Chapter 8
-05:00-
"Sial !" Erza sangat marah dan frustasi begitu melihat pedangnya yang menancap di pasir. merasa tersesat Erza menandai tempat yang pernah dilaluinya dengan pedang. Sudah beberapa kali Erza kembali ke tempat dia menancapkan pedangnya itu,sekarang dia merasa lelah, letih dan tentu saja Frustasi.
"Setelah berjam-jam.. berlari.. aku tetap kembali kesini…" Erza menyadari selama ini dia hanya belari memutar.
'apa ini salah satu rencana mereka ? apa aku terjebat dalam sihir ilusi atau semacamnya ? atau tempat mereka menghilang begitu saja? Apapun yang mereka lakukan.. Energiku sudah terkuras habis, jika mereka muncul menyerangku.. habislah sudah'
Erza jadi menyesal tidak mendengarkan Jellal. Tapi Erza sendiri tidak ingan mengapa dia begitu Marah saat itu, sampai perkataan Jellal-yang hamper selalu benar dia hiraukan begitu saja. Sekarang dia tersesat, jika saja dia mendengarkan Jellal mungkin sekarang dia sudah bisa menyelamatkan Gray.
'Gray.. Jellal.. Teman-teman.. apa yang harus kulakukan…'
-06:00-
Team Natsu dan Jellal sudah berada area Gurun, mereka berkemah di daerah bebatuan agar tidak terlihat oleh musuh. Mereka sudah bersiap-siap dari jam 5 pagi tapi tidak melihat adanya bangunan atau kastil Tua di sekitar mereka.
"Hoi Jellal, kau bilang markas mereka disekitar sini tapi aku tidak melihat apapun ?"
"mereka menyelimuti Markas mereka dengan barrier sihir yang membuat mata kita tidak bisa melihatnya.."
'..ya, sihir Fatamorgana. Sihir yang mengontrol penglihatan… Idamaria'
"Jadi..? bagaimana caranya kita masuk ?" Lucy bertanya.
" dengarkan baik-baik.. sebenarnya Markas mereka tetap ada di depan sana, Kalian tidak bisa melihatnya karena mata kalian sudah terkena sihir ilusi" terang Jellal seolah mengenal betul sihir ini
"kenapa musuh yang keluar bisa kembali lagi tanpa kesulitan ?"
"karena mereka tau cara melewati barrier nya"
"..Sial ! mana mungkin dari kita tau soal ini !" Umpat Natsu.
"Tenanglah Natsu.. aku tau caranya" Jawab Jellal
"Kau tau? tapi bagaima-"
"pejamkan mata kalian Fokuskan energi sihir dalam diri kalian pada Otak, lalu bayangkan saja apa yang sebenarnya ada disana.. kemudian alirkan Energi sihir kalian pada mata dan keempat indra yang lain, setelah itu buka mata kalian.. intinya adalam menyadarkan tubuh kita yang sudah terperangkap dalam ilusi" Tanpa basa-basi mereka segera mencoba apa yang diinstruksikan Jellal.
"Ah ! Jellal-san aku melihatnya…"
"besar…"
"A-aku tidak lihat apa-apa ?"
"Fokuskan pikiranmu Natsu !" Jellal tau sihir Dragonslayer memang besar, terutama milik Natsu yang selalu meluap-luap, akan sulit untuk mengontrol dan memfokuskan energinya.
'focus.. focus.. ' Aliran energi yang meluap-luap dalam diri Natsu kini menjadi lebih stabil, begitu Natsu membuka mata dia berhasil melihat kastil besar tidak jauh dari tempat mereka.
" ya ! aku bisa melihatnya !" Jellal tersenyum melihat Natsu berhasil
"baiklah.. sesuai rencana, aku, Natsu , Wendy dan Lucy akan menyusup.. sementara kalian para Exceed tunggu disini, aku yakin Erza belum bisa menemukan tempat ini jika kalian menemukanya beritahu dia caranya masuk.."
"Aye ! serahkan pada kami !"
"..dan jika kami belum kembali menjelang sore.. Kalian cari bantuan,mengerti ?"
"baiklah kami mengerti.."
"Wendy hati-hati.."
"tentu saja Carla.."
Dan akhirnya Team yang terdiri dari Jellal, Natsu, wendy dan Lucy pun berangkat menyusup ke dalam kastil musuh.
" ! "
" Hmm ? kau kenapa Idamaria ?"
"seseorang berhasil menembus Barrier sihirku"
"itu mustahil…"
"T-tidak, aku merasakan Sihir asing menembus barrier..T-tunggu salah satu dari mereka.. Jellal"
"Hmph.. akhirnya penghianat itu datang.. bagaimana dengan Erza Scarlet ?"
" dia masih terjebak dalam ilusiku.. aku membuatnya berfikir dia sedang berjalan melingkar, tapi.. jaraknya tidak jauh dari sini"
"Rencananya tidak berjalan sesuai harapanku, sial.."
"Tuan Selvan ?"
"Baiklah, suruh Lyold dan Dios mengatasi penyusupnya.. untuk Erza Scarlet.. kita akan gunakan dia bagaimana ?"
"Tentu saja,perlu waktu lama untuk mengendalikan dia, tapi akhirnya dia sudah siap"
"Hehe ini akan sangat menarik.."
Terdengar gemuruh langkah kaki, banyak sekali pasukan berbaju hitam dan bercadar dimana-mana, mereka sudah tau ada penyusup.
"Oh shit ! mereka sudah tau tentang kita.."
"Bagaimana ini Jellal ? mereka pasti akan menjaga Gray dan Meredy dengan ketat.."
"Kita harus berpencar.. dua orang dari kita harus menghadapi orang-orang itu"
" Biar aku dan Lucy-san saja.."
"Wendy ? tidak mereka terla-"
"Natsu-san, mereka hanya pasukan biasa.. kemungkinan Gray dan Meredy dijaga oleh penyihir kuat kan ? "
"Dia benar Natsu.. akan berbahaya untuk mereka masuk lebih dalam"
"Argh Baik-baik !, Wendy, Lucy jika kalian tidak sanggup menghadapi mereka carilah kami atau larilah keluar"
"Got it Natsu !" setelah itu Wendy dan Lucy berlari kearah kerumunan orang –orang itu.
"Mereka seharusnya cukup untuk mengalihkan perhatian,Natsu ayo cari Gray dan Meredy !"
"Ya !" mereka berdua lari melewati koridor yang sangat panjang dan gelap, Natsu dengan menggunakan kemampuan penciumanya mencoba mencari bau Gray dan Meredy. Setelah beberapa Menit mencari Natsu akhirnya berhasil menemukan petunjuk.
"Ah.. aku bisa mencium bau Meredy dia ada di sekitar sini.. tapi aku tidak menemukan bau Gray…"
"Tch.. mereka pasti memisahkan mereka.. Natsu, kita tidak punya banyak waktu. Aku akan mencari Meredy disini dan kau cobalah temukan dimana Gray"
" Ya ! aku akan menemukanya" Natsu langsung berlari,sementara Jellal mencoba mencari keberadaan Meredy.
"Dimana mereka menyembunyikanya.."
"jika kau mencari Gadis berambut Pink itu.. dia ada di penjara, tepat dibawah kita" Jellal terkejut, seseorang Muncul dari dalam kegelapan. pria itu menyeringai melihat wajah terkejut Jellal. Pria berambut putih dengan gaya Spiky, mengenakan Tanktop dan celana berwarna hitam terdapat tato di kedua pergelangan tanganya matanya berwarna merah menyala, Jellal mengenali pria itu.
"Dios…"
"Jellal, sudah lama ya.. kau membantu Aliansi Penyihir untuk menghancurkan Oracion Seis kan?"
"…Ya, aku ingin menghancurkan semua Dark Guild di Ishgar" Jellal segera memasang kuda-kuda, dia merasakan sihir Dios.
"Dengan kata lain.. kau musuhku sekarang.." Dios langsung menembakkan Beam dari telapak tanganya, dengan cepat Jellal menghindarinya, 'sihir ini…'
" Sihir ini.. Dark Capriccio..?" Jellal terkejut Dios bisa menggunakan sihir milik Brian-Zero itu.
"Jangat terkejut begitu, kau lupa ya… Tuan Zerolah yang mengajariku sihir, aku bisa menguasai semua Darkness magic nya sekarang" Dios mulai mengeluarkan sihir " Zero Slash", sihir ini memungkinkan Dios Mengontrol Beam dark Capriccionya menjadi Cambuk, Jellal sangat kesulitan menghindari serangan cambuk Dios.
"Tch.. " Jellal segera mengeluarkan Heavenly Body Magicnya, setelah tubuh Jellal diselimuti Cahaya pergerakanya berkali-kali lebih cepat dari sebelumnya, dia bisa menghindari semua serangan Dios.
"Akhirnya kau mengeluarkan sihir Meteor mu…" Mereka berdua kembali bertukar serangan dasyat Mereka.
BLAR ! BLARRR !
"Sial.. " Natsu sedang kewalahan menghadapi Lyold. Dia terus saja menembakkan Bom kearah Natsu sehingga dia tidak bisa mendekat.
"Wooii , kenapa udah lelah ?" Lyold menyeringai meremehkan Natsu yang kewalahan. Natsu kembali bangkit, tanganya sudah diselimuti api.
"Jangan sombong kau Bomberman !"
" Siapa yang kau sebut Bomberman sialan !"
Natsu kembali maju mencoba memukul Lyold, tapi Lyold bisa mengelak. Lyold segera melemparkan Bomnya kearah Natsu.
"Karyuu no Hokko !" Natsu segera mengeluarkan raungan Naga apinya, bom itupun Lenyap terkena semburan api yang luar biasa.
"Ckck..Benar-benar nafas api kau ini, Baiklah !" Lyold segera mengumpulkan Energi Sihir untuk menciptakan bola Cahaya Besar berwarna Merah menyala.
"Ini salah satu bom spesialku.. Hell Explosion !" Bola itu meluncur kearah Natsu lalu Meledak, Ledakanya sangat besar disusul dengan Api yang membakar Area pertarungan seolah sanggup melelehkan dinding.
"Hahahaha Bagaimana ? Apakah kulitmu sudah meleleh Terk- WHAT THE HELLL !" Lyold langsung Jawdrop Melihat Natsu berdiri dalam kobaran api sedang memakan Api Lyold tubuhnya tidak terluka sama sekali.
"Fuu.. Makasih, Aku memang sedang lapar, Umm.. sebenarnya apimu cukup enak tapi rasanya sedikit asin " Lyold baru ingat kalau Fire Dragonslayer kebal dengan api dan bisa mengkonsumsinya.
"Sayang sekali aku tidak punya Bom air…" Bisik Lyold.
"Hoi aku masih lapar, Bisakah kau berikan aku bom apimu lagi ?" Jawab Natsu santai. Lyold yang baru menyadari 'kecerdasan' Natsu menyeringai licik.
"Oooo.. jadi kau mau lagi ? Bersiaplah karena kali ini akan lebih besar !"
" Mau seberapa besar juga tak masalah, Bring it On !" Lyold menyeringai, dia membuat bola besar berwarna Kuning bola itu sedikit berbeda dari yang sebelumnya.
"Makan ini Dragonslayer !" Lyold segera melemparkan Bomnya kearah Natsu
"Semakin banyak api yang ku makan, semakin hebat kekuatanku !" Jawab Natsu sembari membuka mulut bersiap memakan Bom itu .
CRTTT!
"Eh ?" terdengar suara Aneh dari bola itu, Natsu menyadarinya tapi itu sudah terlambat, bola itu meledak tepat di depan Natsu. Bukan api yang dikeluarkanya melainkan Petir, kilatan cahaya disusul sengatan Petir yang Luar biasa menyambar tubuh Natsu.
" BWAAAAAHH !" Natsu terpental menembus dinding. Lyold hanya tersenyum bangga karena berhasil membodohi Sang Dragonslayer.
" Dari warnanya aja udah beda… itu tadi Bom petir Bodoh"
-07:00-
Erza masih terus berjalan tapi kini langkahnya semakin pelan, serasa Putus sekarang dia ingin menyerah tapi Berulangkali dia meyakinkan dirinya untuk terus berjalan demi sahabatnya,Gray.
'aku harus terus berjalan.. aku bisa merasakanya, mereka memang ada disekitar sini.. tapi kenapa aku tidak melihat bangunan dimanapun, sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah hamparan padang pasir…'
Tiba-tiba saja dari atas terlihat bayangan seseorang turun dari langit, tepat diatasnya.
'apa itu Cuma fatamorgana ?' Bayangan itu semakin dekat, terlihat bersiap untuk menyerang dengan kakinya.
"..!" Erza yang menyadari itu segera menghindar beberapa meter ke belakang, serangan orang itu berhasil Erza hindari, Erza segera merequip sebuah pedang bersiap jika orang itu menyerang lagi.
Erza terus memperhatikan sosok orang yang masih tertutup pasir dan debu yang berterbangan akibat seranganya, akhirnya sedikit demi sedikit Pasir dan debu yang menutupi pandangan Erza lenyap, dia akhirnya bisa melihat orang yang menyerangnya itu.
"K-kau !" Erza sanag terkejut, mulutnya seakan membeku tidak bisa mengatakan apapun, matanya terbelalak pedang yang dipengangnya erat-eratpun terjatuh menancap dalam pasir.
Wendy dan Lucy sudah berhasil mengalahkan semua Pasukan musuh, nafas mereka terengah-engah.
"Fuuh,Akhirnya.. mereka lumayan merepotkan juga kan Wendy ?"
"Yaa.. Walaupun mereka tidak terlalu kuat… tapi jumlah mereka luar biasa.."
BLARR ! BLARR !
Suara gemuruh kembali terdengar, Wendy dan Lucy tau kalau Natsu dan Jellal sedang menghadapi salah satu penyihir musuh.
"Lucy-san.. haruskah kita mencari mereka?"mendengar itu Lucy berfikir untuk sejenak.
"Aku setuju, jika musuh sampai bisa menangkap Gray dan Meredy.. sudah pasti mereka sangat kuat, kita harus membantu mereka, Wendy bisakah kau menciu bau mereka ?"
"Biar kucoba" Wendy segera berkonsentrasi mengendus udara disekitarnya.
"Ah ketemu !, aku mencium bau Jellal !"
"Oke, mari susul mereka !" Lucy berlari mengikuti Wendy, banyak koridor dan ruangan yang mereka lewati, akhirnya mereka dapat melihat Jellal, Jellal sedang bertarung sengit melawan salah satu penyihir musuh.
"Jellal !" mendengar namanya dipanggil Jellal segera mencari sumber suara, dari ujung koridor yang gelap Wendy dan Lucy sedang berlari kearahnya. 'jadi mereka sudah berhasil…'
"Hei, jangan pernah mengalihkan pandangan dari musuhmu.." Dios segera melayangkan pukulan ke pipi Jellal membuatnya terdorong beberapa meter. 'sial.. aku lengah'
"Jellal-san kau baik-baik saja !?" Wendy sangat cemas melihat Jellal terkena serangan telak seperti itu.
"tenanglah Wendy, pukulanya sangat lemah"
"Jangan meremehkanku… Dark Rondo !" Dios menembakkan banyak Beam kearah Wendy dan Lucy, Jellal yang menyadarinya segera berlari kedepan mereka. Jellal segera mengumpulkan sihirnya membentuk sebuah Bola berwarna hitam ditelapak tanganya,bola itu terus membesar
"Altairis !" Jellal menembakkan sihirnya, menahan serangan Dios. Benturan dua sihir kuat itu menciptakan ledakan yang luar biasa. Jellal segera ,memanfaatkan kesempatan untuk memberitahu Lucy dan Wendy soal meredy.
"Wendy, Lucy !, Meredy ada dipenjara bawah tanah. kalian bebaskan dia, aku akan menahan orang ini !" Jellal segera menunjuk lorong dibelakangnya yang mengarah ke penjara bawah tanah
"Lewati jalan dibelakangku, aku akan melindungi kalian"
"T-tapi.." Wendy mencoba memprotes, dia ingin membantu Jellal.
"Percayalah Wendy, aku bisa mengatasinya sendiri" Jellal segera melirik Lucy, member isyarat untuk cepat pergi.
'Ayo Wendy, kita harus cepat !" Lucy segera menarik lengan Wendy dan berlari menuju jalan ke penjara bawah tanah.
"Jangan harap kau bisa lari !" Dios segera menembakkan dark Capriccio kearah Wendy dan Lucy, dengan kecepatan supernya Jellal segera menghadang Jalur tembakan Dios, menahan seranganya langsung.
"Guh.." Menahan serangan langsung seperti itu Jellal merasa sehabis terkena pukulan yang luar biasa keras.
"Kalau saja tanpa jubah Meteormu, seranganku pasti sudah menembus tubuhmu.."
"..jangan banyak bicara" Jellal segera melesat kearah Dios, duelpun terjadi. Dios sangat kesulitan menghindari serangan Jellal yang sangat cepat, alhasil banyak pukulan Jellal yang tidak sempat dia tangkis dan Hindari.
"Cih.." Dios mundur beberapa meter kebelakang, dia mulai mengumpulkan Dark Magic yang luar biasa. Jellal merasakan Aura Jahat Luar biasa dalam sihir yang akan ia gunakan.
"Jellal.. bersiaplah untuk lenyap" Jellal menyadari sihir apa yang akan Dios gunakan 'Ini.. sihir terkuat Zero ! dia bahkan bisa menguasainya !?' sadar dirinya dalam bahaya Jellal segera memaksimalkan sihirnya, dia akan menggunakan sihir empat elemen andalanya untuk menghalau sihir Dios, Simbol Sigil raksasapun muncul didepan Jellal.
"Jellal !"
"Hyaaa !"
"GENESIS ZERO !"
"ABYSS BREAK !"
Secara bersamaan mereka melepaskan serangan mereka mencipptakan ledakan Luar biasa, mengetarkan seluruh Kastil.
Wendy dan Lucy akhirnya sampai di penjara bawah tanah, melihat Wendy dan Lucy, Meredy segera berteriak memanggil mereka.
"Wendy ! Lucy sebelah sini !" Wendy dan Lucy segera menghampiri sel Meredy.
"Meredy ! kau baik-baik saja !? apa mereka melukaimu !?" Lucy bertanya.
"Ya ! aku baik-baik saja !" Lucy mencoba membuka pintu sel Meredy, tapi tidak bisa terbuka.
"Ahhh.. pintunya digembok ! kita tidak punya banyak waktu, bagaimana ini !?"
"Kenapa kau tidak gunakan saja salah satu kuncimu ? kau kan punya banyak" ujar Meredy.
"mereka semua temanku jangan dipakai sembarangan dong !"
"Ehehehe m-maaf"
"Biar aku coba membukanya !" Lucy dan Meredy tau, Wendy akan membobol sel dengan cara kekerasan. Mereka segera menjauh dari jeruji sel. Wendy segera meng-Cast sihirnya.
"Arms !"
"Ile Arms ! dengan menggunakan sihir penguat serangan sebanyak dua kali, Wendy dapat memaksimalkan daya serangnya. Wendy segera bersiap untuk menghancurkan Jeruji sel itu.
"Tenryuu no.. Kagizume !" dengan sekali serang Wendy berhasil menghancurkan sel dengan Dragon Clawnya.
"Done !" kata Wendy riang, Lucy dan Meredy hanya bisa sweatdrop . Wendy kecil ternyata punya kekuatan yang sangat besar.
"Nah sekarang ayo kita selamatkan Gray, Meredy dimana sel Gray ?" mendengar pertanyaan Lucy, raut wajah Meredy meredup, terlihat pucat dan cemas.
"sebelumnya dia ditahan disini bersamaku,tapi… kemarin malam Mereka membawanya…"
"..Dan, dia tidak kembali ?" Meredy hanya mengelengkan kepala.
"Mereka bilang.. mereka hanya ingin menanyakan sesuatu, tapi kenapa Gray tidak kunjung kembali.."
"Mungkin Gray-san berhasil lolos ?"
"tidak mungkin mungkin.. musuh kita sangat kuat…dan banyak."
"dan lagi, kita semalaman menginap tidak jauh dari sini bergantian berjaga, seharusnya salah satu diantara kita melihat Gray kan?" sambung Lucy, tidak sempat Wendy menjawab pertanyaan Lucy mereka dikagetkan dengan Guncangan dan suara ledakan.
"T-tempat ini akan runtuh !?"
"ayo kita tidak punya waktu, kita bicarakan diluar !"
"T-tapi Gray…" Meredy ingin memprotes, bagaimanapun juga dia tidak ingin meninggalkan Gray. Dia adalah satu-satunya keluarga yang tersisa, sudah cukup dengan Ultear.. dia tidak ingin kehilangan lagi.
"Meredy.. percayalah, Gray itu kuat"
"…huh ?"
"Sudah lama aku bekerja bersamanya, hal seperti ini tidak ada apa-apanya buat Gray"
"Lucy…"
"Sekarang ayo kita pergi, kalian duluan aku akan menyusul kalian" Wendy mengganguk, Meredy yang telah berhasil diyakinkan oleh Lucy akhirnya mau pergi, Wendy dan Meredy segera berlari mencari jalan keluar,Lucy mengikuti mereka 'aku yakin.. kau baik-baik saja'
"Gray"
"Gray"
setelah Shock untuk beberapa saat, akhirnya bibir Erza dapat mengucapkan sepatah kata-Nama… walaupun tubuhnya tidak berhenti bergetar, bagaimana tidak ? Gray, orang yang selama ini dia cari, tanpa memperdulikan siang malam, kini tengah berdiri di depanya… dengan tatapan sedingin Es.
"…." Tanpa mengatakan sepatah katapun, Gray langsung melesat kearaah Erza.. menyerangnya. Tubuh Erza dengan reflek menghindari semua pukulan dan tendangan yang Gray lepaskan. walaupun pikiran Erza masih Blank, dengan reflkenya yang luar biasa dia masih bisa menghindari serangan Gray.
"Gray.. apa yang k-kau lakukan.. ?" Erza bertanya, suaranya terdengar serak dan menyedihkan , seperti tidak percaya apa yang Gray lakukan, kecewa,sedih,marah, sakit, semua perasaan menjadi satu.
"…" Gray masih tidak berbicara, dia terus saja menyerang. Melihat tatapan mata Gray yang sangat dingin telah menyakiti perasaan Erza. 'tatapan itu..itu tatapan membunuh Gray'
Erza merasa dikhianati, tatapan dingin itu biasa terlihat jika Gray ingin menghabisi musuhnya..dia tidak pernah menatap temanya dengan tatapan seperti itu, walaupun dulu dia pernah bertempur melawan Bickslow, Juvia atau Rufus dia tidak pernah mengunakan tatapan itu. Tapi sekarang dia menggunakanya untuk Erza.
ekspresi dingin itu berubah menjadi ekspresi marah dan kesal, karena serangan Gray tidak pernah menyentuh sang titania, akhirnya Gray menggunakan sihirnya. Erza segera menghindari serangan Es gray.
"..tunggu, ada yang aneh…" Erza menyadari keanehan disaat Gray menggunakan sihirnya. Erza terus mengamati serangan Gray, akhirnya dia mendapat kesimpulan. Gray tidak menciptakan benda seperti biasanya, dia hanya menyerang Erza dengan hantaman dan tembakan dari Es yang tak berbentuk dan satu hal lagi,Gray hanya menggunakan satu tangan .
'aku selalu menggunakan dua tangan, membuat es dengan satu tangan akan membuatnya tidak seimbang' itulah kata-kata yang sering Gray katakan. Erza akhirnya berasumsi jika Gray sedang dikendalikan.
"Tuan selvan…"
"Tch.. aku sudah bilang untuk tidak membuat banyak kerusakan…"
"itu salahmu sendiri, kau menyuruh si Idiot dan si tukang pamer untuk membereskan mereka, ingat ?"
"Hmph" Selvan memberi Idamaria The best Villian Deathglare nya
"M-maaf.. bukan maksudku-"
"Sudahlah, beritahu mereka semua, kita akan mundur untuk sementara.. sudah cukup keributan untuk hari ini,kita tidak boleh menarik perhatian dewan"
"Oke.." Idamaria segera menggunakan semacam lacrima untuk menghubungi rekan-rekanya.
"mau makan apa lagi, huh ?"
"Sial kau.. penipu.." Natsu sudah berdiri tegak, siap menyerang lagi.
"Tunggu bentar !" Lyold mengeluarkan Lacrima kecil dari dalam bajunya, tampak dia sedang berbicara dengan seseorang.
"Geez.. padahal lagi seru-serunya nih.."
"kenapa kau ini hah ?"
"Sorry man, kita selesaikan nanti saja bosku meminta kita untuk mundur !" Setelah mengatakan itu Lyold menyerang Natsu dengan bomnya lagi, Natsu menghalau semua seranganya.
"Katanya mau mun-" Lyold sudah menghilang.
Jellal dan Dios sudah kelelahan, semua energi sihir sudah mereka keluarkan.
"ini melelahkan…" Dios mengeluarkan Lacrima dari dalam saku celananya, Jellal memperhatikanya. Seseorang menghubungi Dios dengan Lacrima itu tapi Jellal tidak bisa mendengarnya. Entah apa yang mereka bicarakan tapi itu mrmbuat Dios tidak senang.
"sayang sekali kita harus menyudahi pertempuran kita kali ini…" belum sempat Jellal menjawab Dios sudah kabur melompati salah satu jendela.
"T-tunggu !" Jellal mencoba menghentikan Dios untuk kabur tapi luka yang diterimanya membuat dia tidak bisa mengejar Dios.
"kenapa mereka mundur tiba-tiba…"
"Dios,Lyold dan sisa pasukan kita sudah berhasil pergi, sekarang giliran kita Tuan Selvan"
"Sebelum itu.. tarik mundur kembali Orang itu , kita memerlukanya nanti"
"Baiklah, aku juga ingin Main-main sama dia" jawab Idamaria genit, 'Youre annoying slut..' Selvan berkata dalam hati.
"hah..hah…" Nafas Erza terengah-engah, setelah cukup lama bertarung tanpa senjata dan armor-armornya, Erza berhasil menahan gerakan yang juga kehabisan tenaga tidak banyak memberi perlawanan, dia hanya terlentang tanpa ekspresi. Kedua tangan Erza mencengkram erat pergelangan tangan Gray , kaki Erza mengunci tubuh bagian bawah Gray untuk berhenti bergerak.
"Gray.. Sadarlah, kau sedang dikendalikan bodoh !" sudah berkali-kali Erza berteriak padanya, berhareap teriakanya dapat memyadarkan sahabatnya itu. Tapi nihil, Gray hanya menatapnya tanpa ekspresi, matanya yang biasanya bersinar terlihat kosong.
"Cepat bangun sialan !" sekeras apapun Erza berusaha Gray tidak member respon apapun, Erza mulai putus asa, Erza ingin membuat Gray tidak sadarkan diri dan membawanya tapi semua tenaganya sudah habis 'bahkan untuk memukul lalat pun, aku tidak sanggup..' . tiba-tiba saja tubuh Gray bereaksi dan memcoba melawan cengraman Erza, Erza yang masih sedikit kaget segera mengerahkan kekuatan yang tersisa untuk menahan Gray, tapi seolah tenanganya pulih kembali Gray dapat melepaskan diri dan mendorong Erza menjauh.
Gray berdiri kembali, tidak ada ekspresi kelelahan. Erza segera berdiri, bersiap jika Gray akan menyerangnya lagi. 'ini gawat…'
"…" Gray mulai begerak tapi tidak mendekati Erza, sebaliknya.. Gray membalikkan badanya dan mulai berlari. Erza terkejut 'd-dia lari..? t-tidak..!'
"Berhenti !" Erza mencoba berteriak kearah Gray yang semakin menjauh, Erza sudah tidak sanggup untuk berlari, apalagi harus mengejar Gray.
"Kumohon ! berhentilah Gray! " setelah pencarian yang melelahkan akhirnya dia bisa menemukan Gray, walaupun dia berbeda. Erza tidak ingin Gray pergi lagi. Dia terus berteriak dan memohon walau dia tau Gray tidak akan mendengarnya. setelah Gray sudah tidak terlihat oleh pandanganya Erza akhirnya berhenti.
"…Gray" Erza sudah tidak bisa menahan air matanya, dia sudah kelelahan baik fisik maupun batinya. Image tentang sang Titania penyihir terkuat, dengan mental sekuat Baja, Seolah luntur kali ini.
"idiot.."
Bersambung…
Doneeee !, ampun dehh, nulis adegan fighting itu sulit bangettt. Oke, chapter kali ini kurang banyak romancenya ya ? tenang aja ntar juga ada moment-nya ;-D, jangan pada nanya 'Gray dijadiin MC ini kok malah dicuci otaknya ?', tenag aja nggak bakal lama kok. Next will be… GrayZa & JerZa Plus GrayMi. Dan minta tolong kasih masukan.. pairing selain Gray untuk tampil di Chapter depan.
Again, thanks buat yang Review kalian bikin aku tambah semangat !
Buat kau Silent Reader, review Pleaseee :-3
