Chapter 7

-22:15-

"Erza…."

Erza masih berdiri mematung di depan pintu, matanya masih menatap Jellal, di lain sisi Jellal mencoba menghindari tatapan intensif Erza. Lucy merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini, dia mencoba mencairkan suasana.

"Ah Erza kau sudah kembali.. kemana saja kau" Erza akhirnya mengalihkan pandanganya dari Jellal

"Aku pergi melihat-lihat.."

"begitu ya ? kalau begitu kemarilah kita mendapat informasi dari Crime Sorciere"

"Aye ! kita mereka punya banyak informasi"

pada awalnya Erza merasa ragu, namun karena dia tidak ingin melewatkan Je- informasi akhirnya dia memutuskan untuk bergabung, dia mengambil tempat di sebelah Lucy dan Happy, bersebrangan dengan sofa yang Jellal, Wendy dan Carla duduki. Jellal yag pada awalnya terlihat Canggung dan tidak nyaman akan kehadiran Erza perlahan-lahan sudah mulai tenang, dia kembali meneruskan ceritanya.

"Seperti yang ku katakan… Guild ini kemungkinan besar ada hubunganya dengan Tartarus"

"Tartarus.. aku pernah dengar soal Guild itu.. bukankah itu salah satu Guild aliansi Balam ?"

"Ya, Dark Guild terkuat.. di Ishgar" Semua orang tampak shock mendengar kata 'terkuat' bahkan Erza.

"Aku tidak bayangkan ada Dark Guild yang lebih kuat dari Griemore Hearts…" Wendy terlihat shock

"Orang macam apa mereka.. jika kekuatanya mampu melebihi Hades, Bluenote… Ultear" Mendengar perkataan Lucy, Erza jadi teringat akan seseorang yang dia temui di Misinya beberapa hari yang lalu Orang yang menghabisi Iblis buruanya. Menurut Erza pria itu lebih kuat dari Hades.. bahkan lebih kuat dari Laxus, Jura dan Jellal.. mungkin setara dengan Gildarts atau malah lebih kuat.. yang Erza tau orang itu punya Aura gelap yang luar biasa..

"Menurut informasi.. anggota Tartarus bukanlah manusia…" Jellal mengigat informasi yang dia dapatkan dari Doranbolt dan Cobra

"B-bukan Manusia ?" Nyali Lucy semakin menghilang mendengar betapa mengerikanya Guild itu.

"Mereka adalah Iblis.. lebih tepatnya Iblis dari buku Zeref.." mendengar itu mereka kembali shock, semua hal terburuk yang mereka bisa bayangkan, kini menjadi satu… Tartarus.

"Aliansi balam, Dark Guild terkuat, Iblis.. dan Zeref… semuanya dalam satu Guild.. kabar Duka untuk kita.." Lucy kembali merengek

" Jangan takut Lucy ! Natsu dan teman yang lainya akan mengalahkan mereka semua seperti biasa !"

"Jangan terlalu optimis Happy… aku malah mendapat firasat buruk soal ini" Carla yang selalu bisa merasakan keadaan yang akan terjadi , mendapatkan Gambaran mengerikan. Dia hanya diam tidak ingin menceritakan semuanya agar tidak membuat teman-temanya semakin Depresi.

Erza kembali mengingat Orang itu.. 'jika dia iblis… kenapa dia membunuh iblis lain ? dan juga dari penampilanya aku yakin dia itu manusia..' Erza jadi sedikit lega, dia benar-benar tidak ingin bertemu lagi dengan pria itu.

"Kenapa Erza.. ada sesuatu yang ingin kau katakan ?"

".. Aku tidak yakin ini berhubungan dengan Tartarus.."

"Katakan saja.. kami butuh semua informasi yang bisa didapatkan" Jellal bersikap professional, tidak membiarkan perasaan menganggu pekerjaanya.

" Baiklah.. kalian dengarkan baik-baik" Erza mulai menceritakan semua yang terjadi dalam misinya, dia menceritakan soal orang itu dari penampilan sampai kekuatanya. Jellal terlihat mengetahui sesuatu tentang Orang itu..

"Pria yang membasmi iblis.. aku pernah dengar soal dia, jika tartarus adalah Guild iblis kemungkinan dia juga mengincar Tartarus..jadi dia bukanlah musuh kita" mendengar itu, bertambahlah kelegaan hati Erza, pria itu bukan musuh mereka dan kemungkinan adalah teman mereka dalam memerangi Tartarus.

"Jika kita punya orang seperti dia… kekuatan kita akan bertambah dua kali lipat"

"apa ada cara untuk membujuknya bekerja sama ?" Wendy bertanya . Jellal hanya mengelengkan kepala

"itu mustahil.. dia jarang terlihat tidak mungkin kita menemukanya. Dan sepertinya dia suka bekerja sendirian seperti Gildarts.. mereka adalah pengembara"

"Pengembara.. kenapa orang kuat selalu saja menjadi pengembara"

"aku tidak ta-"

BLARRR !

Semua orang terkejut, mereka mendengar suara Ledakan keras dari atas atap. Beberapa orang lari keluar takut bangunanya runtuh, sementara Fairy Tails dan Jellal masih tetap di dalam ruangan.

"Natsu masih ada di kamar, Lucy,Wendy bangunkan dia !" tanpa menjawab wendy dan Lucy segera berlari menuju ruangan Natsu.

"Happy, Carla kalian bantu orang-orang yang masih berada di lantai atas !"

"Aye !"

"Serahkan pada kami !" Happy dan Carla segera mengeluarkan sayapnya dan terbang ke lantai atas. Tinggal Erza dan Jellal, mereka berdua saling memandang untuk sesaat.

"kau..ikut aku, Meredy dan Gray masih di atap kan ?"

"..Ya!" Mereka segera lari ke arah tangga. Hanya satu hal yang ada di pikiran Erza saat ini, keselamatan Gray, Gray adalah prioritas utamanya. Dia yakin ledakan itu berasal dari atap kemungkinan musuh sudah mengetahui tentang Fairy tail dan mencoba menyerang duluan.

BLARR ! BLARRRRR !

Kembali terdengar Ledakan-ledakan keras, disertai dengan Guncangan yang seolah siap merobohkan tempat ini. Erza semakin khawatir jika musuh terlalu kuat untuk Gray dan Meredy.

'Gray.. bertahanlah !'

Beberapa saat kemudian Ledakan-ledakan itu berhenti pertanda pertempuran sudah berakhir,

tidak butuh waktu lama ,akhirnya Erza dan Jellal sampai di atas, mereka tidak menemukan siapapun di sana, yang tersisa hanyalah serpihan Es dan beberapa kerusakan menandakan telah terjadi pertempuran.

" Sial !, apa kita terlambat.."

"…." Erza hanya diam saja

"mereka membawa Meredy dan Gray, ini gawat Erza kita ha-" Erza berjalan kearah serpihan Es yang paling besar tanpa berkata apapun, dia mengengamnya sangat erat hingga serpihan itu hancur.

" mereka akan menyesal.. telah menculik Sahabatku !" Ekspresi Erza terlihat sangat Marah.

" Erza.." Jellal sudah lama mengenal Erza, dia tau Erza tidak hanya sedang Marah.. tetapi sedang kecewa dan sangat sedih. Jellal mulai mempertanyakan Arti Sahabatnya itu untuknya.

'Gray fullbuster.. apa kau sudah memenangkan hati Titania ?'

"Jellal.. kau sudah tau dimana markas mereka ?" Erza bertanya nada suaranya seperti menahan luapan emosi.

".. Ya, kurasa aku tahu.."

"kalau begitu tunggu apa lagi ! ayo kita selamatkan mereka!"

"Erza, kita tidak bisa begitu saja menyerang mereka.. mereka sengaja memancing kita untuk datang" Jellal sudah sangat berpengalaman dalam masalah Dark Guild, Jellal tau startegi mereka , mereka berencana menculik salah satu anggota musuh untuk memancing musuh datang ke markas mereka. Disanalah mereka menyiapkan jebakan.

"Aku tau kemungkinan ini jebakan tapi kita tidak bisa hanya berdiam diri saja !"

"Aku tidak bilang kita diam saja, yang kumaksud kita harus menyusun rencana !"

"Team kami tidak pernah perlu rencana !"

" Kau ini S-class Erza !, tidak seharusnya kau bertingkah seperti ini, kau adalah penyihir terbaik yang dimiliki Fairy Tail bagaimana bisa kau bertingkah labil seperti ini ! "

"..!"

" Kumohon.. tenangkan dirimu dulu"

"tenang ? Bagaimana bisa tenang !, baik jika kau tidak mau membantuku, akan ku cari sendiri mereka !" jawab Erza penuh amarah, kemudian dia melompat dari atap dan berlari kearah Gurun. Jellal melihat Erza dengan tatapan kesal sekaligus khawatir 'dammit Erza.. kau buat keadaan lebih parah'. Erza sudah dibutakan emosi dia tidak mau mendengarkan siapapun, Jellal merasa tidak berdaya mengatasi kekeraskepalaan Erza. Tak berselang lama Natsu dan yang lain datang menghampiri Jellal.

" Hoi, Jellal kenapa kau disini ?" Natsu berbicara dengan keras seperti biasa

"Natsu…"

"dan, dimana Erza dan Gray ?" Natsu bertanya.

"dan Meredy juga, aku tidak melihatnya…" Lucy ikutan bertanya, sementara yang lain hanya memandang Jellal meminta penjelasan.

"musuh telah menculik Gray dan Meredy… Erza sedang mengikuti mereka" Reaksi mereka berubah menjadi kaget, marah dan panik terutama Natsu.

"Gray.. Meredy"

"Apa ! mereka diculik dan kau biarkan Erza mengejar mereka sendirian !" Natsu mencengkram kerah Jellal, Jellal hanya diam.

"Tenanglah Natsu !" Happy segera terbang mendekati Natsu mencoba menenagkan sang Dragonslayer.

"Aku tau dimana mereka, yang kita perlukan adalah Rencana. Aku tau sebagian besar dari kalian lebih suka menyerang secara terang terangan.. tapi musuh kita kali ini berbeda…"

"sekali saja kita membuat kesalahan.. maka nyawa kita dan juga teman-teman yang berhasil mereka tangkap akan sangat terancam.. kau mengerti" Jelas Jellal, matanya mengarah langsung pada Natsu, Natsu adalah orang yang paling sulit diatur, dia harus meyakinkan Natsu untuk tidak mengacaukan rencananya. Menyadari maksud Jellal, Natsu menganguk

"Tch, Baiklah" jawab Natsu

" jadi apa Rencanamu ?" Lucy bertanya, Jellal melihat sekeliling, memastikan musuh tidak sedang memata-matai mereka. Tidak ada tanda-tanda musuh tapi Jellal masih kurang yakin, karena saat musuh menyerangpun mereka telat mengetahuinya. 'tempat ini kurang aman'

" Ayo kita cari tempat yang lebih aman.. aku tidak ingin musuh mengetahuinya"

" Ayolah beritahu saja apa rencananya, mereka dalam bahaya !" Natsu lagi-lagi kehilangan kesabaran.

"Jika sesuatu terjadi pada mereka.. aku yang akan bertanggung jawab" Jawab Jellal, pernyataanya membuat Natsu kehabisan kata-kata.

"semoga saja mereka masih baik-baik saja.. atau kau akan Menyesal !" Jawab Natsu dengan tatapan menakutkan.

-23:00-

Gray dan Meredy ditahan di sebuah sel di bawah tanah, Hanya ada beberapa obor yang menjadi penerangan dalam gelapnya ruangan tersebut. Tangan mereka diikat dengan Borgol Sihir yang mirip dengan borgol dewan sihir, sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka saling duduk membelakangi, menjadikan punggung sebagai sandaran satu sama lain. Mereka kelalahan dan juga terluka.

"Sial.. kenapa jadi seperti ini…" Gray bergumam, terlihat marah.

"…." Melihat Meredy hanya diam saja, Gray jadi khawatir

"hoi Meredy ? katakan sesuatu.. apa kau sakit ? apa mereka melukaimu ?" Meredy mendengar semua perkataan Gray, dia memang merasa sakit dan terluka tapi tidak sebanding dengan Luka yang ada di sekujur tubuh Gray, Meredy melirik kearah Gray mengamati setiap bagian tubuhnya ,banyak Luka lebam dan bekas sayatan dipenuhi Darah kering disekujur tubuh Gray. Sementara Meredy hanya ada sedikit lecet dan sedikit memar di rahang bagian kirinya.

'luka yang kualami tidak bisa dibandingkan dengan luka yang kau dapatkan… karena salahku'

"…Maaf" Suara Meredy terdengar lirih dan menyedihkan di telinga Gray.

"Maaf ? untuk apa kau minta maaf ?" Gray menjawab bingung.

"..ini salahku.. semua salahku.." Meredy mengingat kejadian di atap.

Flashback

Gray dan Meredy sedang bertarung melawan 5 orang bercadar, mereka berhasil mengalahkan 4 orang dari mereka.. tapi orang terakhir memiliki kemampuan aneh, dia bisa menciptkan bola cahaya yang dapat meledak setelah melenyapkan mayat rekanya dia mulai menyerang, mereka kewalahan Menghadapinya, dia terus saja menembakkan bomnya.

"Ice Make : Shield !" Gray menciptakan perisai Es untuk melindunginya dan Meredy.

"hah ! jangan buat lelucon, mana mungkin perisai rapuhmu dapat menahanku " pria itu mulai menyerang dengan brutal, ledakannya menghancurkan perisai Gray dan membuat mereka berdua terpental cukup jauh, dengan cepat Pria itu segera berlari kearah Meredy dan Mencegram Kepalanya.

" Woi, aku tidak punya banyak waktu.. jika kau berani menyerang akan kuledakkan kepala gadis ini" perkataan pria itu membuat Gray panik, dia tau pria ini tidak akan main-main. Dia bahkan meledakkan mayat teman-temanya. Tanpa pikir panjang Gray segera berlutut, mengangkat tanganya di udara tanda menyerah.

"Gray-" Meredy mencoba memberontak tapi cengkraman pria itu terlalu kuat. Dia hanya bisa meronta

"baiklah… tapi tolong jangan sakiti dia… " Melihat Gray sudah tidak dapat melawan ,Pria itu segera mengeluarkan sihirnya, dia kembali membentuk bola-bola cahaya berwarna kuning tapi jauh lebih kecil dari sebelumnya, hanya seukuran kelereng dengan sentilan jari bola itu melayang perlahan kearah Gray, begitu bola itu membuat kontak dengan kulit Gray ,bola itu meledak. Ledakanya tidak terlalu besar tapi masih cukup membuat luka di kulit Gray. Gray hanya meringis menahan sakit.

"Woii itu cuman satu.. jangan terlalu menikmatinya" kata pria itu.

"uhh Sial.." Gray sudah bersiap menyerang, tapi orang itu melirik kearah Meredy seolah berkata 'keluarkan sebongkah Es dan Kepala gadis ini akan Meledak'Gray segera mengurungkan niatnya.

"Aha, jika kau begitu suka dengan ledakan 'kecil' ini, aku punya kabar gembira.." Pria itu menyeringai, lalu kembali membuat bola kecil lagi tapi.. tidak hanya satu, pria itu menciptakan puluhan bola kecil yang melayang disekelilingnya. Meredy tau maksud pria ini, dia ingin menyiksa Gray.. menyakitinya perlahan-lahan dengan ledakan-ledakan kecil sebelum menghabisinya.

"Pesta kembang api.. dimulai" Pria itu kembali mengarahkan tanganya pada Gray, sekita bola-bola itu langsung melayang ke arah Gray ledakanya memang tidak begitu keras tapi dengan jumlahnya tentu itu akan sangat menyakitkan, Meredy melihat Gray menahan rasa sakit, dengan meihatnya saja seolah rasa sakit yang Gray alami juga dia rasakan-bukan karena sihir Maguilty Sense nya, tapi karena hatinya tidak sanggup melihat salah satu 'keluarga Ultear-keluarganya' menderita. Air matanya mengalir melihat pemandangan mengerikan itu. Setelah beberapa saat menyiksa Gray dia berhenti. Gray yang sudah babak belur hanya tersenyum menatap Meredy.

" Sekarang.. Le..paskan dia…"

" Hah ! baik-baik,nih ku kembalikan pacarmu." Orang itu melepaskan Meredy, Meredy segera berlari kearah Gray.

"Gray !"

"Me..me..redy" meredy segera berlutut menopang tubuh Gray yang akan tumbang.

"Bertahanlah !" teriak Meredy, melihat Gray yang perlahan menutup matanya.

" Woii , pasti aku terlalu berisik tadi.. apa boleh buat" mendengar suara langkah kaki menuju atap, pria itu langsung berlari kearahMeredy dan Gray. Dia mengangkat tubuh Gray kemudian dengan cepat memukul tengkuk Meredy sampai dia kehilangan kesadaran, setelah dia kembali sadar dia sudah berada dalam sel bersama Gray.

Flashback End

"Aku.. tidak berguna, jika saja aku lebih kuat, kau tidak perlu melindungiku seperti itu.." Gray berbalik menghadap Meredy.

"Meredy.. berbaliklah lihat aku.." Meredy dengan canggung berbalik, menatap Gray. Kedua mata Gray mengunci mata berair Meredy.

"Jika sesuatu terjadi padamu.. aku tidak akan punya muka bertemu Ultear.." melihat air mata Meredy ingin rasana Gray menghapusnya dan memeluknya-menenangkanya tapi borgol sihir mengikat tangannya dibelakang punggung.

"Gray kau.."

"Kau sangat berarti untuk Ultear.. begitu juga buatku, sekarang Ultear sudah pergi, aku akan mengantikanya.. aku akan melindungimu.."

"G-gray.."

"aku tidak akan membiarkan mereka… menyentuhmu kau adalah satu-satunya orang yang mengerti Ultear selain aku "

"..aku mengerti dan.." Meredy bingung mau menjawab apa. Dia mencoba mendekatkan tubuhnya, berharap bisa menyentuh Gray tapi..

"Wah-wah romantis sekali kalian ini…" seseorang menganggu percakapan mereka, wanita itu berjalan kearah sel . Gray dan Meredy mengalihkan perhatian ke orang itu. Wanita itu berwajah cantik, berambut Coklat pendek, mengenakan Gaun Merah dengan berbagai perhiasan mencolok, di atas kepalanya melingkar Circlet berebentuk Ular yang berkilau (Think about Cleopatra Style).

"Kalian berdua memanfaatkan momen ini untuk bermesraan ya fufufu"

"…Apa maumu" Jawab Gray dingin, Meredy hanya diam saja.

"..aduh aduh, jangan pasang wajah seram begitu, ..perkenalkan Namaku Idamaria"

"…."

"*sigh* Kenapa masih menatapku begitu, wajah tampanmu jadi rusak"

"..Apa yang kau inginkan.." Gray mengulang pertanyaanya.

"padahal aku ingin sedikit ngobrol, tapi sepertinya kalian tidak mau.. Well, langsung saja kalau begitu, aku butuh salah satu dari kalian untuk menemui tuan Selvan"

"Selvan ? siapa itu ?" Meredy bertanya.

"fufufu, dia adalah pemimpin kami, bisa dibilang dia adalah Master Guild kami, dia punya pertanyaan untuk kalian, jadi siapa ikut denganku ?"

"Aku.." Jawab Gray cepat, dia sudah memikirkan ini. kemungkinan besar mereka ingin menintrogasinya, dia tidak boleh membiarkan Meredy dibawa,mereka bisa menyiksanya sampai mati.

"hmm kau mengajukan dirimu ? baiklah ikut aku" Idamaria membuka pintu sel dan mengeluarkan Gray.

"Gray !" lagi-lagi Gray mengorbankan dirinya untuk Meredy.

"Jangan khawatir Meredy aku akan baik-baik saja, Idamaria… sebaiknya kau jangan menyentuhnya.."

"Tenang saja gentleman, dia aman jika kau mau menurut" jawab Idamaria "Ikuti aku" Idamaria memberi isyarat jari untuk mengikutinya. Gray berjalan tanpa menoleh kearah Meredy.

-23:30-

Jehanna Dessert

Erza berlari, terus berlari tanpa tau arah tujuanya. hanya insting dan perasaan yang terus membimbingnya melangkah menuju tempat dimana Gray berada, Rasa letih dan lelah sehabis perjalanan tidak dia rasakan, dinginya Gurun dimalam hari tidak dihiraukanya. Erza terus berlari sendirian.

'Gray.. tunggu aku, aku datang'

Fairy Hills

PRANK !

Gelas yang Mira pegang tiba-tiba saja jatuh. Mira buru-buru membersihkan serpihan kaca dari lantai, takut Elfman dan Lisanna menginjaknya. Hati Mira merasa tidak enak, 'apakah ini pertanda buruk, apa yang terjadi' setelah membereskan semuanya Mira memutuskan pergi ke luar. Dia tidak bisa tidur, Perasaanya tidak enak, jantungnya berdebar dan terus merasa gundah. Pikiranya langsung tertuju pada Gray dan Teamnya.

'Dimanapun kau Gray..jika kau dalam bahaya, tetaplah kuat demi orang-orang yang menyayangimu..'

Jehanna Town.

Jellal mejelaskan semua rincian rencananya pada Team Natsu. Semua mendengarkanya dengan serius, tidak ingin membuat kesalahan sedikitpun.

"Baiklah, itulah rencananya.. apa kalian bisa melakukanya"

"Aye !"

" Carla ayo kita tunjukkan kekuatan kita !"

" Ya, bersiaplah Wendy"

" Erza, Gray, Meredy.. tunggu kami"

" ALRIGHT ! AKAN KUTUNJUKKAN PADA MEREKA KEKUATAN FAIRY TAIL !"

Jellal tersenyum melihat Team Fairy Tail sangat bersemangat dan tanpa keraguan.

'Erza.. kau memiliki teman-teman yang luar biasa.. menyelamatkanmu tanpa sedikitpun keraguan dan rasa takut.. sepertinya aku sudah tidak perlu melindungimu lagi, huh ?'

Bersambung….

Chapter 7 done, sorry lama ya..sangat sibuk belakangan ini. chapter kali ini banyak banget Gray x Meredynya.. Next will be JerZa & GrayZa( Focus arc ini )slight GrayMi & Gray x Meredy & Graylu. Dengan banyak fighting menunggu.

BTW, udah baca FairyTail chapter 446 belum ? devil slayer Gray is Badass dan salah satu spriggan 12, Ajeel Lamur punya sihir pasir yang mirip Crocodile (One Piece) yaaah.. kedualan Hiro sensei nih padahal aku mau bikin OC kuat dengan sihir pasir di Fic ini…

Thanks buat yang Riview ^_^

Buat yang jadi Silent Reader .. Review dong :-3