WONDERWALL (HunChanLu Version)

.

Copyright® Sena Loli

The stories belong to Webtoon : WONDERWALL by Sena Loli.

.

.

Chapter 4 : Tertarik.

"sejak Luhan mengenal Chanyeol, dia jadi jarang ada di kelas"-gumam Kyungsoo menahan dagu dengan tangannya, "apa mungkin Luhan tertarik dengannya?"-tanya Kyungsoo dalam hati melihat Luhan sedang berbincang dengan Chanyeol dibalik tembok.

"padahal tadi Chanyeol bilang akan makan siang denganku…" kata Kris tiba-tiba, "bahkan Kris juga dia tinggalkan"-gumam Kyungsoo, "aku tidak akan pernah lupa yang waktu itu… dia benar-benar orang yang berbeda dihadapan Luhan…"-pikir Kyungsoo.

Flashback :

"Chan!" kata seorang yeoja berambut pendek itu, "kenapa kau begitu dingin padaku, kita tidak seharusnya begini." Kata yeoja itu, "apa salahku Chan!?" lanjut gadis itu. Dari arah berlawanan terlihat Kyungsoo yang sedang membawa banyak makanan dipelukkannya sedang menggerutu "MGRGR, aku diperbudak Luhan!" katanya, "kenapa dia harus makan snack sebanyak ini?! Perutnya pasti sebesar perut ikan paus!" gerutunya tak sadar telah menabrak tubuh jangkung seseorang,

!

!

"OW" teriaknya menjatuhkan semua snack itu, Kyungsoo yang terduduk di lantai kini menatap tubuh seorang namja jangkung berambut hitam disampingnya. namja itu hanya menatapnya seklias lalu menghembuskan nafas beratnya, "hah? Apa-apaan itu?"-tanya Kyungsoo dalam hati melihat reaksi si namja itu.

"jika tidak ingin menolong tidak perlu memberi ekpresi seperti itu juga kan?"-gerutunya dalam hati sambil memunguti snack yang berserakan, "Tao, tau dirilah sedikit…" kata si namja membuat Kyungsoo mendongkakkan kepalanya saat sedang memunguti snack-snacknya, "kau jelek, cantikpun aku tidak mau berpacaran denganmu. Orang-orang pasti akan menertawaiku jika kita berdua berpacaran" lanjut namja itu dengan menundukan kepalanya, "aku tidak mungkin pacaran dengan upil sepertimu… sudah jangan tunjukkan lagi wajahmu, aku jijik melihatnya" lanjut namja itu membuat Kyungsoo melotot tak percaya. "dan, kau! yang di lantai…" lanjut si namja, "ha?" jawab Kyungsoo refleks. "simpan saja semua snack itu aku tidak butuh! Kau pikir aku ini sapi, makan sebanyak itu?" kata si namja, sejenak Kyungsoo berimajinasi

-imajinasi Kyungsoo-

"aku bawakan snack untukmu, terimalah ini dari hatiku…" "ah terimakasih, Kyungsoo…". Inikah yang ada dipikiran si namja brengsek itu? Kyungsoo geram bukan main!

"SIAL! KAU PIKIR INI UNTUKMU!?" teriak Kyungsoo pada namja yang telah berlalu itu, sialan dia dipermalukan! "untung aku sedang tidak ingin pukul orang"-geram Kyungsoo dengan wajah jengkelnya, "EH?" refleks Kyungsoo, "i-ini… maaf tolong jangan menatapku, aku hanyalah upil…" kata yeoja berambut pendek itu yang ternyata bernama Tao memberikan snack yang masih tergeletak di lantai, "t-terimakasih!" kata Kyungsoo segera pergi, "mengerikan, dia sampai berpikir dirinya beneran upil."-lanjut Kyungsoo dalam hati dan meninggalkan Tao dengan pikiran AKU UPIL! AKU UPIL!nya.

Lalu Kyungsoo menceritakan semuanya pada Luhan, "aku hampir pukul orang tadi." Katanya, "wow siapa?" kata Luhan dengan mulut penuh dengan makanan, "kau tidak mengenalnya" balas Kyungsoo dan hanya dibalas "oh" oleh Luhan.

Flashback end.

"sekarang pasti dia sudah lupa denganku, MGRGRGR"-geram Kyungsoo dalam hati, "tapi, mau sepopuler apapun kalau sifatnya begitu tidak ada orang yang mau mendekat, jadi dia populer hanya sebatas tampan saja"-gumam Kyungsoo, "sekarang apa? Mereka bertukar nomor hp?!"-geram Kyungsoo dalam hati melihat keduanya mengeluarkan ponsel masing-masing.

"ah Chanyeol… apa kau tidak ada kegiatan lain setelah pulang sekolah? Aku ingin mentraktirmu makan" Tanya Luhan sebagai ucapan terimakasih karena telah menemukan dompetnya, "…wah kau tidak perlu repot-repot, Lu." Tolak Chanyeol, "oh." Jawab Luhan dengan nada kecewa, "ah… um.. setelah pulang sekolah ya? Tentu saja, aku bebas. Tenang saja hahaha" jawab Chanyeol dengan menggaruk belakang kepalanya, "kalau begitu aku akan menunggu di halte, okay? Ah, aku harus kembali ke kelas sekarang" kata Luhan dengan senyuman membunga-bunganya. "bye." Kata Chanyeol, "Lu! Jangan tinggalkan aku!" teriak Kyungsoo berlari menyusul Luhan. "rasanya aku ingin bilang semuanya pada Luhan, tapi aku tidak ingin merusak bunga-bunga yang sedang dia rasakan saat ini…"-pikir Kyungsoo, "K-Kyung, jangan begitu. Seram tau!" kata Luhan, "eh? Memangnya kenapa?" Tanya Kyungsoo.

Langit sore pun menampakan warna khasnya,

"Lu, kamu sering datang kesini?" Tanya Chanyeol, "iya, aku sering sekali datang dengan Kyungsoo." Jawabnya, "rasanya kita jadi sering bertemu akhir-akhir ini." Kata Chanyeol, padahal dulu tidak pernah. "kita boleh saring bertemu. Kau boleh datang ke kelasku atau kita bisa bertemu saat jam istirahat." Tawar Luhan, "haha… setelah itu kita bisa makan siang dan belajar bersama" jawab Chanyeol dengan tersenyum lebar menampakkan gigi-gigi putihnya, "kita juga bisa jalan-jalan, pergi ke taman, atau hangout bersama." Kata Luhan refleks sambil menyendok makanan kedalam mulutnya, terliahat Chanyeol sedikit kaget tapi berusaha tersenyum. "sepertinya aku agak berlebihan kan?"-tanya Luhan dalam hatinya OH MY! "Lu" panggil Chanyeol, "weekend nanti ayo nonton denganku…" ajak Chanyeol, "iya" jawab Luhan.

VRRR—itu suara bus!

"Lu, kau yakin, tidak ingin ku antar pulang? Bus-mu belum tiba dan ini sudah jam 7 malam" kata Chanyeol, "huh? Aku sudah biasa pulang sendiri, tenang saja jangan khawatir" kata Luhan, "lagi pula, …bus-mu sudah tiba, dan ini bus terakhir yang kearah rumahmu kan? Sebaiknya kamu pulang saja sebelum sopir busnya marah lagi" kata Luhan, "baiklah, bye Lu" kata Chanyeol segera menaiki bus itu.

"bye" kata Luhan, dibalik dinding halte, terlihat seorang lelaki dengan hoodie abu-abu dan topi yang mencurigakan, sepertinya namja itu akhir-akhir ini selalu menguntit Luhan "hmmm" namja itu bergumam.

Chapter 5 : Anak Liar.

Luhan terlihat kebingungan melihat Chanyeol yang berada dihadapannya, "kenapa kau turun lagi?" Tanya Luhan, "rasanya tidak baik aku meninggalkan kau disini sendiri, Lu." Kata Chanyeol menggaruk tengkuknya, "bagaimana jika terjadi sesuatu padamu…" lanjut Chanyeol. "tapi, tadi itu sudah bus terakhir yang kearah rumahmu" kata Luhan, "sudahlah tidak apa-apa" jawab Chanyeol santai, terlihat lelaki dengan hoodie dan topi itu terdiam.

"akan kuantar kau pulang, ayo naik Lu" ajak Chanyeol yang menyetop taksi.

VRRR…

"kau tinggal dimana?" Tanya Chanyeol, "ah iya, ini alamatku" kata Luhan yang sedari tadi diam. Chanyeol dibuat bingung sendiri, apa yang harus dia bicarakan? Luhan bahkan tidak menatapnya, mata Luhan hanya terfokus pada kaca jendela taksi.

"jadi rumahmu disini ya, Lu?" Tanya Chanyeol, melihat rumah seperti mansion mewah dengan cat berwarna putih gading yang terkesan mahal, "yup" jawab Luhan singkat. "ah, Chan. Ini biaya taksi-ku" kata Luhan, "biar aku saja yang bayar, jangan khawatir." Balas Chanyeol, "…terimakasih…" jawab Luhan.

VROOMM—taksi itu pun pergi bersama Chanyeol didalamnya.

"pacarmu cantik sekali, aku tidak pernah melihat penumpang secantik dia selama aku mejadi sopir taksi." Kata sopir taksi itu yang masih fokus pada jalan raya didepannya, "dia.. bukan pacarku…" jawab Chanyeol kikuk, "oh hahaha maaf, kupikir kalian pacaran. Kalian terlihat cocok bersama." Balas sopir taksi itu sedikit melirik Chanyeol, dan Chanyeol hanya bisa menampakkan wajah bingungnya.

FLOP—itu suara tas Luhan yang dibanting begitu saja diatas kasurnya.

"wow, sepi sekali disini." Luhan bermonolog, "sepertinya appa dan eomma tidak akan pulang minggu ini… aku harus segera mandi dan tidur" lanjutnya bemonolog,btw orang tua Luhan sangat sibuk. "oh aku lupa jika aku punya banyak PR, kalau begitu. Mandi, kerjakan PR dan kemudian tidur." Kata Luhan.

"PR-nya banyak sekali" kata Luhan mengeluh, dan entah mengapa dia senang hari ini.

"Lu! Luhanie!" sapa Kyungsoo pagi itu, "kau sangat cantik…" goda Kyungsoo, "pasti kau ingin PR kan Kyung?" tebak Luhan akurat, mengeluarkan buku tugasnya. "ah thanks!" jawab Kyungsoo kaget, "sekarang kau akan kemana?" Tanya Kyungsoo yang melihat Luhan berjalan bukan kearah kelas mereka, "aku ingin membeli makanan di cafeteria. Sebaiknya kau cepat salin PR-nya sebelum masuk kelas" jawab Luhan. "okay! Aku titip roti stroberi!" teriak Kyungsoo segera berlari ke kelas untuk menyalin PR, "aye aye captain" balas Luhan.

"WATDEFAK! INI BANYAK SEKALI!" teriak Kyungsoo dengan tergesa menyalin,

BEEP! BEEP!

?

"HUH? Apa itu tadi?" cemas Kyungsoo, "oh my! Dia sudah kembali!", "skorsing 20 hari kenapa tidak terasa ya.." ,"lenyap sudah kedamaian sekolah kita", "aku sih senang, tidak sekelas dengannya", "tapi tetap saja kita semua sengsara" begitu kira-kira kicauan-kicauan para siswa siswi yang sedang melihat sesuatu dibawah sana.

"dia bawa mobil ke sekolah?", "bukannya peraturan sekolah melarang siswanya untuk membawa kendaraan pribadi?", "harus diantar jemput atau naik kendaraan umum." Begitu komentar para siswa siswi yang ternyata sedang melihat seorang namja dengan tubuh tinggi, kulit seputih susu, dan rambut berwarna madu yang sedikit gelap dibagian bawah belakangnya. "mungkin dia ingin diskors lagi." Komentar seorang siswa, "baguslah, aku tidak senang melihatnya berkeliaran di sekolah" tambah seorang temannya.

Namja yang dibicarakan hanya menatap datar sekitarnya, oh lihat itu! Wajah tampan dinginnya dengan tindik dikedua telinganya, rambut madu menawan, iris mata yang senada dengan rambutnya, tubuh jangkung atletisnya, dan kulit seputih susunya!

Dia melangkah di koridor sekolah ini, dengan tatapan berbagai macam dari siswa siswi lainnya. "kelas, aku ada kelas" kata seorang siswa yang membelokkan badannya saat berpapasan dengan orang yang paling ditakuti di PREPS HIGH SCHOOL.

BAM!

"ah" kata Luhan refleks, "dia ini kan Oh Sehun, anak kelas sebelah yang berbahaya"-pikir Luhan, "seseorang tolong Luhan!", "aku ingin menolongnya, tapi aku takut", "tiba-tiba saja tubuhku tidak bisa bergerak" begitu kira-kira telepati yang dikirim dari kegita siswa yang sedang mengkhawatirkan keselamatan Luhan. Mereka tidak berbicara tetapi saling mengerti pikiran masing-masing, memang aneh ketiga siswa itu.

"m-maafkan aku…" kata Luhan terbata-bata, Sehun hanya menatapnya dingin. Luhan berlalu meninggalkan Sehun, "seram, aku selamat"-katanya dalam hati, "ah dia selamat", "syukurlah" ketiga siswa yang bertelepati itu menyukuri kebebasan Luhan. "tunggu sebentar" ucap Sehun menahan bahu Luhan dari belakang, "siapa yang suruh kau pergi?" katanya, "kau pikir minta maaf saja cukup?" lanjutnya, "apa-apaan ini!?" geram Luhan karena roti stoberi milik Kyungsoo direbut Sehun.

SLAP!

AH!

Rotinya dijatuhkan begitu saja, lalu Sehun injak dengan kaki brengseknya.

PUNT

"apa ini kau memiliki dua roti? Rakus sepertimu mati aja!" Sehun melempar roti itu keluar jendela, aish! Luhan merasa harga dirinya diinjak-injak! Dia tak tahan lagi, mati hari ini juga tidak masalah!

"itu peringatan untukmu! Agar tidak menyentuhku lagi." Ujar Sehun meninggalkan Luhan,

THUMP!—itu suara kaleng yang mengenai tepat kepala belakang Sehun.

"ka- kauu lupa minumnya…" bentak Luhan dengan perasaan was-was, "KAU!" geram Sehun meremas kerah baju Luhan dan mengangkat tubuh Luhan sejajar dengannya, hingga perut rata putih bersih itu terpampang jelas. Lalu bersiap dengan kepalan tangan kanannya "INGIN MATI YA!?"

.

.

TBC.

.

.

balasan untuk reviewer-deul :

Arifahohse : nih, 69 kasih 2 chapter hehe makasih udah keep reading and review :)

Hannie22 : okay, saran diterima :)

[ANNOUNCEMENT] ff nya 69 up seminggu sekali yaa chinguu, berdasarkan saran dari Hannie222 :) up tiap hari jumat yaa :)

BIG THANKS TO : Arifahohse, Hannie222, BlackDeer07, Princess Xiao, babyhun94, nurafaini, nqomariah947.

[note] u can call me 69, (enamsembilan; enampuluhsembilan, sixnine, sixtynine, yosot ahop(?); yesun ahop(?), yuk gu(?); yuk-ship gu(?).) wkwk