Happy reading
.
.
"Hiks... Ke-kenapa kau lakukan ini?"
"Maaf, saya terpaksa, nona..."
"Ja-jangan mendekat! Jangan mendekat!"
Kyuhyun mundur perlahan. Ia terjerembab karena tidak memperhatikan langkahnya, namun, dengan tubuhnya yang gemetar ia masih mencoba untuk menjauh dari sosok seseorang yang kini menjadi begitu menakutkan di matanya.
Yeoja itu tersentak ketika akhirnya punggungnya menyentuh tembok, mencoba tetap bergerak mundur meskipun ia sadar bahwa ia tak bisa bergerak lagi sementara sosok di hadapannya kini telah berdiri tepat di depannya. Mengangkat pisaunya tanpa ragu, tampak tak sinkron dengan tatapan penuh rasa bersalah di matanya.
Kyuhyun mencoba menghindar sebisanya ketika pisau hampir menikamnya, namun ia gagal.
Hal terakhir yang ia lihat adalah tatto bergambar phoenix yang terikat oleh duri mawar yang tampak di lengan atas sosok di hadapannya, sebelum-
CRASHH!
"AAAAAAARRGHH!"
"Nona?!"
"Hosh... hosh..."
Nafas Kyuhyun memburu ketika ia membuka mata, keringat dingin mengalir deras dari sekujur tubuhnya.
"Nona, anda baik-baik saja?"
PLAKK!
Changmin tersentak ketika Kyuhyun menampik tangannya dengan kasar saat ia mencoba menyentuhnya.
"Pergi! Pergi! Jangan menyentuhku! Hiks..."
Teriak Kyuhyun histeris, lagi-lagi sang butler dibuatnya terhenyak ketika ia menangis.
Yeoja itu meringkuk di dalam selimutnya, menutup rapat mata dan telinganya. Seluruh tubuhnya gemetar, membuat Changmin semakin bingung. Majikannya itu tampak seperti baru saja mengalami sesuatu yang sangat menakutkan.
"Nona, ini saya, Changmin."
Suara itu membuat Kyuhyun perlahan menyembulkan kepalanya dari balik selimut. Ia menatap ragu sosok samar di hadapannya karena keadaan kamarnya yang gelap gulita.
"C-Changmin?"
"Ne, nona. Anda baik-baik saja?"
"Dia disini... A-aku..."
"Nona?"
"Ja-JANGAN MENYENTUHKU!"
Kyuhyun kembali histeris ketika sang butler mencoba mendekatinya, menenangkannya.
Melihat keadaan nona-nya yang tampak tak begitu baik, Changmin hanya bisa menghela napas. Ia kemudian berinisiatif untuk menyalakan lampu kamar. Setidaknya, keadaan yang diterangi cahaya akan membuat manusia merasa lebih tenang. Itu yang ia pikirkan.
"Anda lihat? Tak ada siapapun di sini. Saya akan keluar jika anda merasa terganggu. Silahkan panggil saya jika-"
"Changmin..."
Ucapannya terpotong ketika Kyuhyun memanggilnya, masih dengan suaranya yang bergetar.
"Ya, nona?"
"Tetap disini... tetap disini sampai aku tertidur..."
Changmin menatap sang nona dengan tatapan tak mengerti, namun kemudian ia tersenyum.
"Yes, My Lady..."
Setelah itu, hening kembali menguasai mereka. Changmin menatap datar gundukan selimut di atas kasur yang sudah pasti adalah Kyuhyun yang masih meringkuk takut. Tingkah yeoja itu membuatnya sedikit bingung, namun sekali lagi, ia sama sekali tak berniat untuk membaca sang majikan saat ini.
Ia tahu kalau nona-nya itu tidak tertidur. Namun ia memilih untuk tidak berbicara, meskipun banyak hal yang membuatnya penasaran. Sampai akhirnya Kyuhyun kembali bersuara.
"Changmin, kau masih disana?"
"Ya, nona."
Sosok di dalam selimut itu perlahan menyembulkan kepalanya keluar, menatap sang butler yang balas memandangnya dengan senyum simpulnya yang khas.
"Sekarang jam berapa?"
"Jam 3 pagi, nona tertidur sejak sore tadi. Karena anda tampak lelah, jadi saya tidak membangunkan anda."
"O-ohh..."
Setelah beberapa saat, Kyuhyun yang sudah mulai kembali ke keadaan normal akhirnya kembali ke dirinya yang biasa. Sosok sang yeoja bangsawan yang arogan dengan wajah stoic-nya.
Sedikit banyak ia merutuki betapa konyol dirinya beberapa saat yang lalu. Bagaimana bisa sebuah mimpi buruk membuatnya kehilangan otaknya? Apalagi kali ini ia membiarkan seseorang melihatnya, melihat dirinya yang lemah.
Tapi, ya sudahlah. Lagipula itu hanya Changmin. Pelayan iblisnya yang tanpa ia ceritakanpun, pasti telah mengetahui setiap hal tentang dirinya. Ia tahu bahwa ia tak bisa menyembunyikan apapun dari iblis di hadapannya ini.
Namun ia tidak tahu jika iblis itu sama sekali tak lagi mencoba untuk membacanya, hanya menunggu dan menunggu sampai ia bercerita.
Ah, tunggu, ada satu hal yang janggal disini.
Changmin bilang, ia tidak terbangun sejak sore ini?
Dan sekarang, ia mendapati dirinya tertidur di kasur nya dengan piyama, bukan pakaian yang ia kenakan sore ini.
Apa mungkin...
"Changmin."
"Ya?"
"Kau yang mengganti pakaianku?"
"Iya, nona."
Berarti...
"Kau melihat?"
"Apa?"
"Kau melihatnya?" wajah Kyuhyun mulai memerah.
"Ohh!" Changmin mendadak menangkap maksud kata-kata sang nona, "Tentu saja. Karena saya kan mengganti pakaian anda."
Tuh kan, benar...
"Anda jangan khawatir, bukankah saya sudah katakan pada anda saat pertama kali? Saya tidak tertarik dengan tubuh anda yang 'datar' itu." Lanjut Changmin dengan senyum simpulnya seakan ia tak melakukan kesalahan apapun.
BLUSH!
"Lagipula saya ini kan hanya seorang iblis pelayan, saya-"
"KELUAR DARI SINI SEKARANG JUGA! IBLIS MESUM SIALAN!"
Ahh, pekikan itu.
Tidak sadarkah mereka bahwa ini masih jam 3 pagi? Beruntung mansion mereka berada jauh dari keramaian, sehingga mereka tidak perlu khawatir tentang gedoran tetangga yang -pasti-merasa terganggu.
Ngomong-ngomong, apakah hanya author yang merasa deja vu disini?
#
"Anda yakin tidak ma-"
"Diam."
Kyuhyun menusuk roti yang menjadi menu sarapannya pagi itu dengan kesal. Ah, apakah makan pada pukul empat pagi sudah bisa dikategorikan sebagai sarapan? Bisakan aja deh.
Karena Kyuhyun sudah terlanjur tak bisa tidur akibat kejadian beberapa saat yang lalu. Lagipula, ada hal penting yang harus ia lakukan hari ini. Secepatnya kalau bisa.
"Changmin."
"Ya, nona?"
"Apa jadwalku hari ini?"
"Karena saya pikir anda mungkin masih kurang sehat, sebenarnya saya bermaksud untuk mengosongkan jadwal anda hari ini."
Lihat, Changmin itu peka dan perhatian. = ̄ω ̄=
"Bagus." Kyuhyun meletakkan pisau dan garpunya di atas piring, tanda ia telah selesai dengan sarapannya, "Antarkan aku ke kantor hari ini."
Changmin menatap Kyuhyun yang sejak tadi bicara tanpa menatapnya karena posisinya yang berdiri di belakang yeoja itu.
"Maaf jika saya lancang, tapi bolehkah saya bertanya?"
"Hm."
"Untuk apa anda mengunjungi perusahaan secara mendadak hari ini? Jadwal kunjungan rutin anda seharusnya minggu depan."
Kyuhyun diam selama beberapa saat. Namun setelah dipikir-pikir, tak ada salahnya jika ia mengatakannya pada orang ini. Toh, keberadaannya di sini memang untuk menolongnya. Mendukung semua keputusannya.
"Kau ingat, kemarin aku membicarakan tentang tatto yang berbentuk lambang aneh?"
Changmin mengangguk, tentu saja dia ingat.
"Kau tahu, sebenarnya selain orang yang kemarin dan orang itu, ada beberapa orang lagi yang pernah kulihat memiliki gambar yang sama. Termasuk beberapa orang yang bekerja di kantorku."
"Selama ini aku tidak begitu memperhatikan, aku baru sadar ketika melihat namja botak kemarin. Aku heran, apakah tatto aneh itu sedang populer belakangan ini?"
Kyuhyun tampak bergumam sendiri, sedikit memaksa otaknya berpikir lebih keras dari biasanya. Sementara Changmin tampak sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Nona."
"Hm?"
"Lambang aneh yang kau maksud itu, seperti apa?"
"Gambar phoenix yang dililit duri mawar. Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas pada orang yang kemarin dan beberapa orang lain, tapi aku yakin itu memiliki bentuk yang sama."
'Ya, sama dengan 'orang itu'...'
"Saya mungkin tahu..."
"Ehh?"
Kyuhyun berbalik dari posisinya, menatap Changmin yang kini tampak serius namun ragu di saat yang bersamaan.
"Hanya saja, saya tidak bisa memastikan jika belum melihatnya langsung..." ucap Changmin lebih seperti gumaman, "Tapi jika perkiraan saya benar, maka berurusan dengan mereka adalah sesuatu yang berbahaya bagi anda, nona..."
Kyuhyun hanya bisa tertegun mendengar ucapan sang butler.
.
TBC
Maaf ya harusnya chapter ini dipublish dari kemarin" tapi karna flashdisk'a lupa saya simpan dimana jadi'a ke pending dan ternyata masih nyantel (?) di laptop rumah hehehehe
Sebagai gantinya hari ini saya publish 2 chapter sekaligus :)
