bereksplorasi di tubuh Taehyung, dan lelaki itu membiarkannya sebebas-bebasnya. akhirnya, ketika bibir Jungkook dengan penuh ingin tahu mencecap kejantanan itu, Taehyung mengangkat kepala Jungkook dengan tatapan tajam berkabut yang penuh gairah.

"Giliranku .." geramnya serak.

Jungkook dibaringkan dengan Taehyung berbaring miring menghadapnya, lelaki itu mengecup dahinya, pelipisnya,

ujung hidungnya, pipinya, bibirnya dengan kecupan-kecupan kecil yang lembut, Lalu bibir itu berhenti di bibir Jungkook, mencicipinya sedikit-sedikit di tiap ujungnya, meniupkan kehangatan yang basah di sana, membuat Jungkook membuka bibirnya dengan penuh perasaan mendamba.

Taehyung melumat bibir Jungkook yang membuka itu dan menyelipkan lidahnya ke dalamnya. Lidah mereka bertautan, panas dan basah. Bibir Taehyung melumat bibir Jungkook tanpa ampun, mencecap setiap sisinya, dengan penuh gairah.

Jungkook merasakan jemari Taehyung mulai membuka satu-persatu pakaian rumah sakit Jungkook, kemudian tangan yang panas itu serasa membakar di kulitnya yang telanjang, menyentuhnya dengan intens di semua sisi, menimbulkan geletar tiada duanya, yang membuat Jungkook menggeliat penuh gairah.

Jemari Taehyung menyentuh kejantanannya, dan mencumbunya dengan keahlian luar biasa hingga paha Jungkook terbuka, panas, dan basah siap untuknya.

Taehyung sudah berada di atasnya dan menindihnya, Jungkook merasakan kejantanannya yang begitu panas menyentuhnya.

"Apakah .."

napas Taehyung yang panas sedikit terengah terasa begitu erotis di bibirnya, Taehyung mengecupnya lagi.

"apakah aku akan menyakitimu kalau aku ..."

Jungkook menggoyangkan pinggulnya putus asa, gairahnya memuncak tanpa ampun, dia ingin Taehyung ada di dalam dirinya, oh Ya ampun, dia sangat ingin!

Gerakan-gerakan Jungkook yang tak berpengalaman itu membuat Taehyung menggertakkan giginya menahan gairahnya yang memuncak. Akhirnya dengan satu gerakan yang mulus, Taehyung menekan dirinya, menyatukan tubuhnya dengan Jungkook.

Percintaan mereka sangat penuh gairah dan luar biasa nikmatnya. Jungkook mencengkeram punggung Taehyung yang berotot, melupakan rasa sakit di kepalanya, terlalu larut dalam kenikmatan yang mendera tubuhnya.

Taehyung berusaha bergerak selembut mungkin, tetapi gairahnya mengalahkan akal sehatnya, dia bergerak dengan penuh gejolak, membawa Jungkook bersamanya. Dan akhirnya ketika puncak itu datang, tubuh mereka menyatu dengan begitu eratnya, dalam ombak kepuasan yang bergulung-gulung menghantam tubuh mereka.

Ketika Taehyung menarik tubuhnya dengan hati-hati dari Jungkook dan berbaring di sebelahnya dengan lengan masih memeluknya erat, Jungkook sudah terlalu kelelahan untuk bergerak.

sungguh mimpi yang luar biasa nikmatnya. desah Jungkook dalam hati, masih menggelenyar dalam sisa-sisa

kenikmatan yang begitu memuaskan. Ah, bahkan dalam mimpinya itu, dia bisa merasakan dengan jelas kecupan lembut Taehyung di dahinya sebelum lelaki itu pergi.

.

.

.

Ketika terbangun di pagi harinya, Jungkook baru sadar bahwa itu semua bukanlah mimpi. Oh ya, bajunya memang terpasang rapi dan semuanya tampak baik-baik saja. Tetapi rasa pegal dan kelembapan yang khas di antara kedua pahanya serta aroma parfum Taehyung yang tertinggal di seluruh tubuhnya membuatnya sadar bahwa semalam, Taehyung benar-benar berkunjung ke kamarnya dan bercinta dengannya.

Lelaki itu memperkosanya lagi ketika dia tidak sadar. Jungkook mengernyit, mencoba menahan rasa terhina yang menyesakkan dadanya.

Tetapi, apakah benar itu perkosaan? Malam kemarin Jungkook amat sangat bersedia untuk bercinta dengan Taehyung. Bahkan dia mengalami orgasme! Ya, bahkan tubuhnya pun masih mengingat kenikmatan luar biasa yang didapatnya semalam.

Apakah bisa mencapai kepuasan ketika kau diperkosa? Jungkook memegang pipinya yang memanas dengan jemarinya, merasa malu dan jijik pada dirinya sendiri. Mungkin memang benar di dalam dirinya tersembunyi pria jalang, yang kemarin akhirnya keluar dan menguasai tubuhnya.

Jungkook telah ditaklukkan dalam pesona gairah Taehyung yang luar biasa ahli. Dan sekarang ketakutan menerpa dirinya, bagaimana kalau pada akhirnya nanti dia menyerah dan dengan senang hati menjadi pria murahan yang bersedia menjadi kekasih Taehyung, bertekuk lutut di kaki lelaki itu seperti kekasih-kekasih Taehyung yang lain?

Bagaimana dia mempertanggungjawabkan dirinya kepada ayah dan ibunya nanti?

"Kau tampak sedih"

Suara itu membuat Jungkook terlonjak kaget, dia menoleh dan mendapati Dokter Hoseok berdiri di pintu, menatapnya cemas.

"Apakah kau baik-baik saja?"

Kenapa hidupku tidak bisa biasa-biasa saja? Tiba-tiba Jungkook merasa sedih atas perjalanan hidupnya. Dihadapkan pada Dokter Hoseok yang selalu tampak ceria dan tanpa beban membuat Jungkook ingin menangis, dan matanya mulai berkacakaca.

"Hei .. Heii"

dokter Hoseok mendekati ranjang dan menyentuh lengan Jungkook,

"Kenapa Jungkook? Apakah kau baik-baik saja?"

Jungkook menganggukkan kepalanya, mengusap air matanya dengan malu.

"Saya baik-baik saja dok ..."

Dengan ragu, Dokter Hoseok duduk di tepi ranjang.

"Apakah kau bertengkar dengan kekasihmu, Tuan Taehyung .. Aku mengerti, mengingat sifat keras dan dominannya yang terkenal itu.. pasti berat menjadi kekasihnya"

Jungkook menatap Dokter Hoseok tajam.

"Aku bukan kekasihnya, aku membencinya setengah mati hingga ingin membunuhnya"

desis Jungkook penuh kemarahan. Dokter Hoseok terpana kaget,

"Apa? Bukankah .. Bukankah .."

"Dokter, aku bukan kekasihnya, aku disekap di rumahnya selama ini .."

dan semua cerita itu mengalir dari mulut Jungkook, mulai dari kisah bisnis ayahnya dengan Taehyung, kematian kedua orang tuanya, usahanya membalas dendam, sampai kemudian dia berakhir dalam sekapan Taehyung.

Dokter Hoseok mendengarkan semua dengan takjub, dan ketika semua kisah itu berakhir, Dokter Hoseok menatap Jungkook tak percaya.

"Wow .. tunggu sebentar, beri aku waktu, aku tak tahu harus bicara apa"

Jungkook menatap Dokter Hoseok penuh tekad.

"Saya mohon bantuan dokter untuk melepaskan saya dari sini, hanya dokter dan perawat dokter yang boleh masuk ke ruangan ini, sedangkan di luar semua penjaga berjaga ketat. Saya mohon dokter, saya sudah melupakan dendam saya, yang saya inginkan hanyalah melepaskan diri dari cengkeraman Taehyung, dia lelaki yang sangat jahat dan kejam, mungkin saya akan berakhir mati di tangannya"

Dokter Hoseok tercenung mendengar kata-kata Jungkook.

"Oke .. aku akan mencari cara, meskipun sepertinya sulit" lelaki itu berdehem,

"Aku tidak menyangka kalau reputasi jahat Tuan Taehyung memang benar adanya, menyekap pria tidak bersalah dan memaksanya menjadi kekasihnya, itu benar-benar tidak bisa dibenarkan"

Dengan penuh keyakinan, Dokter Hoseok menggenggam kedua tangan Jungkook.

"Aku akan mengabarimu nanti, yang pasti, aku akan membantumu Jungkook, supaya kau bisa lepas dari Tuan Taehyung yang jahat"

.

.

.

Taehyung masuk ke kamar, hanya selang beberapa menit setelah Dokter Hoseok pergi, dan Jungkook senang karenanya, itu berarti tidak mungkin Taehyung mendengar percakapannya dengan dokter tadi,

"Bagaimana keadaanmu?"

Taehyung menatap Jungkook tajam tanpa senyum. Ketika Jungkook menatap Taehyung, mau tak mau kenangan

percintaan mereka semalam berkelebatan di benaknya, tak tahan akan semua bayangan erotis itu, Jungkook memalingkan wajahnya.

"Bukan urusanmu"

"Jungkook."

Taehyung memanggil nama Jungkook dengan nada jengkel,

"Kau harus cepat sehat supaya aku bisa membawamu pulang, di sini tidak aman"

"Kau yang diincar oleh musuh-musuhmu, kenapa aku yang harus repot?"

sela Jungkook marah dengan tatapan berapi-api. Taehyung membalas tatapan Jungkook tak kalah tajam.

"Karena kau adalah kekasihku, dan J-Hope sedang mengincar kita berdua"

J-Hope, siapa orang yang mau menyandang nama sebegitu mengerikan? Jungkook mengernyitkan alisnya, bingung.

"J-Hope adalah nama pembunuh bayaran yang disewa oleh musuhku"

Taehyung melirik buku jarinya yang memar, yang kemarin dipakainya untuk menghajar Namjoon habis-habisan, sampai lelaki itu terkapar penuh darah, bahkan sudah tak mampu lagi memohon ampun kepadanya.

"Dia selalu berhasil membunuh siapapun yang menjadi targetnya. Dan kemarin kita berhasil lolos dari kecelakaan yang direncanakan olehnya, Psikopat itu tidak akan berhenti sebelum dia berhasil membunuh kita berdua".

Bulu kuduk Jungkook meremang, orang ini terdengar begitu mengerikan ...

"Kau tidak aman di sini Jungkook."

Taehyung mengacak rambutnya frustasi.

"Tidak ada seorangpun yang pernah melihat J-Hope, tidak ada yang tahu dia laki-laki atau perempuan, dia bisa menjadi siapapun. Bahkan saat ini aku tidak bisamempercayai pengawal-pengawalku sendiri, kecuali Yoongi. Di sini keadaanmu sangat riskan, di rumahku kau akan aman"

Dengan tercenung Taehyung mengawasi Jungkook,

"Kurasa kau sudah cukup sehat untuk pulang, nanti malam aku akan mengurus kepulanganmu dari rumah sakit ini"

Kalau dia pulang, maka kesempatannya untuk melarikan diri akan menguap begitu saja, pikir Jungkook panik. Dia tidak boleh pulang ke rumah itu! Dengan impulsif Jungkook memegang kepalanya, pura-pura kesakitan.

"Kenapa Jungkook?" Taehyung langsung bertanya cemas.

"Kepalaku .. Kepalaku ..." Jungkook mengerang berusaha sebaik mungkin terdengar sakit.

"Dokter!"

Taehyung memanggil setengah berteriak dan Dokter Hoseok yang kebetulan ada di dekat situ langsung masuk dengan cemas.

"Ada apa Tuan Taehyung?"

"Dia kesakitan!" suara Taehyung meninggi.

"Kupikir kondisinya lebih baik sehingga besok dia bisa pulang, tetapi dia kesakitan, kenapa dia kesakitan? Kau bilang lukanya akan membaik .."

Dengan cepat Dokter Hoseok menangkap isyarat mata Jungkook dan membaca situasi, dia berdehem mencoba terdengar serius.

"Seperti yang saya bilang, kondisinya masih belum stabil Tuan Taehyung, kadang dia tampak baik, tapi kadang goncangan sekecil apapun bisa membuatnya kesakitan. Saya menganjurkan Anda tidak membawanya pulang dulu, atau kesembuhannya akan terhambat"

Taehyung tercenung dan menatap Jungkook frustasi.

"Oke. Sembuhkan dia dulu!" gumamnya dingin, dan Jungkook mendesah lega dalam hati, kesempatannya untuk melarikan diri masih ada.

. . .

Malam itu jam delapan, jadwal pemeriksaan Jungkook oleh Dokter Hoseok, lelaki itu datang tepat waktu, kali ini membawa perawat.

Ketika Jungkook menyadari Dokter Hoseok memasuki ruangan, dia langsung terduduk tegak, waspada.

"Dokter .."

Dokter Hoseok memberi isyarat, menyuruh Jungkook menutup mulutnya. Lalu mempersiapkan jarum suntik.

Yang tidak disangka Jungkook, ketika perawat itu sedang memeriksa infus Jungkook, Dokter Hoseok tiba-tiba menusukkan jarum suntik itu ke tubuh perawat itu. Dalam hitungan detik, tubuh perawat itu langsung ambruk tak sadarkan diri. Dokter Hoseok menopang tubuh perawat itu dan menyandarkannya di ranjang.

"Kau bisa bangun?" Tanya dokter Hoseok cepat.

Jungkook masih terpana akan kesigapan gerakan Dokter Hoseok, sampai kemudian dia sadar bahwa Dokter Hoseok sedang bertanya padanya, dia langsung menganggukkan kepalanya.

"Bagus, bisakah kau menukar bajumu dengan baju perawat ini? Aku akan menutup tirai untuk memberimu privasi"

Dokter Hoseok langsung menutup tirai dan menunggu di luar tirai. Detik itu juga Jungkook sadar, ini adalah rencana Dokter Hoseok untuk melepaskannya! Dengan sigap, melupakan bahwa kepalanya masih sakit, Jungkook mencoba berdiri, dan ketika bisa, dia langsung melepas pakaiannya dan menukarnya dengan baju perawat itu, tidak lupa dengan wig untuk menutupi rambutnya.

Setelah semua beres, Jungkook memanggil Dokter Hoseok yang segera mengangkat perawat yang masih pingsan itu dan membaringkannya di ranjang, lalu menyelimuti perawat itu.

"Kau harus bersikap biasa dan tidak mencurigakan"

Gumam Dokter Hoseok ketika Jungkook sedang memasang topi perawat di kepalanya, lalu mendekap papan pemeriksaan di dadanya,

"Ayo"

Jantung Jungkook berdegup kencang ketika Dokter Hoseok membuka pintu. Dua penjaga yang ditempatkan Taehyung di pintu tampak sedang bercakap-cakap. Dokter Hoseok mengangguk kepada mereka dan mereka membalas dengan senyum. Posisi tubuh Dokter Hoseok menutupi Jungkook sehingga tidak kelihatan, lalu dia menggiring Jungkook menuju lorong meninggalkan pengawal itu jauh di belakang.

Ketika akhirnya mereka membelok di lorong tanpa ketahuan, Jungkook menarik napas, lega luar biasa. Dokter Hoseok mengajak Jungkook setengah berlari ke tempat parkir, menuju kebebasannya.

. . .

Yoongi menyerahkan berkas-berkas itu kepada Taehyung yang duduk di sofa.

"Ini beberapa orang yang mungkin bisa kita curigai"

Taehyung mengambil berkas itu dan membacanya, lalu membolak-baliknya. Matanya terpaku pada salah satu foto di berkas itu.

"Kenapa dia masuk ke daftar ini?"

Yoongi melirik berkas itu.

"Karena kami memfilter semua pegawai rumah sakit yang masuk kurang dari 2 bulan sebelum kejadian kecelakaan itu"

Taehyung mengernyit lama. Sebelum kemudian wajahnya menegang.

"Dia punya akses bebas masuk ke ruangan Jungkook, kita harus ke rumah sakit segera!"

Taehyung meraih jasnya dan melangkah tergesa ke pintu diikuti Yoongi. Dan pada saat bersamaan, pintu di sisi lainnya terbuka, beberapa pengawal Taehyung masuk dengan wajah panik dan nafas terengah.

"Tuan Taehyung, Jungkook melarikan diri dari rumah sakit!"

.

.

.

To be Continued

Kuki back~ so happy can update new chap lelelel~

Berkat masukan serta saran dari Guest, kuki jadi mengubah cara penulisan kuki, Remake dari laptop kemudian editing dihandphone karena dengan begitu Typo ataupun word yang tidak teremake bisa diminimalist and, kuki jga mikir gitu TT tp, kuki khilap waktu itu (sakit bikin kuki gabisa mikir berat/?) Thankyou~ dan juga kuki gabosen say Thankyou so much buat readernim yang setia nunggu epep ini x'D u'r the best GAYS!

Ah, buat kalian yang mikir apakah dokter ama j-hope adalah orang yang sama, u can guess it right? X'D

Last, [18.02.17] HAPPY BIRTHDAY JUNG HOSEOK #HappyHopeDay #HappyHobiDay all the best for u bae (telat gpp yak x'D)

-Kuki [#FightingExamnyaMphii]