WONDERWALL (HunChanLu Version)
.
Copyright® Sena Loli
The stories belong to Webtoon : WONDERWALL by Sena Loli
.
.
Chapter 8 : Aku Bisa Menolongmu.
"lepaskan." Itu Sehun, dengan wajah datarnya.
"kau yang lepaskan." Kata Chanyeol dengan wajah kesalnya.
Sedangkan Luhan hanya bisa diam bingung dengan situasinya saat ini.
"i-iya lepaskan, aku sudah berjanji akan pergi dengan Chanyeol." Kata Luhan.
Sehun dengan mata elangnya menatap Luhan menusuk dan mengintimidasi, membuat Luhan takut bukan main.
"kau dengar itu? Cepat lepaskan tanganmu dari Luhan!" bentak Chanyeol.
Seketika itu juga Sehun melepaskan pegangannya pada tangan Luhan. Benaran dilepaskan, Chanyeol hebat!
BAM! Itu suara pukulan!
Sehun memukul Chanyeol, terlihat cipratan darah diudara. Sama seperti saat Sehun memukul Jongdae, ini bukan mendramatisir tapi itu benar! Chanyeol berdarah!
"dia harus ikut denganku!" bentak Sehun, dan menyisakan Luhan dan Kris yang memekik melihat kejadian itu.
"UH!" Chanyeol tidak terima!
"pergi sana! Kau ingin kupukul lagi?!" tanyanya.
"APA MAUMU?!" bentak Chanyeol yang memukul balik Sehun, sehingga cipratan darah terlihat lagi di udara.
BAM!
Luhan dengan muka suramnya hanya melihat kejadian itu, kenapa jadi begini?
"Kris tolong hentikan mereka!" kata Luhan.
Sedangkan Sehun dan Chanyeol masih memukul satu sama lain.
"KRIS!" teriak Luhan menggoyang-goyangkan tubuh Kris yang hanya melototi perkelahian mereka.
BAM! BAM! BAM!
Keduanya sedang mencengkram kerah kemeja lawannya, Sehun mencengkram kemeja Chanyeol begitupula sebaliknya.
"HENTIKAN SEHUN!" itu Luhan, "jika aku ikut denganmu, kau janji tidak akan memukul Chanyeol lagi kan?" lanjutnya membuat Sehun maupun Chanyeol melirik kearah Luhan.
"apa maksudmu Lu?!" bentak Chanyeol.
"jika kau ikut denganku? Tentu saja!" ini Sehun.
"Lu, jangan ikut dengannya! Kau tidak tau apa yang akan dia lakukan padamu!" Chanyeol membentak Luhan.
"aku tidak suka Sehun memukulmu seperti itu…" Luhan membalas dengan wajah cemasnya.
"HEY! APA YANG KAU TUNGGU, CEPAT JALAN!" bentak Sehun.
"i-iya" balas Luhan.
.
"naik ke mobilku!" Sehun menarik tangan Luhan.
Sedangkan Chanyeol hanya mematung melihat Luhan diseret Sehun. "Sial!" gerutunya dengan hidung yang mengeluarkan darah.
"Yeol, hidungmu berdarah!" teriak Kris.
"aku tau" jawab Chanyeol mengusap hidungnya.
.
Sementara itu, lelaki dengan hoodie biru donker dengan topi dan perban di pipinya sedang bersembunyi di balik pohon, itu Jongdae! "apa yang akan dia lakukan pada Luhan…" kata Jongdae yang masih bersembunyi di balik pohon.
.
"mau aku bantu bersihkan?" tawar Kris.
"tidak, terimakasih Kris" jawab Chanyeol.
.
"dia mungkin akan menghajar Luhan!" kata Jongdae meninggalkan tempat itu, tidak akan dia biarkan itu terjadi.
.
.
"darahnya tidak mau berhenti." Kata Chanyeol yang mengusap hidungnya yang terus mengeluarkan darah.
"ah, Tao apa kamu punya tissue?" Tanya Kris yang sedang meilhat Tao berjalan.
Chanyeol menatap Tao dengan wajah datarnya.
"aku punya, ini" Tao menyodorkan kotak tissue kehadapan Chanyeol.
"pergi sana, aku tidak butuh apa-apa darimu!" Chanyeol benar-benar sialan.
"T-Tao jangan menagis, kau tau sendiri kan Chanyeol orangnya seperti apa…" kata Kris cemas, Tao menangis dan berpikir bahwa Chanyeol memang jahat padanya.
"moodku sedang tidak baik, aku ingin pulang" kata Chanyeol berlalu meninggalkan Kris dan Tao.
.
.
VRRR…
Sehun menyetir dengan hidung berdarahnya, "hidungmu berdarah…" kata Luhan.
"jadi, kau mau bilang kasihan padaku begitu?!" balas Sehun.
"t-tidak.. aku..—"
"kalau begitu tutup mulutmu!" Sehun memotong ucapan Luhan.
Luhan menyerah, dia diam.
Namun tak lama kemudian dia berteriak, "HENTIKAN MOBILNYA!" teriak Luhan cemas melihat darah yang menetes semakin deras dari hidung Sehun.
"kenapa aku harus menghentikan mobilku!?" Tanya Sehun dengan wajah arogannya.
"aku bisa menghentikan darah di hidungmu.. karena itulah hentikan mobilnya sebentar!" balas Luhan.
"aku tau rencanamu! Kau ingin mencari kesempatan agar bisa keluar dari mobil ini… dan kabur dari…" darah yang keluar dari hidung Sehun semakin banyak.
Mobilnya berhenti seketika.
Luhan cemas.
"lihat kan?! Ini gara-gara kau!" kata Sehun menutupi hidungnya, menyalahkan Luhan karena dia pikir dia mendapat Luka itu dan bertengkar dengan Chanyeol gara-gara Luhan, tapi HEY dia sendiri yang cari gara-gara dengan seenaknya menyeret Luhan dari tangan Chanyeol.
"jangan bicara dulu.." kata Luhan.
"HAH?!" ini Sehun.
"setelah ini kau mau marah padaku sambil teriak-teriak juga tidak apa-apa." Luhan memegangi hidung Sehun.
"posisi ku tidak baik sekali…"-batin Luhan.
Bagaimana tidak? Luhan kini sedang duduk mengangkang di paha Sehun, "punggungku jadi sakit dan darahnya juga mengenai blazerku…"-batin Luhan lagi. "b-bisa mundurkan kursimu sedikit?" Tanya Luhan gugup.
Sehun hanya diam dan menuruti permintaan Luhan.
KRRR… sandaran kursi itu mundur agak kebelakang.
"bagaimana ini.. ah, sudahlah tidak ada cara lain lagi!"-batin Luhan, "permisi sebentar, aku tidak akan lama.." kata Luhan yang masih memegani hidung Sehun dengan tangannya dan posisi yang duduk mengangkang diatas paha Sehun, ini awkward sekali…
Chapter 9 : Waktu Berdua.
"UH" itu Sehun, wajahnya kini sangat dekat dengan Luhan, Luhan sedang membersihkan hidung Sehun dari darah. Dia mendongkakan kepala Sehun untuk memasukan sumpalan tissue kedalam lubang hidung Sehun agar darahnya berhenti menetes.
"kalau saja dia tidak marah-marah pada posisiku pasti tidak akan aneh begini, padahal jika dia biarkan aku keluar, aku bisa belikan es batu untuk kompres hidungnya."-batin Luhan yang masih telaten menghentikan pendarahan di hidung Sehun.
Sempit, itu yang dirasakan Luhan saat ini. Luhan yang masih saja duduk menganggkang di atas paha Sehun.
"tung..gu du.." ucap Sehun.
"jangan bicara dulu, aku kesulitan memasukkannya." Balas Luhan yang masih berusaha memasukan pilinan-pilinan tissue untuk menyumbat darah Sehun.
Sehun menurut, dia diam.
"kenapa darah yang keluar semakin banyak?"-tanya Luhan dalam hati. Luhan pernah merawat teman yang hidungnya patah dan berdarah karena terkena bola baseball, tapi mimisannya tidak sebanyak ini!
"sebelah lagi, setelah ini bernafas dengan mulut dulu untuk sementara." Kata Luhan, tak lama kemudian "nah sudah selesai" katanya beberapa saat kemudian.
"kalau begitu cepat minggir! Kau berat!" kata Sehun dengan biadabnya
"oh maaf" jawab Luhan yang sangat tertusuk dengan kata BERAT dari Sehun itu.
.
Sehun melirik Luhan, Luhan memikirkan banyak pikiran negarif didalam kepalanya akibat tatapan Sehun itu.
"apa aku akan dimarahi sekarang? Mungkin dihajar? Aku khawatir kalau hidung Chanyeol juga terluka seperti Sehun…"-batin Luhan.
"kau ingin kubayar berapa?" Tanya Sehun.
"hah? Bayar? Bayar apa?" Tanya Luhan.
"bayaran karena telah menghentikan mimisanku" jawabnya kesal dengan otak lamban Luhan.
"aku tidak perlu dibayar sama sekali" jawab Luhan dengan pikiran, kenapa Sehun ingin membayarnya?.
"serius kau tidak ingin bayaran? Imbalan atau apapun? Kalau begitu kenapa menolongku?" Tanya Sehun.
"sebagai medis di sekolah aku tidak bisa membiarkan ada siswa yang terluka, lagipula aku tidak punya tujuan apapun, aku menolongmu karena aku ingin menolongmu" balas Luhan, medis? Mantan medis, Lu.
"ah maaf aku hanya bilang" kata Luhan.
"**seharusnya aku membawamu ke tempat sepi… menghajarmu sampai kau bilang apa yang tadi kalian gosipkan tentang diriku…"
**translate : terimakasih sudah mau menolongku.
"m-menghajarku?" Luhan terbelakak, orang ini kejam sekali.
"dan juga aku sangat marah karena kau sentuh-sentuh aku sembarangan. Tapi karena kau sudah menolongku, aku akan melepaskamu kali ini. Tapi aku masih akan tetap menghajarmu nanti!" kata Sehun yang membuat Luhan menganga tak percaya.
"eh?" respon Luhan, padahal tadi dia sudah senang.
"cepat keluar dari mobilku sekarang!" Sehun kejam, bukan?
"a-ada pagar aku tidak bisa buka pintunya.." balas Luhan.
"dasar! Kau memang harus kuhajar!" bentaknya.
.
BLAM! Suara dentuman pintu terdengar.
.
SHHH… turun hujan!
.
Hari apa ini? Kenapa Luhan sial sekali!
.
"HEI!", "hei tuli! Aku memanggilmu!" itu Sehun, berteriak dari dalam mobilnya, "sedang hujan, cepat naik! Aku akan antar kau pulang" lanjutnya.
"tapi aku baru turun" balas Luhan.
"cepat naik lagi!" teriak Sehun.
"tidak mau! Kau pasti ingin menjebakku" jawab Luhan yang masih mematung disamping mobil Sehun.
"aku sedang baik hari ini! Ce..pat na..ik!" geramnya tertahan.
"kau kan jahat padaku, kenapa tiba-tiba jadi baik?" terka Luhan melihat Sehun dengan tatapan curiga.
"karena aku tidak bisa jahat pada orang yang baik padaku! Sekarang cepat naik sebelum aku yang menyeretmu masuk!" pinta Sehun mutlak.
"i-iya" dengan muka terkejut, Luhan akhirnya masuk kedalam mobil Sehun.
.
"dimana rumahmu?" Tanya Sehun.
"sebenarnya aku tidak begitu ingat alamat rumahku.." jawabnya yang dibalas tatapan seram dan menusuk dari Sehun.
"t-tapi aku tau harus lewat mana, biar aku yang tunjukan jalannya." Lanjut Luhan.
.
VRRRR—Mobil itupun mulai berjalan.
.
"lewat mana!" Tanya Sehun membentak.
"dari sini lurus, Lalu belok kiri didepan sana.." jelasnya, "ah, AC-nya terlalu dingin, bisakah suhunya di-"
FULL… Sehun menaikkan suhu AC-nya sehingga membuat Luhan semakin kedinginan, bahkan membeku! Benar-benar Sehun itu!
ACHOO… ACHOO… ACHOO! Itu Luhan.
"kau flu?" Tanya Sehun.
"ha? tidak" jawab Luhan.
"sekali bersin berarti ada orang yang bicara baik tentangmu, dua kali ada yang bicara buruk, tiga kali kau terkena flu!" jelas Sehun membuat Luhan melogo, kesimpulan macam apa itu?
"sudah disini, sekarang kemana?" Tanya Sehun.
"belok kanan didepan sana dan lurus saja nanti ada bundaran dari situ ke kiri…" balas Luhan, Luhan merasakan matanya perih dan dan dia ingin menutup mata sebentar saja.
.
ZAAA—ZAAA—hujan tidak kunjung reda.
.
"setelah ini lewat mana lagi?" Tanya Sehun, "HEI!" merasa tidak ada jawaban dia menoleh kesamping. Luhan malah tidur, terdengar dengkuran halus. "bagun! Siapa yang suruh kau tidur?!" Sehun murka, mengepalkan tangannya diudara seperti hendak memukul Luhan, tapi diurungkan setelah melihat wajah damai Luhan saat tidur itu. "menyebalkan!" geramnya.
.
SCREEECHH—mobilnya berhenti.
[06:15PM]
.
.
[06:45PM] "Dasar!" Sehun menggerutu dan melepas sumpalan tissue dihidungnya karena merasa darahnya telah berhenti keluar.
.
.
[07:20PM] diluar masih hujan, Sehun dengan wajah datar menyebalkannya masih setia menunggu dengan memakan snack coklat.
.
.
[07:57PM] Sehun mengeluarkan ponselnya dan mengecek emailnya.
.
[08:03PM] "sampai kapan dia akan tidur.. sudah dua jam dan dia belum bangun juga?!"-geramnya dalam hati, melihat Luhan terlelap dengan lucunya. Dia menggerakan tangannya dan menempelkannya pada dahi Luhan, "apa dia sakit?"-tanyanya dalam hati.
.
.
TBC
.
.
Sneak Preview :
Chapter 10 : Teman.
..."berpacaran dengan gay? Tapi aku masih single .. tapi biar kuingat dulu, mungkin itu temanku" Luhan terlihat sedang berpikir, siapa temannya yang badannya pendek dan bulu matanya lentik?
"lupakan saja, mungkin aku salah paham, lagipula kau pasti punya terlalu banyak teman untuk diingat." Kata Sehun membuat Luhan berpikir dengan perubahan wajah Sehun yang terlihat sedih.-
.
.
Hi, 69 nepatin janji yaa. hari ini jumat :v walaupun midnight sih wkwk here, chapter 89 is UP!
okay, tanpa banyak curcol 69 akan bales reviews dari reviewers-deul aja yaa :)
Hannie222: here, keep read and review yaa :) thankyouu chingu
Arifahohse : ini next chapnya chinguyaa :)
BlackDeer07 : aku padamu jugaa wkwk
Oh Jemma : here, thankyou udah baca dan follow ff ini :)
[69's note] : kalo ada tanda (**) (dibaca: double bintang) itu artinya makna konotatif (bukan makna sebenarnya) khusus yang selalu Sehun katakan :v initinya, Sehun itu berkata konotatif kalo ada tanda double bintang itu :v dan 69 kasih emtranslate/emnya :v terjemahan dari kata2 konotatifnya Sehun, lebih gampangnya sih "kata2 yang sebenarnya Sehun ingin katakan" tapi dia malah melontarkan kata2 konotatif :v
contohnya kaya cewek kalo lagi marah ke cowoknya bakal bilang "aku ga papa" padahal makna sebenarnya itu mungkin si cewek pengen dihibur, ditenangin, atau seengganya minta maaf walaupun misalkan si cowok gatau apa salah dia ke si cewek sampe si cewek marah gitu, okay stop! kok kita ngomongin ini sih?-_-
okay sekian, 69 ga mau terlalu banyak curcol ntar wordsnya banyak bukan karena isi ceritanya tapi karena curcolan ga mutu dari 69 wkwk
.
BIG THANKS BUAT YANG UDAH FAV+FOLLOW+REVIEWS. love you to the moon and back!
.
69
