Jiwon

Jisoo x Wonwoo

.

.

.

- E is even more than anyone that you adore –

Joshua tersenyum lebar melihat tingkah kekasihnya. Sejam yang lalu wonwoo melarangnya untuk datang ke konser teman sma-nya. Alasannya cukup sederhana, Wonwoo bilang ia takut kalau Joshua akan selingkuh dibelakangnya begitu mengetahui mantan kekasih namja itulah yang mengadakan konser.

"kau ingin meninggalkan aku?"tanya wonwoo yang tengah menatap Joshua dengan tatapan sendunya.

"Aku mendapat undangan untuk menonton konser sahabat lamaku"jawab Joshua, dengan lembut ia mengelus surai hitam kekasih manisnya.

"Sahabat atau mantan?"balas Wonwoo yang membuat Joshua tertawa setelahnya.

Dengan berbalut kemeja berwarna biru oversizenya Wonwoo terlihat menyunggingkan senyum termanisnya. Bernyanyi dengan senang, menatap cermin didepannya. Dengan sisir ditangannya, bergoyang kekanan dan kekiri layaknya seorang idol yang sedang melakukan konser. Rambutnya bergoyang mengikuti gerakannya. Melompat-lompat dikasur sambil tetap bernyanyi sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berbaring dikasurnya dengan kaki yang sengaja ia lebarkan, berharap kekasih tampannya itu melupakan tentang acara konser itu dan menemaninya.

"Masih ingin datang kekonser mantanmu ?", Wonwoo menantangnya dengan suara beratnya yang terdengar sangat merdu saat ini.

"Bisakah aku datang kesana saat disini ada sesuatu yang lebih menarik", Joshua mengecup kening wonwoo cukup lama. Mengurung namja manis itu dibawahnya. Memberikan beberapa kecupan manis.

"Kau takkan meninggalkanku kan wahai kekasihku yang tampan?"Wonwoo tertawa lebar saat Joshua terdiam.

"Apa aku bisa meninggalkanmu?"tanyanya.

"Jangan tinggalkan aku, kau adalah duniaku. Kau milikku, kau kekasihku, kau nafasku dan kau hal berharga terakhir yang ku punya jadi jangan coba melihat yang lain"wonwoo menghembuskan nafasnya perlahan seiring dengan kalimat yang keluar dari mulutnya.

"Semua permintaanmu adalah perintah mutlak yang harus ku patuhi. Karena aku mencintaimu. Mencintai semua yang ada pada dirimu. Mencintai bagaimana apa adanya dirimu. Dan satu hal yang perlu kau ingat, Kau adalah segalanya bagiku,harta yang paling berharga. jangan pernah berfikir aku akan meninggalkanmu karena aku bisa mati tanpamu"balas Joshua.

"Aku harap kita akan tetap seperti ini selamanya, hingga maut yang memisahkan kita" wonwoo tersenyum diakhir kalimatnya. Senyum teramat manis jika dilihat.

Suara tawa terdengar memenuhi ruangan itu, meninggalkan suasana tegang beberapa saat yang lalu. Suara decakan bahkan terdengar beberapa kali.

- E is even more than anyone that you adore –

Terlihat seorang namja dengan Tuxedo warna putihnya berjalan pelan menuju seseorang yang telah menunggunya di Altar. Menuju seseorang yang teramat ia cintai. Seseorang yang mampu membawa sejuta warna yang tak pernah habis untuk mewarnai hidupnya. Sementara itu, Joshua nampak kagum melihat calon istrinya. Ia juga memakai Tuxedo yang sama seperti Wonwoo hanya saja ia memakai tuxedo berwarna Hitam sesuai warna pilihan Wonwoo. Wonwoo hanya ingin Joshua semakin mempesona pada hari sakral itu.

"Hong Jisoo, bersediakah Anda untuk mencintai istri Anda dalam keadaan sehat atau pun sakit dan dalam keadaan senang atau pun susah?" tanya Pendeta tersebut menatap Joshua.

"Ya, saya bersedia," ucap Joshua mantap.

Kini pendeta tersebut berbalik menatap Wonwoo.

"Jeon Wonwoo, bersediakah Anda untuk mencintai suami Anda dalam keadaan sehat atau pun sakit dan dalam keadaan senang atau pun susah?"

"Ya, saya bersedia," sahut Wonwoo serak menahan rasa haru yang menyelimutinya.

Dan dengan itu mereka berdua resmi menjadi sepasang suami istri di mata Tuhan dan juga di saksikan oleh seluruh keluarga dan kerabat mereka yang datang pada Upacara Pernikahan pada hari tersebut.

Joshua sangat memuja wonwoo melebihi apapun didunia ini. Baginya ia hanya butuh wonwoo. Membutuhkan wonwoo yang tak pernah lelah menggenggam tangannya. Wonwoo yang selalu mengusap rambutnya saat wonwoo mencoba menenangkannya. Wonwoo yang selalu membiarkan Joshua tidur dipahanya. Ia terlalu membutuhkan wonwoo. Itulah yang menjadi alasan Joshua begitu memujanya melebihi siapapun. Senyumnya nampak meneduhkan siapapun yang melihatnya, terlebih lagi senyuman ini adalah senyuman yang akan selalu diberikan pada wonwoo.

Hong Joshua & Jeon Wonwoo

Sebuah kisah klasik tertutup sempurna dengan akhir yang bahagia. Namun ingatlah satu hal, rasa bahagiamu akan setara dengan rasa sakitmu. Siapa yang menerima sebuah kebahagian sedikit lebih banyak maka ia juga akan mendapat sebuah kesakitan dengan besar yang lebih banyak pula. Kisah bahagia ini akan berakhir dan babak baru akan segera dimulai.