Chapter 10
3 hari berlalu...
-11:00-
"tuan Selvan, aku Sudah selesai.. kota ini akan Lenyap, setidaknya untuk beberapa jam" kata Idamaria
"kau mengumpulkan sihir berhari-hari Hanya beberapa jam? Come on !" celetuk Lyold
"Tidak masalah.. satu jam saja sudah cukup untuk melenyapkan Semua orang dan mendapatkan Hyperion kita" kata Lord selvan, yang duduk menyeringai di kursi keagunganya.
"Fairy Tail dan Jellal masih belum pergi dari kota, apa anda yakin mereka mudah dikalahkan ?" kata Dios
"jangan permasalahkan itu.." Kata Lord Selvan sembari berdiri dari Kursinya, wajahnya masih menyeringai dengan tatapan mata mengerikan.
"Aku sendiri yang akan melenyapkan serangga-serangga itu"
"Heh, setelah sekian lama hanya menyiksa orang.. akhirnya anda mau bertarung juga huh?" Lyold mengejek
"Lyold jaga bicaramu !"
"dia benar Idamaria.. setelah sekian lama akhirnya aku menemukan Mainan untuk bersenang-senang"
"Terserah kalian lah.. yang penting sisakan juga buatku" kata Dios
"hahaha.. setelah mendapatkan Hyperion.. akan kita tunjukkan kekuatan Asura Cross pada Dunia !"
-12:00-
Jellal, Natsu dan Lucy sedang duduk dan makan di Tavern.
"beberapa penduduk sudah mulai meninggalkan kota.." kata Lucy sembari meminum jus dingin dihadapanya. Jellal memperhatikan keadaan disekliling mereka, Tidak banyak orang berlalu lalang di Jalan, Bar yang biasanya dpenuhi orang kini terlihat sepi.. hanya mereka dan beberapa Orang mabuk saja yang terlihat di sana.
"tidak heran, belakangan ini semakin banyak penduduk yang hilang.. mereka pasti takut tinggal disini" Kata Jellal
"Bahkan Mayor..." suasana menjadi hening, Natsu yang biasanya berisik pun memilih untuk diam.
"semakin sedikit orang disini semakin mudah kita melindungi mereka" kata Jellal
"ya, kita bisa bertarung secara leluasa, aku pastikan akan membalas perbuatan mereka !" kata Natsu dengan lantang.
"Uh.. sepertinya kita akan rugi besar kali ini.." kata Lucy,mendengar itu Jellal tersenyum, Jellal tau betul apa yang sedang dibicarakan oleh Lucy.. tidak lain dan tidak bukan adalah Kebiasaan Natsu dan Erza yang bertarung tanpa memperdulikan Lingkungan, bayangkan saja saat mereka bertempur di dalam Kota tanpa mencemaskan keberadaan penduduk.. bukan musuh yang akan menghancurkan Kota, tapi kemungkinan Natsu yang akan membakar seluruh Kota.
"Ayolah Lucy,seperti biasa kita hanya perlu menyiapkan beberapa Jewel untuk menganti sedikit kerusakan , beres kan ? " kata Natsu enteng
"seperti biasa !?" Lucy benar-benar jengkel, Natsu tidak pernah mengerti berapa Harga barang-barang dan bangunan yang selama ini mereka benar Dragonslayer tidak pernah mendapat pendidikan Akutansi dan Ekonomi..Tapi ini sudah kelewatan
"aku harap tidak ada yang meilihat kita bertempur.. bisa-bisa kita yang dituduh yang jadi penjahat" sambung Lucy, melihat Lucy Facepalm Jellal tertawa ringan.
"Kenapa ? Terkejut melihat Team kami huh ?" kata Lucy, Jellal hanya tersenyum.
"Tidak.. Team kalian punya sesuatu yang jarang dimiliki Team lain" Mendengar perkataan Jellal membuat Lucy bingung.
"maksudmu dua Idiot, satu Monster dan dua kucing terbang ?"
"hahaha tentu saja... tapi bukan itu yang kumaksud"
"bukan ? jadi apa ?" Lucy pikir Jellal membicarakan tentang Keunikan Anggota Teamnya yang benar-benar tidak wajar itu, Nope.. ternyata bukan itu yang Jellal maksud.
"Team kalian.. selalu menganggap Misi sesulit apapun dengan santai dan penuh semangat, walau memiliki banyak perbedaan kalian selalu Kompak dan satu yang terpenting... selalu melindungi satu sama lain apapun caranya" Lucy tertegun, tidak pernah ia bayangkan semua hal itu sebelum diungkapkan oleh Jellal, 'semua itu benar. Teamku memang spesial' Lucy tersenyum.
"tidak jadi marah huh ?" goda Jellal
"D-diamlah !" pipi Lucy memerah karena malu, Natsu sedari tadi hanya mendengarkan mereka tanpa berkomentar sama sekali, dia tengah asik memakan daging yang lagi diskon karena sepi pengunjung.
Tak begitu lama Erza dan Happy datang menghampiri mereka, , Lucy dan Jellal yang sedang ngobrol segera mengalihkan perhatian pada mereka.
"Erza, Happy kau sudah kembali ?" Erza segera duduk disamping Natsu.
"Yo, Erza.." Sapa Natsu dengan mulut penuh dengan daging, Erza hanya mengelengkan kepala.
"Happy sekarang sedang diskon besar-besaran.. sana makan ikan semaumu" kata Erza, setelah mengatakan AYE! Happy pun segera terbang menuju salah seorang pelayan.
"jadi bagaimana ? apa kau sudah berhasil menjelaskan pada penduduk tentang keadaan kota ini ?" Kata Jellal.
"Ya, sebagian besar penduduk tampaknya sudah mengerti.. sekarang mereka pasti sudah berkemas dan segera pergi, walau masih ada saja yang tidak percaya dan memilih untuk tetap tinggal.."Jelas Erza.
"tidak masalah, jika jumlahnya tidak banyak kita bisa menyuruh Happy mengevakuasi mereka selagi kita menahan serangan musuh" kata Jellal.
"Tetap saja.. ini akan jadi pertempuran yang sulit, kita akan memperebutkan senjata pemusnah kan"
"Hyperion.. aku jadi penasaran apakah senjata itu sekuat Etherion.." kata Erza
"menurut catatan sejarah.. Hyperion adalah benteng terbang raksasa.. yang memiliki Meriam sihir tak terhentikan.."
"Tak terhentikan..."
"bahkan katanya.. Hyperion bisa melenyapkan sebuah kota hanya dengan satu Tembakan, tidak heran mereka menginginkan Benda seperti itu.. dengan Hyperion dan kebangkitan Tartarus.. mereka bisa menguasai dunia..."
"bisakah kita hentikan pembicaraan ini.. ceritamu membuatmu Takut" kata Lucy yang tiba-tiba saja terlihat pucat.
"ahh pokonya aku tidak percaya sebelum aku melihatnya sendiri !"kata Natsu, yang lainya hanya mengelengkan kepalanya.
-14:00-
BLARRRRR !
Ditengah keheningan kota, Tiba-tiba saja terjadi ledakan Luar Biasa di Town Square.. bangunan-bangunan yang berada disekitar Town square telah luluh lantak.. ledakan itu sangat besar hingga didengar oleh para penyihir Fairy Tail yang sedang berada di pinggiran kota.
"Jellal !" teriak Erza yang tengah berada di atap, melihat secara langsung bagaimana Ledakan itu menghancurkan rumah-rumah penduduk.
"Aku tau !" Kata Jellal yang berlari menghampiri Erza disusul anggota Tim yang lain. Walaupun mereka berada lumayan jauh dari lokasi ledakan, mereka masih bisa melihat asap hitam bekas ledakan tersebut.
"genderang perang telah dibunyikan.. inilah saat yang aku tunggu-tunggu" Natsu menatap asap itu, hatinya bergejolak tanpa disadari gengaman tanganya sudah mulai mengeluarkan api. Setelah lama menunggu akhirnya dia bisa membalas kekalahanya waktu itu.
'Igneel.. akan ku tunjukkan seberapa panasnya api Naga pada mereka!'
Melihat Natsu yang sudah menyiapkan dirinya, Jellal yang menjadi Self-proclaimed Leader segera memberitahu Rencananya pada anggota Tim.
"Akhirnya hari yang kita tunggu telah tiba... Musuh sudah berani Menyerang kota, ini saatnya kita untuk mengakhiri semuanya.. Hari ini kita harus menghancurkan Asura Cross !" kata Jellal
"Baiklah.. kita akan bagi menjadi dua Tim.. Natsu akan bersama Erza sedangkan Lucy akan ikut denganku.. Happy kau carilah warga sipil yang masih ada di kota.. jika ketemu musuh cepatlah bersembunyi"
"Aye !" Kata Happy yang langsung terbang untuk mencari penduduk.
"Erza.. jika Natsu hilang kendali, kau pukul saja dia, itulah mengapa aku memasangkan kalian !" Kata Jellal. Erza tersenyum jahat, Natsu hanya bergidik ngeri.
"Tenang saja, tidak ada yang lebih baik dariku dalam menghajar Idiot itu"
Jellal menyadari kalau tubuh Lucy sedang bergetar, wajahnya juga terlihat agak pucat, Jellal menjadi sedikit khawatir akan Kondisi Lucy.
"hei Lucy? Kau baik-baik saja ?"
"Ya.. A-aku hanya.. hanya sedikit gugup, L-lawan kita kali ini terlihat Kuat" kata Lucy, walaupun Lucy sudah berusaha bersikap Normal , Jellal tau kalau Lucy sedang Ketakutan. Memang diantara Team Natsu, Lucy lah yang paling rapuh.
"Tenaglah Lucy,jika situasi memburuk aku akan Melindungimu" Kata Jellal dengan suara Kalem, mencoba membuat Lucy merasa lebih baik.
"..." Lucy terdiam, sedikit taget, tapi entah mengapa Perkataan Jellal membuatnya sedikit lebih Rileks, semua Ketakutan yang dia rasakan seakan Lenyap.
Lucy memang sudah merasa Takut sejak awal misi ini dimulai. Takut kalah tentu saja.. tapi Ketakutanya akan dirinya sendirilah yang paling berpengaruh..
'bagaimana jika aku hanya menjadi beban yang harus mereka lindungi ?'
'bagaimana jika teman-temanku terluka hanya karena kesalahan yang aku perbuat?'
'bagaimana jika...' semua kalimat itu bagaikan sebuah Kaset yang terus diputar didalam otaknya tanpa henti, melemahkan Lucy.
Tapi.. sebuah kalimat singkat dari Jellal bisa menghentikan kalimat-kalimat itu. Entah karena Jellal adalah penyihir kuat yang setara dengan penyihir suci membuat Lucy merasa aman mendapat perlindunganya, atau mungkin Karena suatu hal lain.. yang tidak Lucy sadari, yang jelas.. Ketakutanya telah Hilang
"Thanks.. Jellal, tapi aku juga bisa bertarung.. " Kata Lucy, Jellal hanya membalasnya dengan senyum,
"Baiklah, ayo berpencar.. target utama kita adalah Master mereka !" merekapun akhirnya berpencar untuk mecari musuh.
"Akan kubakar mereka semua !"
Town Square
Town Square sudah rata dengan tanah beserta bangunan-bangunan yang mengelilinginya, terlihat lima orang sedang berdiri diatas puing-puing Bangunan yang telah hancur.
"Woi tadi itu keren kan !?" kata Lyold bangga.
".. biasa saja" kata Dios sedikit menyindir
"oi oi, mau kuledakin bokongmu hah !"
"sudahlah kalian berdua!" mereka segera diam mematuhi perintah Lord Selvan. Mirip seperti Erza yang sedang memarahi Natsu dan Gray.
"sepertinya tidak ada tanda-tanda manusia di sekitar sini" kata Idmaria
"Tch, ternyata kota ini sudah ditinggalkan.. ini pasti ulah para penyihir Fairy Tail dan Jellal"
"Sialan.. sia-sia sudah aku bikin bom sebesar itu !"
"jangan mengerutu terus Lyold, akan lebih mudah menggali jika tidak ada orang kau tahu ?" kata Lord Selvan.
"Ini dia.. Fairy Tail mendekat!" kata Idamaria.
"sudah mulai ya ? baik, ayo berpencar dan mulai berburu , Idamaria.. carilah tempat bersembunyi, kau cukup menggunakan Boneka mu untuk ikut berburu."
"Aku mengerti.. ini pasti akan menarik ! benar kan Pretty Boy" Kata Idamaria sambil memeluk Gray yang hanya diam seperti patung.
".. kau membuatku takut Aisya" kata Dios yang langsung menghilang pergi .
"Jika aku menemukan si Pemakan Api itu ! akan kuberi dia sedikit cemilan !" Lyold pun segera kearah lain.
"Aku harap aku menemuka Jellal..sudah waktunya dia diberi hukuman" Kata Lord Selvan sambil berjalan santai seolah sedang berjalan-jalan ditaman.
Fairy Tail.
Mira yang bisanya ceria hari ini sangat berbeda, Mira yang biasanya ramah hari ini terlihat murung dan sering melamun,melihat Mira seperti membuat Lisanna sedikit cemas.
"Oi, Lisanna kenapa kakakmu hari ini ?" Kata Laxus yang tiba-tiba saja sudah duduk disebelah Lisanna, membuatnya terkejut
"kau membuatku terkejut Laxus ! eh ? dimana timmu ?" Kata Lisanna setelah menyadari Laxus hanya sendirian hari ini, biasanya Freed akan memuji dan menyembah Laxus tanpa henti bagaikan menyembah berhala, Evergreen dan Bickslow juga biasanya selalu nempel pada Laxus layaknya Lem.
"..Aku menyuruh mereka untuk mengantarkan Pak tua Makarov pergi ke Dewan sihir" Kata Laxus
"Jadi kau kesepian tanpa mereka ?" Kata Lisanna
"Hmph, aku malah senang mereka tidak ada.. mereka menyebalkan, aku bahkan pernah kepikiran ingin mem-Backstab mereka saat misi" Jawab Laxus dengan seringaian Khasnya.
"K-kau ini Jahat sekali ya !" Kata Lisanna sambil menyikut tangan besar Laxus.
"Jangan pedulikan mereka, jawab saja pertanyaanku" Kata Laxus
"Mira-nee.. aku tidak tau pasti, mungkin karena Team Natsu belum kembali kali ya.."Kata Lisanna sambil memasang Ekspresi sedih
"..kenapa tidak Tanya bodoh"
"S-siapa yang kau panggil bodoh Huh !? kau pikir aku tidak mencobanya ? dia tidak mau bicara apa-apa"
"Hmm.. sudah berapa lama Team Bodoh itu pergi ?" kata Laxus
"sudah 5 hari.. padahal deadline misinya cuman 3 hari.. dan biasanya mereka akan meyelesaikan misi kelas A seperti itu hanya dalam 2 hari saja.." Kata Lisanna panjang lebar, Laxus hanya mengangguk angukan kepalanya.
" Team Macao(Macao, Cana , Wakaba) sering terlambat, dia tidak pernah bersikap seperti itu pada mereka"
"uhh itu karena Mira-nee tau mereka pasti langsung menghabiskan reward mereka untuk minum di Bar terdekat.. apalagi kalo ada orang-orang dari Quatro Cerberus"
"Pecandu Alkohol.. padahal Cana itu sexy lho" kata laxus blak-blakan.
"L-laxus !"
"apa kau juga tidak cemas soal Natsu ? kau kan suka padanya" Kata Laxus sambil nyengir
"Bicara apa kau ini Hmph" kata Lisanna Kesal sambil mengembungkan pipinya
"bukankah kalian sudah punya Anak ?" kata Laxus merujuk pada Happy
"Hmph" sekarang memasang wajah cemberut, Laxus yang sudah sangat Gemas, tiba-tiba saja meraih pipi Lisanna dan mencubitnya seperti yang biasa dia lakukan saat masih Kecil.
"Arghh L-Laxus kau Idiot !" Kata Lisanna sermbari berlari keluar Guild menutupi pipinya yang sudah merah. Laxus hanya tersenyum, 'ckckc Gadis itu tidak pernah berubah'
Era, Magic Council
Setelah 2 hari menunggu mereka akhirnya Wendy, Meredy dan Carla bisa bertemu dengan Doranbolt.
"Maaf guys, kalian jadi harus menunggu lama.. kalian tau kan, kami sedang sibuk membereskan sisa kekacauan di Crocus" Kata Doranbolt yang tiba-tiba saja muncul dengan sihir teleportasinya.
"Ya kami tau itu Doranbolt-san tapi apa yang ingin kami katakan juga tidak kalah penting.." kata Wendy.
"hmm ? apa team kalian membuat masalah lagi ?, tapi kenapa Meredy juga ikut-ikutan ?"
"Bukan-bukan itu.. sebenarnya kami bertemu saat menjalanklan misi" Jawab Meredy
"Jadi apa yang ingin kalian bicarakan huh ?"
"Sebenarnya-"
"Wendy !? Carla !? dan Meredy juga !?" dari kejauhan nampak Master Makarov menyadari kehadiran mereka. Makarov pun segera mengampiri-diikuti Team Raijinshuu.
"M-master ? sedang apa disini ?" kata Carla, sementara Wendy dan Meredy masih sedikit kaget dengan kehadiran Master Makarov
"Sedang apa kalian disini ? bukankah kalian masih dalam Misi ? dan kenapa Meredy ikut bersama kalian ?"tanya Makarov mengabaikan pertanyaan Carla. Pertanyaan makarov yang beruntun membuat Wendy binggung.
"Master, tolong tenangkan diri anda..coba anda lihat, mereka masih kebingungan" Kata Freed dengan Polite and Well-mannered khas dirinya. Masterpun berhenti melontarkan pertanyaan.
"Master Makarov akhirnya anda datang juga, Master Warron dan Lahar sudah menunggu anda di dalam" kata Doranbolt
"Nanti saja, aku masih ingin tau kenapa mereka bisa ada di sini.." Kata Master
"Hah.. ceritanya bakal panjang nih.." Kata Carla
"A-anu.. Meredy-san.. Aku tidak tau bagaimana menjelaskan semua.." Kata Wendy polos
"Tidak apa Wendy.. biar aku saja yang Jelaskan Pada Mereka.." Kata Meredy
"Jadi ?"
"Semua dimulai saat kami tiba di kota Jehanna..."
Meredy segera menceritakan semua informasi yang dia dapat, mengenai Asura Cross, Tatarus dan Hyperion semua dijelaskan dengan sangat detail. Meredy memang sudah terlatih mengumpulkan dan menyalurkan informasi secara maksimal.
"setelah itu... kami diperintahkan untuk menghubungimu, Doranbolt.." Setelah cukup lama bercerita akhirnya Meredy selesai menjelaskan semuanya. Doranbolt dan Master Makarov masih terlihat Shock begitu pula para anggota Raijinshuu.
"Hyperion ya.. jadi mereka berhasil menemukanya.." kata Makarov
"sebenarnya Hyperion itu apa sih ?" Kata Evegreen
"Hyperion adalah senjata pemusnah yang luar biasa mengerikan.. satu tembakan saja bisa melenyapkan Era atau bahkan Crocus" Jawab Makarov
"M-mustahil.." Kata Bickslow, disusul para bonekanya yang terus mengatakan 'mustahil, mustahil, mustahil' secara berulang-ulang
"tch, ini gawat.. apa sudah ada bukti Hyperion dikubur disana ?" Kata Doranbolt
"Kami masih belum memastikanya.. tapi musuh sudah bersiap menyerang kapan saja.." Kata Meredy
"Doranbolt...jangan remehkan Dark Guild musuh, walaupun tidak ada Hyperion disana... ribuan penduduk dan Anak-anaku masih terancam bahaya, kita harus kirim bantuan !" Kata Master, setelah beberapa saat berpikir akhirnya Doranbolt membuat keputusan.
"Aku mengerti.. tapi aku tidak bisa membuat keputusan besar seperti ini sendiri, ayo kita masuk dan diskusikan ini dengan anggota Dewan yang lain"
"Tch.."
Jehanna Town
-15:00-
BLARRR ! BLARRR !
Natsu dan Erza dengan sigap mengindari semua ledakan ranjau yang baru saja mereka Injak. Sudah hampir sepuluh kali Erza dan Natsu terkena ledakan ranjau sihir.
"Sial.. bahkan musuh memasang Ranjau sihir.. Natsu lihat langkahmu !"
"Ayo keluarlah kau ! kau pikir aku tidak bisa mencium baumu Hah !?" Teriak Natsu
"oh ? jadi Magic Mine ku tidak bisa menjatuhkan mereka ya.. " Kata Lyold yang sedang bersembunyi dibalik batu besar didekat mereka.
"Aku akan bersembunyi disini... paling tidak salah satu dari mereka harus aku jatuhkan dulu" Kata Lyold
"dasar pengecut.." Kata Natsu, mendengar itu Lyold segera keluar dari tempat persembunyianya. Membuat Erza sedikit heran 'Orang ini keluar hanya karena dikatain begitu ? Idiot, sama seperti Natsu..'
"Siapa yang kau panggil pengecut hah ? sialan kau, mau mencicipi Lightning Bolt ku lagi hah ?"
"Dasar.. Erza.. serahkan yang ini padaku, jangan ikut campur"
"Natsu.."
"yaw.. sepertinya Kepalamu sudah terbakar hah ?"Ledek Lyold.
"Terbakar ? jangan bercanda.. satu-satunya yang akan terbakar adalah kau"
"Erza, lebih naik kau cari Gray sana, aku mencium baunya disekitar sini" Kata Natsu
"hahaha kenapa harus dicari.. dia ada di.. belakangmu !"
Tiba-tiba saja Gray muncul dari belakang menyerang mereka dengan pedang Es. Natsu dan Erza membuat mereka berdua kaget.
"Gray..!" Kata Natsu setelah berhasil menghindari serangan Gray
Jellal dan Lucy masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan musuh.
"Lucy, jangan lengah.. kita tidak tau jika mereka sedang mengawasi kita" kata Jellal
"..Aku tau, aku tidaklah selemah yang kau pikir" jawab Lucy, Jellal sedikit terkejut tapi kemudian menyadari bahwa Lucy sudah mengatasi ketakutan dalam dirinya.
"aku tidak meragukan kemampuanmu Lucy, kekuatanmu sangat luar biasa" kata Jellal sedikit memuji
"hahaha tidak banyak orang yang bilang begitu.." Kata Lucy dengan muka yang sedikit memerah karena malu, baru Jellal akan mengatakan sesuatu.. tiba-tiba saja muncul tembakan laser mengarah kepada mereka.
'shit' Jellal dengan cepat segera mengaktifkan meteor nya, dengan kecepatan luar biasa Jellal segera melesat menangkis tembakan itu.
"A-apa yang terjadi.." kata Lucy yang baru sadar mereka diserang. Tiba-tiba saja muncul seseorang dari Reruntuhan beberapa meter dari mereka.
"Heavenly Body Magic memang merepotkan ya.. padahal tembakanku sudah pas" kata Dios.
"Dios.. ayo kita akhiri semua ini !" kata Jellal yang langsung melesat kearah Dios, mereka berdua saling beradu pukulan dan tendangan, Lucy yang sepertinya Diabaikan oleh musuh tidak menyia-nyiakan kesempatan, Diraihnya Kunci Leo.
"Aku memanggilmu Loke !" setelah melakukan Sihir summon seperti biasa, Akhirnya Celestial spirit Leo muncul.
"Ah akhirnyaa Tuan Putri memangilku !" Kata Loke sambil mencoba memeluk Lucy, sebelum akhirnya kena 'Lucy-Kick'
"Uh.. bisakah kau berhenti bersikap menyebalkan Loke ! kita sedang ada di medan pertempuran, kau tau" kata Lucy sedikit kesal.
"Ah maaf-maaf aku hanya terlalu senang" kata Loke sambil membenarkan kacamatanya yang sempat jatuh karena tendangan Lucy.
"sudahlah ! cepat kau bantu Jellal sana" Lucy memerintah
"Oke..oke, Summon aku lagi jika kau mau tidur, akan kubacakan cerita romance" kata Loke sambil menyiapkan sihir Regulusnya, Lucy mendengus kesal .setelah cahaya terang sudah terkumpul di kepalan tangannya, Lokepun maju menyerang.
"Regulus Impact !" teriak Loke sambil melesat kearah Dios, Dios yang terlambat menyadari serangan Loke, mendapat Pukulan telak di muka dengan pukulan Regulus Loke Membuatnya terpental beberapa meter.
"Loke.. jadi Lucy memanggilmu" Kata Jellal, Loke hanya mengacungkan jempolnya sambil menyeringai.
Sementara Natsu sedang sibuk berkelahi dengan Lyold, Erza tengah mempersiapkan dirinya.. untuk melawan Gray yang sudah bersiap menyerang. 'aku sudah memperisapkan semuanya..'
"Kali ini.. aku benar-benar akan melumpuhkanmu Gray !" Gray hanya diam dengan tatapan kosong
"Requip : Flame empress Armor !" Erza segera mengubah armornya. Secara bersamaan mereka saling maju menyerang, adu senjatapun tak bisa terelakkan.
Perlahan-lahan Erza berhasil mencairkan pedang Es Gray dengan pedangnya, setelah cukup lama berduel akhirnya Erza mendapat Celah untuk meyerang...tapi keraguan lagi-lagi mulai menyelimuti hatinya..
Melihat Erza lengah Gray segera menyerang Erza, Erza dengan Refleknya segera menghindari serangan Es Gray. Erza jadi semakin hilang konsentrasi sampai akhirnya dia menyadari sesuatu.
'kalian hanya melawan Cangkang kosong...'
Teringat perkataan Jellal waktu itu menghapus semua keraguan dalam diri Erza 'ya.. fisiknya memnag Gray tapi hatinya tidak ada disana...' , Erza segera mengepalkan tanganya kuat-kuat mencoba mendapatkan celah kembali.
"GRAY !" teriak Erza sambil melesatkan pukulan yang sangat keras ke pipi Gray membuatnya terdorong sangat Jauh.
Natsu yang melihat Erza memukul Gray menyeringai senang
"Bagus Erza ! Hajar saja Idiot itu !" Kata Natsu kegirangan
"hmph ! ini baru pemanasan !" kata Erza yang melihat Gray sudah kembali bangkit.
"Ayo maju Gray !"
Bersambung...
Akhirnya selesai juga T_T , saking sibuknya sampe kelewat GRAYZA WEEK !, dammnnn padahal hari penting itu sekali setahun lagi,minggu ini Surganya GrayZa kali ya karena banyak FanArt dan Fanfic soal mereka wkwkw , btw banyak possible pairing baru yang muncul kayak Jelu, Laxanna , Lolu(im not sure..).
Next Chapter focus on Gray vs Erza dan kebangkitan Hyperion, Next chapter Gray balik jadi Gray yang idiot loh hahahaha :-3
Buat yang udah Review I LOVE YOUU ALLL *LoL* , apalagi yang kasih aku masukan-masukan Pairing sama Story.. kalian membantu aku mengatasi Writer Block T_T, Btw Sorry buat yang masukanya belum bisa dimuat(jika dimuat semua bakal Clash).. mungkin dilain kesempatan Maaf banget ya..
Silent Reader.. Review Please~ ^_^
