ooOoo
Kokoro Nokori
Disclaimer : Gintama By Sorachi Hideaki a.k.a Gorilla-Sensei. Story By Me
Warning : OOC, Kerajaan Versi Modern, AU, Rated T, and for the last Typo mungkin bertebaran. DLDR. OKIKAGU Slight OKINOBU, HIJIMITSU, SAKATSUU, KOUKANOC, OC: Imai Yuuka. Gintoki dan Tsukuyo ganti marga menjadi Okita.
ooOoo
Sougo terbangun dan mendapati dirinya tengah berada di sebuah padang rumput yang luas. Sejenak dia mengerjapkan matanya dan melihat keselilingannya. Sepi, tidak ada orang disana. Suasana tempat itu sangat nyaman dan sejuk. Seketika, membuat Sougo ingin kembali tidur. Sougo kembali merebahkan dirinya di Padang Rumput itu dan berusaha kembali tidur. Namun, nampaknya otaknya yang terlalu lelah sedikit demi sedikit menangkap suatu kejanggalan. Pemuda itu kembali duduk. Tunggu, bukannya dia tadi sedang berada di kamarnya? lalu, kenapa sekarang dia tidur disini?. Sougo mendadak panik. Sejurus kemudian, dia langsung berdiri dan mengamati tempat tersebut. Tidak ada apapun, kecuali padang rumput hijau dengan sebuah pohon sakura, di tepi sebuah sungai kecil yang mengalir.
Manik crimson itu tertuju pada sebuah pohon sakura disana. Dengan gerakan lambat dia berjalan mendekati pohon itu. Gerakkan Sougo terhenti ketika matanya menangkap seorang gadis yang sangat dikenalnya tengah tertidur lelap di pangkuan seorang wanita dewasa dengan surai yang sama. Wanita itu membuka matanya ketika menyadari kehadiran Sougo didepannya.
"Ka..gu..," suara Sougo terhenti ketika wanita itu melayang kearahnya dan menempelkan telunjuknya di depan bibir Sougo.
"Ssssttt.., Kagura sedang istirahat." bisiknya.
Sougo menatap wanita itu dengan tampang bodoh. Diamatinya setiap inchi dari sosok wanita itu. Surai vermilion yang dikepang satu itu, manik sapphire-nya, suara dingin nan merdu itu. Tak salah lagi, Sougo sangat mengenali sosok tersebut. Seketika kaki Sougo lemas ketika mengetahui wanita di depannya ini adalah Ibu dari Kagura, Yato Kouka. Tapi satu hal yang tak dimengerti Sougo, bukankah wanita di depannya ini sudah meningal sejak 10 tahun yang lalu?. Berarti sosok didepannya sekarang adalah Arwah. Detak jantung Sougo mulai menggila. Saat ini, dia berharap Si Mayora, kakak iparnya itu atau dikenal sebagai Hijikata Toshiro si maniak mayonaise, ada disampingnya untuk dijadikan tameng.
"Kau Sougo bukan?"
Sontak Sougo langsung mengangguk. Dia mulai keringat dingin. Sosok Kouka mulai mengamati setiap inchi lekuk tubuh Sougo, dari kepala hingga kaki.
"Kau sudah besar sekarang. Semakin tampan." ucap arwah Kouka dengan senyum lebar.
Sougo yang merasa Kouka memperhatikannya, bertambah pucat. Apa yang akan dilakukan Arwah calon Mertuanya ini. Jangan bilang kalau Kouka akan menolaknya sebagai calon menantu. Batin Sougo mulai nelangsa.
"Ma..mi..?" suara merdu dari gadis di belakang mereka membuat mereka berdua menoleh.
"Kamu sudah bangun, sayang?" Kouka mengelus surai vermilion putrinya sedangkan, Kagura hanya menangguk seraya mengerjapkan matanya.
"Sougo Nii-sama? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kagura ketika menyadari Sougo ada di depannya.
Sougo hanya diam. Dia masih memperhatikan sosok Kagura di depannya. Menyesapi suara Kagura yang masuk ke indera pendengarannya. Ah.. betapa Sougo merindukan suara imut itu.
Merasa Sougo tak merespon dirinya, sontak membuat Kagura mendekati Sougo dan melambaikan kedua tangannya tepat di depan wajah pemuda itu.
"Nii-Sama, kau mendengarku?" tanya Kagura lagi.
Tanpa aba-aba Sougo langsung menerjang tubuh di depannya itu. Membawa sosok mungil yang sangat dia rindukan ke dalam pelukannya.
"Kagura..Kagura..," Sougo berulang kali menyebutkan nama gadis Yato itu, "Aku sangat merindukanmu." sambungnya.
Kagura hanya tersenyum dan membalas pelukan pemuda pasir itu. Tangan kanannya membelai lembut surai coklat pasir Sougo. Setelah beberapa lama dengan posisinya dan melupakan sosok lain yang ada di sana, mereka melepaskan pelukannya ketika suara Kouka mengintrupsi mereka.
"Kagura," Kouka menatap wajah putrinya penuh arti. Melihat tatapan Kouka yang seperti itu membuat Sougo menjadi takut. Ntah kenapa, fisarasatnya menyatakan akan ada sesuatu yang buruk.
Kagura mengangguk paham, lalu menatap wajah Sougo dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Gomenne Onii-Sama, ini yang terakhir," katanya seraya mengecup singkat bibir Sougo dan kembali kesisi ibunya.
Sougo menatap bingung kearah Kouka dan Kagura.
"Saya datang kemari untuk menjemput Kagura." jawab Kouka yang menyadari tatapan bingung dari Sougo.
"Menjemput?" Sougo makin tidak mengerti. Sementara kagura hanya bisa menunduk sambil menggenggam erat tangan ibunya.
"Gomenne Nii-Sama, aku ingin ikut bersama Mami. Aku tau, aku sangat sering merepotkan kalian..," Kagura menatap wajah Sougo ,"Oleh karena itu, aku ingin mengucapkan terima kasih dan juga maafku karena telah sering merepotkan selama ini," Kagura tersenyum tipis "Arigatou Sougo Onii-Sama, Soshite Sayounara."
Dengan berakhirnya kalimat Kagura tadi, membuat tubuh kedua perempuan tersebut hilang di telan cahaya. Sougo melebarkan matanya ketika mendengar ucapan perpisahan Kagura dan sontak mengejar tubuh mereka berdua yang hampir hilang menjauh.
"KAGURA!" teriak Sougo seraya tangannya mencoba menggapai sosok yang tengah tersenyum manis padanya itu. Sebelum benar-benar menghilang, sosok Kagura membisikkan satu kata terakhir dan akhirnya padang rumput tersebut berubah menjadi ruangan putih dimana, Sougo tengah terduduk sambil terisak disana.
ooOoo
"KAGURA!" teriak Sougo dan langsung menyibakkan selimutnya.
"Ada apa Sou-chan?" panik mitsuba dari ambang pintu kamar adiknya tersebut. Mitsuba langsung masuk kedalam kamar Sougo dengan diiringi Toshiro di belakangnya. Wanita tersebut langsung memeluk Sougo ketika menyadari bahwa tubuh adiknya tersebut bergetar.
Sougo tengah terisak kecil sekarang. Tubuhnya duduk sambil setengah menunduk. Bahunya terlihat naik turun. Kedua tangannya menutupi wajahnya. Melihat kondisi adiknya yang memprihatinkan seperti sekarang membuat Mitsuba ikut menangis. Toshiro yang prihatin turut membelai pelan surai coklat pasir itu. Sebagai sesama pria, Toshiro dapat mengerti perasaan Sougo saat ini. Mitsuba baru melepaskan pelukannya ketika melihat tubuh Sougo sudah mulai tenang. Tangan lembut wanita itu mengelus pelan kedua pipi Sougo.
"Mau bercerita kepada Ane-Ue?" bujuk Mitsuba agar adiknya itu mau berbagi keluh kesahnya. Toshiro melepaskan elusan di kepala Sougo ketika Handphonenya berdering.
"Moshi..moshi hijikata desu,"
"Kamu sudah menangkapnya Zakki?"
"baiklah aku akan kesana."
Piipp
Toshiro mematikan Handphonenya dan memasukkannya kembali ke saku kemeja hitamnya. Mitsuba dan Sougo menatap penuh tanya.
"Zakki bilang mereka sudah menangkap pengemudi mobil yang lari setelah menabrak Kagura kemarin." jelas Toshiro.
"Gerak mereka lambat!" seru Sougo seraya bangkit dari posisinya dan beranjak ke arah lemari.
"Sou-Chan?."
"Aku akan ikut Mayora menemui orang itu, Ane-Ue. Akan kubuat dia menderita!" jelas Sougo dengan aura mencekam di sekelilingnya.
Mitsuba terdiam. Sementara, perempatan siku-siku hinggap di kepala Toshiro.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan Mayora, Dasar, Kuso Gakki!" jeritnya histeris yang sambut dengan kekehan pelan Mitsuba dan suara pintu kamar mandi yang tertutup oleh Sougo, meninggalkan pasangan tersebut. Toshiro dan Mitsuba saling melempar senyuman. Setidaknya, adik mereka sekarang sudah kembali tenang walaupun, Mitsuba masih penasaran dengan apa yang dimimpikan adiknya hingga dia menangis tadi.
.
.
.
Berjauhan dari kediaman Okita, lebih tepatnya di sebuah pemakaman umum. Terlihat perempuan bersurai biru gelap tengah duduk di depan sebuah pusara. Nampaknya dia tengah berdo'a didepan makan tersebut. Terlihat dari pakaian hitam terusan yang ia kenakan dengan kedua telapak tangan menyatu dan matanya terpejam. Derai air hujan yang membasahi tubuhnya, nampak tak dihiraukannya.
"Apa yang harus aku lakukan, Kouka?" lirih suara tersebut seraya membuka kedua matanya. Menampakkan iris crimson yang menatap sendu pusara yang bertuliskan 'YATO KOUKA' itu.
"Aku tidak bisa membuat putrimu bahagia. Bahkan dia tak pernah manganggapku. Kau jahat Kouka! Harusnya saat itu kamu menerima tawaranku! Kalau sudah begini apa yang harus kulakukan? Kagura-chan tengah di kondisi kritis, bahkan dia tidak mau membuka matanya. tolong aku Kouka.. tolong jangan ikut membawa Kagura bersamamu.. jika Kagura juga pergi.. maka Kankou-kun akan..hiks..hiks..," perempuan itu tak bisa melanjutkkan kata-katanya, dia hanya bisa menangis di depan pusara tersebut. Berharap sosok yang terkubur dibawah sana dapat mendengarnya dan memberikan jawaban.
Perempuan itu berhenti menangis ketika merasa air hujan tidak membasahi tubuhnya lagi. Dengan cepat dia melihat keatas dan mendapati sosok pria tengah memayunginya.
"Ternyata benar kamu ada disini. nee.. Yuuka," pria tersebut ikut duduk didepan pusara itu.
"Kouka, jangan membenci Yuuka. Yang bersalah disini adalah aku," Lanjut pria tersebut dengan tatapan sendunya kearah pusara itu, "Kumohon, jika kau bertemu Kagura di sana tolong suruh dia kembali. Aku ingin memperbaiki kesalahanku terhadap putriku." lanjutnya lagi, kini tangan kiri pria tersebut membelai lembut ukiran nama pada pusara didepannya.
"Kankou-Kun..,"
"Ayo kita pulang Yuuka, kita harus ke Rumah sakit untuk menggantikan Kamui menjaga Kagura." ajak Kankou.
Wanita yang bernama Yuuka itu menangguk singkat, berpamitan dengan Kouka, lalu mengikuti langkah pria di depannya.
.
.
.
Sougo menatap nyalang seorang pria yang tengah duduk dihadapannya sekarang. Tangannya terkepal erat. Napasnya memburu. Hampir saja dia melayangkan sebuah hadiah manis berupa bogem mentah kearah pria yang bernama, Hitotsubashi Nobu Nobu itu.
Benar dugaannya, kecelakaan kagura bukanlah kasus bunuh diri. Sougo sangat hapal sifat gadisnya tersebut. Gadisnya bukanlah orang berjiwa lemah yang akan memutuskan untuk bunuh diri ketika dia depresi. Seberapa berat pun masalah gadisnya itu, Kagura akan tetap tersenyum kemudian, menyembunyikan diri untuk menangis sendirian di kamarnya.
Beruntung di saat kejadian, Zakki, Yamazaki Sagaru, bawahannya Toshiro di kepolisian Shinsengumi berada di tempat kejadian. Zakki yang saat itu sempat menyapa Kagura, pun kaget ketika sebuah mobil silver tengah melaju kencang kearah gadis itu, padahal saat itu lampu lalu lintas tengah menyala merah dan lampu khusus pejalan kaki menyala hijau.
Dari hasil penyelidikan polisi saat itu Nobu Nobu tengah mengendarai mobil dengan kondisi mabuk. Bahkan polisi menemukan beberapa botol minuman keras dan satu sachet narkoba didalam mobil Nobu Nobu.
"TEMEE.. KEMBALIKAN KESADARAN GADISKU DASAR KAU BAJINGAN!" teriak Sougo emosi, kedua tangannya ditahan oleh Toshi agar tidak menimbulkan kasus baru.
"Lepaskan aku dasar, hijikata konoyaro!" teriak Sougo seraya meronta dari kuncian tangan Toshi.
"Sougo tenanglah," hijikata membenarkan kuncian tangannya agar Sougo tidak lepas. Bisa bahaya jika Sougo mengamuk. Jika hal itu terjadi, dapat dipastikan kantor mereka saat ini akan hancur.
"Ouji-Sama, tenanglah," seorang petugas mencoba menenangkan Sougo yang mengamuk. Sementara Sougo tetap meronta berusaha melepaskan diri dari kuncian Toshi.
Dan seketika suasana kantor polisi Shinsengumi menjadi kacau.
.
.
.
Sougo kembali merebahkan dirinya keatas tempat tidur. Tubuh dan pikirannya lelah saat ini. Emosinya nampak belum stabil. Sejak bertemu dengan tersangka yang menabrak Kagura dulu, emosi Sougo menjadi meledak-ledak. Dengan malas dia gulingkan tubuhnya ke kanan dan kiri, hingga kakinya tak sengaja menjatuhkan sebuah benda dari atas meja yang ada disamping tempat tidurnya.
Tukk
Bunyi benda jatuh tersebut menyadarkan Sougo. Dilihatnya sebuah benda berbentuk persegi panjang dengan cover merah tersebut. Ah itu Smartphone milik Kagura. Sougo memungut benda kecil tersebut. Dia ingat memungutnya saat benda tersebut tekapar disamping tubuh Kagura. Dengan iseng dia menyalakan benda itu. Screensaver HP tersebut bergambar dirinya dan Kagura tengah berada di taman bermain saat kencan pertama mereka. Seulas senyum terpampang diwajah Sougo yang melihat senyum gadisnya itu.
Dengan gesit dia membuka kode pada layar pengunci Smartphone Kagura. Darimana Sougo tau? Ya, tentu saja dia tau karena pola kuncinya membentuk pangkal namanya 'S'. Sougo mengotak atik Hp kagura, tangannya mengusap layar sentuh Hp tersebut. Fokus matanya terhenti pada sebuah aplikasi berbentuk buku. Setengah iseng, Sougo menekan layar aplikasi tersebut. Lalu munculah laman password.
'Shit aku tidak tau passwordnya' batin Sougo jengkel.
Sougo mencoba memasukkan beberapa angka kemungkinan password aplikasi tersebut. Pertama, dia memasukkan tanggal lahir kagura, salah. Lalu, dia memasukkan tanggal lahirnya ternyata, salah juga. Sougo sedikit kesal karena, yang menjadi sandinya bukan hal yang berhubungan dengan Sougo. Hampir menyerah, Sougo menekan tulisan 'hints' dipojok layar tersebut. Lalu munculah kata 'sadness', melihat kata tersebut, dengan gerak cepat Sougo mengetikkan tanggal kematian Kouka, Mami Kagura.
Binggo.
Aplikasi tersebut terbuka, Menampilkan entry seperti catatan harian. Sepertinya aplikasi itu sudah lama berada disana karena melihat last entry berada di 5 tahun yang lalu. Ya, Smartphone Kagura merupakan hadiah pemberian Sougo 5 tahun yang lalu, sampai sekarang gadis itu tetap menggunakannya dan tidak mau menggantinnya. Tangan Sougo mulai mengklik tanggal paling atas di entry tersebut.
-0-
Kagura Pov Mode: On
XX Jan XXXX
Halo namaku Kagura. Aneh memang ketika kamu menulis sesuatu di dalam sebuah Diary. Tapi kurasa ini dapat mengurangi rasa bosanku. Apalagi hari ini aku baru saja mendapat hadiah dari orang yang paling aku cintai.. Okita Sougo.. aku Senang.
XX Jan XXXX
Hari ini begitu menyebalkan! Wanita itu mulai bertingkah lagi! Aku heran kenapa Papi berselingkuh dengan wanita itu!? Padahal saat itu Mami juga sedang mengandungku! Kebencianku kepada mereka semakin meningkat! Aku benci IMAI!
XX Feb XXXX
Nobume... Nobume.. dan Nobume.. apa bagusnya gadis itu! Hari ini aku dimarahin oleh Baka Aniki, karena bertengkar dengan Nobume. Adiknya itu aku atau Nobume!
XX Feb XXXX
Aku benci hidupku! Kenapa semua orang begitu memperhatikan Nobume! Mereka selalu bilang bahwa fisik Nobume lemah, konyol! Mami.. aku merindukanmu!
XX Feb XXXX
Sepertinya hidupku memang menyedihkan. Tadi aku melihat calon tunanganku, Sougo Nii-Sama tengah berbincang dengan Nobume di taman belakang. Ntah sengaja atau tidak aku melihat dia terjatuh dan Sougo-Nii menangkapnya. Aku benci melihatnya!
XX Feb XXXX
Aku bertengkar dengan Nii-Sama karena kejadian kemarin. Nii-Sama Sadarilah penderitaanku!
Sougo sedikit mengeryitkan alis ketika membaca tulisan tersebut. Sekarang dia menyadari kenapa Kagura sering ngambek nggak jelas kepadanya. "Dia Cemburu," kata Sougo dengan seringainya. Sougo melopati beberapa entry dan memilih entry yang menurutnya menarik.
Entry year's : 3
XX Mar XX
Hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA. Senangnya! Tadi Sougo-Nii dan Kamui-Nii mengantarku ke acara pembukaan. Dan aku yang menjadi perwakilan dari seluruh siswi untuk menyampaikan kata sambutan. Aku senang!
XX Mar XXXX
Malam ini adalah acara peresmian pertunanganku dengan Sougo-Nii. Aku senang! Lihatlah betapa kerennya dia.
Sougo tersenyum ketika melihat foto yang berada di bawah catatan tersebut. Fotonya bersama Kagura di peresmian pertunangan mereka. Kagura nampak cantik dengan dress panjang merah dengan gaya victorian lama dan pita hitam besar di bagian belakangnya,sementara Sougo mengenakan stelan jas Formal berwarna merah gelap. Mereka nampak serasi.
XX Sep XXXX
Aku melihatnya! Perempuan tidak tau diri itu tengah menangis sambil memeluk tunanganku! Aku sedikit mencuri dengar percakan mereka di kebun belakang itu. Nobume menyatakan cintanya kepada Sougo-Nii! Benar-benar tidak bisa kumaafkan! Dan apa itu! Sougo-Nii hanya diam saja ketika perempuan itu mencium pipinya! Aku benci mereka!
XX Sep XXXX
Sudah seminggu aku tidak bertemu dengan Sougo-Nii. Tidak lebih tepatnya aku menghindarinya. Yang kulakukan sekarang hanya berdiam diri dikamar. Tak ku hiraukan Kamui-Nii yang membujukku untuk makan. Aku lelah. Aku ingin bertemu Mami. Apalagi kemarin Papi baru saja menamparku karena aku menampar Nobume. Bukankah itu wajar? Aku hanya ingin memberinya pelajaran agar dia tidak mengganggu tunanganku! Lalu habis kejadian itu Baka Aniki juga ikut membelanya. Aku benci mereka. Andai aku bisa keluar dari lingkaran kehidupanku yang sekarang. Nee.. Mami, kapan kamu akan menjemputku seperti yang Mami katakan di mimpi. Aku sangat merindukanmu.
Sougo tercekat membaca kedua tulisan itu. Kagura mengetahuinya. Kagura melihatnya. Tak anyal saat itu, Kagura menghindarinya. Sougo mengelap wajahnya frustasi. Dia coba buka entry 1 minggu setelah kejadian kagura di tampar Papinya itu.
XX Sep XXXX
Hari ini Sougo-Nii datang lagi kerumah. Dan aku masih mengabaikannya. Aku lelah dengan kehidupanku. Akhirnya ku kunci pintu kamarku agar dia tidak dapat menemuiku. Sudah beberapa kali kudengar dia mengetuk pintu kamar. Aku berpura-pura tidur. Namun, tidurku terhenti ketika pangeran sadist itu mendobrak pintu kamarku. Dia marah. Dan bertambah marah setelah mengetahui pola makanku yang kacau. Dengan cepat baka sadist itu mendekatiku dan lalu dia memborgolku! Benar-benar tunangan menyebalkan. Dengan seringai sadistnya dia memaksaku untuk makan siang dengan dia yang menyuapiku. Pipiku pasti tadi merona hebat. Aku malu. Tapi senang. Apalagi sebelum pulang dia memberikanku sebuah boneka anjing besar berwarna putih yang kuberi nama 'Sadaharu'. Aku makin cinta padanya.
Sougo tertawa ketika membaca tulisan itu. Ya, dia ingat saat itu dirinya tengah memikirkan cara untuk meminta maaf kepada Kagura yang mengabaikannya tanpa alasan. Hal itu berlangsung selama 2 Minggu. Selama itu pula dia uring-uringan. Akhirnya, bekerja sama dengan calon kakak ipar tersadistnya, Kamui, Sougo meminjam borgol dan membeli sebuah boneka besar untuk Kagura. Dan benar Kagura menyukainya. Ah, dan jangan lupa ketika dirinya hampir terbunuh dengan cekikan tenaga monster Kagura saat dia tidak sengaja mencampurkan tabasco ke cake yang kagura makan. Saat itu gadisnya itu benar-benar ngambek. Kagura berheti ngambek ketika Sougo mengajaknya ke taman hiburan lalu, membelikan 2 dus Sukonbu kesukaan Kagura.
Sougo menatap layar handphone yang menampilkan banyak catatan keseharian kagura tersebut. Kemudian, dia membuka catatan paling akhir disana. Catatatan itu tertulis pagi hari sebelum Kagura kecelakaan.
XX Mei XXXX
Semalam Mami datang ke mimpiku. Aku senang sekali. Mami bilang aku harus bersabar. Karena besok Mami akan menjemputku. Apakah itu artinya aku akan pergi menyusul Mami? Aku takut. Tapi jika memang benar aku akan senang. Aku sudah lelah dengan semua masalah ini. Papi, Kamui-Nii bahkan Sougo-Nii selalu membela wanita itu dan Nobume! Kira-kira jika aku ikut mami, apakah mereka akan sedih?
End Kagura Diary Pov Mode : Off
-0-
Sougo terbelalak kaget membaca akhir tulisan tersebut. Dengan seketika dia kembali mengingat mimpinya kemarin. Sama. Mimpi Sougo dan Kagura yang bertemu Kouka untuk menjemput Kagura Sama. Perasaan Sougo mendadak Kalut. Ketakutan nampak tercetak jelas diwajahnya. Membawa dia dalam perkiraan terburuknya. Lamunan Sougo terhenti ketika layar Smartphonenya menyala menandakan ada panggilan masuk.
'Kamui' nama itu tercetak jelas dilayar smartphone Sougo. Dengan segera Sougo mengangkatnya.
"Moshi..Mosh..,"
"Sougo cepat kemari.. Kagura..Kagura...," Sapaan Sougo terpotong ketika Kamui dengan seenaknya memutuskan perkataan Sougo. Namun jantung Sougo mendadak berdetak cepat ketika Kamui menyebutkan nama Kagura tadi. Fisaratnya buruk.
t.b.c
ha'i..ha'i.. bertemu lagi sama author.
terima kasih banget buat para pembaca yang sudah membaca tulisan author.
makasih buat para reviewers dan juga silent readers yang sudah baca fic author.
di tunggu review lainnya ya ^^
salam hangat dari author.. :D
