Chapter 9
-11:00-
Semua anggota tim sedang berkumpul di depan markas yang sudah setengah hancur itu, setelah istirahat dan mengobati luka-luka Meredy mulai menceritakan semua hal yang dilaluinya mulai dari serangan di atap sampai Gray yang menyerahkan diri.
"..Jadi demi melindungimu, Gray menyeranhkan diri dengan sukarela.." Lucy bertanya
"…ya" Jawab Meredy singkat, rasa bersalah masih membayanginya.
"jangan berfikir ini semua salahmu Meredy.. "kata Lucy, Lucy mulai menceritakan pengalaman misi terakhirnya bersama Gray, misi untuk mengusir bandit yang menbajak sebuah pertambangan. Lucy menceritakan tentang betapa keras kepalanya dia saat itu, bagaimana Gray bertarung sendirian menghadapi puluhan bandit dan melindunginya secara bersamaan, mendengar cerita Lucy.. Meredy merasa lebih baik.
".. dia itu memang idiot ya.. selalu mementingkan yang lain sampai tidak peduli diri sendiri" Mendengar peryataan Meredy membuat Lucy tersenyum.
"Ahahaha Ya, dia benar-benar idiot" di dekat mereka Wendy sedang berkonsentrasi mengobati Jellal.
"Jellal-san.. Lukamu cukup parah"
"Haha.. ini bukan apa-apa Wendy, pukulan api Natsu bahkan lebih sakit daripada tembakan Laser orang tadi" Jellal mengingat saat dimana dia dikalahkan Natsu di Menara surga.
"Oi oi ! jangan samakan sihirku dengan orang-orang lemah seperti mereka !" Natsu memprotes.
"Tapi bukankah kau hampir dikalahkan tadi ?" pertanyaan Jelllal tidak dapat dibantah Natsu.
"Grr..si manusia bom itu ! jika aku melawanya lagi akan kubakar dia !*blablabla!" Natsu mulai berteriak-teriak tidak Jellal mengutuk Lyold, Natsu baru berhenti setelah Lucy memukul kepalanya dengar keras.
"Jangan teriak-teriak begitu bodoh !, kau kan seharusnya mencari Happy dan Carla kenapa kau masih disini !"
"Tch.. tenaglah Lucy, bau mereka semakin dekat, aku yakin mereka segera menemukan kita" dan benar saja, dari kejauhan terlihat Happy-Sendiri. Melihat mereka Happy bergegas terbang kearah Mereka.
"Natsu !" Happy langsung terbang ke kepala Natsu seperti biasa "aku senang kalian baik-baik saja !"
"H-happy-kun.. kenapa kau sendiri dimana Carla ?" Wendy bertanya, terlihat sedikit khawatir karena tidak dapat mencium bau partner itu.
"Oh iya aku hampir lupa ! Kalian semua ikut aku sekarang !"
"Kemana ?" Jawab Natsu, yang lainya juga memesang wajah kebingungan
"kami menemukan Erza..dan Gray" Happy mulai bercerita tentang bagaimana dia menemukan Erza yang sedang pingsan di tengah gurun.
"kami menemukanya tepat diarah kami melihat Gray berlari.. mereka sepertinya sudah bertemu satu sama lain" jelas Happy
"T-tapi Kenapa Gray.. meninggalkan Erza dan pergi sendirian ?" Tanya Meredy
"..aku tidak tau tapi.. ada yang aneh dari Gray" Jawab Happy, pernyataanya membuat yang lainya semakin bingung
"apa maksudmu ?"
"..padahal jelas-jelas kami ada didekatnya, tapi dia tidak mengiraukan kami dan terus berlari.. bahkan kami mencoba memanggilnya berkali-kali.. dia tidak merespon, menoleh pada kamipun tidak dia bagaikan boneka yang dikendalikan"
"kau yakin itu bukan ilusi ?" Tanya Jellal
"..aku benar-benar yakin aku tau dia itu asli, kami para Exceed sangat peka terhadap hawa keberadaan seseorang.. itulah yang membuat kami dapat menemukan Erza"
"Gray ! apa-apaan brengsek itu !"
Jellal tampak berpikir untuk beberapa saat, 'boneka.. dikendalikan… jangan-jangan !'.
"sepertinya aku menemukan apa masalahnya…" Jawab Jellal, yang lainya segera meminta penjelasan pada Jellal.
"tidak..tidak sekarang, kita harus selamatkan Erza terlebih dahulu !" Jika jellal menceritakanya pada mereka, itu hanya akan membuat mereka semakin bingung dan panik, prioritas Jellal sekarang adalah memastikan bahwa Erza baik-baik saja.
"setelah kita semua berkumpul.. aku janji akan mengatakanya"
-12:00-
Para penyihir sedang dalam perjalanan menuju penginapan, Erza berhasil diselamatkan, sekarang dia tertidur dipunggung Jellal. setelah melihat kondisinya, Jellal memutuskan untuk menggendong Erza sendiri. 'Erza.. dia sudah kering.. tenaga,sihir dan air mata..'
"…jangan.. pergi..." Erza bergumam
"…Gray" Jellal mendengar setiap kata yang diucapkan Erza dalam perjalanan, meskipun Jellal sedikit kecewa karena namanya sama sekali tidak disebut oleh Erza. 'apakah posisiku sudah digantikan, Erza ?'
Jellal tidak bisa menyalahkan Erza jika memang posisinya di hati Erza sudah digantikan Orang lain, setelah apa yang selama ini dia lakukan.. dia tidak pantas bersama Erza. Jellal teringat saat dia melukai Erza dan ingin menjadikanya sebagai tumbal di Menara Surga, juga saat dia menolak ciuman Erza dan berbohong bahwa dirinya sudah bertunangan. Dia sudah terlalu sering menyakiti Erza-jadi bukan salah Erza jika sekarang dia Move On.
'aku memang tidak bisa mencintai orang yang berjalan dalam cahaya… dan itu kau Erza..'
-14:00-
Kesadaran Erza mulai kembali, matanya perlahan terbuka. Mencoba mencari tau keberadaanya sekarang, butuh beberapa saat untuk menyadari bahwa dirinya tidak sendiri di ruangan ini, Lucy yang belum sadar bahwa Erza sudah terbangun masih sibuk membaca buku.
"Lucy.." Panggil Erza lirih, tenaganya masih belum pulih, bahkan untuk berbicara lantang seperti biasa. Lucy yang namanya dipanggil langsung menoleh kesumber suara.
"Ah ! Erza kau sudah siuman ! aku akan panggil yang lain !" Lucy segera berlari menuju pintu sambil berteriak "Teman-teman ! Erza sudah sadar !"
Tidak perlu lama, teman-teman Erza sudah berlarian menuju kamar Erza, Erza tersenyum melihat tingkah laku teman-temanya.
"Erza-san kau membuat kami khawatir.. apa ada yang sakit ?" Wendy bertanya.
"Tidak apa Wendy, aku cuman Kelelahan"
"gosh.. Erza kenapa kau bisa seceroboh itu.." Lucy berkomentar
"iya bagaimana kau ini, jika mau bertindak itu pikirkan matang-matang, benar kan Happy" Natsu ikutan nimbrung
"Aye!"
"uh, lihat siapa yang bicara" kata Jellal, disusul tawa Lucy Wendy dan Meredy.
"A-apa maksudmu !? ngajak berantem ya !" Natsu seperti biasa, selalu mudah marah jika ada yang mengejeknya. Jellal menangapinya dengan santai, tidak terprovokasi sama sekali.
"..tidak mau" Jawab Jellal singkat, Natsu semakin marah jika tantangan duelnya ditolak, dia berusaha memprovokasi jellal untuk mau melawanya.
"hah! Bilang saja kau takut, kau kan pernah ku hajar dulu.. dasar pengecut!" Diejek seperti itu Jellal sama sekali tidak marah, dia hanya tersenyum dan tertawa.
"hahaha aku bukan Gray.. aku tidak suka perkelahian yang tidak perlu.. seperti yang biasa lakukan"
Setelah Jellal menyebut nama 'Gray' suasana dalam ruangan berubah drastis, semua orang terlihat murung bahkan Natsu dan terlebih lagi Erza.. walaupun tidak bisa melihat wajahnya-karena tertutup rambutnya.. Jellal tau Erza sedang bersedih.
'cih aku baru menyebut 'kata terlarang' ya..' kata Jellal dalam hati.
"Gray.. masih bersama mereka ya.." kata Erza, Lucy hanya menundukkan kepala. Lucy juga khawatir soal keberadaan teman baiknya itu, setelah mengingat-ingat kembali kejadian tadi pagi Lucy teringat sesuatu..
"Jellal! kau bilang kau tau kenapa Gray berubah ?" semua orang jadi teringat kata-kata Jellal, semua kecuali Erza yang belum tau apa-apa soal ini,
"Oh iya ! karena sibuk mengurus Erza kita jadi lupa" kata Meredy,
"aku menunggu kalian semua berkumpul.."jawab Jellal, sebenarnya Jellal pun juga lupa soal hal penting ini, mungkin karena terlalu mencemaskan Erza.
"T-tunggu.. kalian sudah bertemu Gray !? kenapa tidak mecegahnya kabur !?" Erza bertanya, sedikit membentak, bagaimana tidak.. jika mereka bertemu denganya, dengan jumlah mereka tentu saja Gray dapat dihentikan.
"tenaglah Erza.. kami tidak bertemu denganya, yang melihatnya itu Happy dan Carla.. bagaimana mungkin 2 kucing ini bisa menghentikan Gray" jawaban Lucy yang masuk akal membuat Erza kembali tenang.
"kalau begitu.. ceritakan semua yang kau tau Jellal.." kata Erza, Jellal melihat teman-teman yang lain, mereka mengangguk tanda setuju.
"Baiklah … jangan terkejut bila aku mengenal sebagian besar dari musuh kita kali ini" Statement Jellal membuat semuanya terkejut, sebelum mereka sempat bertanya Jellal segera meneruskan ceritanya.
"kita mulai dari awal… Dulu sebelum Oracion Seis dibentuk.. Brian menciptakan Dark Guild lain Bernama Asura Cross"
"Aku belum pernah mendengarnya..?" Erza yang sudah lama menjadi penyihir bahkan tidak mengetahui soal Guild itu.
"Aku adalah salah satu dari anggota Asura Cross.. kebanyakan lawan yang kita hadapi adalah rekan lamaku, Guild itu memang bekerja di balik bayangan 3 Guild aliansi balam.. bahkan diantara mereka hanya penyihir tertentu seperti master Hades,Brian,Machbeth,Bluenote..Ultear, dan beberapa anggota Tartarus lah yang mengetahui soal Guild kami" semua orang mendengarkan Jellal dengan serius.
"..Guild kami dibentuk untuk satu tujuan.. yaitu membantu tiga Dark Guild aliansi mencapai tujuanya.. kami melakukan pekerjaan kotor seperti ,penyusupan,pembunuhan, memata-matai Dewan.."
"jadi kau menyamar menjadi salah satu dari 10 penyihir suci hanya karena diperintah oleh mereka ?"
"ya.. pada awalnya, tapi setelah itu aku mulai menyadari soal R-system di menara surga.. aku terus menyelidiknya tanpa memberitahu Guild soal itu.. lalu Ultear memberitahuku bahwa Zeref bisa dibangkitkan dengan R-system.. setelah aku mengumpulkan teman-teman lamaku, aku mulai keluar dari Guild.."
"tch.. dan kau membunuh temanmu bahkan ingin mengorbankan Erza demi Zeref huh?" celetuk Natsu
" Simon.." Erza bergumam, Jellal masih dapat mendengarnya,asal Erza tau setelah dia membunuh Simon dia selalu dihantu penyesalan dan rasa bersalah
"..Maaf, saat itu pikiranku aku dikendalikan, kalian tau kan ?"
"jadi, apa hubunganya dengan Gray ?" Natsu bertanya, sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan ini.
"salah satu dari mereka, Idamaria Aisya.. dialah yang mengendalikan Gray", Meredy ingat pernah mendengar nama itu..
'aduh-aduh.. jangan pasang wajah seram begitu, perkenalkan namaku Idamaria'
"aku pernah dengar nama itu,D-dia.. wanita itu yang membawa Gray"
"..sudah kuduga, dialah yang mengontrol Gray" Kata Jellal
"bagaimana bisa wanita itu mengendalikan Gray, apa kita harus menghajarnya dulu untuk bisa menyadarkanya, sama seperti kasusmu ?" Tanya Natsu
"sayang sekali, walaupun kau menghajarnya sampai mati.. dia tidak akan sadar"jawaban Jellal membuat Natsu kecewa
"hah kenapa begitu ? padahal aku ingin bertarung melawan Gray.."
"biar kujelaskan.. berbeda denganku yang hanya dicuci otaknya tapi masih memiliki kesadaran penuh, Idamaria memiliki salah satu Lost Magic yang dapat memanipulasi kelima panca indra manusia dan mengendalikan tubuh layaknya boneka.. Gray sudah terjebak dalam sihirnya, sekarang tubuhnya dikontrol penuh oleh Idamaria"
"apa sihir seperti benar-benar ada ?"
"ya, dia mematikan semua panca Indra milik Gray, membuatnya tidak bisa merasakan apapun.. setelah itu barulah Idamaria mengontrol otak dan saraf Gray dan mengontrolnya seperti boneka"
"penjelasanmu terlalu terlalu rumit, aku tidak mengerti" kata Natsu memasang muka culun. Sementara yang lainya sudah mulai mengerti.
"haah, sudah kuduga… singkatnya, hanya raga Gray saja yang Erza hadapi, sementara Jiwanya sedang terjebak dalam sihir Idamaria, jadi tidak ada gunanya mencoba berbicara denganya.. dia hanya cangkang kosong" Natsu akhirnya mengerti dengan penjelasan Jellal yang lebih sederhana ini, Erza yang baru mengetahui soal ini merasa sedikit kecewa karena semua hal yang dia katakan pada Gray hanya sia-sia.
"..jadi bagaiman kita mengembalikan Gray seperti semula" Tanya Lucy
"satu-satunya cara adalah mengalahkan Idamaria.. tapi kurasa ini akan sulit karena dia tidak pernah maju di garis depan"
"sesulit apapun, demi teman akan kami lakukan !" kata Natsu, membuat teman-teman yang lain tersenyum penuh semangat, 'Fairy Tail memang Guild yang luar biasa' kata Jellal.
"tapi.. dimana kita menemukan mereka ?"
"aku tau mengapa Guild mereka menampakkan dirinya.. mereka mengincar senjata sihir yang terpendam disuatu tempat di Jehanna, senjata sihir Hyperion.
"Hyperion ?" Erza lagi-lagi tidak tau soal hal sepenting ini.
"senjata pemusnah masal yang memiliki kekuatan setara dengan Etherion.. mereka mengincar itu" kata Jellal
"bagaimana kau tahu.. ?"
"salah satu tujuan Guild Asura Cross.. mengumpulkan senjata pemusnah, dua diantaranya sudah jatuh di tangan Dewan sihir, hanya tersisa dua.. salah satunya diceritakan terkubur di daerah ini, walaupun dianggap rumor dan tidak dipedulikan oleh Dewan.. tapi Guild kita selalu berusaha secara maksimal.. mereka tidak akan berhenti sebelum mereka menggali seluruh kota ini.."
'demi kebangkita Tartarus.. mereka berbuat sejauh ini !' kata Jellal dalam hati.
"jadi kita hanya perlu menunggu mereka ?" Erza bertanya
"ya.. tidak lama lagi mereka pasti akan menyerang kota ini, kita harus tetap disini" setelah lama berfikir mereka akhirnya sepakat untuk membagi tim.
"Wendy,Carla dan Meredy kalian akan pergi ke markas Dewan di Era, beritahu Doranbolt soal ini.. sementara yang lainya akan tetap tinggal disini" perintah Jellal
"Baiklah Jellal-san ! kami akan segera berangkat"
"kita tidak bisa membiarkan senjata berbahaya seperti itu jatuh ke tangan mereka.."
"Jellal.." Meredy memanggilnya
"hm ? ada apa Meredy ?"
"jangan pergi mendadak sebelum aku kembali.." kata Meredy sedikit ragu-ragu, Jellal tau dia sedang khawatir jika dirinya meningggalkan Meredy. Jellal mengusap rambut Meredy seperti yang sering biasa dia lakukan, bagaikan seorang Big Brother.
"jangan khawatir Meredy.. kau anggota Crime sorciere dan satu-satunya keluargaku, tentu aku tak akan meninggalkanmu" Meredy tersenyum mendengar jawaban Jellal, Erza yang mendengar Jellal menyebut Meredy adalah satu-satunya Keluarganya membuatnya sedikit.. sedih.
'apa dia sudah tidak menggangapku lagi ?'
-15:30-
Wendy,Meredy dan Carla sudah bersiap untuk pergi ke Era, mereka sudah membawa koper mereka, dan sedang berpamitan dengan teman-teman yang lain.
"Kami akan segera berangkat" kata Carla, Wendy dan Meredy pun ikut berpamitan dengan yang lain. Meredy segera memeluk Big Bronya.
"jaga dirimu Jellal"
"kau juga Meredy.. jangan lupa tanyakan soal Tartarus"
"aku mengerti" setelah melepaskan pelukan, ternyata Wendy dan Carla sudah menunggunya di depan pintu, Meredy segera berlari menyusul mereka.
"Jaga diri Kalian !" Teriak Lucy sambil melambai-lambai
"ahh kenapa Carla tidak tinggal saja.. aku jadi kesepian" Happy terlihat sedikit kecewa
"sudahlah Happy, jika kau terus murung seperti itu aku akan makan semua Ikanmu" kata Natsu sambil memakan Ikan bekal Happy.
"NATSU !"
-20:00-
Erza sedang sendirian di balkon atap, karena terlalu asik melamun dia tidak menyadari kalau Jellal sudah berada di belakangnya, Jellal yang terlihat ragu untuk menggangu Erza akhirnya memberanikan diri.
"..Banyak hal yang terjadi huh ?" kata Jellal, Erza yang sedikit terkejut segera menyadari Jellal ada di belakangnya, tanpa perlu memalingkan kepala kearahnya.
"..ya" Jawab Erza singkat
"..bagaimana ? apa kau sudah pulih sepenuhnya ?"
"..ya, aku lebih baik sekarang" Jawab Erza, Jellal tau dia sedang tidak Mood untuk diajak bicara.
"…Gray itu sangat berarti buatmu ya.." kata Jellal, seolah bisa membaca apa yang tengah dipikirkan Erza.
"..semua temanku di Fairy Tail sangat berharga buatku" jawab Erza, berpura-pura tidak tau arah pertanyaan Jellal.
"ya semuanya memang berharga, tapi Gray sedikit lebih berharga dari yang lainya, benar ?" Erza hanya diam, tidak bisa menjawab pertanyaan Jellal karena dia sendiri masih belum tau, yang Jelas Gray adalah sahabatnya yang tak tergantikan.
"..mungkin…" Jawaban Ambigu Erza membuat Jellal sedikit bingung, tapi kemudian Jellal berfikir, mungkin saja Erza belum mau berterus terang padanya.
"hahaha kau jadi sedikit tertutup, biasanya kau akan berterus terang soal apapun" kata Jellal mencoba bergurau.
"apa salahnya seseorang berubah ?" jawab Erza sedikit sinis, ternyata Erza menanggapi gurauan Jellal dengan serius. Jellal tertawa garing kemudian menghela nafas panjang 'ya kau memang sudah berubah Erza'
"tidak masalah.. jika itu membuatmu merasa lebih baik" jawab Jellal, Erza hanya meliriknya
"apa ada yang mau kau bicarakan ?" Erza bertanya. Jellal diam untuk beberapa saat, sebenarnya alasanya menemui Erza adalah bertanya soal hubunganya dengan Gray, karena pria itu dapat membuat seorang Erza Scarlet menjadi Out of Character, setau Jellal hanya orang yang memiliki hubungan khusus dengan Erza-seperti dirinya, sebagai teman masa kecilnya, yang bisa membuat Erza berubah 180 derajat.
"..tidak alasan khusus, aku hanya ingin mengecek keadaanmu saja" Jellal mengurungkan Niatnya untuk bertanya.
"oh.. jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja.. bahkan aku sedang berharap mereka segera menyerang" jawab Erza.
"syukurlah kalau begitu.. oh satu hal lagi!"
"..ya ?"
"entah seberapa sulitnya mendapatkan Gray kembali.. aku akan selalu mendukungmu" Jawab Jellal, Erza hanya terdiam sedikit terkejut.. perkataan Jellal membuat Erza merasa sedikit senang, semua beban yang ada dalam hatinya serasa terangkat.. beberapa saat melamun dia tidak menyadari Jellal sudah beranjak dari tempatnya menuju pintu.
"Jellal.." perkataan Erza membuat Jellal berhenti melangkah, dia segera membalikkan badanya .. dan sedikit terkejut, untuk pertama kalinya Erza memalingkan wajahnya kerah Jellal.
"Terimakasih.." katanya disertai senyum tulusnya, melihat senyum indah Erza, Jellal hanya membalas senyumnya, Jellal mencoba menahan perassan dalam dirinya yang sudah meluap-luap .
"Ya, aku mengerti.."
"aku akan pergi ke Bar bergabung dengan yang lain.. mau ikut ?" sambung Jellal. Erza diam, mencoba mempertimbangkan ajakan Jellal.
"Kurasa aku akan tetap disini untuk beberapa menit lagi.." jawab Erza, menolak ajakan Jellal dengan halus.
"baiklah, jangan terlalu larut" kata Jellal seraya meneruskan langkahnya menuju pintu.
Jehanna Outskirt
"sudah dikonfirmasi.. Hyperion memang ada dibawah kota ini.." kata Dios
"apa yang kalian lakukan untuk membuat pak tua itu bicara ?" kata Selvan
"kami hanya menipunya.. kami bilang kami tidak akan jadi membantai penduduk jika dia mau mengatakan dimana Hyperion"
"ahh dia sangat menyayangi penduduknya ya.. lalu dimana Mayor tua itu sekarang ? apa kau melepaskanya ?" kata Selvan
"Lyold meledakanya.. kejam sekali bukan ?"
"h-hei diam kau Dios !"
"kalau mereka sadar mayor mereka hilang ini bisa gawat, kita harus cepat bertindak..Idamaria"
"ya ?"jawab Idamaria yang sedang duduk dipangkuan Peliharaan barunya itu.
"berhenti bermain-main denganya.. segera buat Kota in Tidak terlihat"
"Eh ? butuh banyak sihir dan waktu yang sangat lama untuk membuat Ilusi sebesar itu.."
"aku tidak peduli.. segera kerjakan saja secepatnya, atau akan kubunuh peliharaanmu"
"baik-baik.. Geez jangan lakukan itu oke ?"
Para anggota Asura Cross sedang bersiap untuk rencana besar mereka, Selvan sang pemimpin, menyeringai penuh kemenangan.
"sebentar lagi.. Tartarus akan bangkit, dunia milik kita !"
Bersambung…..
Fuhhh, akhirnya Update Juga… gimana Chapternya ? bagus nggak ?, untuk Chapter kali ini main Fokusnya masih Love Triangle GrayxErzaxJellal walaupun sepertinya Jellal bertepuk sebelah tangan :-3, Btw Gray belum balik di Chapter ini.. tenang aja Next Chapter pasti balik kok, untuk Chapter selanjutnya masih seputar Love Triangle(GxExJ) slight GaLe ? or LaxusLisanna( salah satu rekomendasi ini…)
Buat yang udah Review Thanks soooo Muchhh :-3
Silent Reader.. minta opininya dunk :-3
