ooOoo

Kokoro Nokori

Disclaimer : Gintama By Sorachi Hideaki a.k.a Gorilla-Sensei. Story By Me

Warning : OOC, Kerajaan Versi Modern, AU, Rated T, and for the last Typo mungkin bertebaran. DLDR. OKIKAGU Slight OKINOBU, HIJIMITSU, SAKATSUU, KOUKANOC, OC: Imai Yuuka. Gintoki dan Tsukuyo ganti marga menjadi Okita.

ooOoo

Sougo menghela napas untuk ntah kesekian kalinya hari ini. Jika, diingat-ingat, pemuda bersurai pasir itu sudah terlalu sering menghela napas dalam hidupnya semenjak Kagura kecelakaan. Menghela napas berat sudah menjadi hobi baru baginya.

"Hoy, terlalu sering menghela napas dapat membuat hidupmu suram." Tegur lelaki bersurai hitam yang tanpa Sougo sadari sudah berdiri di hadapannya.

"Apa maumu, Mayora-Nii?" Sougo bertanya dengan nada ogah-ogahan, moodnya sedang buruk saat ini.

"Justru aku yang harusnya bertanya. Kau sering sekali menghela napas berat akhir-akhir ini, Sadist-Ouji." Jawab Toshirou.

"Kau sendiri sudah tau jawabannya, Mayora-Nii."

"Hah, aku juga tidak tau harus berbuat apa lagi, Sougo. Kenapa kau tidak coba menceritakan masa lalunya sedikit demi sedikit. Kau bahkan berbohong tentang saudara tirinya itu." Toshirou menghembuskan asap rokoknya.

"Matikan racunmu itu, Hijibaka! Aku tidak mau mati muda karena ulah asap rokok sialanmu." Sougo meraih gelas air yang ada di mejanya, lalu menyiramkannya tepat ke wajah Toshirou.

"Apa yang kau lakukan, Kuso Gakki!" amuknya marah.

"Aku hanya menyelamatkan nyawaku yang terancam oleh racunmu, Hijibaka." Jawab Sougo kalem diiringi dengan senyumannya.

"Kuso Gakki! Sifatmu itu tak pantas sebagai calon Penerus Kerajaan Edo, Sougo!"

"Persetan!"

"Bah, lupakan! Aku lelah berdebat denganmu. Kita kembali ke topik awal, kenapa kau membohonginya, Sougo?" Toshirou yang sedari tadi kesal kini berubah serius.

"Lalu, aku harus menjawab apa, Hijibaka? Mengatakan kalau Nobume adalah Saudara tirinya seraya menjelaskan ayahnya menikah lagi, kau gila! Kalau begitu untuk apa dia diusingkan ke sini?" Sougo menyenderkan tubuhnya ke kursi kerjanya.

"Aku tak ingin kehilangan dirinya untuk kedua kali. Membayangkan dia yang tak akan bangun lagi dulu saja, sudah membuatku menderita." Lanjut Sougo seraya menerawang jauh ke dalam pikirannya.

"Huuh, aku juga bingung Sougo. Aku bahkan tidak tau masalah mereka berdua itu apa. Yang aku tau gadismu itu sangat membenci keluarga tirinya," ujar Toshirou seraya menuju Sofa yang berada di samping meja kerja Sougo.

"Aku dapat mengerti sedikit tentang perselisihan mereka. Tapi, aku juga tak tahu harus berbuat apa."

"Kau tau tentang masalah mereka?"

"Tak terlalu mendetail tapi, aku sudah meminta Yamazaki untuk menggali sedikit informasi tentang mereka berdua. Dan kau tau Mayora- Sougo mengalihkan pandangannya ke arah Toshirou dengan raut serius.

"Kouka ba-sama adalah istri ke dua dari Kankou Ji-sama." Ucapan Sougo membuat Toshirou mengbelalakan matanya.

"Apa maksudmu, Sougo? Jadi, selama ini bukan Yuuka ba-sama yang jadi istri keduanya?"

Sougo menganggukan kepalanya, "Yang aku dengar, Kankou Ji-sama sudah menikah sebelum di jodohkan dengan Kouka Ba-sama. Dia dan istri pertamanya hilang kontak saat kedua orang tua Kankou Ji-sama memaksa mereka untuk berpisah. Lalu, saat Kamui berusia 5 tahun, mereka bertemu kembali," jelas Sougo.

"Kemudian?" Toshirou tanpa sadar meminta Sougo melanjutkan ceritanya. ntah dia sadar atau tidak, Toshirou mulai tertarik dengan cerita ini.

"Aku tidak tahu, Hijibaka. Yang kutahu selanjutnya, saat Kouka oba-sama mengandung Kagura, Yuuka ba-sama melahirkan Nobume. tujuh tahun kemudian, Kouka ba-sama meninggal dan dua hari setelahnya, Kankou ji-sama membawa Nobume dan ibunya ke kediaman Yato." Sougo mengakhiri ceritanya.

"Oy, oy, kalau begitu, bukan kah nasib Nobume lebih memprihatinkan, Sougo? Lalu, kenapa Kagura sangat membenci Nobume dan ibunya?" raut heran nampak tercetak jelas di wajah Toshirou.

Dia benar, bukan? Dilihat dari segi cerita yang Sougo jelaskan, berarti Nobume yang memiliki nasib paling buruk dan Jika, pemikirannya benar maka, Selama ini pasti gadis bersurai biru itu sering menjadi bahan ejekan orang lain karena dia tidak memiliki ayah dan sekarang gadis itu pun pasti di cap sebagai anak dari wanita perusak rumah tangga orang.

Ah, Toshirou jadi ikut pusing sendiri.

"Apa Kouka ba-sama tau tentang Yuuka ba-sama?" Toshirou bertanya lagi.

"Untuk pertanyaan pertamamu, aku bisa mengerti kondisi psikis Kagura saat itu. Jika pun aku menjadi dia, mungkin aku akan mengalami hal yang sama. coba kau bayangkan sendiri Mayora, saat ibumu yang sangat kamu sayangi pergi untuk selamanya, lalu dua hari kemudian ayahmu dengan entengnya mengatakan bahwa kau sudah punya ibu baru. Apa yang akan kau rasakan sebagai bocah berusia 7 tahun?" Sougo menjawab pertanyaan pertama Toshirou dengan suara yang lirih.

Menjawab pertanyaan Toshirou tadi mau tak mau membawa dia kembali ke saat dimana Kagura menangis terus menerus. Kaguranya dulu yang masih sangat rapuh dan sekarang gadis itu kembali menjadi lebih rapuh.

Kagura apa pun yang terjadi aku akan selalu berada di sampingmu, oleh karena itu, tersenyumlah, Kagura.

Sougo tersentak sesaat. Dia melupakannya. Ya, dia melupakan janjinya kepada Kagura dulu.

'Shit!' umpatnya dalam hati.

"Ya, aku sedikit mengerti tentang hal itu." suara Toshirou membuat Sougo kembali ke dunianya, "Lalu, apakah Kouka ba-sama tau tentang Yuuka ba-sama, Sougo?" Hijiakata mengulangi pertanyaannya.

"hm ...," Sougo berguman singkat diiringi dengan anggukan kepala yang membuat Toshirou kembali melebarkan kedua iris dark blue-nya.

"Oy, kau bercanda kan, Sougo?" Toshirou berharap dia salah lihat dan dengar.

"Aku tidak bercanda, Hijibaka. Aku dengar dari maid di kediaman Yato, kalau yang menyuruh Kankou ji-sama membawa Nobume ke kediamannya adalah permintaan dari Kouka ba-sama." jelas Sougo.

"Cih, jangan katakan kalau Kagura yang dulu juga mengetahui hal ini." Toshirou mendecih singkat. Sial, masalah keluarga Yato membuat dia ikut pusing sendiri.

"Lebih parah lagi. Kagura mendapatkan diary milik Maminya dan mengetahui semuanya."

Toshirou memijit kepalanya yang berdenyut. Sebenarnya, Toshirou tak ingin ikut campur. Akan tetapi, Kagura sudah bagai adiknya sendiri dan lagi pula, saat Sougo menikah dengan Kagura nanti mereka akan resmi menjadi keluarga. Dia juga tidak akan melupakan jasa gadis manis berhelaian vermillion yang telah membantunya mendapatkan restu dari Sougo untuk meminang Mitsuba. Toshirou masih ingat dengan jelas bagaimana gadis itu meluluhkan Sougo agar turut memberi restu.

Nii-Sama, memisahkan dua orang hanya karena dendam pribadi itu tidak baik. Bukan kah nanti kau juga akan meminta restu dari baka aniki? Kasihan Mayora-Nii tahu! Nanti Sougo Nii-sama dapat karma loh.

Toshirou terkekeh geli mengingat ekspresi Sougo kala itu. andai saja saat itu bukanlah moment yang serius, Toshirou akan mengambil foto Sougo saat itu sebanyak mungkin dan menyebarkannya di internet.

"Berhentilah tertawa sendiri seperti orang gila, Hijibaka." Suara Sougo membuat Hijikata tersadar dari dunianya.

"ha'i ... ha'i, Sadist-Ouji." Hijikata menghentikan kegiatan tertawanya.

Tanpa mereka berdua sadari, sedari awal mereka berbicara ada orang lain yang ikut mendengarkan pembicaraan mereka.

_0_

Otae berlari melewati setiap koridor yang menuju ke arah Taman Rumah sakit tempat dia bekerja. Dia tak mempedulikan tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya. Tujuannya hanya satu, yaitu memastikan bahwa orang yang ingin bertemu dengannya bukanlah gadis vermillion yang sangat dia kenal. Tadi, saat Otae baru selesai dari makan siang, salah satu perawat mengatakan bahwa, ada salah satu nona muda Yato yang mencarinya. Nah, sekarang ini Nona muda di keluarga itu ada dua dan Otae takut jika, yang di maksud itu adalah Kagura.

"Kagura-chan?" Otae nampak mengatur napasnya yang memburu akibat berlari. sial, pemikiran yang dia takutkan benar.

"A-nego." Kagura berbalik arah dan mendapati Otae yang berada di belakangnya.

"Apa yang kau lakukan di sini Kagura-chan?"

Otae segera menghampiri Kagura yang tengah duduk di salah satu bangku taman. Kondisi gadis itu nampak kacau dengan peluh yang membanjiri wajahnya.

"Astaga, Kau demam!" seru Otae saat menyentuh dahi Kagura yang terasa panas.

"Kenapa kau datang kemari Kagura-chan? Dengan siapa kau ke sini? Kau tak mengenakan payungmu? Mattaku, kau tak lupa jika, kau tidak tahan panas, bukan?" lanjut Otae bertubi-tubi. Gadis itu menoleh ke kiri dan kanan mencoba mencari tau dengan siapa gadis ini datang ke rumah sakitnya.

"Aku hanya demam karena cahaya matahari, Anego. Ini tak akan berlangsung lama." Kagura menjawab dengan napas yang sedikit memburu karena kepalanya mulai berdenyut sakit.

Dengan cepat, Otae memapah tubuh Kagura menuju ke dalam ruang kerjanya. Di tengah jalan Otae kembali menanyakan dengan siapa gadis itu datang kemari dan apa tujuannya.

"Aku datang sendiri, Anego. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepada Anego." Kagura menjawab pertanyaan Otae dengan susah payah.

Saat ini Kagura tengah berbaring di ruang kerja Otae. Beruntungnya, saat ini Shift kerja gadis berhelaian coklat itu telah selesai jadi, dia bisa menemani gadis berhelaian vermillion itu.

"Takku, kau benar-benar ceroboh, Kagura-chan." Otae memulai omelannya. Walaupun, gadis itu tengah tersenyum tetapi aura menakutkan dapat di rasakan oleh Kagura.

"Gomenne, Anego. Aku hanya kangen ingin bermain dengan Anego dan Megane." Ucap Kagura ceria walaupun ada getaran sedikit pada suaranya.

"Kau tak pandai berbohong, Kagura-chan." Otae menghela napasnya sejenak, "nah, ceritakan apa masalahmu? Kau tau, di kondisimu saat ini kau tak boleh stress, Kagura. Jika, ada hal yang ingin kau ungkapkan, kata kan saja. Aku akan senang hati mendengarkannya." Ucap Otae tulus. Gadis itu menggeggam lembut tangan Kagura.

"A-ne-go." Suara Kagura terdengar bergetar dan detik selanjutnya, gadis vermillion itu menangis seraya memeluk Otae.

"Aku bingung Anego ... hiks ... Semuanya tidak ku mengerti. Aku selalu merasa ada sesuatu yang hilang dalam diriku. Aku ingin bertemu dengan Mami tetapi, Mami sudah tidak ada, hiks ... Papi dan Kamui-Nii juga tidak ada di sini. Sougo-Nii bilang bahwa, kami bertunangan tapi, aku merasa ada yang dia sembunyikan. Semua orang nampak berbeda dalam ingatanku. Tak hanya itu, aku pun juga berbeda. Aku bingung Anego hiks ... hiks," Kagura menumpahkan segala pemikirannya seraya menangis dalam pelukan Otae.

Otae mengelus pelan surai vermillion milik Kagura. Sesekali, gadis itu mencoba untuk menenangkan tangis Kagura.

"Sstt, Sudah ... Sudah ... Kagura-chan. Jangan menangis lagi. Aku tau ini mungkin berat untukmu. Tetapi, percayalah. Sedikit demi sedikit, pasti ingatanmu akan kembali. Yang penting saat ini, kau pulih kembali dan jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat sesuatu, okay." Ucap Otae panjang lebar.

Kagura mengangguk singkat dalam dekapan Otae.

"Nah, selagi kau sudah berada di sini, Aku akan mengecek kondisimu." Ucap Otae lagi seraya melepaskan dekapannya.

"Anego." Kagura membuka suaranya masih sedikit bergetar.

"ehm?"

"Kau kenal dengan gadis ini?" Kagura mengeluarkan sebuah foto dari balik jubahnya.

"ehm, coba kulihat." Otae mengambil foto tersebut lalu memperhatikan sosok yang di tunjuk oleh Kagura.

Hening sejenak ketika Otae memperhatikan foto tersebut.

"Gomen, Kagura-chan. Aku tak mengenalnya." Jawab Otae singkat, "Kenapa dengan orang tersebut? Kau mengingatnya?" tanya Otae hati-hati.

"hmm," Kagura menggelengkan kepalanya singkat, "aku hanya penasaran." Sambungnya.

"begitukah. Baiklah kalau begitu. Nah, sebaiknya kau lepaskan jubahmu kemudian minum obat ini dan beristirahat dulu di sini." Otae menyerahkan sebungkus obat dan segelas air ke arah Kagura.

"aku akan bertemu dengan Katsura-Sensei sebentar. Kau tunggu di sini setelah itu baru kita pulang bersama dan mengantarmu pulang." Perintah Otae.

"Aku pulang sendiri saja Anego." Tolak Kagura saat Otae mengatakan akan mengantarnya.

"Tidak. Kondisimu sedang tidak baik untuk pulang sendiri." Tegas Otae.

Gadis itu segera menuju ke arah pintu ruang kerjanya dan sebelum dia menghilang di balik pintu, Otae sempat memberikan ancaman, "Ingat jangan kemana-mana." Lalu, keluar dari ruangan tersebut.

Kagura menghela napas sejenak sebelum melakukan apa yang di perintahkan oleh Otae. Gadis itu kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang tempat dia tidur tadi dan memejamkan matanya.

-0-

Kriieett

Suara pintu yang terbuka tak membuat gadis yang tengah terlelap itu bangun dari tidurnya. Gadis itu nampak tenang dan damai dalam tidurnya. Kemudian sesosok pemuda memasuki ruangan tersebut dengan langkah perlahan menuju ke tempat gadis itu terlelap lalu, duduk tepat di samping tempat tidur gadis itu. tangan pemuda beriris crimson itu terangkat mengelus pelan surai vermillion dari gadis yang sedang terlelap itu.

"Ah, Anda sudah datang rupanya." Terdengar suara pintu yang kembali terbuka dan suara perempuan yang tadi menelponnya.

"Bagaimana keadaannya?" tanya pemuda itu.

"Tenang saja. Dia hanya terkena demam biasa akibat sinar matahari. Saya harap anda tak melupakan bahwa kekasih anda ini tidak tahan panas, nee, Okita-Ouji." Jawab sosok tersebut.

"Apa dia mengatakan keluhan yang lain, Shimura-Sensei?" Sougo bertanya dengan raut wajah yang sendu.

"Ya, dia memang mengatakan sesuatu." Jawab Otae seraya duduk di kursi kerjanya.

"Apa yang dia katakan?"

"Sebelum Saya memberitahu Anda, Saya ingin bertanya, apakah ada sesuatu hal yang membuat pikiran Kagura terbebani? Anda tau, nampaknya Kagura mengalami stress karena berusaha mengingat siapa dirinya."

Sougo terdiam sejenak, mencoba mengingat apa saja yang dia dan Kagura lakukan seminggu terakhir ini.

"Apa dia menanyakan tentang Nobume?" tanya Sougo to the point.

Otae tersenyum singkat lalu mengangguk, membenarkan pertanyaan Sougo lalu bertanya, "Anda benar, Okita-Ouji. Apa yang anda ceritakan kepadanya?"

"Tidak ada. Dia yang bertanya duluan satu minggu yang lalu." Jawab Sougo.

"Jujurnya, Aku sendiri tidak tau harus menjelaskan apa kepadanya." Sambung Sougo seraya menatap sedih ke arah Kagura yang masih terlelap.

Otae mengangguk mengerti.

"Saran saya, jangan memaksa Kagura-chan untuk mengingat masa lalunya. Biarkan dia beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisinya saat ini. Kemudian, tingkatkan penjagaan terhadap Kagura-chan. Anda tentu ingat Kagura-chan adalah orang yang nekat bukan? Dan terakhir sering-sering lah mendengarkan keluh kesahnya." Otae memberikan saran kepada Sougo yang di balas dengan anggukan dari pangeran muda itu.

"Arigatou, Shimura-sensei," Ucap Sougo tulus.

"Aku akan membawanya pulang sekarang," Ucap Sougo seraya mengangkat tubuh Kagura di depan dadanya.

"Hati-hati di jalan, Ouji-sama." sahut Otae.

Sougo kemudian membawa Kagura yang masih terlelap karena pengaruh obat yang di berikan oleh Otae tadi.

_0_

Sougo dan Kagura kini tengah berada di perjalanan pulang ke Istana Edo. Sougo yang tengah mengendarai mobilnya dan sesekali melirik ke bangku penumpang di sampingnya, tempat Kagura masih terlelap. Gadis itu hampir saja membuatnya gila hari ini.

Bagaimana tidak? Sougo nampak seperti orang kesetanan saat tak menemukan Kagura di setiap sudut Istananya dan pemuda itu semakin syok ketika mendapatkan telpon dari dokter Shimura Otae dan mengatakan bahwa gadis itu tengah berada di Rumah sakit tempat dia bekerja.

Tanpa menunggu lagi, Sougo langsung mengambil kunci mobilnya dan segera menuju lokasi gadisnya itu. Sougo bahkan tak mengindahkan teriakan Toshirou dan Aneue-nya tadi.

"ngghh," suara lenguhan Kagura membuat Sougo kembali melirik ke gadis itu.

"So-u-go-Nii?" Kagura mengguman dengan suara serak dan mata yang setengah terbuka.

"Sstt, tidurlah lagi. Perjalanan kita masih jauh." Ucap Sougo seraya mengelus surai vermillion Kagura dengan salah satu tangannya, dan tangan lainnya tetap pada kemudi.

"hm." Guman Kagura seraya kembali terlelap seraya menikmati sentuhan tangan Sougo yang berada di puncuk kepalanya.

t.b.c

wuaah ... ntah kenapa author merasa alur ceritanya lambat sekali T.T

maafkanlah karena author sedang nambah-nambah referensi T.T

Dan Juga, Terima Kasih buat review yang telah kalian berikan kepada author ^^

Review kalian adalah motivasi buat author untuk melanjutkan cerita ini.

semoga chapter kali ini tidak membosankan dan dapat menghibur ya ^^

Kritik, saran dan ide yang membangun akan dengan senang hati author terima ^^