Chapter 6
-08:00-
2 minggu telah berlalu semenjak Erza kembali dari misinya. hari ini Team Natsu sepakat ingin menjalankan misi bersama, memang belakangan ini mereka jarang mengambil misi bersama,dikarenakan Natsu yang sedang sakit dan Erza yang memilih bersolo mission. pagi-pagi sekali Team Natsu sudah duduk berkumpul untuk membahas soal misi yang akan mereka kerjakan, Natsu duduk disebalah Lucy bersama kedua Exceed Happy dan Carla, Gray duduk bersama Wendy dan Erza.
" Bagaimana dengan yang ini ?" Lucy menunjukkan kertas yang dia ambil dari Quest Board.
"Kurasa pekerjaan semacam ini yang paling cocok buat Team kita.."
"selain itu, Hadiahnya 'Wow' banget !" Lucy menunjuk kearah bagian hadiah. Erza mengambil kertas itu lalu membacanya dengan teliti
" Hmm.. disini tertulis.. kita harus menghancurkan Dark Guild misterius yang meneror kota Jehanna.."(Nama kotanya kayak di Fire emblem XD)
" dark Guild Misterius ?"
" disini tertulis.. Guild itu tiba-tiba saja muncul di gurun dekat kota, sejak Guild itu muncul banyak penduduk hilang secara Misterius, satu-satunya yang tersisa hanya Pasir yang tercecer dirumah mereka. Para penduduk mulai menyebar Rumor bahwa mereka yang hilang telah dirubah menjadi… pasir"
"Pasir ?"
" kami menyebutnya desertification "(kayak di Radiant Historia )
" Uhh kedengaranya seram " Wendy terlihat ketakutan
" Bagaimana ? apa kita ambil misi ini ?"
" Bah ! pasti itu semacam trik mereka untuk menakut-nakuti penduduk, Ayo segera berangkat dan hajar mereka semua !" Natsu Nampak bersemangat seperti biasa.
" Natsu setuju, Bagaimana dengan kalian ?"
"Yaa dengan hadiah sebanyak ini… meski kita tidak sengaja menghancurkan kota pun, sepertinya masih sisa banyak.. Aku ikut" Lucy juga setuju, tidak mengkhawatirkan soal ulah Team nya yang sering bertarung seenaknya.
"Hmm…"
"kenapa ? kau takut Ice Block ? dasar penakut "
"siapa yang kau sebut penakut ?, Flamebrain !" Mereka berdua sudah bersiap memulai perkelahian mereka, tapi Erza memberi mereka deathglare yang sukses membuat mereka berbaikan.
"baiklah tinggal kau Wendy, Bagaimana ?"
"K-kalau yang lain setuju… A-Aku juga !" Wendy berusaha menutupi rasa ketakutanya.
"Okeee sudah diputuskan , Ayo bersiap dan berangkat !"
"Tenanglah, Natsu.."
-09:00-
Sementara itu…
Di sebuah kota , Jellal dan Meredy sedang mengumpulkan informasi mengenai Guild misterius yang diceritakan Doranbolt, Tartarus. Informasi mengenai Tartarus sangat minim, hampir tidak ada orang yang mengetahui keberadaan Guild itu. Ditengah pencarian mereka malah mendapatkan informasi soal Guild misterius di gurun jehanna.
" Guild misterius itu… apakah ada hubunganya dengan tartarus.."
" Kemungkinan besar, mereka tau sesuatu tentang Guild itu.."
"Jadi apa rencanamu Jellal ?"
" Kita pergi ke Jehanna, kita akan mencari informasi disana. Jika perlu kita harus menyusup ke Guild misterius itu"
"…"raut wajah Meredy tiba-tiba berubah menjadi sedih
"Hm? Kau kenapa meredy , kau sakit ?"
"Bukan itu… andai saja Ur masih bersama kita.. pasti akan jauh lebih mudah.."
"Ultear ya.. ya dia sangat pandai mecari informasi.."
"Aku merindukan Ur.." Meredy bergumam, tapi Jellal masih bisa mendengarnya.
"Meredy…"
"aku baik-baik saja, Ur pasti sedih jika kita terus memikirkanya. Yang terpenting sekarang.. ayo kita selamatkan dunia ini, dengan itulah kita bisa membalas pengorbanan Ur.."
"…"
" ….Ya!, Tartarus.. Akan kita hancurkan !"
-11:00-
"Tch, dimana Lucy, lama sekali kita kan sudah sepakat akan berkumpul lagi jam sebelas "
"Natsu, kau jemput Lucy. Siapa tau dia sedang ada masalah"
"Hah ? kenapa aku ? suruh saja Gray !"
"Natsu.." Erza lagi-lagi mengeluarkan tatapan go-or-die yang sukses membuat Natsu berlari mencari Lucy. Erza kemudian menoleh ke Gray. Gray mendapat firasat buruk soal ini
" Gray, boleh minta tolong ?" Dari nada suaranya, sudah jelas dia tidak minta tolong tapi memaksa.
"Y-ya?"
" Karena kita masih harus menunggu Lucy, Bisakah kau ambilkan kue untukku aku tidak sempat sarapan tadi, aku yakin Mira masih punya kue sisa semalam"
"merepotkan sekali.."
"kau mengatakan sesuatu ?"
"T-tidak, oke aku ambilkan.." Gray berjalan kearah Bar dimana Mira sedang bekerja. Melihat Gray mendekat Mira menyapanya. Wajah Gray terlihat masam, dia pasti sedang kesal.
"Ah Gray, kau kenapa ?"
"Erza Order "
"ahahaha, lagian kau mau saja disuruh-suruh Erza"
"itu karena aku masih sayang nyawa, kau tau konsekuensi menolak Erza order kan ?"
"Tapi sepertinya dia tidak akan mau melakukanya padamu"
"Sudahlah.. berikan kuenya"
"Tunggu aku ambilkan dulu" Mira masuk kedapur, beberapa saat kemudian dia membawa sepotong Strawberry Cheesecake kesukaan Erza. Lalu menyerahkanya pada Gray.
"Tunggu dulu..!" Mira menghentikan Gray yang sudah mau pergi.
" Hmm? Apa ada Kue lagi ?"
" Bukan itu.. Ini !" Mira memberikan sebuah Kotak bekal untuk Gray. Gray menerimanya dengan tatapan bingung
" Apa ini ? Kue untuk Erza ?"
"..untukmu"
"Hah ?"
"itu bekal Untukmu" Mira menundukkan kepalanya menyembunyikan pipinya yang mulai memerah. Melihat betapa perhatianya Mira padanya Gray tersenyum.
" kau perhatian sekali belakangan ini, kenapa ?"
"E-eh !? T-tidak ada alasan khusus.. aku Cuma.. Cuma.."
"hahaha sifatmu juga sedikit berubah"
"…." Mira semakin menundukkan wajahnya.
Dari tempatnya duduk, Erza memperhatikan interaksi antara Mira an Gray,' sejak kapan mereka jadi sek akrab itu ?', Erza terus memperhatikan mereka, dari cara mereka Bercanda, bahasa tubuh mereka, tatapan mereka. Erza yakin sesuatu terjadi saat dia sedang dalam Misi.
'inilah jadinya jika mengambil misi terlalu lama..' wendy memperhatikan Erza yang sedang sibuk mengamati Gray dan Mira, dari raut mukanya Erza terlihat kesal. Wendy memang masih kecil tapi berkat kedewasaan Carla wendy jadi mengerti sedikit soal masalah ini. di lain sisi Erza masih bingung soal gejolak yang dia rasakan saat ini, sebagaian dirinya mengatakan 'im jealous ?' dan sebagian lain mengatakan 'come on, its Just Gray.. my Bestfriend'.
"hahaha, Erza pasti sudah menunggu kuenya, kita bicara lagi saat aku sudah kembali" baru saja Gray akan pergi, dia mendengar Mira memangil namanya
"Gray !"
"Ya ?"
"Um..Kumohon.. Kembalilah dengan selamat"
"…"
"jaga dirimu, aku punya firasat buruk soal misi ini.." Gray berjalan mendekati Mira, mengusap Rambutnya seperti biasa.
"Tenang saja.. kita Team terkuat di Fairy Tail, ada Erza, Natsu dan teman-teman lainya.. aku pasti baik-baik saja" setelah memberi seringai Khasnya, dia berjalan menuju Teamnya. Mira masih memandangi Gray dari tempatnya.
-ra"
"MIRA !"
"E-eh iya !?"
" mana minumanku !"
"Segera datang !" Mira memandang Gray lagi untuk sesaat sebelum kembali ke pekerjaanya. 'ya, aku percaya kau baik-baik saja. Kembalilah dengan selamat'
"Ini Kuenya.. maaf menunggu lama" Gray menyodorkan Kuenya di depan Erza.
"Aku tidak selera makan, makan saja" Gray menatap Erza dengan tatapan bingung, Gray tau Erza sedang kesal, tapi sekesal-kesalnya sang Titania, dia tidak akan pernah menolak cheesecake, apalagi yang ini strawberry Cheesecake ,favoritnya.
'aku tau dia sedang kesal karena aku terlalu lama, tapi sampai menolak kue favoritnya ?'
Belum sempat Gray bertanya, Natsu dan Lucy sudah sampai di Guild. Gray mengurungkan niatnya.
"Maaf ya guys , aku ketiduran"
" Hah ? bukankah tadi kau sedang-" Lucy menjitak kepala Natsu. Memberi isyarat untuk tidak mengatakan apapun.
"Sudahlah Lucy, yang terpenting sekarang kita sudah berkumpul" Erza berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo segera berangkat, perjalanan kita Lumayan jauh" Erza melirik cake yang dibawakan Gray, Wendy dan para Exceed sedang memakanya 'aku jadi menyesal tidak mau memakanya' kata Erza dalam hati, sebenarnya dia sangat ingin memakanya tapi dia harus menjaga Imej nya, dia sudah menolaknya.
"Maaf Erza-san, aku pikir kau tidak mau memakan-"
"Tidak masalah, aku memang tidak mau memakanya, habiskan saja Wendy" Erza melirik kearah Gray.
"kenapa kau ini Erza…"
-12:00-
Team Natsu sudah berada dalam kereta, perjalanan menuju Jehanna menempuh waktu 7 jam.
-14:00-
Gray membuka kotak kecil yang dia simpan di tasnya,
" Apa itu Gray ?" Lucy bertanya
" Ah ini, Bekal buatan Mira, dia memberikan ini tadi sebelum berangkat" Gray membuka kotak yang isinya beberapa Onigiri berbentuk kepala Mirip Gray. (bayangin aja sendiri :D)
"Eh ?" Gray meilihat bentuk Onigiri yang sangat mirip denganya, rambutnya yang dibuat dari Nori kedua matanya yang dibuat dari sosis dibuat semirip mungkin dengan si Ice Mage
"Waaah Lucunya, Mira memang hebat !" Lucy mengabil salah satu dari onigiri Gray dan mulai memakanya.
"Beneran Enak ! Kalian juga harus Coba !" Wendy, Happy dan Carla juga mencoba makanan Gray. Natsu sedang pingsan Karena mabuk kendaraan sedangkan Erza ..
"Erza kau tidak mau ? ini Enak Lhoo" Lucy mengambilkan satu Onigiri untuk Erza, tapi dia menolaknya.
"Tidak, aku tidak selera makan" Jawab Erza ketus. Lucy diam-diam tersenyum melihat Erza
'Gray, kau populer juga ya hahahaha'
"Ke-kenapa Rambutku pakai Nori !"
"Sudahlah Gray makan saja, atau berikan saja padaku kalau kau tidak mau" Gray menatap onigiri berbentuk kepalanya tersebut 'jadi aneh juga jika aku makan wajahku sendiri, tapi.. dia sudah susah-susah membuatnya jadi.. aku makan saja lah' Gray mulai memakan onigirinya.
Erza melihat Gray dan teman-teman lainya-Minus Natsu, sedang menyantap Bekal buatan Mira. Tampaknya dia sedikit iri dengan Rival lamanya tersebut, soal makanan Erza merasa kalah telak. Dia tidak bisa memasak, yang hanya bisa dia lakukan adalah menghajar Orang. Dia jadi berfikir sisi kewanitaan jugasangat penting. Mira memiliki semua yang wanita impikan, pandai memasak, bernyanyi, jadi model majalah, dan .. cantik. Sementara dirinya, dia ditakuti, disegani, dihormati tapi tidak pernah ada yang bilang dia cantik-kecuali Gray dan Lucy yang mengatakanya beberapa kali. Itu membuatnya iri
'Aku mulai berfikir, lebih baik dicintai daripada ditakuti'
-19:00-
Team Natsu sampai di Stasiun Jehanna, setelah turun dari Kereta mereka bergegas mencari Hotel untuk menginap dan Mencari Informasi.
-20:00-
Mereka menginap di hotel pinggir Kota, selain lebih sepi informasi mudah didapat di kawasan seperti ini.
"kenapa aku sekamar dengan si mesum ini !" Natsu memprotes sepanjang perjalanan menuju kamar mereka
"Sial, aku nggak bakal tidur nyenyak malam ini…"
" Bisakah kalian berdua diam !"
Sementara itu…
Jellal dan Meredy sudah sampai Jehanna, Mereka berjalan menyusuri kota untuk memastikan keadaan. Jalanan begitu sepi, para penduduk mengunci rapat Rumah-rumah mereka.
"Jadi ini kota Jehanna.."
"Tidak ada seorang pun diluar, kelihatanya Guild itu mrmbuat mereka ketakutan"
"Kita harus mencari penginapan, mereka akan curiga bila kita berkeliaran disaat seperti ini"
"Kau benar.. ayo aku tahu penginapan yang cocok buat kita"
"Eh ? kau pernah kesini Jellal..?"
"..dulu saat aku masih menjadi anggota Dewan aku pernah kemari dengan Yajima-san" Jellal mengingat saat dimana dia menciptakan Siegrain. Siegrain adalah bagian dari dirinya yang dia gunakan untuk menyusup ke Magic Council. Mereka berdua berjalan dengan waspada, bersiap jika ada Musuh menyerang. Beberapa menit perjalanan mereka melihat bayangan seseorang di kejauhan, jellal dan Meredy segera menghampiri orang tersebut. Semakin dekat dari orang itu Meredy dan Jellal merasa mengenalinya dari rambutnya, suaranya, penampilanya.. semuanya mirip dia
" Dammit!, kenapa Natsu selalu mendengkur saat Tidur "
"Gray ?" mendengar seseorang memanggil namanya Gray segera menoleh ke sumber suara, Alangkah terkejutnya dia melihat dua orang itu. Mereka berdua berjalan menghampiri Gray. 'Tidak salah lagi itu Meredy dan.. dia' Meredy Nampak antusias bertemu denganya, yakin bahwa itu Gray dia berlari memanggil namanya
"Gray !"
"Meredy dan.. Jellal ? sedang apa kalian disini ?" Mereka berdua saling memandang lalu, menceritakan segalanya mengenai penyelidikanya soal Guild misterius yang mungkin ada hubunganya denga Guild aliansi Balam Tartarus.
"aku mengeri, sebenarnya kami dalam misi untuk menghancurkan Dark Guild misterius itu"
"kami ?, kau tidak sendiri"
"ya semua Team Natsu ada di dalam penginapan" Gray menekankan kata semua, supaya Jellal mengerti jika Erza juga ikut dalam misi ini, bisa ditebak ekspresi Jellal berubah. Setelah apa yang Erza dan Jellal lalui saat Tragedi Eclipse, Gray yakin mereka berdua masih saling mencintai. Tapi kemudian Jellal dan Meredy hilang tiba-tiba tanpa memberitahu Erza dan yang lainya.
"Jujur saja aku tidak membayangkan akan bertemu kalian disini, maksudku setelah tragedi di Crocus kalian menghilang begitu saja.."
"Maaf Gray saat itu kami sedang buru-buru…" Meredy terlihat sedih, Gray tau ini soal Ultear .
"Kita bicarakan ini di dalam.. akan ku panggil yang lain " Gray menawarkan, Jellal menganguk tanda setuju. Sebenarnya dalam hati Jellal tidak ingin bertemu Erza lagi, ini semua tentu saja karena Motto Crime Sorciere 'We Cannot Fall in Love with Those Who Walk in the Light' dan tentu saja proritas utama Jellal saat ini bukan Erza, melainkan Kehancuran Semua Dark Guild.
Tanpa disadari dari tadi Gray sedang diawasi Oleh seseorang dari Kejauhan, begitu Gray, Jellal dan Meredy masuk ke dalam, orang itu segera mengeluarkan semacam bola Lacrima untuk menghubungi seseorang
"Tikus kita bertambah dua Orang, sepertinya saya kenal salah satu dari mereka" pria itu berbicara
"Hmm, bertambah dua orang pun tak masalah mereka hanya Tikus kecil" suara dalam Lacrima menjawab
"Oh tapi sepertinya ada Tikus besar yang bergabung.."
"Ooh? Siapa dia ?"
"Jellal Fernandez "
"Ah Jellal ya.. aku masih ingat wajahnya, bagus ! bagus ! kita lenyapkan sekalian penghianat itu"
"hahaha ini yang disebut membunuh dua burung dalam satu tembakan"
" Baiklah saya akan terus mengawasi mereka" Orang itu segera menyimpan Lacrimanya dan Hilang dalam kegelapan.
-22:00-
Jehanna Desert, Unknow Castle
Terlihat seorang Pria sedang menintrogasi Tahananya di dalam sebuah Sel bawah tanah.
"Dimana benda itu ? "
"A-aku T-tidak tau.. T-tolong Lepaskan A-aku.."
"Hmph.. Dasar sampah… Lenyaplah " dengan sekali sentuh pria mengubahnya menjadi Pasir.
" Berhenti Lakukan itu.. Kita hanya menghancurkan Iblis"
"Tuan S-silver.. anda kembali.." pria itu Nampak ketakutan.
".. sepertinya Saat aku pergi Kalian berbuat onar ya ?"
"… Munculnya Korban tidak dapat dihindari, anda tau kan.. benda ini sangat berguna untuk kebangkitan Guild kita"
"…"
"Tuan silver ?"
"…Aku merasakan sesuatu.. apa ada penyihir disekitar sini ?"
"Ya, mata-mata kita baru melaporkan jika penyihir Fairy Tail sedang ada di Jehanna"
'Fairy Tail Huh ? Kurasa Belum waktunya'
"Hmph" Silver menyeringai lalu beranjak pergi
"Tuan Silver ?"
"Aku serahkan yang disini padamu Selvan.. tapi jangan terlalu banyak membunuh Orang, kita masih butuh mereka"
"..serahkan saja padaku, soal Fairy Tail ?"
"Lakukan saja semaumu..Tapi aku peringatkan, mereka bukan musuh yang mudah ditaklukkan"
"Heh.. anda terlalu meremehkanku Tuan" Silver kembali menyeringai lalu pergi dengan Teleportasinya.
-22:15-
Jellal dan Meredy duduk di lobi, tak lama kemudian Gray datang bersama anggota Team yang Lain kecuali Erza.
"Jellal-san , Meredy-san" melihat mereka Wendy terlihat senang, Mungkin Jellal mengingatkanya dengan Mystogan, Jellal versi Edolas 'Mystogan seribu kali lebih baik dari pria ini' Gray berkata dalam hati
"Wendy, Lucy, Happy dan Carla senang bertemu kalian !" Meredy menyapa, Jellal hanya tersenyum kearah mereka.
"Senang bertemu Kalian juga"
"Aye !"
beberapa menit mereka lalui dengan berbicara hal-hal ringan, seperti alasan mereka pergi diam-diam dan keadaan Crocus pasca serangan para Naga. Gray menyadari Meredy masih memandanginya dengan tatapan sedih itu, Gray yang seolah mengerti memberi isyarat pada Meredy untuk mengikutinya ke atap.
"Maaf kami pergi dulu.. ada sesuatu yang ingin aku bicarakan berdua saja dengan Gray"
"H-hei kalian mau kemana…"
"Biarkan saja mereka.. ini masalah personal mereka, kita tidak berhak ikut campur.." Jellal menjawab
"O-oh.."
"Selain itu.. mana Natsu dan.. Erza"Jellal bertanya. Sebenarnya dia bersyukur tidak bertemu Erza.
"Umm Natsu.. dia langsung ketiduran, dia sempat sekarat di perjalanan. Kalau Erza.. aku yakin dia keluar untuk mencari informasi, sebentar lagi dia juga kembali.."
"Oh, jadi kalian juga baru sampai ?"
"Ya.. suasana di kota ini sangat aneh.. aku merasa tidak nyaman"
"Dengar.. ada sesuatu yang ingin kuberitahu pada kalian, ini sangat penting"
"Huh?" Wendy,Lucy dan dua Exceed itu menatap Jellal dengan tatapan bingung, Jellal segera memulai ceritanya
"kalian tau soal.."
Rooftop
Gray dan Meredy berdiri di Balkon atap, belum ada yang memulai pembicaraan. Gray dengan sabar menunggu Meredy angkat bicara, sementara Meredy masih menyusun kata yang pas . beberapa menit berlalu, Akhirnya Meredy angkat bicara.
"Gray.. Ultear.. Ultear sudah pergi " kata Meredy dengan suara serak, dia sedang menahan perasaanya.
"…Pergi ?, apa Maksudmu?" Gray sebenarnya tau tentang Ultear, tapi dia hanya melihat sosok yang mirip dirinya saat perjalanan pulang itu, dia masih tidak ingin mempercayai orang itu adalah sang Time Mage.
Meredy mulai menceritakan semuanya, mulai dari hilangnya Ultear sampai surat yang dia berikan padanya dan Jellal. Gray sekarang yakin bahwa dia benar-benar Ultear, sihir yang dia gunakan untuk menyelamatkan dunia-menyelamatkan hidupnya … Last Ages ,sihir yang memutar balikkan waktu, sihir yang mengubah sejarah dunia. Dengan memakan Umur penggunanya-Ultear.
Meredy sudah tidak sanggup menahan air matanya, dia yang meilihatnya segera menarik Meredy dalam Pelukan, berharap bisa menenangkan Meredy. "Keluarkan saja semuanya… jangan kau tahan" Meredy langsung membenamkan kepalanya pada dada Muscular Gray, Gray dapat merasakan Hangatnya air matanya. Gray tau Ultear sangat berarti bagi Meredy, dia bagaikan Mother Figure baginya, padahal menurut cerita Ultear. Orang tua kandung Meredy tewas ditanganya.
"..Aku sudah tau" Meredy tampak kaget
"J-jellal sudah memberitahumu ?"
"Bukan… aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.." Gray mulai menjelaskan pertemuanya dengan sesosok tua yang dia jumpai dalam perjalanan pulang, setelah meilhat wanita itu Gray merasakan sesuatu dalam hatinya. Perasaan yang sama saat Ur mengorbankan dirinya untuk menyegel Deliora. Perasaan pedih dalam hati 'like mother,like daughter'.
Meredy mengerti sekali perasaan Gray, Ultear adalah anak dari guru Gray. Tentu saja mereka memiliki sebuah ikatan yang sangat kuat begitu juga Ultear, Setelah kejadian di pulau Tenrou, Ultear berubah. Dia berubah menjadi penyihir yang baik dan penuh kasih sayang. Meredy juga tau saat Team fairy Tail hilang karena serangan Acnologia selama 7 tahun. Ultear sering memandangi foto Gray di kamarnya kadang menangis sendirian, satu yang meredy yakini 'dia amat mencintai Gray fullbuster'.
Meredy semakin mengeratkan pelukanya, dia merasa Nyaman. 'rasanya sangat hangat, seperti Ultear..'Gray sempat terkejut , tapi kemudian membalas memeluk Meredy sama eratnya. Mereka berdua butuh seseorang yang bisa meredakan kerinduan mereka dengan Ultear. 'tidak heran Ultear tertarik padamu Gray..' Meredy mulai merasakan pipinya memanas.
"kau tahu.. Ultear sangat mencintaimu Gray.."
"..!"
"dia sering membicarakanmu.. bahkan mengigau tentangmu" Meredy menyeringai, Gray yang membayangkan Ultear diam-diam bersikap seperti Juvia membuatnya Blushing.
"Um… aku.."
"sadar atau tidak.. kau lah yang berhasil merubahnya Gray.. kau yang sudah menyegel kegelapanya.." Gray teringat kata-katanya waktu melawan Ultear dulu 'I will seal away your darkness'
"Aku..aku juga menyayaginya.. dia adalah anak Ur.. satu-satunya keluargaku yang tersisa.."
"Bagaimana dengan Lyon ? dia kakakmu kan ?"
"Tch.. jangan rusak suasana dengan menyebut si brengsek itu.."
"*giggle*" Meredy tertawa geli
"Hei, berhenti tertawa saat kau menempel padaku seperti ini.. itu geli"
"hahaha maaf maaf" sepertinya Meredy sudah mulai rileks mereka berdua menikmati suasana damai saling membicarakan kenangan mereka bersama Ultear.
"atas nama Ultear..aku berterimakasih" meredy kemudian berjinjit-karena Gray terlalu tinggi. Kemudian mencium pipi kiri Gray.
Erza yang sedang kembali dari mengumpulkan informasi melihat semua kejadian itu dengan sangat jelas.. dia terpaku, perasaan aneh yang belakangan ini sering muncul, kembali menyerang. Dia memgang dadanya merasakan Hatinya seperti tertusuk Tombak dan Terbakar api.. Tak terasa setetes air mata menetes dari mata kirinya.. 'kenapa aku merasa sakit..'
Erza segela berlari menuju pintu penginapan sambil menyeka air matanya, 'Jika Meredy ada di sini pasti ada…' Erza membuka pintu dengan tergesa-gesa, semua Orang di Lobby memandanginya. Mata Erza terbelalak melihat pria Berambut biru dan bertato sedang duduk dengan teman-temanya.
"Jellal…"
Bersambung….
Done !, Chapter ini sekaligus permulaan desertification Arc, Guild misterius itu ada hubunganya dengan Tartarus hmm. Ada GrayTear sedikit hehehe belum bikin Main Pairingnya sih. Tolong rekomendasi kan Pleasee, dan. Next Chapter akan banyak Fighting.. (Susaahhh buatnya…) Next will be GrayZa slight JerZa & GrayxMeredy (Sorry banget fans JerZa.. mereka akhirnya nggak akan bisa bersama di Fic ini T_T, aku cuman pengen nambahin Love Rival buat Gray), kalo soal Pairing Lain ntar menyusul. Karena Fic ini aku buat Lambat dan Natural.
Please RnR buat bantu mempercepat progress cerita. Terimaksih buat yg udah Review. Jika tidak berhalangan akan Update seminggu sekali,jadi sampai jumpa minggu depan Yaaaa
