Chapter 3
-08:00-
Seperti biasa Guild sudah diramaikan oleh perkelahian konyol yang dimulai natsu dan gajeel , biasanya perkelahian ini tidak akan bertahan lama karena Erza akan menghajar mereka semua. Akhir-akhir ini Erza sedang tidak mood untuk menghajar para idiot itu, dia memilih berdiam diri, melamun tidak menghiraukan sekitarnya.
" Maju kau besi karatan ! "
" Makan ini nafas api "
" Laki suka berantem ! "
Mira menghela nafas, jika Erza terus seperti ini tidak lama lagi Guild akan runtuh. Mira berjalan kearah tempat duduk Erza, seperti biasa dia tidak menyadarinya nampaknya dia sibuk melamun.
" Erza " mira memanggil seraya menepuk bahunya pelan.
" ..! "
"mira… bagaimana ? kau sudah menemui Gray ? "
Mira mengganguk "kurasa dia baik-baik saja sekarang.. "
"sungguh ? "
"kita lihat saja nanti, dia pasti datang.. "
" Kau yakin ? "
" Dia yang mengatakanya sendiri, dia akan sedih jika melihatmu seperti ini. lebih baik kau 'urus' saja mereka " kata mira sambil menunjuk kearah natsu dan yang lain.
" baiklah.. aku juga sudah lama tidak melakukanya.. "
" Requip : Heaven's wheel Armor ! " erza lalu berjalan menuju kerumunan idiot itu
" hey natsu perasaanku tidak enak… " gajeel mulai bergidik
" E-Erm… Hai erza?"
Seketika itu guild menjadi Ladang pembantaian sang titania. Tangisan dan teriakan terdengar di seluruh magnolia. Gray yang sedang berjalan menuju Guild pun mendengarnya
"tch, Sepertinya waktu senang-senang sudah berakhir… padahal aku ingin menghajar natsu"
-09:00-
Pintu Guild terbuka, sang Ice mage telah tiba di fairy tail dilihatnya keadaan di guild kebanyakan anggota Pria sudah terkapar di lantai dengan keadaan yang memprihatinkan. Gray menyeringai.
"Selamat datang Gray !" Mira menyapa seperti biasa. Gray langsung berjalan menuju kearah si Barmaid
"Sepertinya aku terlambat.. mereka sudah pingsan semua"
"*chuckle* Erza menghajar mereka tanpa ampun"
" hahaha, dimana erza sekarang ?"
"tadi dia disini.. tapi aku sudah bilang kalau kau mau bicara denganya, dia pasti pergi ke suatu tempat.. "
Hanya ada satu tempat yang terlintas di otak Gray sekarang, pinggir sungai
" mira,sepertinya aku tau dimana dia, aku akan menyusulnya" gray langsung berlari keluar Guild.
"semoga.. beruntung" mira sempat berharap dia kan menghabiskan waktu bersamanya di guild…
'Mereka cuman sahabat, masih ada kesempatan' kata-kata itulah yang terus ada dipikiranya sekarang.
09:15
Erza sedang duduk sendirian di pinggir sungai, ini adalah tempat favoritnya dari awal dia bergabung di fairy tail dan disini adalah tempat dimana dia mendapat teman pertamanya 'gray fullbuster'
"Aku tau kau pasti disini" suara itu sukses membangunkanya dari lamunanya dia melihat pantulan di air, Gray sudah berdiri dibelakangnya.
"Gray.. " graypun duduk di samping erza, mereka berdua saling memandang dan tersenyum untuk sesaat kemudian mereka menatap sungai di depan mereka.
"Aku.. minta maaf"
" untuk ? "
'semua yang aku lakukan…. aku tahu belakangan ini aku berubah, dan aku tahu aku membuatmu khawatir.."
"aku tidak bermaksud menjauhkan diriku.. aku hanya sedang banyak pikiran"
"Gray.. aku senang kau kembali,aku… aku pikir kau akan berubah selamanya kau akan meninggalkan kami… meninggalkanku, tapi sekarang aku senang kau kembali"
'…"
"…"
Kemudian mereka hanya dia, Erza sedang bingung mencari topik pembicaraan, untungnya gray kembali memulai pembicaraan.
"hahaha.."
"kenapa kau tertawa..?"
"aku berjanji tidak akan membuatmu menangis.. dan lihatlah apa yang aku lakukan, aku membuatmu menangis.. aku benar-benar pecundang" Mata erza terbelalak, dari man dia tahu…
" Da-dari mana kau tahu ?" Erza menunduk berharap gray tidak bisa melihat mukanya yang memerah.
"Mira, memberitahuku… semuanya"
"…(sialan mira, kenapa dia memberitahukan hal memalukan seperti itu)"
"Aku benar-benar sahabat yang bur-"
Sebelum gray sempat menyelesaikan perkataanya, Erza sudah memeluknya. Hal itu membuat Gray kaget.
"jangan katakan hal seperti itu !"
"Erza.."
"Kau buka pecundang, kau bukan sahabat yang buruk, kau adalah…. orang terpenting bagiku, kau adalah sahabat pertamaku. Kau ada disaat aku membutuhkanmu, karna itu… Aku.. aku"
Gray melepaskan pelukan Erza kemudian meraih pipi erza dengan tanganya, mengusap air mata yang baru keluar.. mata mereka bertemu.
"Kenapa kau menangis lagi.. membuatmu menagis membuatku sedih"
"ini berbeda.. aku menangis karena alasan lain… "wajah erza sekarang sudah semerah rambutnya.
Di kejauahan Mira dan lisanna yang akan pergi berbelanja tanpa sengaja melihat mereka dan memutuskan mengintip.
"waahh mereka romantis sekali ya.. mira-nee" Lisanna sedang asyik melihat mereka
"…" mira hanya diam
"Mira-nee ?" Lisanna heran, kakak yang biasanya dia kenal akan langsung kegirangan melihat hal semacam ini.
"eh iya, ada apa lisanna ?" Lisanna hanya menatap heran
"kau Nampak aneh hari ini, mira-nee.. "
'ahaha.. begitu ya"
Mereka kembali memperhatikan mereka. Ya, sekarang mira menyadari kalau dia benar-benar cemburu pada erza,' kenapa dia yang mendapat perhatian Gray padahal aku yang membantunya kemarin'. Lisanna kembali kebingungan, tidak biasanya mira cemberut. 'Atau janga-jangan ?' lisanna yang nampaknya mengerti hanya diam dan tersenyum sendiri 'sepertinya Rivalitas lama akan kembali' pikirnya.
Mirajane terus memperhatikan gerak-gerik mereka. Meski tidak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan, dia yakin itu berhubungan dengan 'masa lalu, persahabatan, kepercayaan' dan tentu saja 'perasaan'. Ya sekarang mereka berpelukan.. kemudian Gray meletakkan tanganya di pipi erza.. mereka saling bertatapan… Oh tidak
"mira-nee.. aku rasa mereka akan.."
'jika aku tidak berbuat sesuatu, mereka akan berciuman, jika itu terjadi, selesai sudah..'
Kemudian terdengar suara natsu yang sedang berjalan kearah mereka.
"Sialan Erza,gara-gara dia aku tidak bisa bertarung dengan gray.. dimana si balok es itu"
"natsu?"
"lisanna? Dan mira juga apa yang kalian lakukan di semak-semak seperti itu?"
'natsu ? waktu yang tepat'
"hei natsu apa kau mencari Gray?"
"ah iya ! dimana dia ! dimana dia !"
"dia ada di sungai di bawah, aku yakin dia akan senang bertarung denganmu"
"ahaha akhirnya !" natsu langsung melompati pagar berlari kea rah gray..
'well done' mira menghela nafas Nampak bersyukur
"wah.. wah matchmaker juga bisa jautuh cinta huh?"
'A-apa , lisanna apa yang kau bicarakan.. aku tidak-"
"apa aku menyebut namamu Mira-nee ?" lisanna tersenyum jahil
Tapi senyumnya tidak bertahan lama, saat dia merasakan aura hitam disekeliling kakanya 'satan soul, gawat'
"lisanna…"
"E-ekkk" lisanna langsung berlari, mirajane pun mengerjarnya.
'sekarang sepertinya baik-baik saja, bila ku tinggal'
Mata mereka bertemu tanpa mereka sadari, mereka mendekatkan wajah mereka satu sama lain… jantung Erza berdegup kencang begitupula gray.. Hidung mereka sudah bersentuhan,mereka dapat merasakan nafas mereka satu sama lain tinggal sedikit lagi bibir mereka bertemu…
"GRAYY !"
Seketika gray dan erza kaget melepaskan diri satu sama lain, dan menoleh ke sumber suara, wajah mereka sudah semerah tomat.
"Eh ada Erza ya.. ngomong-ngomong, apa yang mau kalian lakukan ?"
'natsu memang bodoh '
Wajah Erza masih merah 'sialan natsu.. kau datng disaat yang tidak tepat..' ada sedikit perasaan kecewa dihati Erza. Dan sekarang dia kan melampiaskan kekesalanya pada natsu.
"ada apa otak api ?"
"gray, sudah lama kita tidak bertarung !, ayo kita bertarung sekarang !"
"tch, kemarila-"
"Gray"
"huh? Ada apa erza?"
"Biar aku saja.."
"Terserah kau.. asal jangan membunuhnya" Gray tau erza sedang kesal 'run for your life natsu'
"Requip : flame empress armor !" Erza mengeluarkan armor anti apinya.
"oh shit.. "
Setelah itu terdengar suara jeritan yang memilukan disusul dengan warna air disungai berubah jadi merah.
Bersambung…
Waa akhirnya update juga, sorry lama lagi banyak urusan , oke chapter berikutnya siapa ya ? (Gray x who?) mira, Erza lagi, atau lucy ? Biar adil next chapter GrayLu, slight Graymi & Grayza . Reviewnya please..
Thanks for the Reviews :
AncientAlliance : thanks dude, I appreciate your review I like your pairing too
.79274089 : thanks, it must be difficult for you to translate my story
viperheart : Thanks, don't worry. we are on the same boat I like all of your pairing
