Happy reading
.
"Geez..."
Kyuhyun melempar dokumen di tangannya dengan kesal, membuat tumpukan kertas itu tercecer kemana-mana di atas meja.
"Ini tidak berguna!" gumamnya nyaris putus asa.
"Nona, jangan bicara seperti itu."
Kyuhyun menoleh ketika mendengar suara yang sudah tak asing lagi di telinganya, dan ia mendapati Changmin yang berjalan kearahnya dengan mendorong troli.
"Mungkin sesuatu yang manis bisa membantu menjernihkan pikiran anda?" ucap Changmin sembari menghidangkan sepotong cake dan teh dingin di hadapan sang nona.
"Jadi, apa yang anda dapatkan?"
"Nothing!" Kyuhyun mengangkat cangkir teh-nya, "Aku sama sekali tidak bisa membaca buku itu, dan data tentang orang-orang itu, tidak ada satupun dari mereka yang kukenal."
"Akan sulit untuk mencari tahu jika kita tidak bisa mendapatkan petunjuk lebih. Apalagi ini data yang dikumpulkan bertahun-tahun lalu."
"Tapi nona..." Changmin mengambil beberapa lembar kertas yang tercecer di lantai dan menatapnya, "Dengan data-data ini, kita bisa menyimpulkan beberapa hal. Minimal kita mengetahui nama mereka, bukan?"
Kyuhyun kini menatap serius kearah butlernya, tampaknya ucapan Changmin membuatnya tertarik.
"Lantas?"
"Selain itu, kita tahu... anggota organisasi ini ada dimana-mana dan bisa jadi siapa saja. Keberadaan mereka yang 'tidak terlihat' membuat kita tahu jika kita harus berhati-hati, bahkan pada orang-orang terdekat."
Kyuhyun mendengus, "Aku tahu itu. Tapi ini tidak akan pernah selesai jika-"
"Anda hanya perlu meminta."
Ucapan Kyuhyun terpotong begitu saja oleh kalimat ambigu yang dikatakan Changmin. Ia menatap sang butler yang kembali menyunggingkan senyum simpulnya.
"Saya akan mengabulkan semua perintah anda."
Dan satu kalimat sederhana itu membuat Kyuhyun seketika mengerti.
Ah, terkadang ia lupa betapa hebat butlernya ini. Ia melupakan kenyataan bahwa Changmin dapat melakukan hal di luar dari kemampuan manusia, melupakan fakta bahwa sosok yang selalu di sisinya itu adalah seorang iblis.
Ting. Tong.
Suara bel yang berasal dari pintu masuk membuat keduanya segera memasang sikap waspada.
"Ada yang datang?"
"Tunggu di sini, biar saya yang membuka pintu."
Changmin melangkah menjauh setelah mengatakan hal itu, dan di sinilah ia sekarang. Berdiri di muka pintu dengan wajahnya yang tetap tenang namun waspada.
Changmin membuka pintu kayu itu, masih mempertahankan senyum simpulnya.
"Selamat siang. Ada yang bisa-"
"Aah, sudah kuduga. Ternyata kau memang disini, Changmin-chan."
Senyum itu seketika sirna ketika Changmin mendengar suara yang melewati telinganya, terlebih ketika ia menatap sosok yang berdiri di hadapannya.
"Kau tahu, aku-"
BRAAAKK!
#
Kyuhyun nyaris tersedak ketika mendengar suara debuman pintu yang cukup keras. Di dorong rasa penasarannya, ia kemudian menyusul ke ruang tamu.
Dan apa yang dia lihat sesampainya di sana benar-benar membuatnya tak dapat menahan diri untuk tidak bertanya.
"Changmin, sedang apa kau?" tanyanya dengan wajah heran melihat sang butler tampak bersandar di muka pintu dengan posisi yang tidak wajar dan muka gak woles. (*oke, bahasa apa ini?-_-)
"Tidak. Tak apa-apa, nona?"
Dahi Kyuhyun berkerut melihat tingkah Changmin yang semakin lama semakin aneh.
"Apa yang kau lakukan?"
"Bersandar, mungkin?"
"Kalau kau berada di bumi, yang kau lakukan itu disebut 'mendorong'." Kyuhyun ber-facepalm-ria, "Siapa di luar?"
"Tidak ada."
Changmin masih mempertahankan senyum simpulnya.
"Siapa?"
"Anda tak akan ingin bertemu dengannya."
Ini semakin mencurigakan.
"Minggir kau!"
"No-nona..."
Tak bisa membantah, akhirnya Changmin menurut saja ketika Kyuhyun menyuruhnya menyingkir. Lebih tepatnya, ia berusaha menjauh sejauh mungkin.
Baru saja Kyuhyun membuka pintu selebar beberapa inci-
Wuushh!
-sekelebat angin melewatinya.
Terkejut, kemudian dengan perlahan Kyuhyun membalikkan tubuhnya, hanya untuk mendapati seorang namja, eh yeoja, ehh, entahlah... Kyuhyun tidak bisa memutuskannya.
Satu hal yang pasti, siapapun dia... pastilah bukan sesuatu yang normal.
Yang jelas, makhluk itu kini tengah menggelendot manja di lengan butlernya sementara si empunya lengan kini tampak suram dan semakin suram.
"Cha-Changmin... siapa dia?" tanya Kyuhyun, kembali ber-facepalm-ria.
"Ohh, siapa anak imut ini? Majikan baru-mu, heh?"
Makhluk galau gender -menurut Kyuhyun- itu tiba-tiba menginterupsi. Ia masih menatap Changmin dengan manja, membuat Kyuhyun mual sekaligus geli melihat tampang bete butlernya.
"Kalau begitu, kenalkan. Namaku Casey Kim , tapi kau boleh memanggilku Heechul." Ucapnya lagi. (*Nah, apa kubilang? Beneran kagak normal, kan?-_-)
Ekspresi Kyuhyun semakin campur aduk sekarang, tak berbeda jauh dengan Changmin yang semakin suram.
"Sama seperti pelayanmu ini. Aku juga seorang iblis." Heechul eh, Casey Kim akhirnya melepaskan pelukannya di lengan Changmin -yang segera mendesah lega- dan mendekati Kyuhyun.
"Nah, kau?"
"A-aku Kyuhyun. Salam kenal."
Kyuhyun sedikit tergagap ketika Casey eh, Heechul mendekatinya.
"Oh my... kau mendapatkan majikan yang manis, Changmin-chan." Komentar Cas-ah, Hee-Argh! Please, gue pusing sama namanya! (*author galau, abaikan.-_-)
Ehm, mari kita luruskan ini sejenak. Saya sebagai author sekaligus narator memutuskan untuk memanggil iblis galau gender dengan nama HEECHUL. Setuju tidak setuju, kalian harus menerimanya.-_- (*kembali ke cerita.)
Kyuhyun beringsut mendekati Changmin secara diam-diam ketika Heechul tampak mulai asik melihat-lihat sekeliling ruangan.
"Changmin..." bisiknya
"Ne?" Changmin balas berbisik.
"Kau yakin makhluk itu sejenis denganmu?"
"Menurut anda?" Bukannya menjawab, sang iblis justru balik bertanya.
"Entahlah... dia tampak hina."
Kyuhyun, itu kejam.-_-
"Yakk, kalian pikir aku tidak mendengar yang kalian bicarakan?"
Sebuah suara di belakang mereka membuat keduanya membeku.
"Kau ini tidak sopan, ya?!"
Kyuhyun mundur secepat kilat ketika tangan Heechul hampir menyentil dahinya, membuat Heechul menatapnya sedikit heran.
Penasaran, Heechul kembali mencoba menyentuh Kyuhyun.
Dan anak itu kembali menghindar.
"Yak, yak, ada apa denganmu? Perasaanku saja, atau memang benar jika sejak tadi kau selalu menghindariku?" protes Heechul sedikit kesal, sementara Kyuhyun masih mempertahankan poker face-nya.
Changmin menatap sang nona dengan serius, hingga suatu kesimpulan terbersit di benaknya.
"Nona, mungkinkah..."
Kyuhyun melempar death-glare.
Jangan katakan!
"Jangan-jangan anda..."
Jangan katakan!
"Anda ini transphobia, ya?"
Dia mengatakannya. -_-
Kyuhyun memalingkan wajah ketika dua pasang mata di hadapannya menatapnya lurus, membuat Changmin dan Heechul saling pandang kemudian. Changmin memasang raut datar ketika Heechul menyunggingkan seringai mencurigakan kearahnya sebelum kembali menatap Kyuhyun.
Oh, shit. -_-
Baru saja Kyuhyun hendak menarik langkah seribu-
"Kena kau!"
-Heechul telah menempel padanya dan memeluknya erat.
Wajah Kyuhyun memucat.
"GY-GYAAAAAAA! LEPASKAN AKUUU!"
Changmin mengedipkan matanya beberapa kali, memasang raut heran melihat nona-nya kali ini benar-benar bertingkah out of character. Aneh, tapi imut. Ia terkekeh kemudian.
Namun di detik selanjutnya, ia tertegun.
Changmin tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Ia seorang iblis. Makhluk yang seharusnya tidak memiliki cukup emosi, bahkan untuk sekedar tersenyum dengan tulus.
Semua iblis itu sama. Segala ekspresi dan emosi yang mereka tunjukkan adalah palsu.
Namun yang baru saja ia lakukan? Tertawa? Ia tertawa? Seorang iblis sepertinya... tertawa?
Mendadak keributan di sekitarnya tak lagi terdengar.
Changmin tenggelam dalam pemikirannya sendiri...
'Apa yang terjadi padaku?'
#
"Hoi, bocah! Bisakah kau berhenti menatapku dengan tatapan membunuhmu itu? Itu menggangguku." Protes Heechul, sedikit risih karena sejak tadi Kyuhyun terus menatapnya lekat dengan tatapan penuh dendam.
"Lagipula, kenapa kau sampai setakut itu?"
Kyuhyun diam. Bukan takut, hanya saja ia pernah memiliki pengalaman traumatis dengan makhluk yang berwujud yeoja separuh namja.
Sewaktu kecil, ibunya memiliki seorang teman yang seperti itu, dan orang itu sepertinya sangat menyukai dirinya. Setiap kali ia melihat Kyuhyun, ia akan datang dan mencubit pipinya hingga kesakitan dengan wajah gemas yang -menurut Kyuhyun- sangat menyeramkan.
Bagi Kyuhyun yang saat itu masih kecil, itu tentu akan menjadi pengalaman yang sangat menakutkan. Bahkan hingga sekarang.-_-
"Mau apa kau kesini?" tanya Kyuhyun to the point.
"Ah, itu..."
Kedatangan Changmin yang membawa cangkir teh dan sepotong kue membuat keduanya menoleh untuk sesaat.
"Saya tidak melakukan ini dengan maksud berbuat baik kepada anda!" ucap Changmin tiba-tiba ketika mendapati Heechul menatapnya dengan mata berbinar.
"Aww, Changmin-chan. Kau ini kaku sekali. Padahal aku sudah berbaik hati mengunjungi kalian berdua."
"Tak ada yang meminta." Jawab pasangan butler-master itu nyaris bersamaan.
"Rasanya kalimatmu itu meragukan." Kyuhyun kembali bersuara, "Kau hanya mengenal pelayanku, bukan aku. Lagipula untuk apa kau mencarinya dan bagaimana kau tahu kami di sini?"
"Kau ini banyak tanya ya?" ucap Heechul lagi, "Aku kemari karena diminta oleh seseorang untuk memastikan keadaan kalian berdua, terutama kau. Aku akan segera pergi, kok. Aku ini sangat sibuk, kau tahu?"
Kyuhyun melirik Changmin yang balas menatapnya dengan raut yang menyiratkan bahwa ia pun juga tidak mengerti.
Ini aneh. Seseorang mengirim iblis kemari hanya untuk memastikan keadaan bahwa mereka 'baik-baik saja'?
"Siapa?"
"Kau tidak perlu tahu." Heechul sedikit menyeringai, "Oh, iya. Tampaknya ia belum mengetahui jika kau pun 'memelihara' seorang iblis. Mungkin sebaiknya aku tak memberitahunya dulu untuk sekarang. Ini akan menarik..."
Gumaman Heechul membuat Kyuhyun semakin menatapnya penuh tanda tanya.
"Baik, aku harus pergi sekarang."
"Tunggu!"
Kyuhyun ikut berdiri ketika Heechul bangkit dari posisinya dan melangkah mendekati jendela.
"Tak perlu mengantarku. Ciao~!"
Dan tepat setelah itu, sosok itu menghilang begitu melompat keluar jendela sebelum lebih dulu melempar kiss bye kearah Changmin yang seketika bergidik.
Menyisakan Kyuhyun yang berdiri menatap jauh keluar jendela dengan beribu pertanyaan di benaknya.
"Nona?"
"Eh?"
Panggilan sang butler membuatnya tersentak.
"Apa?"
"Tidak ada gunanya anda terus memikirkan hal-hal yang belum dapat anda jangkau saat ini. Semakin anda mengejarnya, anda akan tertinggal semakin jauh. Dan bukan tak mungkin anda justru akan melewatkan sesuatu yang seharusnya sama pentingnya." Ucap Changmin tenang.
"Bukankah lebih baik jika anda lebih dulu menguak apa yang ada di depan kita sekarang? Segalanya akan terjawab dengan sendirinya nanti. Anda hanya perlu terus maju. Dan saya akan berada tepat di belakang anda, nona."
Kata-kata itu membuat Kyuhyun tertegun untuk sejenak sebelum akhirnya menghela napas.
"Kau benar. Oh, dan bicara tentang 'sesuatu yang bisa dijangkau'..."
Kyuhyun melangkah kembali ke sofa tempatnya duduk semula diikuti Changmin yang menatapnya ingin tahu ketika yeoja itu mulai mengacak dokumen yang tadi sudah dirapikan.
Kyuhyun mengambil selembar kertas yang berisi biodata seseorang.
"Kita mungkin bisa 'mendekati' orang ini." Ucap Kyuhyun sembari menyodorkan kertas itu kearah Changmin.
Changmin meraihnya dan mulai membaca dengan teliti.
"Lee Soo Man. 37 tahun. Seorang guru. Tercatat sebagai anggota di tahun 1998. Bla... bla... bla..."
Changmin membaca apa yang tertulis di sana sebelum kembali menatap sang nona. Kyuhyun yang ditatap dengan raut bertanya itu segera menjelaskan tanpa diminta.
"Aku tahu orang itu. Dia adalah orang yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah di Seoul High School, salah satu sekolah elit di Seoul. Aku pernah bertemu dengannya satu kali di sebuah acara."
Changmin masih menatap sang nona yang tampaknya belum selesai bicara.
"Dan bicara soal Seoul High School, ada rumor aneh yang beredar beberapa tahun ini tentang sekolah itu. Ini mungkin ada hubungannya dengan dia dan phoenix, apalagi menurut data di sana, ia sudah menjadi anggota sejak lama."
"Jadi, apa rencana anda?"
Sedikit banyak, Changmin sudah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh yeoja itu. Tapi jika boleh jujur, mungkin ini sedikit gila.
"Aku akan mendaftar kesana."
Changmin menghela napas. Seperti yang ia duga.
"Nona, anda yakin soal itu? Kenapa kita tidak mencoba cara lain dulu?"
"Terlalu beresiko jika menyewa orang untuk menyusup. Lagipula, tak ada jaminan kita bisa mempercayai mereka."
"Tapi ini bisa membahayakan posisi anda juga jika sampai rencana kita terbongkar, apalagi mungkin sekarang anda adalah salah satu orang yang telah 'ditandai' oleh mereka. Saya punya firasat buruk tentang ini."
"Aku tahu, aku tahu. Karena itulah..." Kyuhyun menyeringai tipis, "Kita akan menyamar."
Changmin kembali menghela napas. Ini memang gila. Namun sang iblis pelayan itu ikut tersenyum kemudian.
"Kalau begitu, kita tak akan melakukannya setengah-setengah lagi."
.
TBC
