Balasan Review :
Khoerun904 : huum, nasa iya di jodohkan, baca aja deh dulu xD, iya ini udah rada di panjangin kok :)
bitterbutter18 : Wah trima kasih -/\-. iya, karena saya gak terlalu suka yang bertele -tele :"3
Oke silahkan lanjut membacanya~
Saya update super kilat nih :'3
Selamat Membaca~
My Promise to My Prince
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
Saya hanya meminjam nama Character nya saja.
.
.
.
Genre : Supranatural, Drama.
.
.
.
Inspirasi : Final Fantasy XV
.
.
.
Warning : Typo(s), OOC maybe, Gaje, Don't Like Don't Read, saya sudah memperingatkan, dan saya tidak menerima review jelek tentang alur cerita yang saya buat, jadi jika anda tidak suka lebih baik segera tekan tombol Kembali.
.
.
.
Happy Reading ~
Chapter 3
"—Sasuke akan menikah dengan Namikaze Karin"
"APA?!" pekikan Ino menggelegar di seluruh kantin, membuat suara bising di kantin menjadi hening seketika. Perkataan Sai barusan hampir membuat jantung Ino copot dari tempatnya berada.
"Ta-tapi kenapa Naruto-kun?" sekarang giliran Hinata yang membuka suara, Hinata menolehkan kepalanya ke samping kiri guna menatap dan meminta penjelasan lebih dari Naruto.
"Hhhh, itu tidak akan terjadi Hinata, kau tenang saja." menopang dagu, Naruto melanjutkan,
"Yah, asalkan Sasuke berhasil menemukan apa yang kerajaan Namikaze inginkan, semua akan baik-baik saja. Setidaknya"
"Apa maksudmu?" Ino yang tidak mengerti akan maksud Naruto pun meminta penjelasan lebih lanjut.
"Tsk, Mendokusai..." menguap, Shikamaru menggantikan Naruto untuk menjelaskan secara mudah yang dapat di mengerti oleh Ino.
"Jadi, kau tau kan kalau keluarga kerajaan masing-masing mempunyai Batu yang melambangkan kerajaan mereka? Dan kau taukan kalau kerajaan Uchiha dan Kerajaan Namikaze yang ada di Otogakure tidak mempunyai hubungan yang baik?"
"Ya, aku tau" Ino mengangguk faham.
"Batu Rubah milik kerajaan Namikaze hilang, dan Raja Oto menuduh kerajaan Uchiha sebagai dalangnya, Tentu saja Sasuke menentang keras atas tuduhan itu—"
"Tunggu-tunggu! Kau tadi bilang Sasuke? Memangnya Fugaku-sama kemana?" Ino memotong perkataan Shikamaru secara tiba-tiba.
"Semenjak Mikoto-sama meninggal dunia, Fugaku-sama sering sakit-sakitan, dan waktu konflik itu terjadi, Fugaku-sama sedang sakit dan berada di Istana Uchiha yang terletak di wilayah Utara Konoha untuk penyembuhan." Sai menjawab pertanyaan sang kekasih.
"Ya Tuhan!" Ino menutup mulutnya tidak percaya.
"Karena Sasuke tidak mau ada Konflik yang berterusan dan semakin besar yang akan memancing perang, Sasuke akhirnya mengajukan persyaratan agar Raja Oto memberi dia waktu untuk mencari Batu rubah itu" sambung Sai.
"Raja Oto menyetujui, Sasuke di beri waktu tiga Bulan untuk itu, jika Sasuke tidak berhasil menemukannya, maka Sasuke akan disuruh untuk menikahi Karin, Putri dari Raja Oto" menguap, Shikamaru melanjutkan.
"Apa Fugaku-sama mengetahui hal ini?" Hinata bertanya, raut wajah khawatir campur cemas tak luput menghiasi wajahnya.
"Tentu saja tidak Hinata, Sasuke tidak mau masalah ini sampai terdengar Fugaku-san dan nantinya penyakitnya akan bertambah parah" Naruto menjawab.
"Maa, aku yakin itu hanyalah taktik Raja Oto untuk mengambil alih kerajaan Uchiha" Shikamaru menambahkan, tak lupa raut wajah malas dan mengantuk di sertai menguap menjadi penutup penjelasan singkatnya.
"Apa Karin setuju untuk menikah dengan Sasuke?" Ino menoleh pada Sai, meminta jawaban.
"Setauhu tidak, yang aku tahu, Namikaze Karin sudah mempunyai kekasih, dia bernama Suigetsu, panglima besar di Kerajaan Oto" jelas Sai.
"Se-semoga saja Sasuke-sama berhasil menemukan batunya" do'a Hinata.
"Tentu saja akan ketemu Hinata! Pasti!" Naruto berucap semangat.
"Setelah masalah ini selesai... Aku ingin agar kau menikah dengan ku Hinata-chaaan~" Naruto memeluk Hinata yang secara kebetulan duduk di sebelahnya secara tiba-tiba, tanpa memperdulikan wajah Hinata yang sudah memerah bak kepiting rebus.
Ino yang mendengar perkataan Naruto pun melongo dengan tidak elitnya. Terkejut tentu saja.
Sai? Dia hanya tersenyum maklum melihat tingkah Naruto.
Shikamaru? Yang awalnya akan menguap, mendadak rasa ingin menguap shikamaru menjadi hilang di gantikan raut wajah terkejut tapi malas, sehingga mengakibatkan wajah Shikamaru menjadi terlihat... Err... Aneh?
"Na-naruto-kun—" kemudian pandangan Hinata pun menggelap, Hinata pingsan di susul teriakan panik yang berasal dari Naruto.
"HINATA-CHAN?!"
.
.
.
My Promise to My Prince
.
.
.
Dilain tempat dimana Sasuke berada.
"Sasuke-kun, baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu itu"
"Terima Kasih, Kizashi-sama" Sasuke membungkuk sopan sembari mengucapkan kata terima Kasih.
Saat ini, Sasuke sedang berada di Aula utama kerajaan Ame untuk enemui sang Raja Amegakure, Haruno Kizashi.
"Maa, maa, hentikan Sasuke-kun, jangan membungkuk seperti itu padaku. Kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri karena bagaimana pun, kau adalah tunangan dari putriku."
Sasuke tersenyum tipis, "tapi saya mohon, jangan sampai Sakura mengetahui hal ini, jika saya gagal dalam misi ini..."
"Ya, aku akan menjalankan rencana yang kau buat itu untuk Sakura." sang raja tersenyum simpul.
"Walaupun aku yakin Sakura tidak akan menerima semudah itu, kau tau sendiri Sasuke-kun, Sakura sangat mencintai dirimu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya jika rencanamu ini dijalankan. Jadi kuharap, kau berhasil menjalankan misimu. Sebenarnya aku bisa membantumu, tapi kenapa kau menolaknya?" sang raja mengernyitkan alis bingung.
"Saya tidak mau kerajaan Ame ikut terkena masalah atas masalah ini. Terlebih jika itu menyangkut Sakura di dalamnya" jelas Sasuke.
Mendengar jawaban sang pangeran Uchiha, Haruno Kizashi tersenyum bangga, bangga atas pemikiran luar biasa Sasuke dan bangga karena ia mempunyai menantu yang sangat cerdas.
"Baiklah, aku mengerti" sang raja mengangguk mengerti.
"Kalau begitu, saya permisi dulu Kizashi-sama, Mebuki-sama"
"Baiklah, hati-hati Sasuke-kun" Mebuki memeluk Sasuke lama. Ah, betapa rindu nya Sasuke akan rasa pelukan seorang Ibu, tanpa di rasa, tangan Sasuke membalas pelukan sang Ibu mertua.
"Semoga kau berhasil Sasuke-kun" sang raja tersenyum tipis melihat interaksi ibu-anak menantu di di depannya.
"Ha'i, terima kasih, Kizashi-sama. Baiklah saya permisi dulu" Sasuke membungkuk sopan sekali lagi setelah mebuki melepas pelukannya dan keluar dari tempat ia tadi berada.
Setelah keluar dari ruangan, Sasuke menghubungi Shikamaru, Sai dan Naruto untuk segera menemuinya dan segera kembali ke kerajaan Uchiha, untuk mulai menjalankan misinya.
"Maafkan aku Sakura"
.
.
.
My Promise to My Prince
.
.
.
Dilain tempat, dimana Sakura berada.
"Maafkan aku karena tidak bisa menepati janji kita"
"Maaf"
Ingatan tentang Sasuke siang tadi masih berputar jelas di kepala Sakura, bagaikan kaset rusak yang terus bernyanyi tidak mau berhenti.
"Sasuke-sama.. Kenapa kau melakukan ini padaku? .. Hiks.. Hiks" air mata terus meluncur deras menganak sungai di pipinya, bahkan, suara Sakura pun menjadi serak karena terlalu lama menangis.
Saat ini Sakura sedang ada di kamarnya, menangis seorang diri meratapi ucapan Sasuke tadi siang padanya.
"Kenapa Sasuke berkata seperti itu? ... Bukannya itu secara tidak langsung... Sasuke seperti memutus tali pertunangan kami?.. Sasuke-kuun.. "
Hatinya bagaikan di remuk setiap kali pernyataan itu menggiang di kepalanya, hatinya sangat sakit, setelah sekian lama tidak bertemu, Sasuke malah berkata seperti itu.
"Aku berjanji akan selalu bersama dengan Sakura, Aku berjanji akan selalu melindungi Sakura, menjaga Sakura dari berbagai macam bahaya, dan Aku berjanji akan selalu berada di sisi Sakura."
Ingatan tentang perkataan Sasuke kecil menggema di kepalanya, dan itu semakin membuat hati Sakura semakin hancur berkeping-keping bagaikan kaca yang bertemu sapa dengan lantai secara kasar.
"Kau bohong Sasuke-sama,... kau bohong..."
.
.
.
"Jika nanti saya gagal dalam menjalankan misi ini, saya ingin anda mengatakan pada Sakura kalau saya tewas dalam Medan perang."
To Be Continued
Yosh! Update super kilat karena saya akan sibuk beberapa hari kedepan, mwehehehe /slap
Gimana ceritanya? Bagus? Atau malah sebaliknya?
Jangan lupa tinggalkan review untuk chapter ini ya ;)
Dan... Terima Kasih yang sudah membaca, me review, Fav, sama nge follow cerita saya :')
Para silent reader juga, terima Kasih sudah mau mampir membaca :')
See you in the next chapter!
Salam, Asahina-san
