Sebelumnya saya ucapkan terima Kasih karena sudah membaca, nge Fav, nge Follow, dan mer review cerita saya :')

Yosh, berikut adalah Balasan Review :

Nurulita as Lita-san : Setting nya udah moderen, kamu pernah nonton FFXV? Seperti itulah settingnya

matarinegan : Ha'i, terima Kasih sudah nunggu :') /Kasih bunga

Khoerun904 : Enggak kok, Sasu gak datang untuk Saku, Sasu datang untuk menemui ayahnya Saku :) /loh loh

Uchiha Nazura : Iya, ini udah di lanjut :)

dindra510 : trimakasih -/\- , iya ini udah di lanjut kok :')

Yosh! Sekali lagi, terimakasih yang udah me review chapter satu :D


My Promise to My Prince

.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Saya hanya meminjam Characternya saja.

.

.

.

Genre : Supranatural, Drama, Romance.

.

.

.

Inspirasi : Final Fantasy XV

.

.

.

Warning : Typo(s), OOC maybe, Gaje, Don't Like Don't Read, saya sudah memperingatkan, dan saya tidak menerima review jelek tentang alur cerita yang saya buat, jadi jika anda tidak suka lebih baik segera tekan tombol Kembali.

.

.

.

Happy Reading ~


Chapter 2


"Lama tidak bertemu, Sakura"

Deg

Deg

Deg

'Suara itu... Suara yang hampir delapan tahun tidak pernah ku dengar... Suara yang kurindukan'

Tanpa di sengaja, air mata sakura merembes keluar tanpa di komando, tangan kananya menutup mulut tak percaya, baginya, kedatangan Sasuke ke Amegakure bagaikan mimpi yang hanya datang menghampirinya di malam hari.

Sasuke yang melihat Sakura menangis pun terkejut bukan main, begitu pula dengan Ino, Hinata, Naruto, Sai, dan Shikamaru.

"Sakura? Kau.. Tidak apa-apa?"

"Sasuke Ouji, benarkah... Benarkah itu kau? Sasuke Ouji..." Suaranya bergetar menahan isak tangis, kakinya melangkah maju dengan gerakan pelan, tangannya menggapai-nggapai tubuh sang pangeran, memastikan kalau Sasuke bukanlah khayalan sematanya.

Disaat Sasuke memegang tangannya, pecah sudah tangis Sakura, Dengan cepat, Sakura melepas tangan Sasuke dan berganti memeluk tubuh sang Pangeran.

"Sasuke... Sasuke... Kau... Kau datang..." Sakura menangis sejadi-jadinya di dada Sasuke, tidak memperdulikan jika nantinya baju yang di pakai Sasuke basah karenanya.

Sasuke terkejut, tentu saja, namun tidak lama, dan di gantikan dengan senyum lembut yang menghiasi wajahnya, tak lupa Sasuke membalas pelukan Sakura tak kalah erat sembari berucap, "Ya, aku datang Sakura".

Dan, bisik-bisik serta tatapan terkejut para mahasiswa mahasiswi pun menjadi background luapan rasa rindu hati Sakura.

.

.

.

~ My Promise to My Prince ~

.

.

.

"Sudah tenang?" Sasuke memberi sebotol air minum untuk Sakura, yang segera Sakura minum setelah mengucapkan kata terimakasih.

Sasuke hanya tersenyum simpul sebagai respon. Saat ini mereka berdua sedang berada di Taman Universitas Amegakure, tempat Sakura menimba ilmu.

Naruto, Sai, Shikamaru, Ino dan Hinata? Mereka berlima sedang di kantin saat ini, begitu-begitu mereka juga teman dekat, jadi tak apalah jika mereka kumpul bersama setelah sekian lama berpisah, yah hitung-hitung juga memberi ruang untuk Sasuke dan Sakura.

"Jadi, ada urusan apa kalian sampai datang kemari Sai-kun?" Ino yang pertama kali membuka mulut setelah cukup lama mereka berdiam.

Sai dan Ino, mereka berdua sepasang kekasih, Ino bertemu Sai pertama kali delapan tahun yang lalu, saat Sasuke datang ke Ame untuk menjalankan pengobatannya.

Waktu kecil, kaki Sasuke lumpuh karena suatu insiden yang menimpanya saat perjalanan pulang bersama sang Ibu, insiden yang mengakibatkan sang Ibu meninggalkan Sasuke untuk selama-lamanya.

Cukup lama Sai berdiam diri tidak membuka mulut, matanya bersiborok dengan Shikamaru dan Naruto, setelah mendapatkan anggukan setuju dari rekannya, barulah Sai membuka suara untuk menceritakan perihal kedatangan mereka ke kerajaan Ame.

"Jadi begini Ino-chan, kami datang kesini untuk memberi tahu bahwa—"

.

.

.

~ My Promise to My Prince ~

.

.

.

Sakura menyandarkan kepalanya pada dada bidang Sasuke, sedangkan Sasuke melingkarkan lengannya pada bahu Sakura. Cukup lama mereka berdiam, akhirnya Sakura membuka suara untuk memulai percakapan.

"Sasuke Ouji.." panggilnya.

"Panggil aku Sasuke-kun Sakura" Sasuke menginterupsi panggilan Sakura padanya, walupaun Sasuke seorang pangeran, dia tidak begitu suka jika ada orang yang memanggilnya dengan embel-embel Ouji di belakangnya.

"Sasuke-sama" sakura membenarkan panggilannya.

"Sasuke-kun Sakura" Sasuke menginterupsi lagi.

"Sasuke-sama," dengan keras kepalanya, Sakura tetap memanggil Sasuke dengan embel-embel sama.

Mengehela nafas, Sasuke memilih mengalah pada Sakura.

"Hn?" sahutnya menyahuti panggilan Sakura.

"Apa yang membuatmu datang kemari? Jarak Konoha dan Ame sangatlah jauh" Sakura melepas sandaran nyamannya, dan berganti menatap mata Sasuke.

Sasuke tidak langsung menjawab. Membuat Sakura mengerutkan dahinya bingung.

"Sasuke Ouji-sama?"

"Berhenti memanggilku begitu Sakura" Sasuke menatap datar Sakura, sedangkan Sakura hanya tertawa geli melihat respon yang di berikan Sasuke.

"Kau ingat Janji kita waktu kecil?"

"Ya, tentu saja. Memangnya kenapa?" Sakura semakin di buat bingung oleh tingkah Sasuke, pasalnya Sasuke yang dulu Sakura kenal tidak pernah berbelit-belit seperti ini.

Sasuke melepas rengkuhannya pada pundak Sakura sebelum berucap, "Maaf, aku tidak bisa menepatinya"

"Maksudmu? Kenapa kau berbicara seperti itu?" Sakura semakin di buat bingung lagi oleh ucapan Sasuke.

Tanpa menjawab perkataan Sakura, Sasuke berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Sakura sembari berucap, "Maaf"

"Berjanjilah kalau kau akan Selalu bersamaku, kau tidak akan pernah meninggalkaku?"

"Hum! Aku berjanji! Sasuke-kun juga harus berjanji padaku kalau Sasuke-kun juga tidak akan pernah meninggalkanku"

Sekelebat ingatan waktu kecil mereka berputar di kepala Sakura, tangannya meremas kuat baju depan dadanya. Hatinya Sakit, sangat, matanya berkaca-kaca siap menumpahkan air mata.

'kenapa Sasuke berbicara seperti itu?'

'Kenapa Sasuke pergi meninggalkanku tanpa menjelaskan maksud dari perkataannya?'

'Kenapa? ...'

"Sasuke-kuuun!"

.

.

.

"—Sasuke akan menikah dengan Namikaze Karin"

"APA?!"

To Be Continued


Hay-hay ^ ^)/

Saya kembali lagi dengan membawa chapter 2!

Ada yang bingung sama ceritanya? Sama, saya juga /lho

Gak kok bercanda, hehe, ceritanya emang sengaja saya bikin kek gini. Maaf nah kalau tulisanya terkesan amburadul, Saya lagi kehabisan kata-kata TwT

Mood nulis saya tiba-tiba saja menghilang entah kemana, tapi saya paksain untuk nulis dan— TADA! inilah hasilnya! /tebar bunga. /di gampar.

Jadi begini—bla bla bla— begitu /di bakar.

chapter depan akan lebih di jelaskan secara rinci kok :3 dan nanti akan ada flashback masa kecil SasuSaku.

Maaf kalau chapter ini kurang panjang TwT Nanti chapter depan saya usahakan di panjangin deh TwT

Ada yang bingung dengan masa lalu Sasusaku dan Siapa itu Sakura? Makanya ikuti terus ceritanya ya! See you in the next chapter!

Saya tunggu review nya Chapter ini :)

#Asahina-san