Chapter 4
( Note : Timeline fic ini adalah setelah GMG & Eclipse arc, anggap aja Fic ini adalah mini arc. Nanti setelah Mini arc ini selesai Ficnya langsung dilanjutin ke Tartaros Arc & Avatar arc tentu saja dengan cerita yang diubah sesuai versi author & Gray jadi main characternya. Setelah itu Mini arc lagi (Sambil nungguin arc baru selesai) saya Usahakan untuk update sesering mungkin )
12:00
Lucy sedang duduk di bar nampak sedang gelisah, biasanya Lucy akan ngobrol dengan Levy dan Wendy tapi hari ini dia cuman diam di bar. Mira yang mengetahui keanehan ini langsung menanyainya.
" Lucy, tidak biasanya kau diam seperti ini. apa kau sakit ? "
"Uh.. tidak sih, aku cuman sedang ada masalah"
"Masalah ? Apa Juvia mengancamu lagi"
"Bukan.. bukan itu"
"Lalu ?"
"Ini waktunya aku membayar sewa apartemenku.. dan aku tidak punya uang"
"kenapa tidak mengambil misi ? biasanya kau akan pergi bersama Natsu dan Happy kan?
"….. Kau lupa apa yang terjadi dengan Natsu ?"
Sudah 5 hari setelah kejadian di pinggir sungai itu, Erza benar-benar menghajar Natsu, saking parahnya beberapa bagian tubuh Natsu masih diperban, dan tentu saja dia sedang 'cuti' dari Guild. Kemungkinan masih takut dengan Erza. Mira tertawa geli mengingat kejadian itu, tentu saja itu semua adalah rencananya.
'Korbankan Dragon slayer pada Erza,sekalian supaya dia nggak bikin onar di Guild'
"*Chucke*Oh iya dia pasti masih takut pada Erza, oh iya kenapa tidak pergi bersama Erza saja?"
"Dia bilang dia tidak bisa, katanya dia mau ambil S-class mission besok"
"Wendy?"
"Sedang ada di tempat nenek porlyusica"
Semua Tim Natsu kelihatanya sedang tidak bisa mengambil misi saat ini, tentu saja masih ada satu orang yang belum Mira sebutkan.. dia merasa tak 'rela' jika dia pergi berduaan saja dengan Lucy apalagi kejadian dirumahnya waktu itu. Tapi agar tidak timbul kecurigaan oleh Lucy…
"…Gray"
"Huh?"
"bagaimana dengan Gray ?"
"… Entahlah Mira, pergi Misi hanya berdua denganya… " Lucy Nampak ragu, sedikit warna Pink di pipinya 'berdua saja dengan Gray ya..' Lucy kemudian teringat Juvia.
" Kurasa tidak Mira… Juvia akan membunuhku.."
"Juvia ? bukankah dia sedang misi bersama Gajeel dan Elfman ?"Mira tanpa sadar mengatakanya. 'Oh kenapa aku mengatakanya, seharusnya aku senang dia tidak pergi bersama Gray !'Mira terus mengutuki dirinya dalam hati.
"Benarkah ? ahh kalau begitu aku bisa tenang… Aku akan mengajak Gray saja" Lucy lalu menscan seluruh Guild untuk mencari keberadaan si Ice Mage. Rupanya Gray tidak ada di Guild 'terpaksa aku harus kerumahnya' Lucy kemudia beranjak dari tempat duduknya.
"Hmm sepertinya aku harus kerumahnya, Bye mira !" Lucy kemudia berjalan keluar dari Guild
"Bye Lucy…"
"Apa tidak masalah Mira-nee?, Kau baru saja memberi Lucy kesempatan lhoo" Tiba-tiba saja Lisanna muncul dari belakang Mira.
"Mereka cuman sahabat… kurasa"
"Bukankah itu juga yang sering kau katakan saat Gray sedang bersama Erza ?"
"H-huh? Darimana kau tau ?" Mira kaget, padahal dia tak pernah mengatakanya pada siapapun.. Bahkan Lisanna
"Kau terus bergumam soal itu, Bahkan saat tidur"
"A-ah !" Wajah mira sekarang semerah Bajunya
"Tenang Mira-nee rahasiamu aman padaku, Untuk saat ini hahaha"
"Lisanaa !"
13:00
Lucy sedang menuju perjalanan kerumah Gray, entah mengapa jika membayangkan akan pergi berdua
Saja dengan Gray, Lucy merasa sedikit nerveous . saat Lucy sudah sampai di dekat rumah Gray, dia melihat.. Erza ? tentu saja itu Erza tidak ada orang lain dengan rambut merah mecolok dan memakai Armor selain sang Titania. Dia sedang berbicara dengan Gray di depan rumahnya. Dilihat dari cara mereka berbicara sepertinya mereka sedang dalam Awkward moments .tapi itu tidak lama setelah Gray mulai tertawa dan Erza juga ikutan tertawa kemudian, Lucy memperhatikan mereka, iri rasanya melihat mereka Tertawa lepas seperti itu. Kemudian mereka mulai serius lagi, lalu mereka… mereka mulai menyilangkan jari kelingking mereka satu sama lain, seperti anak-anak yang sedang membuat janji sehidup semati di masa kecil mereka. Kemudian Erza mulai meninggalkan Gray, itu berarti mereka sudah selesai… Lucy lalu kembali berjalan kerumah Gray ( Erza pergi ke timur , Lucy datang dari barat jadi mereka nggak berpapasan ).
Begitu Gray melihat Lucy sedang menuju rumahnya dia langsung melambaikan tangan, menyapanya.
"Lucy , mau kemana ?"
"Kemana lagi, tentu saja kesini, aku membutuhkanmu"
"Um.. apa tadi kau"
"Ya aku lihat semua, itu tadi Erza kan? Sedang apa dia disini ?"
"Dia cuman bilang besok dia mau ambil S-class mission jadi dia akan pergi selama beberapa hari"
"Jadi apa hubunganya dengan janji jari kelingking "
"K-kau melihatnya !" Lucy yakin, dia melihat muka Gray sedikit memerah.
"Umm.. iya tapi aku nggak dengar kalian sedang ngomong apa, jadi.. bisa beritahu aku ?" mendengar itu Gray salah tingkah, dia mengaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Eh..Uh.. Anu ada urusan apa kau mecariku" Lucy tau gray sedang berusaha mengalihkan pembicaraan, tapi Lucy juga ingin langsung to the point, jadi dia membiarkanya.
"Oh ya.. apa kau sedang tidak ada misi ?"
"Umm sepertinya tidak ada"
"Jadi.. M-maukah kau pergi m-misi.. Denganku" Oke, Lucy benar-benar nerveous sekarang.
"Sudah waktunya aku membayar sewa apartemenku.. dan sudah lam Team kita tidak Misi.."
"Aku mengerti…"
"Huh?"
"Aku tau kau sedang bingung cari Orang buat diajak Misi, Yaa karena Natsu sedang tidak memungkinkan"
"Lagipula, salahku juga membiarkan Erza menghajar Natsu seperti itu. Baiklah akan ku gantikan Natsu ! "
"Gray….. Thanks" Lucy menundukkan kepalanya, Gray memang sangat baik, dia selalu ada di saat teman-temanya membutuhkan,Dia Tanpa stripping habit tentunya adalah laki-laki yang sempurna, dia baik, kuat dan tentu saja tampan-wait, WHAT ! apa yang sedang dia pikirkan, sekarang Lucy mulai blushing Lagi. 'Oh god ini memalukan'
"Jadi Lucy… bisakah kita pergi sekarang"
"O-Oh benar, segera kemasi barang-barangmu kita akan memilih Misinya di Guild"
"Oke, dan lucy…"
"ya ?"
"jangan beritahu soal janjiku pada anggota yang lain, Aku yakin Erza berpikiran sama denganku"
"…"
"Tentu Gray, karena kau sudah baik padaku" kalau Lucy membocorkan soal ini dan Erza tau, nasibnya akan sama seperti Natsu
15:00
Gray dan Lucy sudah selesai bersiap-siap, mereka bertemu Guild, Mencari misi di Quest Board dan menunjukkanya pada Mira, mereka memilih misi untuk mengusir sekelompok bandit yang menguasai pertambangan di Plum village. Lalu mereka pergi ke stasiun.
"kau baik-baik saja Mira-nee ?"
"…"
17:00
Gray dan Lucy sedang dalam perjalanan menuju Plum village. lumayan jauh, Lokasinya ada di kaki gunung dan cukup dekat dengan Rosemary village-kampung halaman Erza yang sekarang sudah tinggal puing-puingnya saja. Gray dan lucy duduk bersebrangan saling mengobrol untuk mengusir kejenuhan.
" Apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan Mira ?"
"Ada apa emang ?"
" dia Nampak tidak senang kita pergi berdua , apa mungkin dia sedang cemburu hahaha" Lucy tertawa seakan cuman bergurau, tapi sebenarnya dia serius.
"Hmm mungkin dia lagi… PMS, jadi Mood nya berubah-ubah"
"tentu saja bukan karena itu ! "
"Bagaimana kau bisa seyakin itu ?"
"well… I know better Than you, kita pernah membicarakan soal itu"
"A-aye" Gray merasa malu, dengan tebakan asalnya
"Aku yakin dia ada perasaan padamu, Ya aku mulai yakin setelah kejadian di rumahmu waktu itu"
Lucy mulai mengingat kembali kejadian dirumah Gray waktu itu,sebenarnya dia hanya ingin Numpang mandi karena Air di rumah Lucy mati,Jarak rumahnya ke Fairy Hills Lumayan jauh dan di rumah Natsu kamar mandinya sangat terbuka. Jadi di memutuskan pergi ke rumah Gray. Sialnya dia meninggalkan Kuncinya saat ganti baju di kamar Gray. Saat dia mau kembali mengambilnya, ada Mira disana.
"Ayolah lucy, kita tau Mira.. dia terlalu sibuk mengurusi hubungan Orang lain daripada dirinya sendiri"
"…"
"kau benar, dia sang matchmaker after all hahaha" Lucy sebenarnya cukup yakin soal Mirajane tapi dia memutuskan untuk bertanya langsung saat mereka kembali dari Misi. 'kena kau, Mira !'.
-22:30-
Akhirnya setelah 5 jam lebih perjalanan, tibalah mereka di Plum village. kebanyakan penduduk desa disini bekerja sebagai penambang, karena Lokasi pertambangan sedang diduduki Bandit, ekonomi di desa menjadi sudah lelah dan sudah terlalu malam untuk pergi ke pertambangan, Gray dan Lucy segera mencari Penginapan terdekat untuk bermalam.
" Kamar untuk 2 orang"
"Maaf tapi kami hanya punya satu kamar tersisa, Tapi tenang saja ada 2 ranjang di kamar"
'bagaimana menurutmu Lucy" Lucy berfikir sejenak, 'satu kamar dengan Gray, tapi untunglah ada 2 ranjang, aku tidak bisa membayangkan tidur seranjang dengan Gray' Lucy mulai Blushing lagi membayangkan apa yang mungkin terjadi.
"Lucy !"
"O-oh, tidak masalah, itu lebih baik daripada tidur di jalan"
"baiklah, kita ambil kamarnya"
Setelah si resepsionis memberi kunci kamarnya mereka segera menuju kamarnya, tempatnya cukup luas dengan 2 ranjang dan 1 kamar mandi.
"Baiklah.. kau tidur saja dulu, aku mau cari informasi di Bar" Gray lalu pergi meninggalkan Lucy sendirian di Kamar , Lucy ingin berendam di air hangat sebelum tidur.
"Kuharap ada air hangat di kamar mandi, aku benar-benar ingin berendam"
23:00
"Lucy ?" Gray yang barusaja kembali tidak menemukan Lucy di kamar, dia menuju pintu kamar mandi dan KLEK !
"Oi Lucy ! jangan tidur di Bathtub, Kau bisa tenggelam!" Lucy membuka matanya dilihatnya sumber suara, Dan kaget melihat Gray ada di depan Pintu
"Kyaa ! Mesum !" Lucy seketika melemparkan Botol shampoo ( botolnya terbuat dari metal hahaha) kearah Gray. DJAKK !
"Ouch.. " Melihat Gray sedang terkapar di depan pintu, Lucy segera berlari untuk megunci pintunya.
'Sial, aku lupa mengunci pintu !'
Sesaat kemudian Lucy keluar dari kamar mandi mengenakan Piyamanya. Wajahnya masih Merah.
"Kenapa kau memukulku"
"Kenapa kau masuk sembarangan !"
"Aku sudah memanggilmu, aku khawatir kau ketiduran di bathtub !"
"…."
"…."
"… sudahlah aku mau tidur !" Lucy segera merangkak ke ranjangnya.
"Tch, lebih baik gunakan sihirku untuk mengobati memarnya"
Sementara itu, Lucy tidak bisa tidur, dia terus memikirkan Soal Gray 'aku khawatir, kau ketiduran di bathtub' Lucy sedikit menyesal, dia tahu Gray tidak bermaksud mesum dia hanya ingin memastikan keadaan Lucy, Dia memang pria yang perhatian.
-07:00-
2 penyihir Fairy tail sudah bersiap-siap akan pergi, mereka menuju rumah mayor untuk mengkonfirmasi misi mereka, Lucy nampaknya masih marah. Disempanjang perjalanan dia hanya diam saja, Gray juga tidak ambil pusing dan membiarkanya saja.
-09:00-
Mereka sudah tiba di depan pertambangan, terdengar banyak suara bandit di dalam sana.
"Kau siap, Lucy.."
"… Ya"
"Ayo !" mereka segera menyerbu ke dalam Pertambangan
Setibanya di dalam mereka terkejut melihat jumlah dari bandit-bandit ini. Ada lebih dari 100 bandit bersenjata dihadapan mereka, nampaknya mereka tidak takut sama sekali.
"Wah wah, ada tamu lagi anak-anak" berdiri diantara kerumunan itu, pria kekar dengan Bandana merah nampaknya dia Boss para bandit disini.
"Karena aku sudah banyak membunuh penyihir belakangan ini, aku tawarkan pada kalian untuk pergi, bagaimana ?" Orang ini sedang merendahkan Gray dan Lucy menawarkan mereka untuk lari dari para bandit itu.
" Tidak ! kami tidak pernah mundur dari misi" Gray menolak dengan tegas.
"Ohhh Oke, Ayo hajar dia anak-anak !" Para bandit-bandit itu mulai menyerbu dari segala arah
"Lucy kita harus berha-" belum selesai Gray bicara Lucy sudah maju menyerang.
"Star Dress : Taurus!"Taurus pun muncul disusul dengan Pakaian Lucy yang mulai bertransformasi, menjadi Mirip Taurus Dengan cambuk ditanganya
"Lucy ! jangan gegabah !" lucy tidak menghiraukan Gray dia langsung menghajar bandit-bandit itu.
"Hmm, dia lumayan kuat juga, Baiklah akan kulumpuhkan dia" pria itu langsung maju menyerang Lucy, mereka terlibat pertarungan jarak dekat, Gray & taurus juga masih melawan Segerombolan bandit yang sekarang menyerangnya.
"Uhh.. Pria ini cukup kuat" Lucy mulai kewalahan.
"Hmm Sekarang, Poison Magic : Acid Blast !" Pria itu mengeluarkan sihirnya dia menembakan cairan merah , Lucy menghindari tembakannya, tapi dengan kecepatan Luar biasa pria itu sudah ada di sebelah Lucy merapal Sihir berikutnya.
"Poison Magic : Poison Fist !" Lucy berhasil menangkis pukulan yang dia lancarkan, tapi Orang itu hanya menyeringai.
"A-apa ini" Tubuh Lucy bergetar, Seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan dia juga kembali ke mode normalnya Taurus juga menghilang, perlahan dia mulai merasakan lemas dan akhirnya tumbang.
"Jangan pernah menyentuh racun, hahaha"
"Lucy !"
Lucy masih sedikit sadar, dia mendengar Gray memanggilnya, Tapi kesadarnya mulai menghilang.
"G..gray..Ma..maaf" Lucy kemudian pingsan. Pria itu kemudian meraih tubuh Lucy mengangkatnya layaknya sebuah Piala.
"Aku Argus sang penyihir Racun, Rasakanlah racun mematikanku hahaha !"Dia kemudian melemparkan tubuh Lucy kearah Gray, dengan sigap gray menangkapnya.
"Lucy ! Lucy sadarlah !"
"Percuma dia hanya akan bertahan selama beberapa jam, dan asal kau tahu… aku tidak akan membiarkanmu lolos!"
"…."
"Ice Make : Barrier" Gray membuat barrier es dan meletakkan Lucy di dalamnya.
"… Akan Kuhabisi kalian semua" Gray sangat marah sekarang. Dia maju menyerang Argus.
"Ice make : Cold Excalibur !" Gray membuat pedang, Argus juga mengeluarkan pedang di pinggangnya
"Poison Magic : Poison sword" pedang yang dia pegang sekarang terselimuti cairan berwarna merah.
"Sekali tebas dan kau akan tamat" Argus dengan sombong menunjukkan kehebatan sihirnya.
"Tutup Mulutmu !" mereka memulai pertarungan pedang mereka, gerakan Gray jauh lebih cepat, Argus mulai terdesak satu tebasan Excalibur Gray mengenai bahu kirinya, membuatnya terpental. Argus melemparkan pedang beracunya kearah Gray, tapi Gray membekukanya.
"Poison Magic : Toxic Breath !" Argus menyemburkan asap beracun dari mulutnya, Gray menghindar ke belakang sambil merapal sihirnya " Ice Make : Cannon !" tembakan Gray mengenai sasaran, Argus terpental.
"Tch kau kuat juga ya" Argus mulai menciptakan banyak symbol Sigil di sekitar tubuhnya.
"Poison Magic : Deadly gatling bullet !" Argus mulai menciptakan peluru-peluru beracun dari sigil Sihir itu dan menembakanya pada Gray. "Ice make: Shield !" Gray dengan cepat melesat kearah Argus dengan perisai Esnya yang mulai hancur, salah satu peluru mengenai lengan Gray tapi di tetap merangsek maju. Jarak mereka sudah sangat dekat, Gray mulai mengeluarkan Sihir Finishing nya.
"Ice Blade : Seven Slice Dance" Pisau tajam tercipta di kedua lengan Gray, Dengan serangan bertubi-tubi menghujam tubuh Argus diakhiri dengan Strike Blow yang sangat kuat hingga membuat Argus terlempar, melihat boss mereka dikalahkan Para bandit segera menyerang Gray beramai-ramai.
"Jika jumlahnya sebanyak ini… " gray Bersiap mengeluarkan jurus barunya, Jurus yang mengalahkan Rufus di Grand Magic Games.
"Ice Unlimited : One Side.. Chaotic.. Dance !" Gray menciptakan Puluhan pedang dan senjata Lain dengan kecepatan Luar biasa, Para bandit mulai Berjatuhan. Beberapa bandit memilih Lari menyelamatkan diri. Gray membekukan darah di lenganya agar Racunya tidak cepat menyebar.
"Misi.. selesai"
-12:00-
Gray sedang menerima perawatan di rumah Mayor, Lucy masih tak sadarkan diri. Tapi racunya sudah berhasil disembuhkan.
"Untung disini banyak tanaman obat, jadi aku bisa segera membuat penawarnya.."untung saja Mayor Juga berprofesi sebagai Dokter di desa ini.
"Kalian berdua terkena Racun yang Berbahaya.."
"Apa Lucy akan baik-baik saja?"
"Tentu, racunya sudah hilang, sebaiknya kau bawa dia ke Penginapan"
Setelah Gray mendapat bayaran atas misinya dia Membawa Lucy ke Penginapan.
-17:00-
Lucy tersadar, kepalanya masih sedikit pusing Dia tahu dia sekarang berada di Penginapan semalam.
'apa gray yang membawaku kemari'
"Ah ! Lucy, kau sudah sadar" Gray barusaja keluar dari kamar mandi.
"Gray…"
"Kau baik-baik saja ? Ada yang sakit ?"
"Aku… Aku…"
"Lucy ?"
"… Maaf..Maaf"Rasanya sekarang Lucy ingin menangis, Lucy sangat menyesal, seharusnya dia mendengarkan perkataan Gray. Gray menghampiri Lucy mengusap rambutnya.
"Yang penting kau baik-baik saja…"
"ba-bagimana dengan misi…"
"Tenanglah, misi berhasil !" Gray kemudian mengambil tas dipojok kamar dan memberikanya pada Lucy.
"Ini bayaranya.. ditambah beberapa Emas dari penduduk yang berterimakasih"
"…"
"…Ini punyamu"
"Huh?"
"ini hasil kerjamu… aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya menyusahkanmu"
"aku tidak berhak-"
" Lucy.. Dengarkan aku, kau lebih membutuhkan uang ini, aku sudah mengambil jatahku. Ini semua punyamu, bukankah besok kau harus membayar sewa apartemenmu ?"
"… bener ini semua untukku?"
"Yup !" Raut wajah Lucy berubah jadi sumringah, Gray tersenyum. Ternyata Lucy baik-baik saja.
"Um…" Lucy mendekatkan wajahnya, Detak jantungnya berdegup kencang, mukanya Sudah sangat merah lalu dia memberikan Ciuman di pipi Kiri Gray, Gray sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Lucy
"Lu-lucy ?"
"Thanks.. For everythings" Lucy memberi Gray senyum termanisnya, dia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Gray, walaupun tidak sedalam Erza-dia yakin Gray juga menganggapnya sebagai seorang sahabat. Gray yang semula bingung sekarang mengerti dia juga tersenyum kepada Lucy 'dia hanya ingin menunjukkan rasa terimakasihnya'
"Baiklah Lucy ! Ayo kita pulang !"
"Aye !"
Bersambung…
Daaaan akhirnya selesai Juga chapter 4, lumayan panjang sih hehehe. ini semua gara-gara adegan Fightingnya ( sulit banget nulis adegan fighting enakan di gambar ) Chapter-chapter berikutnya aku usahain panjang Juga kok biar adil. Done with Graylu ( aku mau buat mereka jadi brother-sister pairing sih, tapi itu tergantung Review :-3 ) Next chapter will be Gray x Cana Slight Gray x mira ( miranya udah mulai PDKT sama gray hehehe ) karena Erza sedang Misi jadi sorry nggak ada Grayza next chapter T_T , tapi bentar juga Balik kok Erzanya. Bagaimana Kalo nanti ada erza vs miranya ?
Hope you like, see ya ;-) !
And thanks for :
Mikasa-Chan : serius kamu Indo orang pertama yang komen , makasiii yaaa. Titip salam buat Eren dan Armin (eh?)
And of course For AncientAlliance,ViperHat and .79274089 for Latest riviews, its very helpful for the Plot story.
