Chapter 11
-15:30-
CRING ! CRING !
Bunyi senjata yang saling beradu terdengar di area pertempuran. Rapier milik Erza beradu dengan pedang Es Gray, keduanya berbenturan keras walau pedang Gray terbuat dari Es ketajaman dan kekuatanya tidak kalah dengan pedang baja, membuat Erza sulit untuk menghancurkanya.
"Sial.. dia tangguh" Erza mulai kehabisan tenaga, nafasnya terengah-engah, keringat membasahi tubuhnya sementara Gray, walaupun beberapa bagian tubuhnya sudah memar-memar karena serangan Erza dia masih tetap berdiri kokoh, tidak menunjukkan ekspresi kelelahan dan kesakitan.
Gray kembali menyerang kali ini Erza mengubah Armornya kembali "Requip : Heaven Wheel Armor !". setelah berubah Erza melesat terbang ke udara jauh dari jangkauan Ice Bringer Gray, Erza segera melakukan serangan balasan dengan menembakkan puluhan pedang kearah hanya berdiri menunggu sambil memperkirakan dimana pedang-pedang itu akan mengarah, dengan lincah Gray menghindar dan menangkis semua pedang Erza.
"apakah dia tidak lelah sama sekali ? itu berarti aku harus melumpuhkanya dalam sekali serang ya ? merepotkan sekali !" Erza segera melesat kearah Gray dengan pedang terhunus di kedua tanganya.
Natsu dan Lyold masih bertempur, kobaran api dan Ledakan dimana-mana dengan kekuatan yang sanggup menghancurkan medan pertempuran mereka. Baju yang mereka kenakan sudah robek-robek dan hangus tubuh mereka sudah dipenuhi luka.
'hah.. hah.. lumayan bocah api.. lumayan.." kata Lyold terengah-engah
"*Cough* hehehe.. aku belum selesai.. bersiaplah untuk ronde dua.." Kata Natsu sambil menyeringai
"..Bocah api.. Jangan sombong dulu kau !" Lyold maju menyerang, mereka saling bertukar pukulan dan tendangan. Gerekan mereka sangat cepat walau tubuh mereka sudah dipenuhi luka, seolah luka-luka itu bukan masalah bagi mereka.
"Rain Bullet !" Lyold menembakkan puluhan peluru kearah Natsu, natsu menghindar dengan melompat dan bermanuver di udara, tak ingin membunag waktu Natsu segera menarik nafas dalam-dalam bersiap menggunakan Raungan Naganya
"Karyuu no Hoko !" Natsu menyemburkan apinya memaksa Lyold untuk menghindar menjauhi jangkauan api Natsu. Begitu api Natsu mulai meredup Lyold segera melakukan serangan balasan.
"Lighting Bolt !" Lyold mengeluarkan ledakan petirnya, Petir menyambar dari segala arah dalam radius ledakan, sadar jika dia tidak sempat keluar dari area ledakan Natsu mencoba bertahan dengan mengeluarkan 'Lightning Flame Mode nya'.
"Ah.. rupanya kau punya sedikit petir hah ?" tanpa menjawab, Natsu segera melesat meyerang Lyold. Dengan mode ini Natsu dapat bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dia dapat menghindari semua seragan Lyold dan mendaratkan pukulan dan tendangan keras kepada Lyold.
"Ugh.. anak ini penuh dengan kejutan.." Kata Lyold yang sedang menjauh beberapa meter dari Natsu,Lyold sadar jika tidak ada kesempatan jika dia melakukan pertempuran jarak dekat dengan Mode baru Natsu.
"apa kau sudah merasakan seberapa panasanya pukulanku huh ?" kata Natsu
"hmph sepertinya ledakan selevel ini tidak bisa menghancurkanmu, aku masih punya yang lebih besar lagi"
"Keluarkan semua yang kau punya ! kita lihat siapa yang terbaik diantara kita !" kata Natsu
"Ledakan planet.. Haaa !" tubuh Lyold mulai memancarkan aura bercahaya,kedua tanganya diangkat keatas(pose Genki dama Goku) , perlahan-lahan terbentuklah bola Putih yang semakin membesar di atas telapak tanganya, Natsu sedikit tercengang melihatnya 'apa-apaan bola sihir sebesar itu..!?'
"Big Bang !" teriak Lyold disusul dengan membesarnya bola itu secara masif menciptakan ledakan luar biasa menjebak Natsu dan Lyold sendiri kedalam ledakan.
KA-BOOOM !
Ledakkanya sangat besar, sampai-sampai meluluh lantakkan setengah kota, Erza berlindung di diantara sayap-sayapnya yang kini sudah rusak sementara Gray sedang berlindung dalam Barrier Es yang sudah setengah hancur.
"Ledakannya.. sampai kesini" Erza benar-benar tidak menyangka musuh memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, Erza melihat kearah Gray, tampaknya Barrier Esnya tidak cukup kuat untuk menahan ledakan besar itu, Lengan kiri Gray terkena luka bakar yang sangat parah. Meski begitu, tidak tampak ekspresi kesakitan dari wajahnya.
"Ternyata barriermu lemah terhadap panas huh..? tidak heran kau tidak pernah mengunakan benda itu saat melawan Natsu" Kata Erza.
"..." Gray bersiap mengeluarkan sihirnya lagi, kali ini dia menembakkan es-es runcing kearah Erza
"Ice-Make: Lance ya ? rasanya beda jika kau tidak meneriakkanya seperti biasa"
Tempat pertarungan Natsu dan Lyold pun kini sudah menjadi kawah raksasa, hanya ada Lyold seorang diri berdiri dengan Tegak ditengah-tengah area pertempuran, Lyold tersenyum puas melihat kehancuran yang dia perbuat.
"Cih ..terpaksa Harus menggunakan salah satu sihir terkuatku hanya untuk melenyapkan bocah itu"
"Yaaa paling tidak.. akhirnya dia mati" sambung Lyold
CRACK !
Sebuah tangan muncul menembus reruntuhan, Lyold melihatnya dengan terkejut, giginya gemeretak tanganya mengepal keras 'Don't Tell me.. '
"..Setelah ledakan yang spektakuler itu... Bagaimana kau MASIH HIDUP SIALAN !" teriak Lyold marah, akhirnya tubuh Natsu dapat keluar sepenuhnya dari dalam reruntuhan. Walau sebenarnya kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
"..Aku.. belum.. menyerah.." kata Natsu sebelum akhirnya roboh, Lyold dengan hati-hati berjalan mendekati tubuh Natsu yang tergeletak tak bergerak di tanah.
"Kau memaksakan dirimu terlalu keras.. jika mau mati, mati saja dengan tenang !"kata Lyold yang kini berada di depan tubuh Natsu, Lyold mengamati tubuh Dragonslayer itu, penuh luka dan memar, matanya masih terpejam, diinjaknya kepala Natsu dengan kasar sambil menyeringai jahat.
"Hmph Dragonslyer.. aku dengar sebagaian dari mereka benar-benar di besarkan oleh seekor Naga,menurut informasi yang aku terima, kau adalah dragonslayer generasi pertama kan? jadi kemana Nagamu huh ? apa kau membunuhnya ?" kata Lyold masih menginjak kepala Natsu, seolah mendengar apa yang Lyold katakan jari Natsu begerak.
"apa benar sihir pembunuh Naga selemah ini.. hah kalau memang begitu aku bisa saja membantai semua Naga dengan sihirku ini, aku bertaruh Nagamu itu pasti sangat Lem-"
GRAB !
"eh-" Lyold melihat kebawah, tangan Natsu kini tengah mencengram kaki Lyold dengan kuat. Mata Natsu yang sebelumnya tertutup kini terbuka-menampakkan Ekspresi kemarahan Luar biasa..
Natsu melepaskan cengramanya tiba-tiba membuat Lyold kehilangan keseimbangan dan terjatuh, sementara Natsu kini tengah berdiri dengan tangan yang penuh api kemarahan..
"Jangan pernah menghina Igneel..." kata Natsu geram, Natsu tidak terima seseorang menghina Naganya, Igneel, yang sudah dia anggap sebagai Father Figure dan satu-satunya keluarga yang dia miliki-selain Fairy Tail tentunya.
"Brengsek !" teriak Natsu seraya memberi Bogem penuh api tepat ke pipi Lyold, Lyold yang sudah kehabisan tenaga tidak bisa menghindarinya.
"Cih.. darimana kau dapat kekuatanmu it-" belum selesai Lyold berkomentar, Natsu sudah berdiri dihadapnya menyiapkan satu lagi pukulan penuh apinya.
"Karyuu No.."
"Shit !"
"Tekken !" Natsu melesatkan pukulan 'Flame Dragon Iron Fist Nya' dengan sekuat tenaga . Lyold tak kuasa menahan serangan Natsu, tubuhnya terhempas menghantam reruntuhan dengan keras
"S..sial..Kau !" pandangan Lyold mulai gelap..
Loke, Lucy dan Jellal masih bertarung melawan Dios, serangan Kombinasi Loke dan Lucy serta gempuran Heavenly Body Magic dari Jellal membuat Dios kewalahan.
"...Tch, mereka benar-benar memanfaatkan jumlah mereka..." kata Dios
"Jumlah tidaklah masalah, yang penting kita menang, benar kan Hime-sama~" kata Loke dengan Gombal mode-nya
"Terserah.. seharusnya tadi mensummon Capricorn saja, kau terlalu banyak bicara Loke.." kata Lucy, Dios kembali maju menyerang kali ini menggunakan Dark Gravity , Sihir yang membuat musuh tertekan oleh gaya Gravitasi.
"Uh ! kenapa badanku jadi berat digerakkan.." Kata Lucy yang sudah terkena efek sihir Dios begitu juga Loke dan Jellal. melihat Musuh kesulitan bergerak Dios segera melesat, memberikan beberapa pukulan pada Loke dan Jellal.. sebelum akhirnya bersiap untuk menyerang Lucy.
"..Apa kau pikir aku tidak memukul wanita ?" kata Dios sambil melesatkan pukulan, Lucy menutup matanya bersiap merasakan pukulan Dios, Tapi..
PAK !
Jellal, yang sudah dalam Mode meteornya sudah berdiri di depan Lucy, menghentikan Pukulan Dios.
"Kau benar-benar Brengsek.. " Kata Jellal dengan Nada rendah yang menyeramkan, lalu mengandalkan kecepatan Meteor Cloak nya, Jellal memberikan Uppercut keras tepat ke rahang Dios membuatnya melesat ke udara.
Loke yang sudah bangkit segera melompat menyerang Dios yang sedang tak berdaya
"Kau melanggar kode etik pria.. Pria tidak boleh memukul Wanita Cantik Bodoh ! " kata Loke sambil menendang Dios dengan sangat keras. Jellal melihat Loke dan Dios masih bertarung, tidak ingin ikut campur dia memilih melindungi Lucy
"Lucy, tetap dibelakangku sampai kekuatanmu kembali" Jellal tau,sihir Dark Gravity juga menekan kekuatan lawan dan merusak aliran energy sihir, Lucy tidak memiliki Meteor Cloak atau Light Magic seperti Loke dan Jellal, Lucy tidak mempunyai apapun untuk melindungi Tubuhnya dari efek Dark Gravity
"um..makasih,tapi..."
"Aku tau kau kuat, tapi orang kuat seperti Erza dan Natsu kadang juga perlu dilingungi kan ?"
"!"perkataan Jellal tepat seperti apa yang tengah dipikirkan Lucy, 'apa dia bisa membaca pikiranku ?' Lucy speechless tidak bisa menjawab.
"ada saatnya dimana orang kuat juga membutuhkan bantuan.. seperti disaat seperti ini, tenang saja nanti juga akan ada kesempatan buatmu untuk membalas, tapi untuk sekarang... cukup istirahat dan stabilkan energimu, jangan sampai Loke tertarik ke Dunia Spirit" mendengar semua perkataan Logis Jellal membuat Lucy mempercayai keputusan Jellal
'dia tidak menganggapku lemah, dia hanya mencoba membantu kan ?' ,
dan juga ada sedikit perasaan Aneh yang mengesek dihatinya seolah ingin meluap keluar. Apapun itu, bukan waktunya mencari tau kan ? kita sedang berada dimedan pertempuran !
"..um.. makasih, kau orang pertama yang menghargai kekuatanku setinggi itu" kata Lucy
"teman-temanmu hanya belum melihat saja, kekuatan sesungguhnya dari Stellar mage-kau... kekuatan tak terbatas itulah kekuatanmu" kata Jellal
"...?"
"..."
"Dark Extinction !"
"Hime-sama !"
"!"
CRAK ! PYARRR !
Erza menghancurkan Es yang tengah membekukan separuh tubuhnya dengan susah payah, tenaganya sudah mulai habis.
"... gerakanku mulai melambat" kata Erza, sementara Gray sudah bersiap melepaskan sihirnya lagi.
"...!" Gray melemparkan tombak Es kearah Erza, Erza mencoba menghindar tapi tangan dan kaki kirinya yang baru saja membeku masih sulit digerakkan 'oh Crap..' , melihat tombak besar Gray semakin mendekat Erza hanya bisa memajamkan matanya berharap tombak itu tidak akan pernah sampai padanya.
WHUSHH !
Erza membuka matanya, Tombak Gray meleset dan hanya mengores sedikit pipi Erza, Erza memegang pipinya dengan gemetar mengusap darah yang mengalir keluar.
'jika saja seranganya tidak meleset kepalaku pasti akan hancur... dibunuh oleh Gray ? ayolah itu tudak lucu sama sekali'
"Requip : Adamantum Armor" Erza mengubah armornya-untuk yang terakhir , Erza sudah kehabisan sihir, dia hanya bisa mensummon Armor sekali lagi, maka Erza memutuskan untuk menggunakan adamantum Armor, Armor dengan pertahanan terkuat yang pasti akan sulit dihancurkan.
"Aku sudah kehabisan tenaga untuk menyerang.. nasibku sekarang bergantung pada seberapa lama Armor ini bisa bertahan dari seranganmu.. Gray" Erza mulai menyiapkan kedua Perisai besar yang ada di bahunya untuk menagkis serangan Gray selanjutnya.
"Lucy !" Jellal dengan cepat meraih tangan Lucy dan menariknya menghindari serangan Dios
"Apa kalian baik-baik saja !" teriak loke
"..ya Lucy baik-baik saja" kata Jellal, sementara Lucy masih bengong, Otaknya sedang Loading .
"S-serangan apa itu.." kata Lucy, semua benda yang dilalui sinar hitam tadi lenyap tak bersisa.
"lagi-lagi Jellal mengacau.. kalau saja kau terlambat sedikit saja, wanita itu pasti sudah lenyap tak bersisa" kata Dios
"Dios, sihir ini.. True Dark Magic..? "
"Fufufu.. Dark Extinction, salah satu True Dark Magic yang berhasil aku kuasai, serangan ini tak terhentikan apapun yang mengenainya akan Lenyap"
"!?"
" Kegelapan menelan segalanya kau mengerti ?" kata Dios
"Tch, true Dark magic.. bahkan dengan meteor ku tidak akan cukup untuk menangkis seranganya..."
"Dark Extinction !" kata Dios, sinar berwarna hitam pekat melesat dari tanganya mengarah pada Jellal dan Lucy, dengancepat Jellal meraih Lucy, mengendongnya ala Bridal Style sambil menghindari serangan Dios yang begitu cepat
'sedikit saja terkena, akan sangat berbahaya... aku juga harus memastikan Lucy tidak terkena sedikitpun'
"Jellal, turunkan aku.." kata Lucy, melihat Jellal yang sudah kewalahan, mengindari tembakan super cepat Dios sambil membawanya... pasti Jellal benar-benar kerepotan.
"jangan bodoh, kecepatan penyihir biasa tidak akan sanggup menghindari Dark magicnya"
"tapi..!"
"Sudah diam saja ! kau menggangu konsentrasiku" bentak Jellal, Lucy hanya diam menudukkan kepala sambil mengigit bibirnya, seperti anak kecil yang baru dimarahi ayahnya, begitulah kira-kira perasaan Lucy sekarang.
"Oh Damn !"
"Jellal !" Meteor Cloak yang menyelimutinya mendadak Lenyap, posisi Jellal dan Lucy yang masih mengambang diudara menyulitkan mereka untuk menghindar
"Sasaran empuk.." kata Dios sambil mengarahkan sihirnya, "Dark extinction !"sepersekian detik sihir Dios melesat tepat kearah Jellal dan Lucy, Lucy menutup matanya dan mengeratkan peganganya pada Jellal sementara Jellal masih berusaha meng-Cast apapun sihir yang bisa dia keluarkan sekarang. 'tidak akan sempat !'
"Regulus Blast"
Mengejutkan, Loke menepis serangan yang seharusnya-unstoppable-itu Tanpa terluka sedikitpun, semua orang terkejut, Jellal, Lucy dan tentu saja Dios yang seolah tak percaya.
"B-bagaimana bisa, t-tidak mungkin..!" Dios terlihat shock, sikap cool nya mendadak hilang berganti kepanikan.
"Loke ? bagaimana kau melakukanya ?" kata Jellal yang baru saja menurunkan Lucy
"hmph, mencari kesempatan dalam kesempitan.. berhenti pegang-pegang Hime-sama ku !.. asal kau tau Hanya akulah Knight in Shining Armornya ! kata Loke menyeringai
"hentikan itu kau menyebalkan,lebih baik kau jelaskan saja apa yang terjadi.. sepertinya musuh kita juga meminta penjelasan" kata Lucy menunjuk kearah Dios yang masih dalam Shock State
"Sepertinya.. Sihirnya memang tidak dapat ditangkis oleh hampir semua jenis sihir di dunia, tapi.. sayang sekali, sihir Kegelapanmu lemah terhadap Light Magic-Powerful Light Magic dari Spirit Leo.. Regulus, benar ? " kata Loke sambil menyeringai bangga
"Bagaimana kau tau soal itu ?" kata Jellal
"haha aku juga baru tau, tadi itu hanya refleku untuk melindungi Hime-sama saja" Dios yang tidak percaya jurus terkuatnya dapat dihentikan oleh seorang Celestial spirit menjadi sangat marah.
"Aku tidak Percaya ! Coba sekali lagi !" Dios menembakkan Dark Extinction nya lagi hanya untuk ditangkis Loke
"Dimanapun kegelapan berada.. selalu ada cahaya yang akan menyinarinya" Loke maju menyerang, bertempuran hand to hand kembali terjadi, putih dan Hitam, Gelap dan Terang itulah yang terlihat saat mereka saling bertukar serangan dengan cepat
"Lion Brilliant !" Loke mengelurakan semua sihirnya yang terisia untuk meng-Cast, Light magic terkuatnya, cahaya terang Keluar dari tubuh Loke menyapu semua kegelapan yang terisasa dari Dios. Cahayanya semakin Terang membutakan mata Lucy dan Jellal.
"Aku tidak bisa melihat apa-apa" teriak Lucy sambil menutup kedua matanya dengan tanganya.
Perlahan, cahaya Loke mulai menghilang. Lucy dan Jellal akhirnya bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Dimana Dios ? apa kau berhasil" kata Jellal
"Cukup berhasil.. tapi sepertinya sihirku tidak cukup untuk menghabisinya" kata Loke sambil menunjuk Dios yang kini telah berubah Wujud. Semua kulitnya menghitam,rambutnya memanjang, matanya menyala merah, seluruh tubuhnya diselimuti aura Hitam.
'Tartarus.. pasti mereka menjadikan Dios sebagai tikus percobaan' batin Jellal, Dios mengaum keras, layaknya binatang Buas. Loke yang sudah kehabisan sihir tidak bisa melakukan apapun
"perubahan wujud manusia menjadi Iblis.. ini gawat,Lucy !"
"hu-uh Y-ya ! " Lucy tampak ketakutan melihat monster itu
" Biar aku yang urus Lucy, larilah !" kata Jellal yang kembali mengaktifkan Heavenly body Magic nya. Jellal memulai seranganya ,ternyata Kecepatan monster itu melebihi Jellal, tak butuh waktu lama Jellal sudah menjadi bulan-bulanan Devil-Dios. Lucy hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apupun, Lucy harus mengakui kekuatanya jauh dibawah mereka, jika dia membantu dia hanya akan mempersulit keadaan
"Hime-sama..." Loke juga sudah sampai batasnya.
"Loke.. katakan apa yang harus kulakukan..!" kata Lucy sedikit panik
"..Anda mempunyai kekuatan.. yang dapat mengalahkanya, sebuah Cahaya.. cahaya harapan" kata Loke yang perlahan mulai menghilang, 'apa yang dia maksud..'
"..Urano Metria ?" kata Lucy, Loke hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya
"Cahaya yang Kau berikan.. akan menghapus kegelapan dan menjadi cahaya Harapan, mari kita tunjukkan kekuatan Celestial Mage yang sesungguhnya Hime-sama.. aku akan terus bersamamu !" kata Loke sebelum benar-benar menghilang.
'Loke benar.. aku mempunyai kekuatan untuk bisa mengakhiri semua ini..' Lucy mengambil salah satu Kuncinya
"..Open Gate ! Gemini !" Lucy mensummon Gemini, seolah mengerti situasi Gemini langsung merubah dirinya menjadi duplikat Lucy
"Kapanpun anda siap Lucy-sama" Kata Gemini mengulurkan Tanganya
'Jellal.. akan kutunjukkan padamu, bahwa aku juga bisa diandalkan, kali ini akulah yang akan menyelamatkanmu'
Lucy menyambut tangan Gemini, mengenggamnya erat. mereka berdua segera menyesuaikan posisi dan mensingkronasi sihir mereka
"Jellal !" teriak Lucy, Jellal yang baru saja menghindari serangan langsung menoleh kearah Lucy dan Gemini,melihat mereka berdua sedang menyiapkan sebuah sihir. , 'Sihir itu.. jangan-jangan..' Jellal mengenali sihir itu, sihir yang sama yang Lucy keluarkan di saat Daimatou Enbu.
"sedikit lagi.. sedikit lagi sihirku akan siap, bisakah kau menahanya!" kata Lucy, Jellal yang semula bengong kini tersenyum, 'Itulah mengapa.. aku menyebutmu kuat'
"serahkan padaku.. akan ku tahan selama mungkin" Jellal Segera menggunakan kedua tanganya untuk membentuk Formasi 7 bintang. Cahaya kuning muncul dari dalam tanah membentuk 7 pilar yang menjulang ke langit menjebak Devil-Dios didalmnya
"7 stars of Judgement ! Grand Chariot !" pilar-pilar cahaya turun dari langit menghantam Devil-Dios, serangan Jellal berhasil membuat Devil-Dios Stunned
"Lucy !"
Lucy sudah selesai mempersiapkan sihir Urano Metria nya dan mulai mengucapkan mantranya
"Survey the Heaven, Open the Heaven..."
"All stars, Far and Wide..."
"Show me Thy appearance..."
"With such a shine..."
"Oh Tetrabiblos..."
"I am the ruler of the Stars..."
"Aspect Become Complete..."
"Open thy Malevolent Gate..."
"Oh 88 Stars of the Heaven..."
"Shine !"
"Urano Metria !"
Tubuh memancarkan sinar Terang Luar Biasa,Konstelasi dari 88 bintang-bintang dari alam semesta memproyeksikan diri mengelilingi Lucy, memberikanya kekuatan bintang dari seluruh alam semesta, Jellal terlihat takjub dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Sihir ini tidak sama seperti yang aku punya.. ini lebih Kuat" kata Jellal
"GRRR GRAAAHHH !" devil-Dios mengaum keras.
Lucy akhirnya dapat MenCast Urano Metria nya, tidak ingin buang waktu Lucy segera mengarahkanya ke Devil-Dios. 'This is For My Friend, My Team, my Spirit.. For Gray.. and For Jellal',
BLAST !
Tubuh Devil-Dios terhempas keudara, terjebak diantara bintang-bintang dari alam semesta, menghancurkan semua sihirnya yang tersisa. Tubuh Dios perlahan kembali ke wujudnya semula.
"Hmph.. sepertinya aku... memang... b..bukan.. i..iblis"kata Dios terbata-bata, sebelum akhirnya jatuh rebah di tanah tak bernafas..
"J-jellal aku.. aku melakukanya.." kata Lucy seakan tak percaya
"kerja bagus Lucy"kata Jellal yang sedang berjalan menghampiri Lucy
"karena tugasku sudah selasai Ijinkan aku untuk pergi Lucy-sama , anda harus menghemat sihir anda yang masih tersisa" kata Gemini
"ya.. terimakasih Gemini, aku tidak bisa melakukanya tanpamu, dan sampaikan trimakasihku untuk Loke juga" kata Lucy
"ya pasti , Jaga diri anda" kata Gemini sebelum tubuhnya benar-benar hilang
"Ugh..." Tiba-tiba saja Lucy merasakan pusing di kepalanya, pandanganya mulai memburam..
'kenapa mendadak pusing begini.. apa aku terlalu memaksakan diri'
kesadaranya mulai memudar ,lututnya bergetar seakan tak kuat menahan berat tubuhnya, sampai akhirnya kehilangan keseimbangan
GRAB !
Jellal berhasil menagkap tubuh Lucy sebelum benar-benar terjatuh ketanah, Jellal mengamati keadaan Lucy yang kini tidak sadarkan diri.
'kelihatanyaTenaga dan Sihirnya sudah terkuras habis.. sihir yang luar biasa tapi memerlukan energy sihir yang sangat banyak, sekarang aku mengerti.. mengapa kau menggunakanya disaat benar-benar terdesak saja'
"kau sudah melakukan hal Luar biasa hari ini, Istirahatlah Lucy.. biar aku yang urus sisanya" kata Jellal
-16:30-
Selvan sedang berjalan menysuri sebuah ruang rahasia yang dia temukan saat sedang mencari Buruan-nya , dalam lorong yang gelap itu akhirnya dia menemukan sebuah ruangan berisi buku-buku dan Artefak kuno.(ala mesir )
"ini !" Selvan mengambil salah satu buku yang masih terbuka diatas meja, meniup debu tebal yang menyelimutinya kemudian membacanya dengan seksama. Senyumnya kian melebar setelah membaca paragraf demi paragraft isi dari buku tua itu.
"Hehehehe Hyperion.. saatnya untuk kau bangun" kata Selvan seraya menutup buku itu kembali.
Erza sudah tak berdaya,Armornya sudah tak utuh lagi.. kedua Perisai besar adamantum nya sudah hancur berserakan di tanah, Helm nya hanya tersisa setengah, Erza hanya bertahan tak bisa melawan.
"Sepertinya sudah ada yang bisa aku lakukan,huh ?" kata Erza yang kini berlutut ditanah, tak punya kekuatan bahkan untuk berdiri. Gray yang dari tadi menyerangnya tanpa ampun kini sedang berjalan menghampiri Erza..
Erza hanya bisa melihat tak bisa berbuat apapun, melihat Gray menghampirinya dengan pedang Excalibur Es nya yang terus mengesek di tanah membuat bulu kuduk Erza berdiri.'Is he Trying to act like Jason Voorhees or Freedy Krueger ?'
Dihadapan Erza, Gray sudah bersiap menghunuskan pedangnya tetap tanpa Ekspresi
"Gray..." kata Erza, Gray hanya diam.. tidak langsung menghujamkan pedang tajamnya ke leher Erza, seolah ingin mendengarkan kata-kata terakhir dari Erza.
"setelah semua yang kita lalui.. dari saat hanya ada kita berdua sebagai Tim" Erza teringat masa kecilnya saat hanya ada dia dan Gray sebagai Team walau kadang Cana dan Mira akan bergabung.
"sampai Natsu.. kemudian Lucy dan Wendy bergabung dalam Tim kita" ingatanya kembali dimasa-masa saat Natsu bergabung dalam Tim sekaligus menjadi Rival Gray, kemudian Lucy dan Wendy yang menyusul beberapa tahun setelahnya.
"..aku telah menjalani hari-hari yang sangat menyenangkan,menjadi S-calss, berlagak kuat dihadapan semua orang hingga mendapat julukan Titania.. sampai disegani Teman maupun Lawan, suka menyiksa kalian yang sudah kelewat Idiot, memakan Kue buatan Mira, mengoleksi Armor dari Reward misi, dan tentu saja menjalin sebuah persahabatan..."
"..semua waktu yang kuhabiskan di Guild bersama teman-teman-bersamamu, berhasil membangkitkan semangat Hidupku yang sempat menghilang" masa lalu kelam, Orang tuanya dibunuh, dipekerjakan secara paksa di Menara Surga, kehilangan teman-teman dan orang yang dianggapnya layaknya ayah, sempat membuat Erza kehilangan alasan untuk Hidup. Sampai akhirnya bertemu Fairy Tail.. bertemu Gray..
"Gray.. kau yang memberikanku alasan untuk tetap hidup, dan sekarang.. jika kau mengiginkan nyawaku, aku akan memberikanya dengan senang hati.." air mata Erza akhirnya tumpah, mengalir melewati pipinya sebelum akhirnya menetes jatuh ke tanah.
"Aku masih hidup, Setelah semua musuh yang kita hadapi .. itu karena aku tidak akan rela mati ditangan kotor mereka " Wajah-wajah bengis seperti Erigor, Jose, Azuma, dan Hades terlintas di pikiranya
"Tapi kali ini... Aku senang"
"Aku senang... mati di tangan sahabatku sendiri !" kata Erza sambil tersenyum menatap mata dingin Gray dengan air mata yang masih mengalir.
"Gray.." Erza menutup matanya bersiap menghadapi kematian, meski begitu hatinya merasa tenang tanpa ada penyesalan sedikitpun, Gray yang seolah tau jika Erza sudah tidak ingin berbicara lagi, segera mempersiapkan pedangnya..
Diarahkanya pedang itu keleher Erza, tanpa menunggu lagi Gray segera menghujamkan pedangnya..
'Farewell.. Fairy Tail'
JLEB !
Bersambung...
Maaf yaaa update lama.. Lagi selesai Ospek ini hahaha, akhirnya saya kuliah Juga yay .. -_-
WTF moment ! did Gray Kill Erza ? nggak ada yang tau sebelum Chapter depan hehehe, btw karena takut kepanjangan jadi Gray masih belum sadar di Chapter ini, Next Chapter For sure !, daaan Lucy akhirnya punya Badass Momentnya sendiri ! pengenya Hyperion dimunculkan di chapter ini tapi sayang udah terlalu panjang.. soo dua Chapter lagi buat mengakhiri Arc ini. oww ya yang request Lories(AquariusGirl kan?) maaf yaaa nggak bisa dimunculin sekarang, soalnya aku nggak bisa bikin Reason buat Aries untuk keluar.. kalaupun dia keluar dia kan nggak kuat-kuat amat beda sama Gemini yang masih ada gunanya.. emm mungkin di Chapter kedepan bisalah disisipin Lories, tapi nggak saat keadaan hampir Klimaks gini yaa.. tunggu aja ntar juga ada Chapter nyantai kayak di depan-depan, sambil nunggu Mira dapat peran lagi (masih mikir ini ! apa yang bisa dia lakuin sekarang selain Galau !).. Next chapter Magic Council akhirnya nongol bersama Wendy dan Meredy, Makarov juga ada, suasana Fairy Tail juga akan disorot di Chapter depan, terutama reaksi Mira mendengar kabar dari Makarov hahaha. :-3
Okee, next Chapter minggu depan(maybe -_-)
Yang udah review thanks, apalagi yang belain-belain Review padahal nggak punya FF ID (T_T terharu ) atau mungkin mereka punya tapi nggak login.. atau malu kenalan sama Author hehehehe Just Kidding
Silent Reader ! aku ingin dengar apa kata hatimu soal Fic ini, Review ya !
