WONDERWALL (HunChanLu Version)

.

.

Copyright® Sena Loli

The stories belong to Webtoon : WONDERWALL by Sena Loli

.

.

Chapter 6 : STALKER?

"Sehun! jangan pukul Luhan!" teriak seorang siswa yang ternyata salah satu dari ketiga siswa yang tadi bertelepati, lalu Sehun menoleh sontak membuat ketiganya gemetar.

"jangan pukul dia…", "kasi-hani dia", "iya, dia kan yeoja" kata ketiganya.

" yeoja dan namja sama saja dimataku!" ucap Sehun dingin.

"tapi jangan pukul Luhan…", Sehun menatap wajah takut Luhan.

"dia cantik, sayang jika kau pukul…", "jika kau memukulnya nanti Luhan tidak akan cantik lagi (eh)…" bela ketiga siswa itu.

"apa?" Sehun menatap wajah takut Luhan dengan Kristal bening diujung matanya, Sehun melepaskan cengkraman pada kerah seragam Luhan, membuat Luhan kebingungan.

"kau beruntung aku sedang tidak ingin cari masalah." Ujar Sehun, "tapi lain kali aku giling kau dengan mobilku!" lanjutnya, Luhan hanya bisa berHAH? Ria.

"aduh.. kita menyelamatkan Luhan", "kupikir aku akan dipukul juga" kata ketiga siswa itu.

"HIKS… hiks… hiks… hiks" sungguh! Luhan sangat takut padanya.

"Lu, jangan menangis", "nanti tidak perlu bertemu dia lagi…" kata ketiganya mencoba membuat Luhan tenang.

"dia pernah mencelakai teman sekelasnya hanya karena masalah sepele."

Dengan tidak sengaja, namja berhoodie merah dengan topi mendengar percakapan ketiga siswa dengan Luhan diantara mereka.

"eh? Ada apa ini? Kenapa Luhan menangis?" Tanya namja berhoodie merah itu.

"oh, tadi Luhan diganggu Sehun." setelah mendengar ucapan dari salah satu siswa itu, namja berhoodie merah memutar balik tubuh dengan wajah marahnya.

"Sehun lagi!" geramnya.

Padahal baru tiga minggu lalu Sehun diskors setelah melemparnya dari jendela, sekarang beraninya dia membuat Luhan menangis!

.

.

Flashback tiga minggu lalu :

"Sehun, PR-mu mana?" Tanya namja berambut coklat dengan bulu mata lentik indahnya itu, "aku disuruh guru untuk mengumpulkannya." Lanjutnya.

"aku tidak mengerjakannya!" bentak Sehun.

"ha?" balas namja berbulu mata lentik itu, "kenapa kau tidak mengerjakannya? Kau bisa dipanggil dan nanti dimarahi oleh guru…" lanjut namja berbulu mata lentik itu.

"ya sudah bilang saja aku tidak mengerjakannya kan? Dasar banci berisik!" bentak Sehun.

BANCI-BANCI-BANCI kalimat Sehun begitu terngiang dikepalanya, "tega sekali kau bilang aku banci?! TARIK KEMBALI KATA-KATAMU!" bentak si lentik mencengkram kerah seragam Sehun.

"hah? Kenapa aku harus menarik kembali kata-kataku jika kau memang benar seorang banci. Lagipula semua orang tau kau itu banci, dan juga… SINGKIRKAN TANGAMU!" kata Sehun dingin dan BAM!

Meninju si lentik CIPRTTT—cipratan darah si lentik terlihat melayang diudara, belum puas, Sehun mendorong tubuhnya mendekat ke Jendela.

"banci sepertimu beraninya macam-macam denganku?! Aku tidak terima!" bentaknya mendorong tubuh si lentik.

"WAAA…WAAAH" teriaknya, "NOOO!"

SRAK!

"oh my! Apa itu?" Tanya sepasang kekasih yang sedang berjalan di pinggir semak-semak.

"w-woi, kau tidak apa-apa?" kata si namja dengan cemas.

melihat si lentik yang terkapar dalam semak-semak, dia jatuh dari lantai dua!

"aku gapapa.." jawabnya masih shock dan sedikit mengeluarkan air mata.

"tanganmu terluka…" kata si yeoja.

"sepertinya kau tergores oleh ranting tadi" tambah si namja.

"eh?" refleksnya menangkat lengannya yang terasa perih.

"sebaiknya kau ke klinik saja, lukamu kelihatannya parah" kata si namja.

"i-iya" jawab si lentik dengan mata berair.

.

"su..ster…lho?" si lentik heran, "kenapa susternya tidak ada, luka ini sakit sekali…" katanya memegangi lengannya yang terus saja mengeluarkan carian merah bau anyir itu, gawat! Dia akan nangis, "hei, boleh aku minta tolong?" Tanya si lentik pada ketiga gadis yang sedang berada disekitar klinik

Ketiga gadis itu meringgis melihat darah sebanyak itu, "ih.. tidak mau, minta suster saja!", "aku takut darah!" tolak ketiganya.

"tapi, susternya tidak ada…" dia sudah minta tolong pada banyak orang tapi tidak ada yang mau menolongnya.

"tolong aku terluka!" si lentik berteriak pada seorang gadis.

"kyaaa! Panggil suster jangan aku!" teriak si gadis melarikan diri.

"tapi…" teriaknya percuma, jadi begini rasanya… dia merasa seperti bongkahan upil, sebongkahan upil yang dicari-cari ketika dibutuhkan saja. Dan dibuang setelah ditemukan…

"ugh…" dia mengeluh.

.

"ew! Lu, apa yang kau injak?!" teriak seorang gadis.

"ha? Entahlah, mungkin cat" jawab gadis satunya lagi.

"ah! Maaf…" kata si lentik melihat Luhan sedang menggosok-gosokkan alas sepatunya ke lantai lain yang bersih.

"itu darahku…" lanjutnya.

"darah? Dari lukamu? Kau tidak pergi ke klinik?" Tanya Luhan khawatir.

"apa? INI DARAH?" kata Kyungsoo berlebihan.

"tadi aku ke klinik tapi susternya tidak ada." Jelas si lentik menunduk, mereka tidak mungkin menolongnya kan?

"aku baik-baik saja.. lagipula ini hanya luka kecil. Jika dibiarkan nanti juga sembuh sendiri" kata si lentik sambil menangis, mereka melihatnya menangis dia pasti dikira banci.

"ikut denganku, aku bisa menolongmu." Kata Luhan, "Kyung, bawa ini ke kelas" tambah Luhan dan Kyungsoo memasang muka malasnya, dengan ekspesi SERIOUSLYnya.

"ayo!" ajak Luhan.

"t-tidak usah repot-repot, aku tidak apa-apa." Tolak si lentik.

"hei, jangan khawatir, Luhan dulu pengurus di klinik." Jawab Kyungsoo dengan memberi tatapan –dia ahli menyembuhkan orang-.

.

"kau sudah mencuci lukamu?" Tanya Luhan menyingkap lengan almamaternya keatas.

"iya." Jawab si lentik.

"sakit?" Tanya Luhan saat dia menekan-nekan luka si lentik dengan kapas berisi alcohol.

"tidak sakit" jawabnya dengan gelengan kepala dan wa-waah tangan Luhan lembut sekali, seperti pantat bayi!

"baguslah, kupikir akan sakit, aku sudah lama tidak membalut luka orang lain… oh iya, namamu siapa?" Tanya Luhan.

"Jongdae." Jawab si lentik yang ternyata bernama Jongdae itu.

"Jongdae ya, aku Luhan." Kata Luhan tersenyum.

"iya aku sudah tau…" jawabnya.

"oh sudah tau? Bagaimana bisa haha…" Luhan tertawa renyah, di sekolah ini memang siapa yang tidak mengenal Luhan?

.

"kenapa kau berhenti jadi pengurus klinik?" Tanya Jongdae.

"ah, itu karena.. setiap kali aku yang piket untuk mengurus, akan ada puluhan siswa yang sakit secara misterius" jawab Luhan, jadi dia berhenti.

Itu bukan sakit, itu karena mereka ingin dirawat oleh Luhan, tapi dia baik sekali bersedia menolong Jongdae walaupun bukan pengurus lagi.

"selesai" ucap Luhan.

"WAAH!" rapi sekali- Jongdae melihat balutan perban Luhan yang rapi.

"kalau yang ini sakit juga?" Tanya Luhan menyentuh bagian atas bibir Jongdae yang memang ada memar disana akibat pukulan Sehun tadi,

DEG!

.

KREEN—suara pintu dibuka.

"oh maaf, apa ada yang sakit? Aku pengurus hari ini." Kata seorang siswi yang membuka pintu tadi.

"aku sudah membalut lukanya, sisanya ada sedikit memar diatas bibirnya." Ucap Luhan sambil menunjuk bibir atasnya sendiri, seperti mengisyaratkan lokasi tepatnya Jongdae terluka yang belum sempat dia obati.

"aku kembali ke kelas ya.. jangan sampai terluka lagi, Jongdae." Kata Luhan.

terimakasih pada Luhan sudah membalutkan lukanya. Tapi Jongdae belum berterimakasih padanya, dia tidak seperti teman yang lain, memperlakukannya seperti upil.

.

.

Setelah itu, Jongdae melaporkan apa yang telah dikakukan Sehun padanya, Sehun diskors selama 20 hari. Sehun benar-benar dendam pada Jongdae sekarang, "hei banci akan kupukul kau diluar sekolah, awas saja jika aku melihatmu!" ancam Sehun.

.

Dia serius, tiap hari Sehun mengawasi siswa yang pulang. Setiap hari Jongdae harus menyembunyikan diri jika berada diluar sekolah, dan Luhan… dia selalu bersama Chanyeol disaat Jongdae memiliki waktu untuk bicara padanya. Jongdae tidak bisa mengganggu mereka, Luhan kelihatannya bahagia jika bersama dengan Chanyeol. Jongdae senang melihatnya tersenyum, Jongdae tidak terima jika ada yang membuat Luhan menangis!

Flashback end.

.

.

"DIMANA PSYCHO ITU?"-geramnya dalam hati, "HEI SEHUN!" teriaknya saat melihat punggung Sehun.

"APA! JANGAN PANGGIL NAMAKU SAMBIL TERIAK!" bentaknya.

"UGH!" baru saja dibentak seperti itu udah seram, ayolah JONGDAE! Jangan, dia tidak boleh takut! Dia tidak bisa memukul Jongdae dalam sekolah, "kenapa kau mengganggu Luhan!?" Tanya Jongdae.

"Luhan?" Tanya Sehun.

"Luhan, yeoja yang kau ganggu tadi!" balas Jongdae, "tega sekali kau membuat seorang yeoja menangis, apa kau namja?" lanjut Jongdae.

"tutup mulutmu! Siapa kau beraninya denganku, kau ingin dihajar?!" bentak Sehun.

"pukul saja aku kalau kau berani, disini sekarang!" bentak Jongdae melepas topinya, "kau akan dikeluarkan dari sekolah jika kau memukul aku lagi" ancam Jongdae.

"oh banci! Padahal aku baru mau menemuimu di kelas! Memangnya apa hubungan kalian berdua hah?!" Tanya Sehun.

"h-hubunganku dengannya bukan urusanmu! Aku akan membalasmu karena sudah membuat Luhan menangis!" bentak Jongdae.

"PFFT" Sehun menahan tawa gelinya, BAM! Jongdae kena pukulan Sehun lagi, oh lihat cipratan darahnya! Ini seperti berlebihan tapi memang begitu kenyataannya! Si brengsek Oh Sehun dengan mulut sialannya "jadi, banci sepertimu bisa suka pada yeoja juga? Kupikir kau suka pada namja?!".

"aku akan laporkan apa yang telah kau lakukan, pada kepala sekolah!" geram Jongdae, Oh Sehun kau akan dikeluarkan dari sekolah!

"oh kau akan lapor? Silahkan lapor saja, bilang pada kepala sekolah aku memukulmu!... dan aku akan membuat yeoja itu menderita dihadapanmu!" ancam Sehun.

"hah? Luhan? J-jangan! Maafkan aku, aku salah… jangan Luhan, aku mohon padamu!" Jongdae memohon, dengan darah yang terus mengalir dari hidungnya.

"BANCI BERISIK!" bentak Sehun memukul Jongdae lagi beberapa kali.

BAM! BAM! BAM!

Chapter 7 : Direbut.

Di lorong, Tidak ada

Di kantin, TIDAK ADA!

"pasti sedang mencari Luhan"-tebak Kris melihat Chanyeol yang terlihat seperti sedang mencari sesorang dan tidak kunjung menemukannya.

"Yeol, kau sedang mencari Luhan?" Tanya Kris, yang ditanya malah diam tak menjawab. "bagaimana kalau kau tanyakan saja?" Tanya Kris lagi, "disana ada Kyungsoo" tambahnya melihat Kyungsoo sedang berbicara dengan kedua temannya yang lain.

"a-aku tidak mau berbicara dengan mereka" jawab Chanyeol dengan wajah malasnya, hanya pada Kyungsoo hey! " Kris!" kata Chanyeol tiba-tiba, "kau saja yang Tanya padanya!" tambahnya membuat Kris terkaget-keget.

"hah? Mengapa aku?!" Tanya Kris.

"tidak boleh ya?" Tanya Chanyeol dengan wajah menyebalkannya. Jangan berwajah seperti itu, Chanyeol membuat Kris jadi kesal.

"e-eh boleh" balasnya, "tunggu ya…" kata Kris segera melesat menemui Kyungsoo.

.

"aku harap aku tidak dipanggil untuk maju menjawab didepan… bukannya aku tidak tau jawaban dari soalnya, hanya saja aku lupa menggosok gigiku tadi pagi." Kata Kyungsoo yang terlihat sedang ngobrol dengan kedua temannya.

"hello… it's me" sapa Kris yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Kyungsoo dengan menyanyikan sedikit potongan lirik lagu Adele – Hello.

"AAAHHH" ketiga gadis itu berteriak terkaget-kaget, Kris dengan jawah sok innocent nya ingin bertanya sesuatu. "ada apa Kris, kau ingin menanyakan apa? Duduk disini!" Tanya Kyungsoo.

"dimana Luhan? Mengapa kau tidak bersamanya?" Tanya Kris to the point.

"dia di kelas, cari saja. Dia takut keluar dari kelas, katanya sedang ada masalah dengan Sehun" jawab Kyungsoo.

"Sehun? yang seram itu?" Kris memucat.

"iya yang itu, memangnya Sehun yang mana lagi." Jawab Kyungsoo membenarkan.

"o-oh begitu ya… okay, terimakasih Kyung, btw kau tetap wangi walaupun lupa gosok gigi" kata Kris tepat disamping gadis itu, mengundang tatapan APA-APAAN DIA? Dan B-BERANINYA dari kedua teman Kyungsoo.

"yang seperti itu tidak usah dibicarakan kencang-kencang UGH" geram Kyungsoo meninju pipi Kris, "PERGI JAUH-JAUH DARI SINI!" bentak Kyungsoo dan menimbulkan pikiran Kyungsoo galak! Di pikiran Kris.

.

Kris yang menghampiri bangku Chanyeol di kantin segera memberi kabar tentang Luhan "oi, Yeol. Luhan tidak mau keluar dari kelas, sedang ada masalah dengan Sehun katanya" kata Kris benar-benar mengkopi perkataan Kyungsoo tanpa menambah atau mengurangi apa yang Kyungsoo katakan tadi.

"kenapa Luhan bermasalah dengan orang itu…" kata Chanyeol cemas.

"entahlah… sekarang kau yang harus Tanya sendiri." Balas Kris, tanpa menjawab Chanyeol mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana.

.

.

"U..UH" Luhan dengan posisi menenggelamkan tubuhnya diatas mejanya dengan mengenaskan, terdengar suara BIP beberapa kali dari ponselnya. Itu pesan masuk dari Chanyeol!

.

[Chanyeol] :

-Lu, kau tidak apa-apa? Aku dengar kau sedang bermasalah dengan seseorang, kau tidak ingin keluar dari kelas sekarang?

[Luhan] :

-Aku ingin keluar tapi belum sekarang.

[Chanyeol] :

-Kalau kau takut dengan sesorang sebaiknya kau bersamaku saja.

-kapan kau boleh keluar dari kelas? Setelah pulang sekolah? Kita berjanji akan nonton dulu kan ˄ _˄

[Luhan] :

-aku akan segera menemuimu setelah pulang sekolah.

[Chanyeol] :

-okay.

.

Luhan bangkit dari posisi mengenaskannya dan wajahnya memancarkan kesenangannya, akhirnya Luhan bisa bertemu Chanyeol lagi!

Disisi lain, Chanyeol dengan senyum yang terpatri diwajahnya mengumamkan "hm".

.

.

Siang itu cuacanya cerah sekali, terlihat dua namja sedang menunggu sesorang. Dan Luhan yang terlihat sangat buru-buru dan menggerutu gara-gara disuruh mengumpuklan dulu PR di kelas sehingga dia telat pulang.

.

"hai Lu" sapa Chanyeol.

"hai Chan, maaf sudah membuatmu menunggu" balasnya dengan rambut setengah berantakan.

"tidak perlu terburu-buru, kita masih memiliki 45 menit" kata Chanyeol.

sedangkan Kris melihat Luhan dengan tatapan MANA KYUNGSOO?

"oh masih lama" jawab Luhan dengan tatapan DIA SUDAH PULANG kepada Kris.

.

"Lu, apa benar kau dibully Sehun?" Tanya Chanyeol tiba-tiba OOT, "aku bisa datang padamu tiap istirahat kalau kau mau, jadi kau tidak perlu takut bertemu dengan Sehun lagi" tambah Chanyeol.

"hei! Apa yang kalian lakukan di halaman sekolah!" tiba-tiba suara seorang namja menyapa mereka bertiga, "aku dengar kalian berbicara dengan menyebut-nyebut namaku!" itu Sehun.

Baik Chanyeol maupun Luhan hanya terdiam dan menatap Sehun yang sedang berada didepan mereka.

"oh, kau yeoja yang waktu itu." Kata Sehun setelah melihat ternyata itu Luhan, "jawab selagi aku masih bertanya baik-baik, apa yang kalian bicarakan tentangku?!" bentak Sehun.

"i-itu bukan urusanmu!" balas Luhan memberanikan diri.

"BUKAN URUSANKU?! BARU 2 HARI YANG LALU KAU MELUKAI KEPALAKU DAN SEKARANG KAU MENGGOSIPKANKU?! TERUS KMU BILANG INI BUKAN URUSANKU?!" bentak Sehun panjang lebar, "ikut denganku sekarang juga!" Sehun menarik tangan Luhan.

"apa maumu?!" Tanya Luhan.

"OH NO Luhan" teriak Kris dibelakang Chanyeol.

!

Chanyeol menarik sebelah tangan Luhan yang satunya lagi, Luhan menatap kedua tangannya yang sedang ditarik oleh Sehun dan Chanyeol. "lepaskan." Itu Sehun, dengan wajah datarnya.

"kau yang lepaskan." Kata Chanyeol dengan wajah kesalnya, sedangkan Luhan hanya bisa diam bingung dengan situasinya saat ini.

.

.

TBC.

.

.

Sneak Preview :

Chapter 8 : Aku Bisa Menolongmu.

..."aku bisa menghentikan darah di hidungmu.. karena itulah hentikan mobilnya sebentar!" balas Luhan.

"aku tau rencanamu! Kau ingin mencari kesempatan agar bisa keluar dari mobil ini… dan kabur dari…" darah yang keluar dari hidung Sehun semakin banyak, mobilnya berhenti seketika. Luhan cemas, "lihat kan?! Ini gara-gara kau!" kata Sehun menutupi hidungnya.

"jangan bicara dulu.." kata Luhan.

"HAH?!" ini Sehun.

"setelah ini kau mau marah padaku sambil teriak-teriak juga tidak apa-apa." Luhan memegangi hidung Sehun, "posisi ku tidak baik sekali…"-batin Luhan.

.

.

hiiii! sesuai janji, 69 up nih chapter 6 sama 7 nya tepat di hari jumat jam 1:55AM wkwk 69 belom ngantuk sih :v

kemaren lupa ngasih sneak preview ya? mian, hehe i forget it :v

oh iya, kalo ada yang bingung sama apapun boleh tanya ke 69, di kolom review yaa :)

.

.

okay, kita bales dulu reviews dari uri reviewer-deul

Arifahohse : here baby, udah di next yaa!

BlackDeer07 : pendek ya? tapi kayanya lebih pendekkan tinggi badan 69 deh :v wkwk okay, ini udah di next yaa chinguyaa :) kamshamnida supportnya, sip! always semangat :)

RK 5 : hihihi ini nih yang suka ngekritik ff 69, btw makasih loh :) 69 bener-bener suka di kritik, wae? karena dengan kritikan kita bisa jadi pribadi yang lebih baik dan memperbaiki kesalahan kita #yehet nah masalah ff yg Who is she, She is Luhan itu 69 pernah tuh baca, tapi cuma baca 2 chapter :v maafkan 69 yang ga setia pada satu ff :v 69 abis itu nyari ff author-author lain buat dibaca, sambil buat referensi dan juga menuhin hasrat yang emang ga cukup sama 1 ff aja :v belum tamat ff ini, udah nyari ff lain buat dibaca :v wkwk okay, selebihnya 69 minta saran lagi yaa dari RK 5 hehe ditunggu sarannya :)

Hannie222 : iya nih, sama sehun mah enaknya cari cinta yaa bukan cari masalah :v #tttsssaaah *kibasponi :v okay, ini udah di next yaa hannie :)

okay, untuk chapter 4&5 yang ngereview baru segitu :v 69 harap kedepannya kalian review juga yaa #kodekeras buat sider :v

jangan jadi pembaca gelap, tar gelap kaya jongin loh wkwk eiy 69! jongin sama lo juga masih putihan jongin kemana-mana! *marahindirisendiri

69 ngucapain makasih bgt buat yang udah follow+fav ff ini, akun 69nya ga akan di follow+fav juga? ayo jalin hubungan! *apasih? maksudnya ayo saling berhubungan dengan follow dan fav akun kita :v

okay, akhir kata, 69 ngucapin BIG THANKS BUAT YANG FOLLOW+FAV+REVIEW, I CANT SAY THANK ENOUGH TO YOU GUYS :)