Cuplikan chapter sebelumnya...
Dalam temaram lampu hias dimeja nakas Kyungsoo, mata Sehun bisa dengan jelas melihat sorot sendu dimata beningnya. "Kesalahan sebesar itu bukanlah hal mudah untuk dibenahi."
Sehun masih bungkam.
"Kalau dia terus mendesakku untuk kembali akan lebih baik aku disini saja sampai mati."tandas Kyungsoo. Matanya kini menyorot kecewa juga benci. "Aku benar-benar benci dengan caranya. Ck, sialan sekali. Tidak tahu, lupakan saja Sehun. Lebih baik kita tidur."dengan ucapan yang jelas akhirnya itu, Kyungsoo membelakangi tubuh Sehun.
Meninggalkan Sehun dengan seribu kebingungan.
'...Ini semakin buruk, ya Do Kyungsoo. Maafkan aku, karena tidak bisa melakukan apapun untukmu...'lamat-lamat keheningan didalam ruangan itu menarik Sehun untuk terjun kedalam mimpi.
.
.
.
Judul : 4 Imperio
Author : AriaMoonie...call me, Moonie-Moonie not Many-Many orThor-thor -_- *humor failed*
Main Cast
Kim Jongin x Oh (Xiu) Sehun
Kim Suho x Do Kyungsoo
Other Cast : OT8
Desclaimer : Sihir-sihir didalam ini punya JK. ROWLING, mereka OT12 (EXO) bukan punya saya tapi cerita ini punya saya.
.
.
.
Ini masih jam 6 pagi. Terlalu pagi untuk bertandang ke Gedung Belajar. Apalagi memasuki kelas ramuan. Sepi. Tentu saja. Namun, Jongin tidak peduli. Dia tidak berniat untuk belajar karena hari ini kelas ramuan tidak masuk dalam jadwalnya. Lusa sih memang iya, bersama 2 materi lainnya. Hari ini Jongin bebas hanya saja nanti sore dia akan berlatih lagi bersama Tim Quiditchnya untuk mengikuti pertandingan antar Asrama sekitar 2 bulan lagi, mau saja dia untuk tidak hadir tapi mana mungkin karena Kim Jongin berstatus sebagai Ketua Timnya, mewakili Asrama Gryffindor.
Tak! Tak! Tak!
Tangan besar Jongin sibuk menumbuk beberapa tumbuhan yang Ia dapat dari lemari obat-obatan dipojok kiri kelas, tak jauh dari kuali-kuali yang berjejer rapi disekelilinginya.
Bagi Jongin datang sepagi ini bukan karena dia ingin dinilai sebagai murid sok rajin tapi dia memerlukan beberapa ramuan untuk dia racik.
Bukan untuk meracuni si tengil Xiu Sehun itu kok tetapi Jongin sedang membuat ramuan penghilang memar untuk dirinya sendiri.
Jongin memang dikenal cuek tapi dia tidak picik. Catat itu! Jongin itu gentlemen.
Mengenai alasan Jongin membuat ramuan adalah karena wajah Jongin sekarang benar-benar memprihatinkan. Satu memar didekat matanya, satu memar dibibir atas sebelah kiri, pelipisnya juga biru dengan goresan luka yang lumayan panjang. Cukup membuat dirimu meringis nyerikan. Apalagi warnanya tidak merah melainkan biru merajam agak bengkak pula.
Ah kembali ke kegiatan Jongin saat ini.
Ia tengah menumbuk semacam ramuan penghilang memar, beruntung saja Cho-ssaem memberi materi ini 2 bulan lalu dan Jongin cukup merasa bangga akan ingatannya. Jadi, dia tak perlu repot-repot kerumah sakit yang jaraknya cukup jauh dan harus menggunakan sapu terbang, mana mau dia melewati udara dingin hanya untuk membeli ramuan penghilang memar toh dia bisa membuat ramuan itu sendiri, mandiri Jongin.
"KAU!"Pekikan itu langsung menghentikan acara tumbuk-menumbuk ramuan Kim Jongin.
Suara berat agak menjurus cempreng amat familiar bagi Jongin dan jujur saja jika Ia ingin...sudah sedetik lalu dia berpindah tempat ke posisi lain karena Jongin bisa berteleport, misalnya kelapangan Quiditch tapi nyatanya Jongin memilih untuk diam, menunggu untuk sosok itu mendumel berisik teruntuk Jongin.
Jongin sadar dia salah. Mengingat Ia mengingkari janjinya Malam kemarin. Iya, orang itu tak lain adalah Xiu Sehun. Pria usil yang baru-baru ini Jongin tetapkan akan Ia panggil –keju. Alasannya, simple saja. Pandang saja tubuh Sehun. Miriplah seperti Keju –kuning keputihan. Aish, Jongin mulai melantur nih.
"Apa yang kau lakukan disini, Keju!?"tanya Jongin santai. Dia kembali melanjutkan acara menumbuknya.
Sehun menyipitkan mata tajam sipitnya itu didekat pintu, mata yang selalu memancarkan keceriaan itu kini nampak bercampur aduk. Apa Jongin benar-benar jeli, kok mata si Xiu-Keju-Sehun ini ada cemas-cemas sebelnya begitu. Aish, Jongin malah gemas begini. Sial.
"Kau, Kau Kim-SKJ-JONGIN!"
"Hah?"koor Jongin bingung. ''SKJ, apa itu?"tanyanya penasaran.
Sehun mendengus geli, "Dasar kuno. Itu singkatan dari SIALAN KAU JONGIN!"
Jongin melongo, lalu tertawa. "HAHAHA! Kau tidak keren sekali, singkatan tak bermakna. Dasar menggelikan!"
"Kau menghinaku?!"pekik Sehun.
Jongin mengangguk santai. "Kau sadar. Baguslah! Hahaha!"kemudian tertawa tidak jelas.
"DASAR DEMENTOR!"
Jongin menoleh dengan wajah malas, "Memangnya aku ini mirip ya dengan makhluk hitam berbaju gelandangan itu, dasar payah!"
Si Keju itu mendekati si Dementor aka Jongin. Kaki si Keju itu menghentak seperti bocah perempuan yang sedang ngambek dengan pacarnya. Tapi, no...no. Sehun itu cowok dan jelas bukan pacar Jongin. OKE!
"100 PERSEN MIRIP!"seru Sehun tepat didepan telinga Kim Jongin.
"ASTAGA TELINGAKU!"Jerit Jongin sembari memegangi telinga kirinya yang baru saja jadi korban teriakaan si tengil itu.
"RASAKAN! KALAU PERLU TULI SAJA SANA!"
"OH GOSH! Pelankan suaramu, Keju!"Jongin kesal jadi dia balas berteriak juga.
"AKU SEHUN BUKAN KEJU!"
"Terserah."balas Jongin tak niat. Ramuannya sudah jadi ngomong-ngomong. Ia berjalan kearah pojokan mengambil air dari kendi dan kembali menuangkan air itu dengan menggunakan mangkuk berbahan keramik kedalam kuali ramuannya.
Sehun mengunci mulutnya dan menutup hidung mancungnya itu ketika bau-bau aneh menguar dari ramuan yang dibuat Jongin. "Kau membuat apa, racun?"tanya Sehun. Walau wajahnya mengkerut ngeri toh si tengil itu mendekati tubuh Jongin, berdiri agak dekat disamping tubuh si Jongin.
Mata coklat terangnya itu mengintip isi kuali itu. "Sepertinya aku kenal aroma ramuan ini."
"Memangnya apa?"Tanya Jongin dengan wajah menantang.
Sehun yang memang ingat itu menjawab penuh percaya diri. "Ramuan penghilang memarkan?'
Jongin tersenyum kecil. "ku pikir kau itu pelupa."
"hah?"
"oh, selamat ya kau sudah sukses jadi si tengil-tuli-sehun."
Buk!
Lihatlah Sehun membalas hinaan Jongin dengan memukul bahu kiri Jongin karena Sehun memang berada disebelah kirinya.
"aduh, sakit bodoh!"gerutu Jongin. Meski begitu konsentrasinya mengolah ramuan itu tak teralihkan juga. mata hitam Jongin benar-benar terpaku pada ramuan hasil buatannya sendiri itu. Ia mengangkat hati-hati kuali kecil itu keatas tungku yang baru saja Ia hidupkan dengan manteranya.
Sehun jadi merasa tercueki kalau begini. Hei dilihat dari kiri-kanan-atas-bawah seorang Xiu Sehun itu jauh lebih menarik dibandingkan kuali berwarna hitam yang pantatnya gosong itu.
"OI!"Sehun berseru, mulai kesal karena Jongin seperti mengabaikannya. "Aku mau menanyakan sesuatu padamu, cocktail!"
Alis Jongin terangkat satu, wajahnya tidak bergerak masih tetap memandang kuali-hitam-gosongnya itu. "Cocktail?"ulang Jongin. "Bagaimana bocah tengil sepertimu bisa mengetahui jenis minuman itu?"
Bibir Sehun tertarik dengan senyuman bangga, "Aku kerenkan, huahaha!"
"Keren itu saat Nilai mu dikelas Pertahanan ilmu hitam diatas C-!"cibir Jongin dengan wajah minta ditonjok.
Sehun merengut spontan. "Kenapa kau bisa tahu nilaiku selalu dapat C-?"mata itu terpicing penuh curiga.
Jongin mendengus geli, "Kau itu terkenal sebagai anak bengal, sudah jelas kau sering jadi perbincangan dan aku sebenarnya tidak sudi bahkan terpaksa harus mendengar gosip-gosip murahan itu dari para gadis di Asramaku ketika sarapan, makan siang bahkan makan malam."
Sehun membulatkan mulutnya, "Oh begitu. "katanya, "Hehehe."
Jongin menggeser tubuhnya, mata hitamnya meneliti Sehun dari atas kebawah saat mendapati Sehun tengah cengengesan dengan wajah memerah yang okelah menggelikan tapi lucu secara bersamaan. "Dasar aneh."hina Jongin untuk kesekian kalinya.
"Kau pergi kemana semalam, aku kedinginan sialan!"Sehun tiba-tiba mengganti topik.
"Lupa."
"APA KATAMU! JANGAN BERBOHONG, COCKTAIL!"
"Tidak kok."
"LALU KENAPA WAJAHMU BIRU-BIRU, HAH!?"
"O-oh itu."mendengar pertanyaan itu Jongin menjadi gugup.
Sehun semakin yakin kalau kemarin Jongin itu bukan hanya mengingkari tapi juga menyembunyikan sesuatu darinya. "Itu apa, huh?"
Gluk!
Sehun jelas melihat Jongin menegak ludahnya. "Kau tidak hanya mengingkari tapi kau merahasiakan sesuatu dariku, jawab yang jujur!"tuntut Sehun. Kepo parah.
Bagaimana ini? Jongin ingin menjawab yang sejujur-jujurnya sih. Tapi, itu akan panjang dan Jongin paling ogah mereka ulang kejadian apalagi harus menjelaskan pada si tengil-keju ini. Dia hanya khawatir harus stress akut karena Ia meyakini setelah menjelaskan kejadian yang sebenarnya, bukan tidak mungkin akan banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan Si Xiu Sehun ini.
Cho-ssaem yang notabene sosok guru cerdaspun akan kewalahan jika harus menjawab pertanyaan si keju ini.
Sehun selalu melontarkan pertanyaan yang jauh dari materi dan kadang melalang buana. Contoh mudahnya, ketika Cho-ssaem menjelaskan mantera Imperio maka anak itu akan menanyakan apakah racun tikus dengan campuran ramuan penambah rasa sakit bisa membuat orang lain mati. See, bayangkan saja jika kau di posisi Cho-ssaem!
But, tunggu dulu. Kenapa Sehun jadi ingin tahu begini, hello! Jongin dan Sehun kan bukan teman Cuma sekedar hubungan antara musuh dan musuh, begitu saja dan tidak lebih. Iyakan?
Jongin jadi tidak gugup lagi sekarang. "Untuk apa kau peduli?"
Kalau tadi Jongin yang gugup maka kini gantian Sehun yang berpose seperti itu. Bedanya tidak ada wajah memerah yang memoles wajah tampan Jongin seperti yang menempel pada wajah Sehun saat ini.
'...damn, kau itu kenapa menggemaskan, sialan!...'itu inner Jongin. Kawan-kawan.
Keheningan mendadak mengusik. Sehun benar-benar mati kutu. Tapi, sampai mati Ia tidak akan membiarkan isi hatinya tersampaikan dengan frontal. Iya, SEHUN MEMANG TERSERANG CEMAS KETIKA MELIHAT WAJAH KIM JONGIN DIHIASI WARNA BIRU-BIRU LEBAM, Puas kalian?
Alasannya, mana Sehun tahu. Pokoknya dia khawatir. Itu saja, tidak lebih. Sehunkan manusia meski sering di teriaki SETAN OLEH TEMAN-TEMAN JUGA GURU-GURU DISINI! Dia juga bisa merasakan khawatir, bung.
"KARENA KAU MEMBUATKU KEDINGINAN DAN HAMPIR MENJADI PATUNG ES, KIM-SIALAN-JONGIN!"Elak Sehun marah-marah guna menutupi kegugupannya saat ini.
"Oh, karena itu?"tanya Jongin dengan wajah geli. "Bukan karena mencemaskan kondisi wajahkukan?"tekan Jongin santai sekali.
Sehun mengalihkan wajah, "Kau terlalu berharap, dasar jones!"
Jongin mencibir tak terima. "Kau sama saja, BODOH!"
"DIAM KAU, SIALAN!"
"XIU-BODOH-SEHUN! BODOH! BODOH!"
"WOOOOI! JANGAN LARI KAU!"Seru Sehun ketika tubuh Jongin mulai berlari mengitari kelas ramuan yang masih sepi itu. Tubuh tinggi Sehun kini tengah mengejar Jongin, mereka benar-benar seperti dua pasangan yang sedang berpacaran saja. Kejar-kejaran seperti film acha-acha-nehi-nehi!
Hei, mari kita lihat tempat lain dahulu. Abaikan saja 2 insan yang sedang bermesraan dalam versi mereka sendiri.
Dasar Duo menara sutet!
.
.
.
Bagi Kyungsoo duduk disalah satu kursi perpustakaan dengan buku ramuan yang terbuka dihadapannya adalah hal spesial yang jarang didapatkannya. Karena, terkadang Ia akan diganggu sikembar-tiruan tapi tiri aka Sehun dan Luhan, juga si cerewet Baekhyun atau si pemilik suara berat-berat preman aka si Chanyeol. Diantara ke-4 orang itu tidak ada yang benar-benar mengganggu apalagi Huang Zi Tapi terkecuali satu orang ini.
"Apa maumu?"tanya Kyungsoo dingin tanpa berniat mengalihkan wajahnya dari deretan tulisan yang tertata apik dalam buku ramuan yang baru saja Ia pinjam setengah jam yang lalu.
Ya satu orang dan dia adalah Kim Suho.
"Ck, ini tempat umum. Jangan berpikir aku duduk disini karenamu, burung hantu!"jawab Suho sinis dan menantang.
Kyungsoo mendengus, "Berbagi oksigen dengan orang brengsek sepertimu benar-benar tidak higienis. Kau buta atau katarakan? masih banyak kursi kosong, Bastard! Menjauh sana."usir Kyungsoo dingin. Suaranya bahkan tetap tidak bernada. Datar dan dingin.
Suho tersenyum arrogant, "Kau saja sana yang menyingkir. Freak!"
"Bastard!"
"Idiot!"
"Ck, fine. Karena, aku masih lebih waras jadi aku saja yang pergi."putus Kyungsoo.
Suho tiba-tiba berdiri, menghadang tubuh Kyungsoo dengan tangan terentang. "Mau kemana kau?"tanya Suho menyeringai seram.
Kyungsoo merasa terganggu, Ia kesal setengah mampus karena harus mendongak untuk melihat wajah Suho. Terkadang Ia ingin protes kenapa Ia harus dikelilingi manusia-manusia kelebihan tinggi, bahkan Luhan yang berwajah seperti perempuan saja lebih tinggi dari Kyungsoo. Oke, oke itu tidak nyambung. Maaf, Kyungsoo khilaf.
"Apa pedulimu, bastard!"
"Aku memang tidak peduli, anggap saja aku ini perantara. Jadi, dengarkan aku atau orang itu akan membunuhmu. Do Kyungsoo!"
Ini menggelikan. Kyungsoo muak. Titik kesabarannya sudah habis, 5 detik, 6 detik saja Ia sudah ingin meninju wajah Suho ratusan kali semenjak pemuda ini muncul dihadapannya. Ia benci. Sangat. Jika dibuatkan level maka tingkat kebenciannya dengan Kim Suho sudah berada dilevel terpuncak.
"Shit. Kau benar-benar membuat kesabaranku habis."
Kyungsoo mengeluarkan tongkat sihirnya dari saku jubahnya, mengacungkan tongkat sihir itu kearah Suho dan begitu juga Suho. Mereka menjaga jarak siap merapalkan puluhan mantera yang sudah mereka ingat diluar kepala. Ya, keduanya memang dikenal paling cerdas di antara angkatan tahun ke-2.
.
.
.
"Ini tidak mungkin, pasti mimpi buruk."
Luhan mencabuti satu-persatu rumput lapangan quiditch sejak tadi. Iya, Luhan tahu dia kurang kerjaan. Sangat malah. Tapi hey kalau kalian jadi Luhan, yang sekarang sedang terjerat antara ingin berteriak frustasi juga menangis pasti kurang lebih kalian akan melakukan hal yang sama.
"Apanya yang mimpi buruk, Luhan-sshi?"
"eh?"mata deer Luhan membulat, ia buru-buru berdiri dan membersihkan tubuhnya dari rerumputan. Ketika mendapati Kim Minseok, orang yang kemarin memberikan tongkat sihir Sehun kepadanya. Juga orang yang 1 malam suntuk membuat si cuek dan si cantik Luhan kepikiran ya miriplah seperti gadis yang sedang jatuh cinta?
Haha, entahlah Luhan juga tidak yakin. Mereka berduakan sama-sama cowok? Jadi, mana mungkin!
"Hei, Luhan-sshi?"Sapa Minseok dua kali.
Mata bulat Luhan mengerjap lucu, Iya linglung. Makanya jangan melamun dengan wajah mupeng begitu, rusa cantik.
"Ah, itu anu. Apa yang kau lakukan disini?"
Minseok tersenyum maklum. "Kenapa kau malah balik bertanya, Luhan-sshi?"
Wajah Luhan sudah abstrak antara ingin marah dan tidak. "Anu, kitakan seumuran. Jadi, emm panggil aku Luhan saja."
Luhan-sayang juga boleh. Heuheu,...'batin Luhan, maklumi terkadang Luhan memang centil. Tapi, dia begini didepan orang-orang yang dia kenal saja kok. Apalagi kalo dia ada rasa dengan orang itu.
"Luhan, jadi apa yang kau lakukan disini bahkan matahari belum juga muncul?"
"Aku habis mau jogging."jawab Luhan sekenanya. 'Aku sedang menggalau...'batin Luhan, Dia terpaksa berbohong daripada Minseok bertanya lagi. Ini aib loh, aib!
"Oh, mau ku temani?"
'mau peluk juga, boleh..'batin Luhan. 'ih, kok aku sassy boy sekali'...batin Luhan lagi, terheran akan tingkahnya sendiri. Dasar absurd.
"hah?"koor Luhan berpura-pura kaget padahal sebenarnya dia senang sekali."bo-boleh kok."gagap Luhan.
Cinta atau suka, masa bodoh. Dia hanya ingin menuruti hatinya saja. Diluar kata Luhan cowok dan Minseok juga cowok, kalau hatinya memang bilang 'maju' untuk apa Luhan bermunafik diri, ya kan?
.
.
.
Hollah, guys. HARAP DIBACA! OKE! JANGAN BURU-BURU PERG ATAU marah-marah karena wordnya cuma sekutil XD!
POINT UTAMA : MAKASIH-MAKASIH YANG UDAH REVIEW. HEHEHE. AKU SENANG SEKALI.
Oh ya aku denger-denger Sehun lupa minum a*ua. Hahaha, salah orang. DIA NGOMONG SAMA JEONGHAN YANG DIA KIRA ADALAH YUTA. Entah bener atau nggak. Di ralat ya kalau salah.
Aku ngeliatnya sih di tumblr, diFB jg rame. Hahaha, pukpuk Sehun psti malu banget dah ni cogan satu.
POINT INFOMARSI :
Nah, Aku juga mau mengkonfirmasi Asrama dan tingkatan mereka.
Xiu Sehun (Slytherin), Kim Jongin ( Gryffindor), Do Kyungsoo ( Slytherin), Kim Suho (Hufflepuf), Byun Baekhyun (Gryffindor), Park Chanyeol (Gryffindor), Huang Zi Tao (Slytherin) : Tahun kedua.
Xiu Luhan (slytherin), Wu Yi fan (Slytherin), Kim Minseok (Hufflepuf), Kim Jongdae (Racenclaw) : Tahun Kelima.
Point 2 : Sekolah mereka seperti sekolah zaman sekarang kok Cuma masalah Aula besar (Aula rapat umum, makan,dll... mirip kayak di HARRY POTTER). Yang berbeda adalah Setiap asrama ada disatu tempat. Dimulai dari Arah barat (ASRAMA Racenclaw), Arah timur ( ASRAMA Hufflepuf). Arah selatan (ASRAMA Gryffindor) dan utara (ASRAMA Slytherin). Nah, gedung asrama ini di pagarin tembok tinggi yang atasnya di lindungi kubah sihir. Jadi aman deh dari ancaman dunia luar.
Jarak asrama mereka sama gedung mengajar = sepanjang lapangan sepakbola normal lah, bayangin aja lapangan sepakbola punya sekolah kalian. (hahaha, author bingung jabarinnya).
SEKOLAH MEREKA ADA DI UJUNG TEBING. DENGAN HAMPARAN SAMUDERA DIBAWAHNYA. DEBUR OBAK BERSAUTAN POKOKNYA. KALAU KABUR SAMA SAJA BUNUH DIRI. MATI, END DAH END. Tapi, dekat dengan hutan belantara yang terpisah beberapa tempat dengan julukan yang berbeda.
.
Point warn: Dan juga jadi begini. Aku menetapkan kalau ini FFN yang ku buat khusus untuk KIM JONGINX OH (XIU) SEHUN. KIM JUNMYEON (SUHO) X DO KYUNGSOO. Nah, oleh karena itu aku menetapkan ke-4 chara fav ku ini menjadi pemeran utama didalam FFN (imajinasiku).
Point 1 : Semua orang punya masa lalu tak terkecuali penyihir dan seiring jalannya ide cerita yang muncul, aku akan menguak masa lalu mereka ber-4.
Point 3 : ini bisa dibilang bocoran kali ya...jadi begini dalam 8 chapter ( 1 prolog + 7 chapter) aku berniat membawa kalian dalam keadaan santai-santai dulu. Jadi, jangan heran kalau isinya becandaaan melulu dan kurang serius namun juga dibumbui hal misterius (anggap saja clue-clue tentang masa lalu mereka). Eiy, itu tergantung pendapat kalian kedepannya nanti sih. Nah, untuk chapter 9 dan entah sampai chapter berapa nantinya, bisa dibilang konflik akan dimulai, ngehehe. (#Aria...ya elah Moonie setiap FFN emang gitu kali jalan ceritanya, #Moonie.. diem aja lu Aria!)
Point Urgent! : Lalu tentu saja cerita ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari kalian (reviewer, follower, faver bahkan silent reader).
Aku tipe orang yang akan berhenti jika harus berhenti dan akan tetap melangkah jika ada jalan.
So, see you in next chapter. Aku benar-benar menunggu respon kalian di kotak review. Ssadar kok Moonie sadar A/N nya korupsi parah. XD XD
