Jiwon
Jisoo x Wonwoo
.
.
.
- O is for the only one I see –
Mentari nampak sudah berada pada tempat, menyinari bumi ini dengan kehangatannya yang mengantikan malam dingin. Dua namja nampak masih berada dalam selimutnya. Namja manis berkulit pucat nampak masih memejamkan matanya dengan berbantal sebuah lengan kekar namja yang nampak masih tertidur disampingnya dan juga dengan sebuah tangan yang melingkar manis dipinggangnya. Pagi yang kesekian kalinya menyapa mereka berdua. –wonwoo- namja manis itu nampak bergerak pelan dan membuka matanya, menatap wajah kekasihnya yang berjarak kurang dari 5cm dari hadapannya. Garis wajah yang nampak sempurna, wajah tampan yang selalu menghiasi paginya. Wajah yang selalu ia lihat saat ia membuka matanya dipagi dan saat ia kembali menutup matanya dimalam hari. Cinta mereka adalah cinta yang sangat sederhana. Cinta yang mengalir begitu saja diantara keduanya.
"Kau sudah bangun.. hmm jam berapa sekarang?"wonwoo sedikit tersentak mendengar suara kekasihnya yang nampak tak nyaman dan membuka matanya sedikit.
"Morning.. Maaf aku tak membangunkanmu, entah mengapa aku malah melamun pagi hari"suara wonwoo terdengar sangat pelan. Ia lantas bangun dari tidurnya, memungut beberapa pakaian yang bertebaran karena aktifitasnya semalam. Memasuknya kedalam keranjang kecil disudut kamarnya. Matanya nampak mencari kunciran hitam punyanya, kunciran yang selalu ia gunakan untuk menguncir poninya. Joshua sangat menyukai rambut wonwoo yang sangat halus. Jadi wonwoo membiarkan poninya sedikit lebih panjang agar kekasihnya bisa mengelusnya.
"Mandilah hyung, aku sudah menyiapkan air mu. Kita sudah janji bertemu dengan kawan-kawan kan?"wonwoo kembali mengingatkannya
- O is for the only one I see –
Berkutat dengan berbagai macam bahan masakan didepannya tentu saja sudah menjadi rutinitas seorang Jeon Wonwoo. Lihatlah bagaimana ia memasak sarapannya dengan sangat tenang, beberapa barang yang sudah tak ia butuhkan ia rapihkan saat itu juga. Aroma harum nampak menyapa hidungnya, membuatnya ia tersenyum lebar. Membuatkan sarapan yang enak dipagi menjadi hal kedua yang harus ia lakukan tentunya setelah ia membangunkan kekasihnya tercintai. Sepasang tangan nampak melingkar diperutnya disusul dengan ciuman lembut dibahunya.
"Masak apa hari ini ma.."sebuah kalimat yang membuat wonwoo marah sekaligus merona dalam waktu yang bersamaan. Bayangkan saja, ia adalah seorang namja tapi ia malah dipanggil 'Ma' atau yang lebih lengkap 'Mama', disamping itu panggilan itu nampak lucu dan manis.
"Berhenti memanggilku ma.. wonie tak suka hyung..."wonwoo mematikan kompornya lalu melepas pelukan itu dan membalikan badannya, menatap wajah kekasihnya dengan kesal.
"Aigo.. manisnya kekasihku ini, ah aku terkena serangan jantung"suaranya nampak dibuat sangat dramatis di iringi kekehan ringan yang tercipta.
"Kau tak pantas melakukan itu Joshua hyung.."tanpa sadar wonwoo mempoutkan bibirnya membuat namja di hadapannya –joshua- gemas ingin mencium bibir merah itu. Bibir merah yang selalu mengodanya untuk sekedar membuainya dan mengesapnya.
"Kau membuat hyung ingin menciummu wonie"Joshua kembali tertawa melihat raut sebal yang wonwoo tampilkan, ini sungguh godaan pagi hari yang selalu membuatnya tergoda.
Joshua memajukan wajahnya, menghembuskan nafasnya dengan pelan dihadapan wonwoo. Menatap mata kekasihnya dari dekat membuatnya selalu tertarik untuk sekedar menatapnya lebih lama. Tatapan yang menjanjikan ketenangan dan kebahagian yang sangat terukir jelas disana. Seakan tak ingin terburu-buru, Joshua tampak memiringkan kepalanya, menempelkan bibir tipisnya pada bibir kekasih manisnya itu. Mengesapnya dengan pelan seolah takut bibir itu akan terluka. Joshua memang tipe orang selalu berhati-hati dalam melakukan hal apapun, termasuk dalam memperlakukan wonwoo. Ia sangat menjaga wonwoo. Menjaga namja itu dari segala hal yang bisa menyakiti wonwoo. Pagi hari yang selalu menjadi candu bagi Joshua walau hanya sekedar ciuman manis bahkan hingga ciuman panas.
"My morning kiss"Joshua melepas tautannya lalu mengusap bibir wonwoo menghapus cairan hasil kelakuannya.
"Kau selalu mencurinya hyung, aku ingin aku yang memberikannya"
Wonwoo kembali mendekatkan wajahnya dan memulai kembali kegiatan yang baru mereka selesaikan tadi. Dan itu tentu saja membuat Joshua tersenyum. Pasalnya wonwoo adalah orang yang pasif dalam hubungan ini dan tentu saja ia takkan memulai duluan sebelum Joshua yang memulainya tapi pagi ini, Joshua merasakan hal yang berbeda. Tentang wonwoo yang mendadak bangun sedikit lebih siang, wonwoo yang terkadang suka memulai duluan dan wonwoo yang lebih sensitif dari biasanya. Wonwoo yang terkadang marah dan ketika ditanya dia hanya akan menjawab 'aku hanya ingin marah. Aku gak boleh marah gitu?'
"Kau melamun kembali hyung"wonwoo melepas tautannya dan melepaskan tangan Joshua yang melingkar di pinggangnya.
"Aku lapar hyung, ayo kita makan"Wonwoo tersenyum amat cerah meninggalkan Joshua yang nampaknya belum tersadar dalam lamunannya.
- O is for the only one I see –
Beberapa orang nampak tertawa lepas mendengar cerita lama yang kembali membawa mereka pada masa-masa itu. Membawa mereka untuk sekedar mentertawakan perilaku lamanya. Hal itu juga yang membuat Joshua mengenggam erat tangan Wonwoo. Bukan hanya mereka yang mengenang masa lalunya tapi juga Joshua yang mengenang masa-masa lalunya yang ia habiskan bersama teman-temannya dan jangan lupakan wonwoo yang juga ikut masuk dalam naskah masa lalunya. Naskah yang sampai detik ini masih mereka rangkai hingga suatu saat nanti mereka bisa menceritakan kisahnya pada orang lain.
"Aku tak menyangka wonwoo akan semakin manis, padahal kita baru beberapa tahun tak bertemu"suara namja beraksen china menyapanya. Membuat wonwoo tertawa, ekspresi yang sangat berbeda jika Joshua yang memujinya.
"Aku manis? Aku memang manis dari dulu Jun hyung.."wonwoo kembali terkekeh melihat ekspresi Jun yang nampak kesal, dari awal Jun memang tak ingin dipanggil 'Hyung' oleh wonwoo. Mereka bahkan hanya berbeda beberapa bulan. Dan menurut Jun panggilan 'Hyung' hanya akan membuatnya merasakan rasa sakit atas kenyataan bahwa ia takkan pernah memiliki Wonwoo. Jun tentu saja memiliki rasa pada wonwoo. Semua orang pun tahu akan hal itu tak terkecuali Joshua. Tapi Wonwoo itu hanya mencintai Joshua dan ia tentunya hanya akan melihat kearah Joshua.
"Entah mengapa kau sangat manis sayang. Rasanya aku ingin segera menarik mu kedepan pastur dan menikahimu"ucapan Joshua sontak membuat wonwoo merasakan panas yang menjalar dari pipinya dengan cepat. Wajah memerah yang memang hanya akan terjadi jika Joshua yang memujinya. Ekspresi menggemaskan hanya untuk Joshua. Ekspersi yang jarang orang ketahui. Ekspresi yang membuat jun kembali harus menahan pil pahit Putus Cinta.
- O is just for the only One I see –
Everything I do just for the only one I see and that's just for Hong Joshua
