Chapter 12
JLEB !
Serpihan Es tajam bagaikan pedang menancap menembus tubuh Wanita itu, Darah mengalir bagaikan sebuah sumber mata air, sebelum akhirnya Es itu membekukkan sisa darah yang masih mengalir.
Tanpa suara, Wanita itu merasakan sakit luar biasa tapi mulutnya menolak untuk menjerit kesakitan.. seolah Es itu hanyalah Ilusi , ya, wanita itu..
Idamaria..
Erza merasa aneh, matanya masih terpejam menunggu rasa sakit dan dinginya pedang Es Gray menembus lehernya.. tapi tidak merasakan apapun,
'apa mungkin seranganya meleset... sedekat itu ?'
'apakah Gray menghentikan seranganya..?'
'apakah seseorang datang menolong disaat aku menutup mataku ?'
Atau...
'apakah pedangnya sangat tajam dan cepat hingga aku tidak merasakan apapun ?'
'apakah rasa sakit dihati mengalahkan sakitnya tusukan sebuah pedang ?'
'apakah rohku sudah meninggalkan jasad dan sedang terbang ke nirwana sekarang?'
Kemungkinan-kemungkinan itulah yang kini ada di kepala sang Titania. perahan Erza memberanikan diri membuka matanya, bersiap menerima segala kenyataan yang akan dihadapinya, Erza melihat...
Pedang Es Gray berhenti.. berada 1 inci dari lehernya,sangat dekat... bahkan Erza sekarang bisa merasakan dingin dari pedang Es Gray, tinggalk sedikit lagi pedang itu akan menyentuh kulitnya, tapi kenapa berhenti ?
Merasa sedikit mengerti Erza mendongak mencoba membaca raut wajah Gray berharap temanya ada disana, Harapan Erza kandas saat melihat Ekspresi Stoic dari sang Ice-mage, masih dingin seperti sebelumnya. Walaupun Erza bisa melihat sedikit perubahan dari matanya, yang sekarang tidak se kosong tadi.
"Gray.. apa kau disana ?"
Setelah menyembunyikan dirinya di atas bukit di pinggiran kota sambil mengontrol boneka nya, Idamaria tidak mengira jika dirinya terkena serangan secara Langsung, Apa yang dia pikir Ilusi ternyata Nyata, setelah dia merasakan sakit dan Dingin Luar biasa dari Es runcing yang masih menancap di pinggung sampai menembus dadanya.
Tap..tap..tap...
Suara langkah kaki terdengar, diikuti Hawa dingin menusuk, Idamaria tidak asing dengan suasana seperti ini.. Kemunculan disertai turunya suhu udara secara Drastis, hanya satu orang yang dia ketahui mampu melakukan itu, It was Him...
"Hmm,Oh kau masih hidup ? padahal Es itu menancap tepat menghancurkan sebagian besar titik vitalmu" kata orang Itu sembari berjalan santai menghampiri Idamaria.
"yah terserahlah, dengan jantung dan paru-parumu yang sudah hancur serta kehilangan darah sebanyak itu tidak akan membuatmu hidup lebih dari 5 menit"
"S-silver-sama.. "
"Yo, bagaimana situasainya ? apa kalian sudah dapatkan senjata itu ?" kata Silver seolah dia tidak melakukan apapun, dan masih bersikap sebagai pimpinan mereka
"K..kenapa.." kata Idamaria mengabaikan pertanyaan Silver, masih tidak percaya atasan mereka menyerangnya tanpa alasan yang Jelas.
"kenapa ? maksudmu kenapa aku menyerangmu begitu ? ah.. aku hanya tidak suka caramu bertarung itu memuakkan" kata Silver santai sambil mengangkat kedua tanganya
"H..huh..."
"masih belum mengerti Dumb ass ? kau merusak segala keseruanya, Bertarunglah sebagai penyihir Asura Cross,Tunjukkan pada mereka seberapa kuat kemampuan Guild kalian.. Lyold dan Dios contohnya, pertarungan mereka seru dan menegangkan, sementara pertempuranmu.. membosankan, monoton, terlalu banyak Drama , aku jadi tidak tahan" kata Silver panjang lebar
"Apa.. h-hanya.. karena hal seperti.. itu, A..anda.. menyingkirkanku...*Cough*" kata Idamaria diakhirni dengan memuntahkan darah dari mulutnya. 'Dia sudah mau mati.. tidak ada salahnya member dia hadiah' batin Silver dalam hati
"ada lagi.. "kata Silver, wajahnya berubah jadi serius
"Gray.. adalah Mangsaku" Silver mengayunkan tanganya, satu detik kemudian Idamaria sudah membeku ditempat. Silver mengayunkan lagi tanganya memunculkan Bongkahan Es yang menghancurkan tubuh beku Idamaria.
"..hm sekarang, Tinggal satu Ikan Besar dan empat peri.. ditambah satu" kata Silver sebelum menteleport dirinya menghilang.
-17:00-
Natsu berjalan tertatih tangan kirinya memegang erat bahu kananya yang terluka parah, berjalan menyusuri medan pertempuran berharap bisa meemukan teman-temanya.
"Natsu !" Natsu melihat Jellal yang sedang menggendong Lucy di punggungnya, Jellal menghampiri Natsu 'ah dipunggungnya itu Lucy kan?, dia berhasil memperbudak Jellal untuk menggendongnya'
"Kau tampak menyedihkan.." kata Natsu melihat pakaian Jellal yang robek-robek dan kotor.
"Hm, tapi lihat dirimu sendiri.. kau tampak jauh lebih memprihatinkan" kata Jellal menyeringai
"Tch.. , Oh ! Lucy ! apa yang terjadi padanya!" kata Natsu setelah menyadari kalau Lucy sedang tidak sadarkan diri dengan beberapa luka di tubuhnya.
"tenaglah, dia hanya perlu istirahat sebentar.. tenaganya habis saat dipertarungan tadi" kata Jellal, Natsu jadi Lega
"baguslah.. aku sempat cemas, kemampuan fisik Lucy sangat lemah,akan sangat berbahaya jika dia bertarung sendirian, untung saja dia bersamamu"
"sebenarnya.. Lucy lah yang menghabisi musuhnya, walau fisiknya lemah kemampuan sihirnya Luar biasa.." puji Jellal, Muka Natsu jadi berubah Excited Mode dengan bintang bersianr dimatanya.
"Oooh benarkah !? sudah kuduga Timku memang berisi penyihir Terkuat dari Fairy Tail ! , begitu Lucy sudah sehat kembali aku akan mengajaknya berduel ! aku tidak sabar melihat sendiri sihir Lucy yang sesungguhnya"
"Natsu.. ternyata kau memang Idiot" kata Jellal sambil mengelengkan kepalanya.
"O-oi ! apa maksudnya itu ! mau ngajak duel hah !?"
"..Dimana Erza, tadi dia satu tim denganmu kan?" kata Jellal mengabaikan tantangan Natsu, Natsu sedikit kesal tapi akhirnya mau bicara juga.
"Dia sedang menghadapi Gray.. mungkin mereka sekarang masih bertarung"
"Erza bertarung melawan Gray.. Sendirian ? celaka, kita harus menyusul Erza sekarang !" Jellal mendadak panik mendengar perkataan Natsu
"Hah kenapa kau ini ? bukankah Erza sudah berkali-kali mengalahkan Gray, seharusnya Erza tidak ada masalah kan?"
"tak masalah jika Gray yang dia lawan adalah Normal... tapi sekarang tubuh Gray sudah dikuasai sihir, stamina dan sihirnya tidak akan pernah habis dan juga.. Gray tidak akan pernah merasakan sakit dari serangan Erza" Jelas Jellal
"Jadi.. semua pukulan Gila Erza tidak ada efeknya gitu buat Gray ?"
"itulah yang aku takutkan.. semua serangan keras Erza memang tidak bisa dia rasakan tapi..semua bagian tubuhnya tidak kebal sama sekali.. tulang dan organya bisa hancur jika diserang terus menerus.."
"jadi, apakah Erza akan mematahkan semua tulang Gray untuk menghentikanya bergerak"
"jika pertarungan mereka sampai duluar batas.. Gray dengan stamina dan sihir yang Unlimited , serta Erza dengan serangan penghancur Luar biasa yang tidak bisa dirasakan oleh Gray.. salah satu dari mereka bisa mati"
"K-Kau serius !?"
"tentu saja !, kau bisa temukan bau mereka ?" kata Jellal, Natsu segera mengendus-endus udara disekitar mereka, tak perlu waktu lama Natsu akhirnya bisa menemukan Jejak .
"Ah ! tak salah lagi bau Erza dan Gray.. ikuti aku !" Natsu segera berlari mengikuti bau yang ditemukanya diikuti Jellal dan Lucy yang masih tidak sadarkan diri dipunggung Jellal.
.
Cahaya terang, satu-satunya cahaya yang bisa dilihat Gray dalam dunia yang serba gelap dan kelam ini, ya.. setelah mengalami introgasi panjang dimarkas musuh, Wanita itu menggunakan sihirnya untuk melemparnya dalam Dunia Kosong yang sangat gelap.
Tapi akhirnya Gray bisa melihat secerca cahaya kecil dari kejauhan, Gray segera berlari kearah cahaya itu.. tidak ingin kehilangan satu-satunya harapan yang dia temukan , langkahnya terasa semakin ringan bagaikan berjalan di atas awan.. semakin lama, cahaya itu semakin membesar. Gray mengulurkan tanganya mencoba meraih cahaya itu..
'CLING' berhasil menyentuh cahaya itu.. Gray merasa dirinya terlempar kesuatu lubang dimensi.. sebelum penglihatanya menjadi kabur
Perlahan-lahan... pandangan kabur yang dilihatnya kini semakin jelas... yang dilihatnya pertama kali adalah pedang es ditanganya yang dia pegang dengan erat..
Kedua, yang dia lihat setelah pedang itu adalah, seseorang.. sedang berlutut didepanya dengan maata terpejam, rambut merahnya berkibar tertiup angin , Gray mengenalnya dengan sangat baik,bukan hanya itu saja yang membuatnya bingung.. tapi situasinya sekarang, dimana pedang Esnya mengacung tepat ke leher Erza, sangat dekat.
'Apa yang sebenarnya sedang terjadi !' Gray mencoba menggerakkan mulutnya untuk bicara.
"E..Erz.. a..."
Erza terkejut, bagaimana tidak ? beberapa menit yang lalu Gray mencoba membunuhnya dengan dingin dan tanpa ekspresi, tapi sekarang semua berubah , Gray baru saja berbicara, wajahnya kini lebih hidup , wajahnya mengatakan bahwa Gray sedang merasakan sakit ditubuhnya.
'apakah dia sudah kembali ?'
"Gray.. apa kau bisa mendengarku ?" kata Erza mencoba memastikan.
"..Y-ya.. Erza.." jawab Gray pedang es ditanganya hancur, tubuhnya mengejang sebelum bersiap roboh
"Gray !" Erza segera menangkap-memeluk tubuh sang Ice-Mage, Perasaan bercampur aduk dalam diri Erza, perasaan senang ? tentu saja, setelah semua usaha keras akhirnya Erza bisa mendapatkan Gray kembali. Tapi Erza juga merasakan Kecemasan dan ketakutan dalam dirinya, bagaimana tidak.. tubuh sahabatnya ini sudah dipaksa bekerja melebihi batasnya layaknya sebuah robot, dipacu tanpa henti. Dan juga.. sepertinya setelah efek sihir ini hilang, Gray masih bisa merasakan sakit yang pernah dialaminya, semua serangan serius Erza.. tentu saja, Semua orang tau apa yang akan terjadi jika Erza bertarung dengan serius.. Erza tau bahwa seranganya tadi lah yang berperan besar membuatnya kesakitan sekarang ini.
"Gray.. kau Idiot, kau membuat semua orang menghawatirkanmu tau !" bisik Erza didekat telinga Gray, Gray merespon dengan hanya tertawa kecil, seperti biasa.
"..maaf.. S.. sepertinya aku.. sudah menyusahkan.. kalian huh? Sebenarnya apa yang.. ter-" jawab Gray
"jangan pikirkan itu ! ,jangan bicara yang tidak-tidak... lebih baik kau simpan tenagamu sampai kita kembali pulang,.. bersama" Erza mengeratkan pelukanya.
"..kurasa kau benar... masih ada... banyak waktu untuk.. menjelaskanya padaku setelah kita... pulang"
'Hangat'
Beberapa menit berikutnya mereka lewatkan tanpa bicara sepatah katapun, ya.. mereka berdua lebih suka merasakan kehangatan tubuh satu sama lain dan membiarkan hati mereka bicara satu sama lain..
'tanpa suara, tanpa kata.. tapi hati mereka bicara'
"Ugh!" suasana Nyaman ini tiba-tiba saja terusik, dengan Gray yang melepaskan diri dari pelukan Erza dan mengerang kesakitan, tangan kananya memegangi tangan kirinya.. yang sudah terbakar
"Gray !? apa yang terjadi !" Erza mulai cemas
"Argh Panas sekali ! Erza.. a..apa yang terjadi.. dengan Tangan kananku.. " Gray merasakan panas yang menusuk dari tangan kirinya.
'sudah kuduga... Heaven Wheel ku tidak mungkin terkikis hanya karena ledakan biasa, ledakan itu tidak hanya besar.. tapi partikel panasnya terus menbakar hingga targetnya habis, Natsu beruntung tubuhnya Resist terhadap partikel panas seperti ini. tapi Gray...'
"Gray.. bertahanlah sebentar lagi, Wendy akan segera datang" kata Erza yang mencoba bersikap tenang, walau sebenarnya dia sedang panik. Erza kembali mendekati sang Ice Mage, menariknya dalam dekapan hangat.. mencoba membuatnya lebih baik.
"Ughh.. Argh.. E-erz.." Gray masih terus mengerang kesakitan
"shh Its okay.. aku disini,
Beberapa menit berlalu, akhirnya erangan kesakitan Gray sudah tidak terdengar, Gray sedang tidur terlelap, tidaklah mengherankan, Gray pasti kelalahan dan kesakitan.
"Apa yang harus kulakukan.. aku tidak bisa membangunkanya sekarang.." Erza sedang kebingungan, dia ingin segera membawa Gray ketempat yang aman tapi.. dia juga tidak boleh membangunkanya.. dia akan merasakan sakit kembali begitu dia bangun dari tidurnya, dan Erza tidak mengiginkan itu.
Ditengah kebingungannya Erza tidak menyadari bahwa seseorang tengah menghampiri mereka.
DRAP.. DRAP... DRAP...
Erza bahkan tidak menyadari langkah kaki berat disertai bunyi Armor itu, satu-satunya yang menyadarkanya adalah Aura dingin yang menyeruak membuat suasana ditempat itu menjadi berbeda. Ya.. Silver, lagi-lagi muncul tak terduga.
"Yo Nona kita bertemu lagi.. Hmm sepertinya.. temanmu mengalami hari yang berat" kata Silver sambil menyeringai, Erza yang semula kaget dan sedikit ketakutan menjadi sedikit rileks mendengar nada bicara Silver yang santai dan sopan. 'dia tidak seseram penampilanya ya..'
"K-kenapa kau ada disini...?" Tanya Erza mencoba menyelidiki pria dihadapanya ini
"Oops maaf, kau pasti kaget melihatku muncul tiba-tiba ditengah kekacuan ini.. sebenarnya, salah satu buruanku lepas dan ada disekitar sini, aku sedang mencarinya" kata Silver
"Oh.. aku baru tau kau adalah seorang pembasmi Iblis yang banyak dibicarakan itu... tidak heran kau membunuh Targetku di gunung waktu itu huh.."
"hahaha Kabar jalanan memang cepat menyebar ya.. Oh, temanmu mendapatk luka yang cukup serius" kata Silver menuding lengan kiri Gray yang terkena luka bakar.
"Oh.. dia terkena sihir ledakan partikel yang sangat kuat, lenganya.. digerogoti partikel panas, aku tidak tau berapa lama lagi sampai semua tubuhnya akan terbakar... dan aku tidak bisa melakukan apapun"
"Hmm biar aku lihat.." Erza segera menyodorkan lengan kiri Gray kehadapan Silver, hanya beberapa detik mengamati Silver akhirnya menyentuh tangan Gray dengan jarinya.
SHHH !
Dalam sekejap mata, tangan Gray membeku. Erza sedikit kaget.. dia hanya menatap Silver dengan tatapan 'What-the-hell-you-doing !?'
"oi oi Jangan khawatir, aku tidak membekukanya secara permanen. Aku hanya melapisi kulitnya saja"
"hanya.. melapisi ?"
"Es ini akan membekukan partikel panas dalam lengan temanmu ini dalam sekejap.. dan beberapa menit lagi.. Es itu akan otomatis mencair, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kau beruntung aku disini nona" kata Silver
"... aku tidak tau apa alasanmu menolong kami, tapi aku berterimakasih" kata Erz, Silver hanya menyeringai
"senang bisa membantu Nona, jaga baik-baik temanmu itu.. karena suatu hari nanti kita pasti bertemu lagi, aku ingin bertemu denganya dalam keadaan sehat dan kuat" kata Silver yang kemudian mulai berjalan pergi.
"Baiklah.." jawab Erza
"Oh.. dan satu lagi" kata Silver memalingkan wajahnya untuk melihat Erza
"..?"
"jangan beritahu apapun tentang aku padanya, katakan saja kalau kau yang menyembuhkannya.. aku tidak mau dia berfikir dia berhutang padaku, dan... tentu saja akan mengurangi keseruan pada pertemuan berikutnya" kata Silver yang kembali berjalan menjauh, Erza sebenarnya tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan orang itu, tapi sebagai balas budi jasanya Erza akan menuruti permintaanya.
"Aku mengerti..." jawab Erza, Silver hanya melambaikan tanganya sebelum akhirnya berteleportasi lagi. Setelah pria itu pergi Erza baru mengingat hal penting yang seharusnya dia tanyakan..
'sial, aku lupa menanyakan namanya...'
-17:30-
Fairy Tail Guild, Magnolia
Matahari sudah mulai terbenam, langit yang tadinya cerah mulai berubah gelap dan juga berawan... tampak akan turun hujan malam ini, tapi Mira tak beranjak dari tempatnya duduk..tempat biasanya dia dan Erza bersantai sambil memicarakan banyak hal, di bawah pohon Maple dibelakang Guild, Sendirian
Lisanna mengamati kakanya dari Jauh, hari ini Guild tidak begitu ramai karena sebagain besar penyihirnya sedang menjalankan Misi,Bar juga sepi karena Hampir semua Pemabuk juga sedang tidak ada, Kinana saja sudah lebih dari cukup untuk menjaga bar, jadi Lisanna menyuruh Mira untuk pulang dan beristirahat.. tapi disinilah Mira sekarang..
Sigh.. sebentar lagi akan turun Hujan.. kenapa Mira-nee tidak kunjung kembali
"Oi Lis, kakakmu masih ada disana ya?" kata Laxus yang muncul dari belakang Lisanna, Laxus yang juga merasa kesepian tanpa Timnya, seharian ini hanya tidur-tiduran di sofa sesekali Lisanna akan datang dan ngobrol denganya sebelum pergi untuk melihat Mira dibelakang Guild..
"sepertinya begitu... aku mulai meragukan saranmu untuk membiarkanya sendiri, aku akan mengajakanya bicara sekarang !" Lisanna sudah melangkah keluar dari pintu belakang tapi tangan besar Laxus memegang lengan Kecilnya.. dengan erat
"Hei Laxus lepaskan aku!" Lisanna mencoba melepsakan lenganya tapi perbedaan ukuran dan kekuatan mereka terlalu besar, Lisanna tidak bisa berbuat banyak.
"sudah kubilang kan, tinggalkan dia sendiri. Paling tidak sampai besok pagi" kata Laxus menyeret Lisanna masuk ke Guild dan menutup pintu belakang.
Laxus berjalan ke Guild hall bersama Lisanna yang kini sedang cemberut.
"Oi jangan marah begitu Lis, kau tidak mengerti urusan orang dewasa sih" kata Laxus
"Hmph.. bagaimana bisa kau bilang begitu setelah menyeretku dengan kasar layaknya seorang barbar"
"Ah Laxus-san, dan Lisanna juga.. master baru saja kembali, kita disuruh berkumpul di aula" kata Warren yang berpapasan dengan mereka
"Kakek dan Rainjinshuu sudah kembali ? aneh sekali seharusnya mereka baru akan kembali besok kan?"
"sudahlah kau tidak bisa menutupi ekspresi senangmu dengan wajah serius seperti itu, Kau terlihat konyol" kata Lisanna sebelum berlari ke aula
"O-oi ! apa maksudmu !"
Anggota Guild yang hadir sudah berkumpul di aula, Master sudah berdiri ditempat biasanya dia member pengumuman,tapi suasananya terasa Aneh, Raijinshuu yang biasanya akan Heboh melihat Laxus.. kali ini hanya menyapa sopan dan langsung berdiri disekeliling Laxus,Master Makarov juga tampak berbeda, sepertinya beliau memiliki ekspresi campuran antara Marah, sedih, bimbang dan cemas.
Lisanna men-Scan seluruh ruangan untuk memastikan jika kakaknya sudah berada di dalam Guild..
Flashback
"Mira-Nee.."
"..."
"Mira-Nee!"
"O-oh ! Lisanna.. kau membuatku terkejut.. "
"Master sudah kembali.."
"oh.. bahkan master sudah kembali secepat ini.. tapi kenapa mereka-sudahlah.. lalu kenapa kau disini, kau harus melayani Master dan Raijinshuu, mereka pasti sangat lelah"
"sebenarnya Master menyuruh semua penyihir yang ada di Guilkd untuk berkumpul.. jadi ayo kita masuk"
"..."
"kak ?"
"Ah, baiklah.. tapi kau duluan saja.. aku akan menyusul sebentar lagi"
"...sungguh ?"
"tentu saja"
"..Ok"
Flashback End
Lisanna mencari semua sudut Guild untuk menemukan Mira, dan ya... akhirnya Lisanna menemukan Mira, dia sedang berdiri di dekat bar tak jauh dari kerumunan, memegang secangkir kopi disamping kinana yang sedang mengelap gelas.
"Ehem.. mohon perhatianya anak-anakku sekalian !" kata Makarov, semuanya mengakhiri obrolan mereka dan langsung memperhatikan Master. Suasana nya menjadi sunyi
"mungkin beberapa dari kalian menyadari.. salah satu Tim kebangaan kita.. Team terkuat, Team Natsu.. belum kembali dari misi mereka beberapa hari yang lalu, yang berteman dekat dengan mereka mungkin menyadari keanehan ini, Team Natsu tidak pernah melewati Deadline misi mereka.. bahkan sering menyelesaikannya jauh lebih cepat dari seharusnya... walaupun kadang kerusakan yang ditimbulkan sangat berlebihan.. Kalian pasti bertanya-tanya kemana mereka, apa yang mereka laukukan.. dan pertanyaan semacam itu.." Makarov melirik kearah Mira.. tentu saja hanya Mira, Lisanna dan Laxus yang tau soal Masalahnya
"setelah kehilangan kontak dengan pemilik Request di Jehanna beberapa hari lalu.. kita kehilangan semua informasi tentang keadaan mereka, tapi.. akhirnya aku berhasil mengetahui kondisi mereka sekarang.."
Seluruh anggota Guild tampak antusias mendengar Makarov, Team Natsu memang menjadi bahan perbincangan beberapa hari ini, mereka selalu bertanya-tanya kemana Team Natsu menghilang.. tentu saja kabar dari Master akan menjawab pertanyaan mereka.. tapi Lisanna, memiliki firasat buruk.
"*Sigh*.. dengarkan baik-baik.. Saat aku berada di Era,tepatnya di Markas Dewan sihir, aku bertemu Penyihir Fairy tail.. Wendy dan Carla, bersama Meredy salah satu anggota Guild kepercayaan kita, Crieme Sorciere"
"Master bertemu dengan wendy !?"
"Bukankah Wendy ikut menjalankan misi dengan Team Natsu !?"
'Apa mereka sedang ada di Era ya !?"
"Jangan-jangan mereka ditahan oleh dewan !?"
"Masuk akal.. Wendy masih dibawah umur jadi mereka melaspankanya"
Guild menjadi ramai kembali, Lisanna benar-benar mempunyai Firasat buruk soal ini..
"Maaf ! " Freed berteriak, semuanya kembali diam
"Aku mohon, Tolong dengarkan Master dahulu.." semuanya kembali memusatkan perhatianya kepada Master.
"Wendy member kita informasi.. Team Natsu sedang menghadapi salah satu Dark Guild dari Aliansi balam.. dalam memperebutkan senjata pemusnah masal Hyperion.."
DEG ! semuanya tampak terkejut, Master kemudian menceritakan semuanya panjang lebar.. Soal Tartarus & Zeref, Soal Asura Cross, Hyperion, Kedaan di Jehanna, dan semua hal yang dia dapatkan.
"..Dan dewan sedang mengirimkan pasukannya, dipimpin oleh Doranbolt"
Semua tampak berbisik-bisik satu sama lain, ada yang ketakutan, ada yang shock, pokoknya semuanya tampak kacau...
"Bagaimana jika musuh mendapatkan senjata itu.. bagaimana jika mereka menyerang magnolia !"
"I-Ini gawat.. kita H-harus menghubungi dewa Ishgar..."
"Apakah hanya dengan mengirimkan pasukan kecil bisa menahan senjata semacam itu !"
Semua pertanyaan seperti itu.. pertanyaan berisi ketakutan akan senjata dan kekuatan Musuh.. yang terus ditanyakan oleh hampir semua anggota Guild. Tapi Lisanna ingin memastikan satu hal... hal yang dilupakan hampir semua orang di Guild saat dalam ketakutan mereka.. keselamatan Team Natsu-teman mereka
"Bagaimana dengan keadaan Team Natsu !" teriak Lisanna, semua orang tampak diam, menyadari bahwa mereka melupakan keadaan teman mereka. Tampak sedikit bersalah
mereka semua diam.. menunggu jawaban Makarov, mereka sudah tak lagi memperdulikan soal Musuh ataupun senjata pemusnah.. mereka ingin mengetahui keadaan teman mereka.
Makarov mengepalkan tanganya, terlihat marah dan juga sedih..
"Wendy dan Carla baik-baik saja.. sekarang sedang memandu pasukan bersama doranbolt, Natsu , Lucy, Happy dan juga Erza sedang berjaga di kota..walau sempat terluka, mereka juga baik-baik saja" beberapa penyihir merasa lega, tapi...
"Bagaimana dengan Gray ?" Laxus bertanya, Raijinshuu berubah menjadi murung, Makarov sudah sebisa mungkin menghindari menyebutkan Gray.. dia tidak ingin berbohong, rupanya Laxus membaca semua yang dia pikirkan 'Like Granpa Like Grandchild..'
"Soal Gray... aku tidak ingin berbohong pada anak-anakku tapi.." Makarov tampak ragu-ragu
"..Katakan saja sejujurnya kakek ! kami siap mendengar kabar baik ataupun yang terburuk.."kata laxus
"Gray.. ditawan oleh musuh.. dan mereka menggunakan sihir unutk mengendalikan tubuhnya...Untuk melawan Teman-teman satu teamnya" kata Makarov..
DEG !
Kata-kata Makarov Bagaikan sebuah petir menyambar semua penyihir Fairy Tail... hanya mendengarnya saja Semua orang tampak pucat.. Lisanna juga tampak pucat.. 'Gray... '
PYARR !
Semua orang langsung memandang kearah suara itu.. Mira, menjatuhkan cangkir kopinya, tubuhnya bergetar.. bersandar meja bar..Lisanna tahu bagaimana perasaanya sekarang ini, Lisanna menghampiri kakanya.
"Gray.. T-tidak mungkin..."
"Mira-nee.."
"A..Aku..P-permisi !" Mira berlari sekuat tenaga menuju pintu besar Fairy Tail, keluar dari Guild.. semua orang tampak sedih melihatnya, Lisanna yang sudah ingin mengejar kakanya lagi-lagi ditahan oleh Laxus.
"Percayalah Lis.. kali ini dia memang butuh waktu sendirian..."
-18:00-
Mira berlari.. terus berlari tanpa arah dan tujuan, dia tidak ingin berhenti.. tidak ingin seseorang melihat air matanya yang kini mengalir deras memburamkan penglihatanya..
'Kenapa.. kenapa aku berlari.. kenapa air mataku tidak berhenti keluar.. kenapa hatiku perih sekali'
Terus berlari sambil menangis, Mira tidak menyadari kalau dirinya sedang berpapasan dengan Elfman yang sedang dalam perjalanan pulang dengan Juvia dan Gajeel.
"Kakak !" Elfman mencoba memanggil Mira yang terus saja berlari melewatinya, seolah Mira tidak dapat melihat dan mendengar mereka.
"Kakak ! tunggu !" sama seperti Lisanna, Elfman juga sangat cemas dengan sikap Mira belakangan hari ini, baru saja Elfman mengambil ancang-ancang untuk berlari mengejar..
"Jangan dikejar Elfman-san" kata Juvia, sambil merentangkan tangan kananya di depan Elfman untuk menghalanginya.
"T-tapi.."
"jika wanita berlari sambil menangis itu artinya dia butuh waktu untuk sendiri" kata sang Water Mage
"Tch, apa yang terjadi padanya huh ?" kata Gajeel yang tidak begitu peduli
"Mungkin.. cintanya ditolak Gray-sama-oh tunggu, itu berarti Gray-sama sudah kembali !" Juvia segera berlari mendahuli Gajeel dan Elfman, sambil berteriak "GRAY-SAMA I MISS YOU !" berulang kali
"Oh.. jadi benar Gray, dasar Kulkas berjalan.. beraninya dia menyakiti perasaan kakakku ! akan kuserut semua Es nya !" Elfman juga berlari mengejar Juvia dengan kecepatan Luar biasa "GRAY I'LL KICK YOUR FAT ASS !" teriak Elfman
Kini tinggal Gajeel sendirian...
"tch dasar orang-orang payah.. sebentar lagi Hujan sebaiknya aku juga kembali.. eh tunggu !? apa tadi mereka bilang Team Natsu sudah balik !" Gajeel tersenyum, senyum jahat.
"Geheee akhirnya ! Natsu dan Gray kembali... aku sudah gatal ingin Menghajar mereka !" kata Gajeel yang kini juga berlari..
-19:00-
Hujan sudah mulai turun dengan deras diatas kota Magnolia, Mirajane yang sudah lelah berlari kini berdiri sambil terisak di pinggir danau.. tidak memperdulikan hujan dan dingin, Mira sudah kehabisan air mata setelah hampir satu jam menanggis tanpa berhenti.
"Gray... "
Kini semua orang tau, jika Mira memiliki perasaan pada Fairy tail Ice-mage itu.. setelah dengan Dramatisnya keluar dari Guild sambil menangis seperti itu...
"Kenapa aku lari.." Mira menyesali perbuatanya, berlari tanpa mendengar penjelasan Makarov lebih lanjut, apakah dirinya sedang melarikan diri dari kenyataan.. kenyataan jika Gray sedang dalam bahaya besar..
"tapi aku tidak bisa.. tidak bisa menahan airmataku di depan semua orang !" kata Mirajane, suaranya penuh dengan emosi.. keputusasaan, penyesalan, sakit, kekhawatiran
"Harusnya aku tidak membiarkannya pergi.. harusnya aku terus berada disisinya.."
"aku tahu semua ini akan terjadi.. ini semua salahku !" Mirajane berteriak-teriak di pinggir danau, tidak orang di hari Hujan, dia bebas melepaskan semua emosinya
"Aku mulai terdengar seperti Juvia.. tapi memang harus kuakui.. "
"Aku menyukai Gray Fullbuster ! J-jika dia.. dia tidak kembali.. aku-eh ?" tiba-tiba saja rintik hujan yang berjatuhan berhenti-tidak, tidak berhenti tapi terhalang oleh... payung. Seseorang tengah memayungi Mirajane, Mira menoleh hanya untuk melihat adik laki-laki besarnya.
'Elfman.. kenapa kau-"tidak hanya itu, kini seseorang menyelimuti tubuh basahnya dengan Mantel hangat.. tapi Mira tau siapa orang ini..
"Lisanna juga..."
"Mira-nee.. sudah cukup, kami sudah memberikanmu waktu cukup lama.. sekarang ayo kita pulang dan kau bisa ceritakan semuanya padaku dan kak Elf" kata Lisanna dengan senyum lembutnya
"Oh dan aku membawa oleh-oleh kue Coklat Alpaca(?) kesukaanmu, yah sebenarnya aku beli buat persediaan satu minggu tapi Gajeel keparat itu memakan hampir semuanya.. tapi tenang, aku masih punya cukup Kue untuk membuat kita bertiga kenyang untuk malam ini" kata Elfman
"Kalian.." Mira kembali menangis, tapi kali ini karena terharu akan ketulusan adik-adiknya ini, Mira segera memeluk Lisanna Elfman juga ikut memeluk mereka berdua.
"Its Okay, Mira-nee, kita disini.. selalu ada untukmu" Kata Lisanna
"Hah tadinya aku sudah siap menghajar Gray,tapi Lisanna menceritakan semuanya... pasti berat bagimu kak, tapi kau bisa membagi rasa sakitmu kepada kami... sekarang, kau mau pulang bersama kami kan ?" kata Elfman
"..Tentu saja, maaf aku melarikan diri dari kalian.. seharusnya kita terus bersama... kita Strauss Siblings"
Hujan akhirnya berhenti, kakak-beradik Strauss juga memulai perjalanan pulang mereka.. begitu Air mata Mira berhenti menetes.. Hujan yang membasahi Magnolia juga berakhir..
"Selalu ada pelangi setelah Hujan..."
-20:00-
Jehanna Town
GRUUUGHHH!
Suara gemuruh disertai gempa hebat terasa diseluruh penjuru kota Jehanna.. Jellal, Lucy(yang sudah bangun) dan Natsu yang sedang mencari Erza terpaksa harus menjauh dari radius getaran Luar biasa itu..
"Ini.. apakah Selvan berhasil mengaktifkan Hyperion !?" kata Jellal terkejut.
"A-apa !? " Natsu terlihat marah.
"Setelah usaha keras kita.." Lucy sudah mulai putus asa lagi. Tiba-tiba saja Happy muncul langsung terbang kepelukan Natsu(ew..)
'Happy, syukurlah kau baik-baik saja.. apa kau tau dimana Erza dan Gray ?" tanya Natsu
"Aku tidak tau.. tapi.. semua orang yang tertinggal berhasil aku selamatkan.. sekarang mereka bersembunyi di Gurun"
"Kerja bagus Happy, Jellal ayo kita cari Erza dan Gray... !" kata Lucy
"Erza bertahanlah.."
GRUUGHH !
Erza melindungi tubuh Gray dalam dekapanya, dilihatnya reruntuhan gedung besar tempatnya bersandar akan jatuh menimpanya.. tanah juga mulai bergetar hebat seolah bersiap menyedotnya ke dalam inti bumi..
Erza ingin lari.. tapi membawa dirinya sendiri saja sudah sangat sulit, dan tentu saja Erza tidak akan pernah meninggalkan Gray lagi..
GROUGHH ! CRACK !
Tanah mulai terbelah.. seolah sesuatu yang besar akan segera bangkit dari kuburannya.. Erza tau jika dirinya tidak akan bisa lari dari tempat ini..
'Setidaknya jika harus mati, aku masih bersamamu.. sahabatku..." Kata Erza memeluk tubuh Gray lebih Erat lagi.. kali ini tidak ada air mata.. 'sebenarnya aku ingin kau tetap hidup.. maaf aku harus membawamu bersamaku Gray..'
CRACK ! CRACK ! GROOORRR !
Sesuatu yang besar.. sangat besar, muncul menembus tanah.. kemudian terbang.. terbang diatas Kota Jehanna yang kini mulai Tersedot kedalam lubang bawah tanah..
Erza sempat melihatnya.. sebuah Airship Raksasa, Berwarna Hitam dengan corak Merah memiliki empat baling-baling disisi kiri dan kanan kapal.. Terlihat Meriam Raksasa diatas Dek-nya..
"Itu Hyperion.." sibuk meilhat Airship itu.. Erza tidak menyadari jika tanah dibawahnya mulai runtuh.. dan reruntuhkan di atasnya juga mulai roboh
"Sial !" Erza terdesak yang bisa dia lakukan hanya melindungi tubuh Gray.
BLINK !
"Eh-" Erza tidak sempat bereaksi, orang itu tiba-tiba saja muncul ememgang tubuh Erza dan Gray lalu menghilang kembali.. tentu saja, Teleport Magic
BLINK !
Erza membuka matanya.. dihadapannya puluhan pasukan beseragam putih dengan lambang.. Magic Council.. 'jangan-jangan..'
"Yo Erza.. tadi tiu nyaris ya"
'Doranbolt !?"
Bersambung...
Oh yess, akhirnya bisa Update juga..panjanggggg yaa, maaf ya kayaknya telat lagi ya T_T, jadwal kuliah aku padet banget ini... tapi selalu ada waktu buat Nulis fanfic hehehe.
Thank God Gray nggak jadi bunuh Erza.. walaupun sempet mikir buat ..Finish her off and make Gray Depressed, tapi nggak jadi kok, nggak tega tau bunuh Erza hehehe, ada yang mau ngusul Pairing baru nggak ?(Canon.. Semi-Canon,Semi-Crack,Crack.. pokoknya Pairingnya yang anti Mainstream )
And Thanks buat Reader2 setia.. Kalian adalah penyemangat aku buat cepet update.. kayaknya aku mau bikin Story lagi deh tapi kumpulan Oneshot gitu..
Oke, minggu depan... banyak pertempuran, ada yang penasaran sama Mira ? ntar aku tambahin sedikit Flashback soal dia sama Gray..
Hai Silent Reader.. how bout Review :-3
