Judul : Imperio

Author : Ariamoonie, panggil saya MOONIE JANGAN THORkek atau NGETHOR atau THORTHOR! *oke siip*

Main cast : Kaihun.

Other cast : OT12

Warning : Zona Kaihun, yang tidak suka jangan baca.

Declaimer : MANTRA-MANTRA DIBAWAH INI MILIK JK. ROWLING DAN BUKAN PUNYA SAYA!

.

.

.

Episode yang lalu...

"Heh!"

Ketiganya menoleh dan Sehun ternganga kaget. "K-au K –"

.

.

.

"K –au K –"

"Iya, ini aku Kris-gege. Hehehe, apa yang kalian lakukan disini?"

Sehun berdiri gugup ditempatnya, tongkat sihirnya sengaja dimasukan kembali kedalam saku jubah hijaunya dan memandang malu-malu pada kakak kelas –ganteng, kece dan sukses blasterannya itu –"Itu, kami –eum, ehee ehee."Sehun dengan ambigunya tertawa canggung –sok malu-malu kucing padahal biasanya bikin malu para sahabatnya.

"Ya?"alis tebal serupa angry bird itu terangkat. "Kalau kau gugup makin manis saja."puji Kris.

BLUUUUSH!

Tao dan Kyungsoo saling berpandangan, mereka tertawa sembunyi-sembunyi tidak menyangka bahwa sitengil bisa jatuh cinta juga.

Sehun yang menyadari tindak—tanduk 2 sahabatnya itu langsung mendelik samar-samar. "Apa yang lucu –hah?"tanya Sehun galak berusaha menyeramkan tapi malah jatuhnya lucu.

Muka merah begitu kok sok galak malah jadi mirip kucing betina yang belum siap dikawini jadinya –itu pemikiran Tao ngomong-ngomong.

Beda lagi dengan pemikiran si cuek Kyungsoo, kalau dia sih hanya mengalihkan pandangan untuk menghindari tatapan sok digalak-galakan dari Sehun.

Informasi saja diantara Trio Ajaib ini memang hanya –Do Kyungsoo sajalah yang paling waras.

"Jangan sok malu-malu padahal kau selalu membuat malu kami."—dan juga punya mulut paling tajam dibandingkan –Tao dan Sehun.

'Dasar patung bernafas'hina Sehun.

'Cakep banget dah omongan sih burung hantu'Tao mengangguk setuju.

"Em, Kris-gege sedang apa disini?"tanya Sehun mencari topik lain atau jika tidak 2 sahabatnya itu akan berbalik menyerangnya dengan ledekan tanpa ujung.

Sehun jelas tidak mau itu terjadi –sekarang ada Kris dan mana sudi dia image turun kalau ketahuan –blangsakan dan sebenarnya –kurang ajar level biadab, pokoknya ngeselin sekali –itu kata guru-guru dan beberapa anak yang pernah jadi korban kejahilan Sehun sih.

Kris tersenyum ganteng –ah dia memang ganteng berkubik-kubik'itu Inner Sehun, dia ngefans- setengah hidup sepertinya pada si Wu Yi Fan atau Kris atau pangeran most wanted atau...ah kebanyakan Sehun malas berpikir.

"Mencari dirimu."jawab Kris, "Mau jalan-jalan denganku sore ini?"

Sehun melupakan segalanya ketika ajakan –yang bisa jadi kesempatan sekali dalam seumur hidupnya itu maka dengan wajah polos serta kalem dia mengiyakan tanpa penolakan. "Tentu saja."

.

.

.

Keesokan paginya...

Teriakan para gadis bersautan dari masing-masing asrama. Berisik, jelas sekali dan itu membuat seorang Xiu Sehun langsung antisipasi dan bersembunyi di meja kantin yang panjangnya lebih dari 10 meter –cukup untuk menampung satu Desa tersebut dengan wajah panik.

Luhan tersenyum bengis, Dia menyadari ketakutan Sehun dan dia masih dendam soal –masalah kemampuan antara dia dan Kim Jongin yang dikatakan adik tirinya beberapa hari lalu.

Maka dari itu Dia dengan sengaja meneriakan nama Kim Jongin yang kebetulan tengah melintasi meja asramanya. "HEI! KIM-TAMPAN-JONGIN!"

Kim Jongin –dia jelas mendengar teriakan dari arah meja Asrama Slytherin dan walau enggan dia melangkahkah kaki ke deretan Asrama yang didominan warna hijau itu dan menaikan alis heran. "Ada apa Luhan-hyung?"

Si cowok ganteng kelebihan dosis itu tersenyum begitu manis. "Kau mencari Sehunkan?"

Hei, bagaimana dia tahu'pikir Jongin.

"Ya."

"Kau ternyata memang cuek."komentar Luhan tak nyambung. "Tapi, sangat tampan. KYAAAAA!"Dia malah befanboy ria dan hal itu diambil oleh Sehun untuk keluar dari persembunyiannya dan kabur dari sana.

Jongin mengerjap kaget ketika Sehun melesat tepat didepannya bahkan menyenggol bahu tegapnya, mungkin karena perbedaan tenaga hingga mengakibatkan Sehun terjatuh dan terduduk dengan bokong seksinya yang mendarat duluan, serta ringisan sakit. Mata hazel itu menyipit kesal. "DASAR TEMBOK BESI!"jerit Sehun kentara kesal.

Jongin tersenyum geli, kemarahan atas ketidakhadiran Sehun untuk berlatih mantera –bersamanya seperti janji mereka langsung hangus begitu saja terganti perasaan ingin menjahili sosok Sehun yang nampak lucu dengan wajah sebalnya.

Mata Sehun menyipit segaris, bibir itu mengerucut lucu, kok Kim Jongin yang super cuek itu jadi bernafsu untuk mengajak Sehun berdebat atau paling mentok yah adu mantera tidak apa-apalah. "Makanya makanlah dengan benar dan jangan lupa kurangi minum susu –lihatlah kulitmu terlalu putih untuk dimiliki seorang pria! Dasar anak rumahan!"Jongin memulai misinya untuk membuat –Xiu Sehun, cowok bengal yang terkenal –jahil tingkat dewa- mengomel hingga menangis kalau memungkinkan.

"APA KATAMU! SINI KU MANTRAI LAGI RAMBUT HITAM SIALANMU ITU!"

Umpan sudah di makan'Jongin tersenyum menang.

"kheh"Jongin tersenyum mengejek. "Mengadu saja sana sama Mamamu, dasar ikan teripang!"

"Kau mau ku tusuk!"itu Luhan dengan sapu terbang ditangannya.

"Err, tidak Luhan-hyung. Aku permisi dulu masih ada urusan dengan murid –pembual dan ingkar janjiku-..."Jongin menyindir dan Sehun tersinggung tapi dia memilih bungkam saja daripada menahan rasa malu.

Jongin yang memang menghormati orang yang lebih tua darinya maka dari itu dia memilih undur diri saja.

"Dasar pengecut."tapi, kakinya langsung terhenti begitu mendengar nada mengejek keluar dari bibir setipis kertas milik Xiu Sehun –mendadak Jongin bernafsu untuk adu mantera jadinya—..."Kau memang mengajak berkelahi?!"dengus Jongin.

Dia mengeluarkan tongkatnya begitu juga dengan Sehun.

Tubuh keduanya sudah bergerak mundur berlawanan arah sejauh 3 langkah dengan satu tongkat yang teracung, mata keduanya sama-sama memicing, siswa-siswi mulai bersorak meramaikan pertengkaran dua orang musuh bebuyutan itu.

Ini berlangsung sudah 1 semester, ditambah mereka sudah 1 kelas, Asrama tetanggaan pula, satu angkatan, satu jadwal –dan yah pertengkaran itu terlalu sering kadang menghebohkan apalagi kalau satu pasangan mengerikan lainnya ikut bergabung –wow, kekacauan dimana-mana, karena meski termasuk murid junior angkatan kedua, ke-4 orang, sebut saja Suho, Kyungsoo, Sehun dan Jongin—adalah 4 dari sekian murid berprestasi –diusia mereka, puluhan atau bahkan ratusan mantera sudah dikuasai, yah alasannya selain karena mereka berempat adalah keturunan para bangsawan pure blood, mereka juga dianugerahi kecerdasan diatas rata-rata dengan bonus wajah tampan yang tak diragukan lagi.

"Aku heran kenapa otakmu itu hanya berisi hal tak berguna."Jongin tiba-tiba berbicara.

"Itu karena ada dirimu."

"Alasan macam apa itu?!"heran Jongin.

"Kalau kau tidak ada, maka hidupku pasti tenang."Sehun terlihat berbicara dengan dirinya sendiri.

Jongin mencibir tak percaya, "Orang tak berotak jernih sepertimu jelas tidak mungkin akan hidup tenang. Mulutmu itu seperti racun, sekali berbicara bisa mencemari kedamaian orang lain."hina Jongin, terkadang Sehun dibuat heran –Sehunkan murid Slytherin tapi entah mengapa Jongin dan segala kesempurnaanya itu lebih cocok berbaur dengan keturunan para ular daripada singa jantan yang pemalas.

Otaknya licik, mulutnya berbisa –dan jangan lupakan aura membunuhnya itu –kembaran sejati Dementor pokoknya, kalian harus tahu itu.

"Hei, mari kita bertukar Asrama saja. Ku dengar kau naksir salah satu siswa diAsramaku kan?"Sehun tiba-tiba mengajak bernegosiasi.

"Ular bukan Levelku, Pucat!"

"Singa pemalas juga bukan gayaku sekali sih, Ularkan jenius! Memangnya singa, makanpun si betina yang harus berusaha!"sindir Sehun.

Banyak yang ingin merapalkan mantera pada Sehun –di dominan para lelaki lagi, tongkat mereka sudah teracung. "Expelliarmus"tongkat Sehun sudah terlempar jauh.

"Carpe retractum!"dan disusul dengan mantera lainnya, yang membuat tubuh Sehun tertarik kearah Kim Jongin , dan membuat tubuh si Albino itu sudah berada di kukungan Kim Jongin.

"Hey, kenapa main peluk –ini menggelikan tau!"omel Sehun saat tubuhnya merasakan lengan kanan Jongin tengah memeluk pinggangnya.

"LUHAN-GEGE, TOLONG AKU!"Jerit Sehun memohon dengan wajah menderitanya.

Tapi, Luhan mendadak menulikan telinganya bahkan –si ganteng bermata coklat terang itu berpura-pura memakan piring didepannya dengan berlebihan, tapi kalau kau lihat lebih jelas –ada senyuman iblis disana.

"DASAR GEGE DURHAKA!"dan sebagai adik yang sayang kakak, Sehun menangkap senyuman iblis –Xiu Luhan.

"Diam saja kau!"perintah Jongin semena-mena. Dia sudah menggendong Sehun ala brydal style.

Sehun mulai memberontak, tapi memang sialan –Jongin makan apa ya bisa sekuat ini padahalkan Sehun setiap malam selalu minum susu dan minum obat kuat –obat kuat ntuk menambah energi loh ya bukan untuk yang iya-iya.

Sehun makin heboh saja, apalagi tatapan para siswa tertuju kepada mereka. Ini sungguh super memalukan. "Tidak mau!"tolak Sehun galak.

"Diamlah manusia-kurang-gizi!"Jongin mulai melangkah –tak memperdulikan ratusan pasang mata yang memperhatikan tingkah lakunya.

Kantin seluas lapangan bola itu sudah –setenang kuburan semenjak tubuh Xiu Sehun berada dalam gendongan Kim Jongin dengan sedikit paksaan, pastinya.

"Semprul! TURUNANKAN AKU, SINTING! ABSURD! AAAARGH! MALU-MALUIN AJA!"

"DIAM ATAU AKAN MEMBANTING TUBUHMU!"Bentak Jongin, Sehun malah makin sadis dan anarkis. Pemuda itu memukul dada Jongin berkali-kali bahkan lubang hidung Jongin kecolok jemari lentiknya.

Jongin tergagap, "IH! KOK NGUPIL DIHIDUNGKU!"Teriak Jongin, tak terima.

Sehun mengelap jejak aneh dari hidung Jongin pada baju Jongin, lalu mengumpat lagi. "PINANG JOROK!"

"KANCIL SONGONG!"

"AAARGH! DASAR KEMBARAN SASUKE!"

Jongin mengernyitkan alis, ada-ada saja'pikirnya merasa geli. Dia tahu Sehun itu aneh dan agak rusuh –pikirannya juga jarang dimengerti orang lain termasuk Jongin sendiri.

"Kalau begitu kau Narutonya –Cuma beda warna kulit."Jongin malah menimpali kata-kata Sehun. Jadi, secara tidak langsung dia juga sama ambigunya.

Dasar duo gila.

"Kau akan membawanya kemana, Kai?"tanya Baekhyun agak penasaran. Salah satu sahabat Jongin tapi juga berteman baik dengan Sehun.

Sehun memasang telinga, dia memang tidak memberontak seperti tadi –sadar kalau itu percuma saja malah bikin dia capek sendiri- tapi sesekali jemarinya akan jahil mencubit dada Jongin hingga sang empunya mendelik sebal –hanya mendelik saja karena si kulit seksi itu sedang malas berdebat, dia sedang menikmati aroma tubuh Sehun ngomong-ngomong. "Kamar Asrama."Jawab Jongin cuek.

Sehun melotot. Dia kembali memukuli Jongin. "KAU MAU MEMBAWAKU KEMANA! AKU BERSUMPAH AKAN MEMANTARAIMU AVADA KADAVARA JIKA –"

"Diamlah, atau kau ku perkosa sampai ke nirwana."ancam Jongin dengan wajah lempengnya yang mengundang minta dicakari.

Sehun mendengus, dia kembali kaku. "Dasar kembaran dementor."

"Dasar serigala PMS!"

"ish, aku ini manusia!"jerit Sehun kesal.

"Siapa juga yang bilang kau setan! Meski kau memang bertingkah seperti setan, menghasut dimana-mana, merusuh disana-sini, membuat para guru mengamuk perharinya –hey, kau memang biangnya onar! Tinggi, pucat, cerewet untuk ganteng! Dasar Mumi kelebihan perban!"

Bukk!

Wajah Sehun memerah. Jongin sengaja mengabaikan rasa nyeri pada bahunya yang baru saja dipukul Sehun karena wajah memerah Sehun itu terlihat lucu dan juga kekanakan menuai rasa geli dalam hatinya. Dan karena ekspresi 'kebocahan Sehunlah' Jongin tertawa"Hahahaha!"

Sehun ingin sekali menampar wajah itu tapi kok ya suara tawanya si Jongin itu malah membuat dia termangu karena terpikat –Kok Kim Jongin tampan ya?'pikirnya terkagum-kagum, tapi dia nyebelin, item, tinggi, mulutnya berbisa lagi'Sehun kembali mendumel sebal. "DASAR KIM-KAMPRETOS-JONGIN!"

'ngiiing!'

Telinga Jongin terasa ingin meledak karena mendengar teriakan cempreng Sehun yang tepat didepan lubang telinganya. "ADUH! TELINGAKU BISA TULI NIH LAMA-LAMA!"jerit Jongin.

"ALHAMDULILAH!"

"SIALAN KAU!"

"KAU JUGA MENYEBALKAN, UPIL!"

"UPIL! DARIPADA KAU KUTIL BADAK!"

"APA!"

3 teman Jongin sebut saja –Byun Baekhyun, Park Chanyeol, dan Kim Jongdae yang sejak tadi diam memperhatikan interaksi –ajaib kedua orang beda kulit, beda kepribadian tapi satu paket lengkap itu- hanya mampu menggeleng takzim saja.

Sudah biasa kok mereka tuh, jadi mau tak mau meski merasa dibebani –terpaksa memaklumi tingkah 2 orang yang sebenarnya saling membutuhkan satu sama lain tapi ditujukan dengan cara bertengkar tak jelas.

Yah, begitulah pokoknya. Author bingung mau bagaimana menjabarkan hubungan keduanya.

Saling cinta juga nggak mungkin sering adu mantera gitu.

Musuh bebuyutan, ah nggak... toh Sehun tahu Jongin suka kentang rebus.

Pacaran?

Tidaksih hubungan mereka lebih mirip kucing dan anjing, kucing dan musang, kucing dan serigala –huh, siapa kucingnya yah jelas Xiu Sehun.

Bersaudara?

Kalian minta dimantrai Avada kadavra?

Sudahlah lah ya... lanjut lagi saja deh.

.

.

.

"xixixixi."

"Lu-gege?"

"xixixixi."

"Luhan-hyung, kau waraskan?"

"xixixixi."

"IH! SEREM TAHU –LU-GE!"protes Tao ngeri, Kyungsoo mengangguk setuju.

Luhan memandang kearah dua juniornya dengan wajah binar bahagia, saking bahagianya dia melahap habis –udang goreng- yang jelas membuatnya alergi.

Tao was-was dan Kyungsoo mengerjap lugu. "Luhan-hyung, aku tidak mau tahu. Kalau tubuhmu merah-merah lagi, jangan harap aku akan meracikan ramuan penyembuh untukmu."tandas Kyungsoo kalem.

"Lu-gege, aku tahu kok rasanya punya adik sejahanam Sehun tapi tidak harus bunuh diri dengan tidak keren begini."Tao ikut berkomentar dengan wajah prihatinnya.

Luhan mencibir tidak terima, kenapa pula saat dia sedang berbahagia dua anak ingusan ini selalu ada disekitarnya, dan apa-apaan perkataan mereka itu. "Kalian mau aku mati muda hah?"

"Tidak kok tapi –hyung sendiri yang cari mati."kata Kyungsoo. Dia sedang menegak jus labu dari cangkir piala milik Tao yang langsung direbut oleh yang punya.

Tao melototkan mata pandanya, "Aku belum minum setetespun –weirdoss owl!"

Kyungsoo hanya memasang wajah innocent saja dan tersenyum kekanakan. "Aku haus."

Tao memasang wajah malas, matanya beralih kecangkir piala miliknya, kosong melompong. "Dasar rakus."ledek Tao.

"Dasar panda."Kyungsoo balas mengatai.

"Hei."sapa seseorang dari arah kiri Luhan.

Si ganteng itu mendongak begitu mendapati seseorang tengah mengulurkan tongkat yang familiar bagi Luhan –jelaslah itukan punya Sehun.

"Ini milik adikmu kan?"

Luhan mengangguk dengan mulut terbuka, sosok itu memiringkan wajahnya. "Apa ada yang salah dengan wajahku?"tanyanya heran karena Luhan yang begitu lama menatap wajahnya.

Luhan berdehem gugup, malu karena ketahuan mengagumi wajah tampan dihadapannya. "Ehem –ehem, iya ini milik adikku."jawab Luhan akhirnya.

"Eh, aku tahu dirimu. Kau Kim Minseok kan, murid dari asrama Hufflepuff?"pekik Luhan heboh sendiri. "Kita sering bertemu ketika kelas Ramuan."perjelas Luhan.

Kim Minseok tersenyum ramah. "Kau benar, salam kenal –em, Xiu Luhan."

"Ah, iya."

Keduanya bersalaman dan tetap dalam posisi itu selama beberapa detik hingga suara dingin-dingin kalem terdengar memecahkan dunia kecil keduanya.

"Kalau mau melakukan proses perkawinan jangan disini."seharusnya kalian tahu siapa yang berkata sejujur dan setajam itu.

"APAAN SIH KAU, DO KYUNGSOO!"jerit Luhan yang merasa tersungging.

Iya, itu Do Kyungsoo.

Kyungsoo siap membalas jeritan penuh rasa malu dari Luhan namun teriakan keras lainnya membuat Ia menoleh.

"IBUU NASHIR, PESEN BAKSO PLUS TEH ANGET YAH?!"

Itu Kim Suho. "Dasar cowok udik."gumam Kyungsoo, dia menyibukan diri mengunyah nasi goreng –"Hey, itu punyaku. Kau makan udang gorengnya saja –loh, siapa yang memakan UDANG GORENGKU!"

Teriak Luhan ketika menemukan piring udang goreng yang sengaja dia pesan untuk Sehun itu tersisa separuhnya saja.

"Kau sendiri yang memakannya, Lu-gege."jawab Tao malas.

Luhan melotot. "APA?!"

"Baru sadar."Cibir Kyungsoo.

"Memangnya kenapa?"Minseok yang sejak tadi berdiri kembali mengajukan pertanyaan yang langsung membuat Luhan menoleh kearahnya.

"Aku alergi."jawab Luhan sekenanya. Dia mulai menggaruki tubuhnya.

"TUHAN! KENAPA AKU BEGO SEKALI!"

"baru sadar."Tao menyindir juga.

"kalau mati aku tidak akan datang ke pemakaman mu."Kyungsoo mengangguk dengan wajah menjanjikan.

"aku juga."Tao berpartisipasi.

Luhan meregangkan tubuhnya, kemudian melemaskan jemarinya, mendelikan mata bulatnya yang bening, dan terakhir. "Kalian mau berkencan dengan dementor atau membersihkan ribuan kendi –ramuan?"

Itu sebuah ancaman –keroyokan pula. Kyungsoo segera memegang bahu Tao. "Kita pergi sendiri saja. Terimakasih tawarannya."kata Kyungsoo.

Belum sempat Luhan berteriak marah, waktu tiba-tiba saja berhenti –ini adalah kemampuan Huang Zitao.

"Ayo kita pergi, Tao."ajak Kyungsoo.

"Oke."

Mereka melangkah pergi dengan Kyungsoo yang berpegangan pada jubah Tao, ketika mereka melewati tempat –Suho berada, ide jahil terlintas di pikiran seorang Do Kyungsoo.

"Hei, kita ke meja yang ditempati Kim Suho dulu."pinta Kyungsoo.

Tao menghela nafas, "Baiklah –baiklah."

"Thanks."ucap Kyungsoo.

Begitu keduanya telah berdiri dihadapan meja Suho, dalam beberapa detik Kyungsoo berdiam lama, namun setelahnya Ia mengambil gelas berbentuk piala piston itu dan sengaja ditumpahkan ke sepatu dan jubah bagian depan milik –Kim Suho. Ketika gelas piala itu telah kosong sengaja dibaliknya dan kemudian dimasukan kekepala milik Suho.

"Sudah?"tanya Tao. "Kau punya 3 menit lagi."katanya memperingati.

"Sabar dulu."dia melepaskan gelas piala itu dan mengambil tempat sampah yang kebetulan disediakan disetiap meja Asrama, membuang isinya sembarangan lalu memasukan –bak sampah itu kekepala Suho lalu tertawa jahat. "NGOAHAHAHA! AYO KITA PERGI!"

Tao meringis kasihan, "Kau jahat."komentarnya.

"Siapa yang mengatakan aku baik hati?"

"Tidak ada sih."

"Nah, itu tau. Ayo pergi."

"well, yeah."

Keduanya lalu berjalan pergi, setelah mereka berada di luar –kantin- waktu kembali berjalan.

"DOOOOO KYUNGSOOOOO! AKU AKAN MEMBUNUUUUHMU!"

Di ujung koridor Do Kyungsoo tengah tertawa dalam rona kebahagian.

"skor 10 vs 10, kita impas sekarang."gumam Kyungsoo tersenyum miring.

Tao bahkan bergidik, dia sengaja menjaga jarak tidak kuat menahan aura membunuh dari sahabat bertubuh paling kerdil tapi paling cerdas sendiri itu.

.

.

.

"Lapangan quiditch?"koor Sehun agak kaget juga ketika tiba-tiba –Kim Jongin menggunakan kemampuan uniknya dan membawa dirinya tepat berada ditengah-tengah lapangan quiditch.

BRUK!

"ADUH, KENAPA AKU DIJATUHKAN SIH!"

"bawel."

"masalah buatmu?"

"tentu saja."

"kau mau ku mantr –HEI! TONGKAT SIHIRKU KAU JATUHKAN DIMANA!?"

"Mana ku tahu."

"dasar picik."

"kau sama saja, kutil."

"tapi tidak separah dirimu, tahu."

"bercerminlah, bocah ingusan!"

Sehun tiba-tiba mendekati Jongin. Memegangi kerah jubah merah milik –pemuda bermarga Kim itu dan memandang lama mata kehitaman milik Jongin. "Aku sudah bercermin."kata Sehun.

Jongin memasang wajah tak mengerti, lalu senyum iseng itu muncul. "Kau mau ku cium?"

Sehun melompat mundur dengan wajah kaget, "AMIT-AMIT!"

"Hahahaha!"

Dia tertawa lagi'inner Sehun termangu dalam kekaguman. Ia terpaku lama memandangi wajah tertawa Kim Jongin, "Tampan."Ia bergumam tanpa sadar dan itu cukup menghentikan tawa renyah dari Kim Jongin.

Jongin menepuk dadanya, merasa bangga. "Kau kemana saja."

Sehun langsung tersadar kalau baru saja dia memuji Kim Jongin. "Tapi, lebih tampan Kris-gege sih kemana-mana."

Wajah tengil Jongin berganti menjadi datar. "Kalau itu sih memang benar."ujarnya datar.

"AGUAMENTI!"

Byuar!

Tubuh Jongin basah lagi dan pelakunya adalah –Xiu Sehun.

"HAHAHAHA!"itu suara tawa Sehun.

Jongin merentangkan tangannya, lalu mengacak rambut hitamnya yang terlihat lebih pendek dari pada kemarin. "Kau punya tongkat cadangan ternyata?"tanya Jongin tidak merasa marah.

Dan Sehun jadi dibuat heran. "Kau tidak marah?"

Jongin menggeleng. Dia menatap tongkat sihir yang dipegang oleh Sehun lalu ternganga. "ITUKAN MILIKKU!"

Sehun tertawa centil. "IHIHIHI! DASAR KEONG RACUN!"

"Kembalikan, bocah kutil."

"Tidak mau."

"Ck, apa kau tidak merasa aneh?"ucap Jongin tiba-tiba.

"Apanya?"

"Itu milikku tapi kenapa kau juga bisa menggunakannya dengan begitu mudah."

Pernyataan itu mau tak mau menghentikan tingkat kerusuhan Sehun yang berkali merapalkan mantera kesana-kemari dan membuat lapangan quiditch sedikit berantakan.

"Iya –ya, kata Cho-ssaem. Setiap tongkat sihir diciptakan hanya untuk satu orang dan orang lain yang memegang milik penyihir lain akan langsung terluka, kecuali mereka adalah sepasang mate atau –"

Jongin dan Sehun saling berpandangan.

"TIDAK MUNGKIN!"

Untuk kemudian berteriak dalam kengerian secara bersamaan.

.

.

.

A/N : DIBACA SEBENTAR AJA, KOK! ^_^

Hay, Moonie balik lagi. Masih mau review kan?

Point-point di chapter ke-2.

Point utama : Ingetloh ya ini genrenya Romance/fantasy jadi jangan merasa bingung kalau Tao bisa mengontrol waktu, Jongin bisa berpindah tempat –teleportasi- dan hal-hal berbau makhluk mistis pastilah familiar dengan –genre yang ku ambil untuk fanfiction ini.

Point 1 : kayaknya hubungan Sehun dan Kai agak kecepatan ya, ku jawab = ini ada alasannya. DAN PANGGIL AKU MOONIE JANGAN –THOR- *guling-guling ngenes*

Ah, iya untuk marga Sehun.. .mmg Xiu Sehun dan Xiu Luhan keduanya saudara tapi tiri.

Point warning : Semoga kalian suka dan tetap stay untuk couple yang menurutku udah agak sulit ku temukan. Kalau ku search pasti banyak –HunKai- aku suka aja sih tapi lebih demen Kaihun, hehe. Setiap orangkan punya selera sendiri-sendiri asal saling menghargai aja deh.

Point 2 : review aja, tuangkan unek-unek kalian di kolom review, aku menerima lapang dada kok, meski isinya –pedes-pedes nyesek. Hehehe

TAPI, JANGAN HINA DUA BIAS KESAYANGANKU DI EXO...CUKUP KRITIK CERITA KU SAJA!

Yang namanya jadi author harus siap di kritik –semanis madu ataupun sepahit empedu ayam. Hee hee.

Hahaha udahlah nggak penting juga sih.

Review ya, tetap JAYAKAN KAIHUN COUPLE! Yeah...