Chapter 2
Warning : ceritanya 'hampir sama' dengan manganya. Sengaja dirubah, jadi jangan berfikir
'kok gini','nggak begitu ah, ceritanya' . lagian ceritanya saya rubah sedikit biar nyambung sama fanficnya. Jika nggak suka jangan dibaca ya, buat yang suka here we go new chap ^_^
- 16:00-
Mirajane telah sampai di depan rumah Gray, rumah yang tidak terlalu besar namun tampak nyaman untuk ditinggali. Suasananya begitu sunyi , rumah Gray terletak di bawah bukit, mira harus melewati hutan untuk sampai di tempat ini.
" kau memang suka meyendiri … iyakan? " Mira bergumam kemudian berjalan memasuki pagar rumah Gray dan akhirnya berdiri di depan pintu.
Knock! Knock!
'Tidak ada respon….'
Knock ! knock ! knock !
'Apa gray baik-baik saja ?'
Knock ! knoc-
" tunggu sebentar ! "
" akhirnya… " Mira menghela nafas lega , akhirnya pemilik rumah merespon.
Bebrapa detik kemudian, Gray membuka pintu dan melihat tamunya.
"oh , Mira ? "
"kenapa lama sekali Gray, aku pikir kau sedang keluar"
" maaf, aku tadi di toilet.., jadi ada apa tumben sekali kau datang bertamu ?"
" apa kita tidak bisa membicarakannya di dalam saja ?"
"tentu, maaf.. silahkan masuk" Gray beranjak dari depan pintu, memberi jalan untuk Mira.
Mira pun masuk ke rumah Gray, ruang tamu Gray tampak bersih tidak berubah sejak terakhir kali dia kemari beberapa bulan yang lalu. tidak seperti rumah Natsu yang berantakan dan Bau Ikan. Mira pun duduk di sofa. Tak lama kemudian , Gray datang membawa air Limun segar.
" minumlah, kau pasti haus dan maaf hanya ini yang aku punya " Gray pun menyajikan es limun itu di meja
" oh ! tidak usah repot-repot Gray "
" tidak masalah, kau kan tamuku, Ayolah "
" hehehe thanks Gray…. " Mirapun mengambil gelas dan menuangkan Limunnya kemudian meminumnya. Rasanya benar benar segar setelah perjalan lumayan jauh.
" jadi, ada apa?"
Gray melihat Mira, raut wajahnya berubah menjadi sedih, Pandanganya Mengarah ke lantai. Gray tahu ini ada hubunganya dengan tingkah lakunya akhir-akhir ini. Gray merasa bersalah membuat sang bartender mencemaskanya.
" semua orang… mengkhawatirkanmu…"
"hm?"
" semua orang, Natsu, Lucy, Lisanna, Master,Erza….. aku" Mira tampak sedih, Tebakan Gray benar, sikapnya yang seolah-olah menjauhkan diri itu Menyakiti Orang disekitarnya.
"Mira….." gray sekarang benar-benar merasa bersalah, sebenarnya dia hanya butuh waktu untuk sendiri 'kenapa jadi seperti ini'
" bahkan... kau membuat Erza menangis"
Gray terkejut, sekaligus Marah dia yang sudah berjanji untuk tidak membiarkan Erza menangis sendirian, kini merasa dia telah melanggar janjinya. Hatinya perih seperti saat melihat Erza menangisi jellal. Saat tragedi Tower of Heaven. 'aku tidak ada bedanya dengan si brengsek itu'
" maafkan aku…. aku hanya tidak ingin kalian terlibat dengan masalahku"
" masalahmu ?"
"….." Gray tidak yakin ingin menceritakan masalah yang selalu membayanginya itu.
" Gray, kau tidak bisa menyimpan semuanya sendirian, kita disini untuk membantumu.."
"jadi tolong ceritakan… apa masalahmu"
Gray berfikir sejenak, 'apa salahnya memberitahunya sedikit' mungkin dengan ini mereka akan berhenti mencemaskannya.
" baiklah Mira… akan aku ceritakan..."
seketika Mira begitu gembira wajahnya begitu cerah, Gray tersenyum 'goodbye gloomy mira' and 'welcome usual mira'.
"bermula saat kita berjuang melawan Invasi para naga…"
"Ah saat Eclipse ya… terus?"
" saat si flamehead mengalahkan Rogue masa depan, aku kebetulan ada di dekat mereka, dan aku mendengar perkataan terakhir Rogue masa depan… yang terus membayangiku"
"perkataan? Apa yang dia katakan" Gray menghela nafas.
" dia bilang… jangan biarkan Gray mem-"
Cklek !
perhatian mereka berdua teralihkan oleh suara pintu depan yang baru saja dibuka
"Gray aku kemba-" wanita itu berhenti bicara saat melihat Gray bersama… Mira.
"M-mira, a-apa yang kau la-lakukan disini ?" Lucy kaget menemukan bartender dirumah Gray.
"oh Lucy, kau kembali lagi ,ada sesuatu yang ketinggalan ?" Gray menyapa Lucy dengan santainya, tidak merasa ada suasana Canggung diantara mereka
Mirajane hanya terkejut, apa yang dilakukan Lucy dirumah Gray, sesuatu yang ketinggalan? Apa Lucy tadi berduaan dengan Gray dirumahnya ? apa yang dibicarakan Levy kemarin benar?.
-ra
-ira !
Mira !
Mira tersadar dari lamunanya , lalu melihat Lucy yang dari tadi memanggilnya
"i-iya ada apa Lucy?" Lucy tampak kesal
"apa yang kau lakukan disini, bukankah kau harusnya bekerja?"
'err.. Lisanna mengantikanku hari ini"
"lalu kenapa kau disini?" Lucy sedikit curiga
"A-aku hanya jalan-jalan di hutan lalu mampir, lagipula… apa yang kau lakukan disini?" Mira membalikkan pertanyaan Lucy, Lucy binggung mau menjawab apa , 'sial ini yang disebut boomerang' Gray yang melihat kecangunggan suasana segera merubah topik pembicaraan.
"Lucy, kenapa kembali lagi" pertanyaan Gray sukses menolong Lucy.
"o-oh benar, Kunciku! Aku meninggalkannya dirumahmu"
"benarkah ? dimana kau meninggalkanya ?" Lucy melirik Mira yang juga memperhatikan mereka.
" dimana lagi… tentu saja di….. " Lucy tidak meneruskan perkataanya. Lalu member isyarat pada Gray dengan melirik Mira, dia tidak ingin mendapat gossip yang aneh-aneh di Guild apalagi Mira adalah 'Matchmaker' Fairy tail.
Gray mengangguk tanda mengerti, bagaimanapun juga Mira dapat mengerti maksud mereka, 'mereka menyembunyikan sesuatu'.
"oh disana… ambil saja, tidak aku Kunci"
Lucypun segera berlari mengambil barangnya, Mira terus melihatnya, 'kenapa dia ke lantai atas?'
Setauku di lantai atas cuman ada kamar mandi dan Kamar Gray.
Ka-kamar !
Mira kaget, apa yang mereka lakukan di 'kamar gray' hingga Lucy 'melepas' kunci Zodiacnya yang selalu 'menempel' di Rok Lucy...Mira kemudian membayangkan mereka sedang melakukan 'itu'. Wajah Mira memerah entah karena malu, cemburu, atau marah yang menjadi satu.
"Mira mukamu merah, apa kau sakit?"
"hm? O-oh ti-tidak aku baik"
Beberapa saat kemudian Lucy kembali dengan kuncinya.
"ketemu ?"
"t-tentu saja, aku meninggalkanya di ran-, oh! A-aku harus pergi , bye G-gray bye M-m-mira" lucy pun segera menghambur keluar dan berlari ke hutan.
'apa tadi dia mau bilang ranjang'
Hati Mira terasa terbakar, apa dia cemburu? sepertinya.
Beberapa menit kemudian mereka bicarakan soal hal-hal kasual di guild seolah lupa soal masalah asyik ngobrol Sampai Gray mengatakan kalau dia akan pergi bertemu 'kakak' nya.
"hei Mira, aku baru ingat kalau aku akan bertemu Lyon…. Jadi" Gray tampak tidak enak jika menyuruh Mira pulang 'aku tidak bermaksud mengusirnya sih'
"aku mengerti Gray…. Aku tahu kau tidak berbohong dan pergi ke rumah Lucy diam-diam"
"A-apa?" Gray tampak kaget, Mira baru sadar apa yang telah dia ucapkan.
"ma-maaf aku cuman bercanda, hahahaha"
"…."
"…."
"errr.. aku harus pergi sekarang"
"oh kalau begitu aku juga akan kembali ke Guild, malam Gray" sebelum beranjak dari tempat duduknya Gray memegang lengan Mira,menahanya untuk pergi dia melihat Gray, dia tersenyum… tampan, wajah Mira mulai terbakar lagi.
"Tunggu.."
"G-gray ?"
" maaf.. aku tidak bisa ceritakan semuanya, tapi jangan khawatir… aku akan kembali seperti Gray yang dulu kau kenal, Gray yang suka berkelahi di Guild, Gray yang idiot "
"Gray... a-aku mengerti, tapi... jangan paksakan dirimu, aku tau kau memiliki masalahmu sendiri"
"aku juga akan meminta maaf pada Erza….. "
"aku mendukungmu Gray…. "
Mira berbalik menghadap Gray dan memberikan Gray pelukan hangat.
" M-mira " Tak bisa dipungkiri.. pelukan Mirajane seolah menjadi obat untuk kegundahanya belakangan ini. 'hangat.. aku belum pernah merasa sehangat ini'
"sebentar saja…. Aku senang Gray lama akan kembali" kareana sudah tidak tahan akhirnya Mira mengeluarkan cairan bening itu dari matanya, Gray merasakan air mata Mirajane, yang jatuh di pundak kiri Gray.
Gray sungguh merasa bersalah telah membuat Mira-dan teman teman yang lain. Setelah beberapa menit Mira melepaskan pelukanya
"…malam Gray" mira memberikan senyum manisnya kemudian berjalan menuju pintu.
"Mira !" Mira menoleh melihat Gray dengan senyuman , bukan senyum palsu yang digunakanya belakangan ini tapi senyum tulusnya yang sudah lama hilang.
"ya?"
"terimakasih…."
"aku selalu mendukungmu Gray…. Selalu…."
-22:00-
Mira berjalan pulang dengan bersenandung ria di tampak gembira
"aku tidak sabar melihatmu di guild besok, Gray"
-bersambung…..
Well, maaf update lama yaaa, hehehe lagi proyek buat fic di fandom lain, btw next chapter adalah momen GrayZa (gray x Erza ) biasanya kalo soal mereka pasti romantis-romantis sedih gituuu aww My GrayZa Feels. Dan lagi thanks yang udah review , itu sangat memotivasi buatku.
Sekali lagi terimakasih, dan sampai jumpa di next chapter.
