Chapter 5

-11:00-

Guild sangat sepi hari ini, kebanyakan orang sedang pergi menjalankan misi, seperti biasa Mira sedang mengelap gelas-gelas sambil bersenandung riang di Bar. 'hari ini guild serasa berbeda, tidak ada perkelahian dan keributan, Yaa sesekali Guild juga membutuhkan ketenangan'.

"Mira-nee, Lucy sudah kembali !" Teriak Lisanna ysng baru sampai di Guild disusul Lucy di belakangnya. Mereka langsung menghampiri Mira yang sedang bekerja di Bar.

"Ah, Lucy kau sudah kembali ! Bagaimanan misinya?"

"…. Sebenarnya …" Lucy Nampak enggan untuk memberitahu Mira dan Lisanna.

" Apakah terjadi sesuatu ?"

" ya…. Banyak hal yang terjadi… "

" Bisa ceritakan pada kami" Lucy mengganguk dan mulai menceritakan semua hal yang telah terjadi dalam misinya kemarin, Mira dan Lisanna mendengarkan setiap perkataan Lucy.

" … dan akhirnya kami berangkat pulang… Seolah itu bukan masalah buatnya"

" Lucy… "

" aku tidak melakukan apapun dan aku yang menerima sebagian besar hadiahnya… Aku merasa bersalah"

"bukankah itu yang dia mau ?"

" Benar sih.. tapi tetap saja !"

" Sudahlah Lucy, Gray memang seperti itu Orangnya… Walaupun kau kembalikan uangnya dia tidak akan mau menerimanya" Cana yang sedari tadi hanya Minum sekarang ikutan bicara

"Apa itu benar, darimana kau tau ?"

"hahaha Lucu kau bertanya ,aku dan Gray sudah berteman lama sekali sejak kita masih berumur 10 tahun"

"Oh.. Begitukah Mira ?" Lucy baru mendengar soal Gray dan Cana adalah teman masa kecil

"Hmm, Oh iya Cana dan Gray berteman sudah lama sekali… mungkin Cana adalah teman pertamanya di Guild"

Mira ingat waktu pertama Gray bergabung di Guild, Gildarts lah yang telah menyuruhnya bergabung (from spin-off manga).dari awal Gray memang suka berlagak sok kuat dan suka menantang anggota Guild bahkan yang lebih tua untuk berkelahi, tidak jarang Laxus menghajarnya sampai babak - belur. Mira ingat dulu dia dan anggota Guild yang lain sering menertawainya saat dia dikalahkan Laxus, hanya Cana yang selalu membantunya berdiri dan merawat luka-lukanya, mereka juga sering bermain bersama, sampai saat Erza bergabung di Fairy Tail. Gray mulai berambisi untuk mengalahkan Erza sampai-sampai dia lupa soal Cana… sampai sekarang.

"Kita selalu bermain bersama…. Yaa itu semua sebelum Erza datang… " semua yang disana menyadari ada raut kesedihan di wajah Cana. Mira merasa bersimpati padanya 'Bagaimana rasanya teman baikmu, perlahan menjauh dan akhirnya direngut dari sisimu'

"Cana…"

"Tapi kita masih berteman kok ! kita masih sering minum bersama" Cana kemudian mengeluarkan salah satu kartunya dan menunjukkan pada mereka.

"Hari itu… aku meramalkan Gray akan beruntung, dan sepertinya aku benar… Dia menemukan apa yang dia cari…" Raut wajah Cana kembali terlihat sedih, Tapi kemudian dia tersenyum dan menegak segelas Bir yang ada di depanya.

'ya.. hari itu kau beruntung Gray, tapi aku tidak… '

"Aku mengerti sekarang , apa karena depresi soal Gray yang membuatmu jadi suka minum Cana ?" Lisanna bertanya ingin menggoda Cana.

" Te-tentu saja tidak !, apa yang membuatmu berfikir begitu… " Mira , Lisanna dan Lucy menatap Cana dengan tatapan 'Reaksinya-membuktikan-kebenaran' .

'Bagus , satu belum beres dan sekarang tambah satu lagi… aku mulai terdengar seperti juvia'

"Eh ? kau mengatakan sesuatu Mira-nee ?" Lisanna mendengar kakaknya sedang bergumam , nampaknya sihir takeover yang dia miliki membuat telinganya setajam kelinci.

"Bukan apa-apa"

"…"

Detik berikutnya tidak ada yang mau memulai pembicaraan, nampaknya mereka masih canggung setelah membicarakan hal yang sedikit sensitive bagi mereka,Lucy kemudian mendapat ide, dia sungguh sangat penasaran soal Mirajane, dia yakin Mira punya perasaan pada Gray dan ingin menyembunyikanya dari yang lain

'ini saatnya !'

" Yaa.. kalau begitu rasa bersalahku sedikit berkurang, tapi tetap saja, dia sudah membawaku yang masih tidak sadar dari pertambangan menuju kamar kita… padahal jaraknya jauh.. Apa aku harus memberinya sesuatu sebagai tanda terimakasih ya ?" Lucy mulai menjalankan rencananya . diperhatikanya Mirajane, Ekspresinya menunjukkan bahwa dia sedang shock. Lucy menyeringai dia mencoba bersuara manis seperti Juvia

" Tapi… aku malu bertemu Graaayy ! Apalagi setelah ciuman itu.." Mendengar kata ciuman reaksi Mira sungguh menjelaskan bahwa dia memang sedang cemburu, tapi kemudian Lucy menyadari sesuatu.. tidak hanya Mira.. yang lainya juga Nampak terkejut terutama Cana yang juga kelihatan memanas. Lucy mulai menyesali apa yang dia lakukan, dia benar-benar tidak memikirkan konsekuensi dari rencananya. Jika terus disini Lucy akan jadi bulan-bulanan Mira dan Cana.

"A-aku pergi.. aku pergi dulu ! Bye Guys" Lucy langsung menghambur keluar Guild

"…"

"…"

"Mira ! siapkan tiga barrel bir !"

"Apa yang ku bilang Mira-nee… seharusnya kau mulai bergerak"

"Oi Mira !"

"Aku akan mengambilkan Bir untuk Cana… " Lisanna kemudian pergi ke gudang untuk mengambil pesanan Cana.

"…kau benar"

-13:00-

Gray memasuki Guild 'sepi sekali, aku jadi kangen ingin bertarung dengan Gajeel.'

"selamat datang Gray !" seperti biasa, Mira selalu menyambut dengan hangat setiap orang yang datang

Gray hanya memberi senyuman dan Langsung berjalan kearah Bar.

"Yo Mira, Sepi sekali disini"

"Semua orang sibuk dengan Pekerjaanya, Bagus kan ? kita jadi bisa tenang"

"yaa… benar juga sih, Tapi aku juga sudah lama tidak menghajar si-"

"Oh !,Aku lupa… Kau salah satu dari Idiot-idiot itu.."

"H-hei !"

"Ahahaha" Melihat Mira tertawa seperti itu, Gray hanya bisa tersenyum.

"Kenapa kau tidak duduk, akan ku buatkan minuman spesial buatmu…"

" spesial huh ? tentu.. "

'kenapa dengan Mira hari ini.. dia benar-benar berbeda' Gray mulai bingung sekarang, Biasanya Mira hanya akan menyapanya dan bekerja kembali, tapi sekarang dia lebih perhatian padanya.

Gray tidak ambil pusing, dia langsung duduk di sebelah Cana yang sekarang benar-benar.. Mabuk

"O-oi , Cana… kau mabuk ya ?"

"Oooh, Macao ? bagus.. Ayo kita lomba minum.."

"Macao Jidatmu ! Apa bagimu aku kelihatan mirip denganya !" Gray benar-benar kesal, kenapa dia harus disamakan dengan pak tua yang suka mabuk-mabukan itu.

"Ooh…*hic* kau.. Tidak mungkin !"

"…Eh?"

"Ayah..*hic* kau sudah pulang !?"

"Sekarang kau menyamakanku dengan Gildarts ! Apa menurutmu aku setua itu !"

"Jangan berteriak padanya Gray, dia sedang mabuk.." Mendengar nama Gray disebut oleh Lisanna, Cana segera mengamati orang di depanya, walaupun pandanganya sedikit blur tapi sekarang dia tau itu Gray..

"U-uh.. Sorry Gray…"

"… Tidak masalah, tumben sekali kau mabuk.. "

"Dia menghabiskan 6 barrel Bir dan masih minta tambah.. aku takut kita akan kehabisan stok.."

"Apa! Kau itu Bodoh atau Tolol… Sehebat apapun kau, kalau minum sebanyak itu kau pasti mabuk…!"

"Gray.. *hic* Main apa kita hari ini…"

"Eh?"

"…Kau itu bodoh ya… *hic* Jangan melawan Laxus *hic* kau akan te…ter…"

"…."

'O-oi Cana.." gray mencoba menyadarkan Cana, tapi dia sekarang sudah pingsan karena mabuk.

"Sebaiknya kau antar dia ke Fairy Hills Gray, aku takut nanti dia nggak bisa pulang sendiri"

"huh ? kenapa aku…"

"Karena kau temanya, iya kan ?"

"Ya maksudku bukan begitu.. Bukan hanya aku saja kan temanya, kenapa tidak kau suruh saja Nab disana, atau Reedus "

"hmm.. Menurutku bukan ide bagus membiarkan pria lain mengatar Cana pulang… Lihatlah Cana Mabuk berat sekarang, bisa saja kan pria itu melakukan sesuatu saat dia tidak sadar, if you know what I mean"

Sekarang gray memikirkan apa yang mereka bisa lakukan saat Cana sedang tidak sadar, Pikiran-pikiran kotor mulai masuk dalam Otak Gray.

"Gray !"

"U-uh , baiklah aku antar dia pulang.."

"Kau tidak sedang merencanakan sesuatu Kan ?" Lisanna mulai curiga dengan gerak-gerik Gray.

"T-tidak Jangan bodoh ! dia adalah Temanku.. " Gray menatap Cana lalu tersenyum, Gray akhirnya menyadari apa yang dulu pernah ia Lupakan 'teman yang sangat berharga..'

Mirajane kembali dari dapur membawa nampan berisi 2 gelas minuman, tetap dengan senyum Hangat di wajahnya.

"Maaf Gray membuatmu lama menung-" Mirajane melihat Gray sedang menggendong Cana di punggungnya keluar meninggalkan Guild. Mira merasa kecewa, setelah bersusah payah membuat minuman hanya untuk mereka. Lagi-lagi Gray pergi. Melihat kakaknya terlihat sedih dan kecewa Lisanna mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Maaf Mira-nee.. Cana benar-benar mabuk dan harus segera diantar pulang"

"dan hanya Gray yang aku percayai, Cana aman bersamanya.." sambung Lisanna

"Y-ya.. tidak masalah.. " Mira kembali melihat Gray yang semakin menghilang dari pandanganya.

Sementara itu….

Erza sedang dalam perjalanan menghabisi iblis yang dikatakan penduduk, Katannya iblis ini sangat kuat Sampai-sampai Misi ini diberi Rank-S. Tidak jauh dari lokasi dimana iblis itu berada Erza merasakan suhu diarea itu berubah Drastis, dari semula terasa panas karena sinar matahari yang terik sekarang suhu menjadi sangat dingin. 'apa-apaan suhu disini !?' beberapa menit berjalan, sekarang Erza sudah ada di depan Goa dimana iblis itu tinggal

DRAP ….DRAP …! Erza mendengar langkah kaki dari dalam Gua Erza segera bersiap mengeluarkan sihirnya tapi bukan iblis yang keluar.., Sesosok Pria keluar dari dalam. Orang itu berbadan Besar dan kekar , Mengenakan Armor di tubuhnya dan berjubah, dia juga mengenakan sepasang shoulder pads Dengan sebuah Lambang yang tidak Erza ketahui, Orang itu memiliki Luka di dahi kirinya dan Hal yang paling mencolok Darinya adalah tulisan yang berada di Armornya.

Yang bertuliskan 'Absolute Zero' (tebak siapa hayooo ?)

Orang itu memandang Erza sejenak kemudian berjalan melewati Erza yang sedang Terpaku Merasakan Aura Luar biasa yang dipancarkan Orang itu seluruh Tubuh Erza bergetar seakan mati rasa. 'O-orang ini.. A-apa-apaan kekuatan ini !?' Orang itu berhenti dibelakang Erza.

"Jika makluk itu yang kau cari…. Kau terlambat.." Setelah mengatakan itu, Pria itu Menghilang (Teleportasi ). Erza segera berlari ke dalam Gua,iblis yang disebut-sebut setara dengan S-class Mage telah membeku di dalam balok Es, Erza mencoba menghancurkan Es tersebut tapi Kerasnya bagaikan benar-benar tidak percaya.. 'Pria itu sungguh berbahaya' .

-13:30-

Gray sedang menggendong Cana menuju Fairy Hills, sepanjang perjalanan Cana terus saja mengigau tentang masa kecil Mereka berdua. Orang-orang yang lewat pun memperhatikan mereka berdua

" Gray bantu aku.. *hic*..Mengumpulkan kartu…"

" O-oi Cana, diamlah orang-orang memperhatikanmu.."

" Gray.. kenapa..*hic*.. kenapa.."

" Sudahlah tidur saja kau.."

" Kenapa kau meninggalkanku… *hic*

" !? " Gray terhenti dia terhenyak oleh perkataan cana barusan , 'Apa dia benar-benar mengigau'

" setelah dia datang.. Kau mulai menjauhiku… *hic*"

" Cana… " Gray tau,'dia' yang dimaksud oleh Cana adalah Erza. Gray mulai mengingat kembali saat itu, saat Erza datang di Guild Gray menghabiskan waktunya di Guild hanya untuk menantang Erza bertarung. Terkadang dia juga berlatih sendirian agar bisa mengalahkan Erza-yang tak pernah terjadi. Setelah kejadian di pinggir sungai waktu itu, Gray mulai sering menghabiskan waktunya dengan Erza, entah itu berlatih bersama atau menjalankan misi ringan bersama. Gray mengakui dia telah mencampakkan ikatannya dengan Cana. 'kurasa aku memang bersalah, maaf…'

"Maaf… aku memang bersalah.. harusnya aku lebih memikirkan perasaanmu.." mendengar penyesalan Gray, Cana mengeratkan pegangan tanganya pada Gray, seolah tidak ingin melepaskanya lagi.

"… Aku tahu kau tidak bermaksud begitu… iya kan ?" Terdengar bisikan Cana yang sedang membenamkan kepalanya di punggung si Ice Mage.

"…Ya, kau temanku yang sangat berharga, saking terobsesinya aku untuk mengalahkan Erza… aku sampai melupakanmu seperti itu.. sungguh aku benar-benar menyesal"

"hei.. jangan menyesalinya Gray"

"…"

" Pertemuanmu dengan Erza adalah keberuntunganmu Gray.. ingat apa yang aku ramalkan saat itu.." Memori saat dimana Cana dan gray kecil sedang bermain 'Ramalan', hari yang sama saat Erza pertama kali datang di fairy Tail.

" mungkin kau benar… atau tidak , Maksudku aku selalu babak belur saat bersamanya, Apa memar-memar di sekujur badanku setiap selesai melawan Erza termasuk dalam keberuntungan yang kau ramalkan ?"

" hahaha.. haha" Cana tertawa, teringat wajah gray yang dipenuhi lebam setelah menantang Erza 'anak ini tidak pernah belajar'. Gray mulai berjalan kembali, disepanjang jalan mereka hanya mengobrol tentang hal-hal yang mereka pernah lakukan bersama.

" Oh, kita sudah sampai… Turunlah"

"…"

"Oi Can-"

Ternyata Cana sedang tertidur di punggung Gray, wajahnya terlihat damai. Seperti beban telah terangkat dari pikiranya, Gray mengelengkan kepalanya lalu tersenyum pada sang Card Mage yang sedang tertidur pulan

'tch dasar, kau tidak pernah berubah'

Gray membawa Cana ke ruanganya, meletakkanya di ranjangnya.

" Aku akan selalu menjagamu.. karena aku sudah berjanji" ya janji yang dia buat , saat Gildarts menemuinya sebelum dia pergi.

Flashback

"kenapa kau pergi lagi, huh? aku pikir kau akan tinggal bersama Cana ?"

"kau tidak mengerti.. aku sangat ingin tinggal, tapi masih ada hal yang ingin aku selesaikan.."

"begitu ya, kau memang tidak pernah berubah pak tua.. selalu saja menghilang.. "

"hahaha itulah aku… ,Gray, aku mau kau menjaga Cana selagi aku pergi."

"kenapa kau memintaku ?"

"aku hanya mempercayakan putriku pada orang yang dia percayai.."

"…"

"Kalian masih berteman kan?"

"tentu..! kita teman selamanya.."

".. Oke ! kalau begitu aku akan segera berangkat !"

"percayakan saja Cana padaku pak tua..."

"Oh satu lagi…"

"Ya ?" tiba-tiba tampang gildarts berubah menjadi seram sekali, Gray bergidik ngeri.

"Jika terjadi sesuatu padanya, orang yang pertama kali kucari adalah kau.. aku pastikan kau kulenyapkan seperti ini…" Gildarts lalu mengeluarkan sihir 'Crashnya' pada sebatang pohon di sampingnya. Pohon itu langsung lenyap tak bersisa

"..E-eh *gulp*" Gray mulai membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika dia gagal dalam 'misi' yang diberikan gildarts,Gray mulai mengeluarkan keringat dingin.

"…ha."

"….?"

"hahahaha ! aku hanya becanda !"

Flashback end

"bukan hanya karena Gildarts… tapi juga kemauanku sendiri".

-15:00-

Gray dalam perjalanan kembali ke Guild, berpapasan dengan Mira. Mereka berdua berhenti.

"Gray ! akhirnya aku menemukanmu.."

"kau mencariku ?"

"tentu saja… kau pergi begitu saja.."

"Maaf ya Mira,Aku harus mengantar Cana tadi"

" aku tahu.. tapi setidaknya kau minum dulu… aku kan sudah membuatnya dengan susah payah.."

" Err.. Maaf aku Lupa.."

"…."

"Jadi ? sebenarnya kenapa kau mecariku ? aku tak percaya kau mencariku hanya untuk mengatakan ini"

'U-um.. se-sebenarnya… " lagi-lagi Mira tidak bisa mengutarakan apa yang ada di benaknya saat ini.

" Kau kenapa, mukamu merah. Apa kau sakit" Gray meletakkan tanganya pada dahi Mira. tentu saja, itu hanya membuatnya tambah merah 'uhh.. seharusnya dia tau kenapa.. apa dia berpura-pura bodoh'

"a-aku baik-baik saja.."

"tingkahmu aneh…"

"hah ? ..Benarkah ?"

'calm down Mira ! calm down !' Mira masih mecoba menenangkan Mira ingin berterus terang soal perasaanya , tapi dia takut.. takut jika Gray menolaknya, takut jika pertemanan mereka berakhir karena ini.

'aneh rasanya jika aku menyatakan perasaanku, kita bahkan jarang menghabiskan waktu bersama. Ini pasti akan terdengar aneh dan juga konyol, tentu saja Gray akan merasa ilfeel dan akan menjauhiku '

"-ra"

'lalu apa yang harus aku lakukan, jika aku diam saja cepat atau lambat Erza atau bahkan Lucy akan… Arghh apa yang harus kulakukan !'

"Mira"

'ah ! tentu saja, aku akan habiskan waktu lebih banyak denganya, supaya kita bisa mengenal lebih dalam. aku yakin, perlahan-lahan Gray akan mulai menyukaiku… Rasanya aneh aku mengalami masalah di bidang ini, aku jadi malu menyandang gelar 'the matchmaker', rasanya tidak pantas'

"MIRA !"

"O-oh Iya !"

"Tch, kau melamun lagi, akhir-akhir ini kau banyak melamun, apa kau punya masalah..?"

"tidak ada kok hahaha" Gray menatap Mira dengan tatapan whats-wrong-with-her

"Erm.. Gray.."

"..Ya ?"

"..Maukah kau mengabiskan waktumu bersamaku.."

" E-EH !?" Gray sangat terkejut mendengar apa yang Mira katakan. 'orang ini sedang melamarnya atau apa ?' melihat Gray yang sepertinya salah paham Mira segera memberi penjelasan.

"B-bukan yang seperti itu.. Maksudku, maukah kau menemaniku berjalan-jalan… ke taman ?"

'apa dia sedang mengajakku kencan ?' Gray membuang jauh-jauh pikiran itu, Mungkin dia hanya merasa lelah dan jenuholeh pekerjaanya, dan membutuhkan Orang untuk membantunya bersantai.

"tentu.. Jika itu yang kau inginkan" Gray mengulirkan tanganya, Mira dengan senang hati mnyambutnya

" Ayo…"

-17:00-

Gray dan Mira sudah sampai di depan Guild, Mereka menghabiskan kencan mereka dengan berjalan-jalan dan mengobrol soal Hal-hal Kasual, tapi Baik Mira maupun Gray tidak ada yang mengungkit soal masalah perasaan . walau begitu Mira sangat senang, mereka bisa tertawa bersama. Untuk sekarang-itu sudah cukup. Begitu Gray membuka pintu Guild…

BRUAKK !

Detik berikutnya Gray sudah terkapar di lantai-dengar Droy diatasnya

"Ow.. ow.. ow.."

" Droy ! menyingkir dariku, kau berat !"

"Oii ! Gray akan ku balas kau atas perlakuan Erza padaku !" Natsu berteriak di tengah-tengah kerumunan. Nampaknya semua anggota Guild sudah kembali dari misi mereka. Gray segera menyingkirkan Droy dan bangkit berdiri.

" Tch,Bring it on , Flame brain !"

" Geheee !"

"Wakaba, kita tidak boleh kalah dengan yang muda-muda ! "

Mira hanya bisa tersenyum melihat rutinitas wajib di Fairy Tail. Dia berjalan kearah Bar, menghampiri Lisanna dan female Mage yang lain.

" Jadi Natsu sudah kembali yaa, terimakasih sudah mengantikanku Lisanna"

"ya beginilah jadinya jika Natsu kembali, ngomong-ngomong Mira-nee, bagaimana ?"

"bagaimana apanya ?" Mirajane melirik melirik Juvia memberi isyarat pada Lisanna agar tidak membahasa masalah ini di Guild, Lisanna menganguk mengerti.

" walau tak sesuai Rencana…" Mira mengalihkan pandanganya pada Gray yang sedang Bergulat dengan Natsu, merasakan dirinya diperhatikan Gray menoleh kearah Mira, keduanya tersenyum. Lisanna yang memperhatikan mereka mulai menyeringai. 'kau lakukan dengan caramu sendiri ya , Mira-nee'

"…cukup berjalan sesuai harapanku"

.

BRAKK !

Suara orang membuka Guild dengan Kasar, Semua orang menoleh ke sumber suara. ternyata Erza sudah kembali.. dengan Raut wajah yang menyeramkam, 'kenapa Erza..','pasti dia sedang bad mood' ,'tamatlah kalian idiot' 'ahh..selalu berakhir bahagia 'Gadis-gadis mulai saling berbisik.

"Kalian.."

"….."

"….."

"Minta dihajar ya !" Erza segera melakukan Requip Heaven wheel's armornya

" Natsu yang mulai" hampir semua Orang bicara secara bersamaan sambil menunjuk si Dragon Slayer.

"Natsu…" Suara Erza sangat gelap dan Mencekam , dia berjalan perlahan kearah Natsu. Setiap langkah Erza menciptakan rasa ketakutan pada mereka.

"Y-yo"

"Tidak hanya Natsu.. kalian Semua !"

" Aww Maannn"

"Gee-Gehee.."

" Oh.. Shit, im Sooo Dead"

Sore itu…. Lagi-lagi suara memilukan terdengar di seantero magnolia, banyak Orang bertanya-tanya asal dari suara-suara itu. Master Makarov yang baru kembali dari Era, mendengar Suara itu berasal dari Guildnya

"Hah, Jadi kangen masa muda…"

Bersambung….

.

Annnddd that's another Chapter, Gimana? Kurang feels nya ? hahaha maaf :-3 . Chapter ini ada Silver akhirnya nongol, FYI dia bakal jadi major character di mini Arc ini seharusnya GrayxCana (tapi Cana malah ship GrayZa Lol XD ), sebenarnya udah lama nggak baca ulang FT, kalo ada yang salah tolong kasih tau yaw, Okey Next ? complicated GrayZa Or GrayUltear Flashback atau Gray x Meredy ?(Karena next chapter Crime sorciere bakal muncul )

Thanks buat yang udah reviews selama ini, kalian memotifasiku (terharu T_T) buat yang baru baca Enjoy and please Review !