WONDERWALL (HunChanLu Version)
Main casts :
Lu Han
Oh Sehun
Park Chanyeol
Other casts :
Do Kyungsoo
Kim Jongin
Huang ZITao
Wu YiFan
Kim Junmyeon
Kim Jongdae
Others
Disclaimers : aku ga punya apa-apa, Lu Han, Se Hun, Chanyeol dan yang lain merupakan milik tuhan. Aku Cuma pinjem nama mereka, dan cerita ini juga murni milik author webtoon –Sena loli- yang aku bikin versi lainnya.
Gendre : Romance, Friendship
Rating : T
GS! For All UKE. Romance, Hurt, OOC, Some CRACKPAIR! Out of EYD
Summary : Bagi Lu Han, "Wonderwall" adalah seseorang yang selalu ada untukmu dan membuatmu bahagia. Seseorang yang membuatmu tidak berhenti memikirkannya. Tapi, gimana kalau orang itu ada dua?
Tulisan italic menandakan bahasa asing dan adegan flashback.
Copyright® Sena Loli
The stories based on Webtoon : WONDERWALL by Sena Loli
.
.
.
Chapter 2 : Siapa Dia?
Pagi itu, di sekolah.
"namja itu kemarin Tanya kelas ku dimana, tapi busnya datang sebelum aku sempat bilang padanya"-gumam Luhan yang sedang membuka lokernya," kenapa aku memikirkannya.. dia kan hanya menemukan dompetku."-lanjutnya dalam hati, saat menutup pintu lokernya, disitu berdiri Kyungsoo dengan wajah mencurigakannya. "Lu, PR-mu sudah selesai? Boleh kupinjam?" tanyanya dengan wajah sok imut, "kyung, kau selalu lupa bikin PR, dasar!" balas Luhan, "ghahaha maafkan aku Lu" katanya tertawa kikuk, "nih." Luhan memberikan buku tugasnya. "kalau jawabanku ada yang salah jangan marah ya." Kata Luhan, "tidak akan. tenang saja, ehehe" balas Kyungsoo cengengesan.
"kira-kira, jika aku Tanya Kyungsoo siapa namja kemarin, dia mengenalnya tidak ya?"-tanyanya dalam hati, "wah ada apa? Kau melihatku? Aku cantik ya hari ini?" katanya dengan tingkat kepercayaan diri diatas rata-rata itu, "huh" Luhan hanya mengerucutkan bibirnya lucu. "tidak jadi tanya.."-katanya dalam hati, "Lu, maaf aku kurang peka ya? Kau ingin bicara apa?" kata Kyungsoo menutup mulut menganganya dengan tangannya, "tidak! Ayo cepat masuk kelas, Kyung" jawab Luhan.
"mungkin sebaiknya aku lupakan saja dan tidak memikirkannya lagi…"-kata Luhan dalam hati.
DING—DONG—DING – itu bel istirahat,
"kau ingin susu rasa vanilla atau stroberi?" Tanya namja berambut dark red itu, "stroberi" jawab namja berambut hitam, "kau terlihat senang hari ini." Kata namja berambut merah itu, "hah? Kenapa, aku tidak boleh senang?" bertanya balik sambil mendekatkan sedotan di kotak susu berasa stroberi itu. "oh! Kemarin kau bicara dengan namja yang sangat cantik?" Tanya si rambut merah, "apa maksudmu?" Tanya si rambut hitam, "ah.. sebentar aku ambil hp-ku" katanya meronggoh saku celananya. "yeoja cantik yang ini" menunjukan layar ponselnya yang menunjukan foto si namja berambut hitam dengan si yeoja yang memiliki dompet yang ditemukannya kemarin, entah dari mana dia mendapat foto itu. "biasanya kau dingin pada yeoja, tapi mau berbicara dengan Luhan!" kata si rambut merah, "aku tidak mengenalnya, aku hanya menolongnya kemarin" jawabnya, "aku minta foto ini dari Tao tadi pagi" katanya sambil membayangkan kejadian tadi pagi.
Flashback tadi pagi :
"KRIS! UHUEHUU HUEEE HUUEH HUHUE HUUU… UH APA… ITU BETUL?" Tanya seorang yeoja berambut pendek dengan tangisan memecah saat namja berambut merah-yang ternyata bernama Kris itu menutup pintu lokernya, "waah Tao, ada apa? Pagi-pagi sudah menangis." tanyanya, "…apa itu betul? Aku.. aku hiks cukup tau aja… hiks" kata si yeoja yang ternyata bernama Tao itu, "aku kemarin melihatnya bicara dengan Luhan" lanjutnya dengan tangisan yang tak kunjung reda. "aku tau, dia tidak suka pada yeoja-yeoja di sekolah ini apalagi denganku… hiks… tapi kemarin dia kelihatannya bahagia waktu berbicara dengan Luhan" kata Tao mengingat kejadian kemarin di halte, "aku bahkan tidak pernah melihatnya tersenyum seperti itu pada yeoja lain" tangisnya mulai pecah lagi. "aku tidak tau apa hubungannya dengan Luhan, tapi aku juga tidak ingin curiga pada Luhan. Makanya ku foto dan ingin tanyakan hubungan mereka padamu, Kris" katanya. "maaf ya, Tao. Tapi aku juga baru tau soal Luhan lho" jawab Kris, " HUHUHUHU… aku memang tidak secantik Luhan, aku hanya sebongkah upil." Tangis Tao pecah sampai menutup muka dengan kedua tangannya, "boleh aku minta foto tadi? Jarang-jarang dapat melihat foto Luhan" Tanya Kris, "aku ini memang hanya bongkahan upil…" kata Tao menunduk.
Flashback end.
"DAAAN… aku juga jadi penasaran" kata Kris menyudahi acara ceritanya, " itulah kenapa aku tidak suka gadis-gadis sensitive seperti Tao. Jelas saja aku hanya membantunya, aku tidak kenal padanya." Jawabnya, "kau ingin berkenalan?" Tanya Kris, "hah? tidak perlu, untuk apa?" Tanya lelaki berambut hitam itu, "ayo!" kata Kris menarik tangan lelaki itu. "hah apa-apaan…" katanya kaget, "kuajak kau berkenalan dengan Luhan, dia gadis populeryang banyak disukai" kata Kris menarik tangan temannya itu, "Kris! Sudah kubilang tidak usah!" katanya sedikit berteriak, "kelasnya diujung, dia juga jarang keluar kelas, pasti gampang untuk mencarinya." Kata Kris.
"kenapa kau, Lu?" Tanya Kyungsoo khawatir melihat Luhan yang sedang menenggelamkan kepalanya diatas meja, "sedang galau?" tanyanya lagi, "nilaimu jelek? Namja- namja mesum menggodamu lagi?" Tanya Kyungsoo bertubi-tubi, tetapi tetap tak mendapat balasan dari Luhan. BLA BLA BLA "dia berisik sekali, aku hanya ingin tidur"-katanya dalam hati.
"ini dia kelasnya" kata Kris, "memalukan!"-gumam namja berambut hitam itu.
BLA BLA BLA BLA, Kyungsoo tidak berhenti mengoceh sedangkan Luhan masih dengan kepala yang ditenggelamkan di mejanya, "dimana dia?"-gumam Kris melihat kesemua arah kelas Luhan, "WAAH" "OMG!" "SEDANG APA DISINI?" btw, itu teriakkan-teriakkan para yeoja penghuni kelas Luhan dan Kyungsoo. "oh!" kata Kris melihat Luhan yang sedang menenggelamkan wajahnya di meja dan Kyungsoo disampingnya yang tidak berhenti mengoceh, "dia tidak ada, cepat keluar. Perasaanku tidak enak di kelas ini" kata namja berambut hitam itu. "hmm" Kris berjongkok dan menghadap tepat didepan wajah Luhan yang sedang memejamkan matanya, "WAH!" sontak membuat Luhan kaget dan langsung bangkit. "aku malu sekali hari ini"-gumam namja berambut hitam itu mencengkram seragam bagian belakang temannya-Kris. "Kris, sudahlah jangan menakuti orang lain lagi dengan tata…"ucapannya sedikit terpotong "…panmu" lanjutnya kaget melihat yeoja berambut madu itu.
Chapter 3 : namaku…
-lekas baikan- itulah kondisi wajah Luhan saat melihat namja berambut hitam yang menemukan dompetnya kemarin itu.
"ah… hai" sapanya canggung, cukup lama berdiam diri, akhirnya si namja berambut hitam menjawab sapaan Luhan "hei…" sapanya, Kyungsoo yang bingung dengan keduanya hanya bolak-balik menatap keduanya bingung. "APA INI?"-kata Kyungsoo dalam hati dengan ekspresi bingungnya.
"ah, yang kemarin terimakasih…" ucap Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, "aku berhutang budi"-lanjutnya dalam hati. "kemarin?"-tanya Kyungsoo dalam hati menatap aneh pada Luhan, "kenapa wajah Kyungsoo seperti itu?"-tanya Luhan dalam hati, "HUH? Tidak apa-apa, tenang saja" ini Kris yang menjawab dengan mata melirik kearah temannya yang berambut hitam itu. "aku melakukannya dengan senang hati" tambah si rambut hitam dengan senyum lebarnya yang manis.
"aku salah bicara?"-tanya si rambut hitam dalam hatinya, melihat reaksi Kris dan Kyungsoo yang melongo setelah mendengar ucapannya tadi. "…semoga ibumu tidak terlalu marah, kau jadi pulang telat kemarin." kata si rambut hitam pada Luhan, "oh! Tidak apa-apa, dia tidak ada di rumah kemarin" jawab Luhan, Kyungsoo menatapnya tajam dan bergedik ngeri melihat itu. Lalu menatap Kris, "hm, memangnya kemarin kalian berdua berbuat apa?" Tanya Kris tepat didepan wajah Luhan, membutanya kaget bukan main "AH!?" namja berambut hitam itupun terdiam dan menarik Kris menjauh dari hadapan wajah Luhan. "ah, uh kalau begitu sampai nanti ya Luhan, bye!" kata namja berambut hitam itu mendorong Kris untuk keluar kelas itu, "Kris, apa-apaan kau tadi?" Tanya si rambut hitam dan mendapat tatapan dari Kris, sementara itu Luhan ditempatnya berusaha untuk tidak menangis dengan wajah yang aneh. "eh tunggu dulu, dia? Tau namaku?"-tanya Luhan dalam hati. "omg! Kau baik-baik saja?" Tanya Kyungsoo khawatir melihat muka cengo Luhan, "…Tau namaku?" kata Luhan masih dengan muka cengonya, dan Kyungsoo menggoyang-goyangkan tubuh Luhan dengan cemas.
"Kris, APA YANG KAU LAKUKAN?" bentak namja berambut hitam itu, "maafkan aku!" kata Kris berpeluh keringat, "ini pertama kalinya aku melihat Luhan sedekat itu, aku jadi terbawa suasana" jelas Kris, "dia pasti menganggapku orang aneh karena berteman dengannya"-kata namja berambut hitam itu dalam hatinya. "Kris dengar, lain kali kau tidak boleh menatapnya seperti itu" kata namja itu, "pokoknya jangan lakukan lagi, bersikap biasa saja" tambahnya. "OK" jawab Kris singkat dengan wajah bodohnya, namja berambut hitam itu membuang nafasnya lega. "tenang saja, aku tidak akan menggoda gadis yang kau suka" kata Kris, "apa maksudmu?" Tanya namja itu.
RIIING DIIING DING…
Jam menunjukan pukul 01:30PM tanda jam pelajaran berakhir. Luhan yang bersiap untuk pulang memikirkan sesuatu, "tadi itu…" katanya mengingat kejadian di kelas tadi. "…sampai nanti ya Luhan! Bye!"-itu perkataan terakhir si namja berambut hitam kepada Luhan, "dia menyebut namaku kan?"-tanya Luhan dalam hatinya. "awalnya aku kaget… tapi semua itu karena ini ya, huh?... aku merasa seperti orang bodoh karena sudah senang tadi. Ini hanya nama, tapi dia sangat tampan kan. Eh?! Tentu saja normal kalau dia tau, dia kelihatannya sedikit kesal tadi.. kurasa penyebabnya adalah- …" Luhan menutup dometnya, dia berpikiran macam-macam, tak jauh dari Luhan, dibelakangnya terlihat Kris menatap kearah Luhan. Luhan yang trauma segera melangkahkan kakinya, pulang cepat pulang!
"um, Luhan?" kata seseorang, "kita bertemu lagi, kau akan pulang?" lanjut seseorang itu yang ternyata si namja berambut hitam yang menemukan dompetnya, Luhan yang terjolak kaget sedikit memberi spasi pada namja itu. "kenapa dia menjauh?!"-geram namja itu dalam hati. "aku pasti membuatnya kaget"-pikirnya, "maaf tadi ak-/aku tadi hany-" ucap keduanya bersamaan, "oh/ah" kata keduanya lagi, saling berhadapan. "oh kau duluan…/silahkan duluan…" kata keduanya lagi, lagi-lagi bersamaan lagi, lalu keduanya malah berdiam diri.
VRRR CHH—bus datang!
"sepertinya kali ini kau yang duluan pulang" kata namja itu, "eh?i-iya" jawab Luhan, "ah, kalau begitu sampai nanti ya…" kata Luhan menoleh kearah namja itu, namja itu mengangkat tangan kanannya dan melamabaikan tanda see you pada Luhan. Sejenak lelaki itu mengembuskan nafasnya, lalu teringat sesuatu. "ah… Luhan!" teriaknya, membuat Luhan yang akan memasuki busnya menoleh kearah si namja itu, "namaku" katanya, "Chanyeol!" teriaknya membuat Luhan diteriaki sang sopir bus "CEPAT NAIK!" SLAMM! Pintu bus pun tertutup dengan Luhan yang telah menaikinya, Luhan yang berpegangan pada besi tiang bus pun mulai bertanya-tanya aneh dan kebingungan.
Sementara, di halte terlihat sesorang namja dengan hoodie abu-abu tua memakai topi berambut coklat yang mencurigakan seperti kemarin sedang berdiri di dinding pembatas halte, "yang tadi itu… memalukan juga"-kata Chanyeol dalam hati sambil memakai earphonenya.
.
.
.
TBC.
.
.
Sneak Preview :
Chapter 4 : Tertarik.
"Tao, tau dirilah sedikit…" kata si namja membuat Kyungsoo mendongkakkan kepalanya saat sedang memunguti snack-snacknya, "kau jelek, cantikpun aku tidak mau berpacaran denganmu. Orang-orang pasti akan menertawaiku jika kita berdua berpacaran" lanjut namja itu dengan menundukan kepalanya, "aku tidak mungkin pacaran dengan upil sepertimu… sudah jangan tunjukkan lagi wajahmu, aku jijik melihatnya".
.
.
HI, maaf baru bisa update sekarang. mianhae -_-
okay aku akan sekedar jawab review dari chingu yang berbaik hati, mau menyempatkan waktu buat kritik & saran, makasih banget sebelumnya :)
Hannie222 : iya dong, saran itu ada untuk diterima, kan? hihihi okay, ini lanjutannya chingu-ya! selamat menikmati ne :)
misslah(?) :okay ini next chingu, aku ingetin yaa hehe udah next nih sampe chapter 3, makasih udah review :)
Arifahohse : ne, chapter 2&3 is up chingu-ya!
RK 5 : ini nih saran yang aku tunggu2, sebenernya aku juga mikir gitu. cerita aslinya emang pendek2 per chapternya, nah karena ada yang kritik pendek, aku bakalan ngupdate 2 chapter sekaligus, 2 atau 3 yaa? aku coba up 2 chapter dulu deh yaa, kalo masih dipikir masih pendek, next aku up sampe 3 chapter yaa, btw makasih kritiknya! aku nunggu2 lho, yg review begini hihihi
Guest(?) : iya chingu-ya, suka baca juga WONDERWALL by SenaLoli kah? wah wah good! jadi feelnya kena wkwk
okay, sejauh ini. mereka yang bersedia mereview. mana dong yg lainnya? aku tunggu yaa! jangan jadi sider dong, aku juga butuh timbal balik dari kalian, makasih.
mind to review? follow + fav my story and me, please? haha :D
BIG THANKS TO : Arifahohse, BlackDeer07, nurafaini, babyhun94, Hannie222, misslah, RK 5, Guest.
oh iya boleh minta saran ga? aku rencana mau bikin jadwal soal update WONDERWALL, jadi ada jadwal mingguan gitu hehe biar kalian inget gituu pas hari ini (misalkan) upnya WOnderwall ini, dan sebisa mungkin aku bakalan nepatin waktu upnya. kalo misalkan gabisa banget update, aku bakal ganti minggu selanjutnya dengan up beberapa chapter (agar lebih panjang). enaknya di up tiap hari apa? makasih sebelumnya :)
