Chapter 13
"Magic Council.." kata Erza setengah tak percaya
"ya, Wendy dan Meredy sudah menceritakan semuanya.. kami sangat berterimakasih pada kalian karena sudah mau melindungi kota ini" jawab Doranbolt
"Wendy.. ya, Wendy ! dimana dia sekarang !"
"E-eh? Oh dia tidak ada dipasukan ini, Wendy dan Meredy berada di Regu Utara pasukan kita, ada masalah ?"
"Oh.. sayang sekali.. sebenarnya aku hanya ingin dia segera merawat Gray saja" kata Erza sedikit kecewa mengetahui sang Sky Dragon Slayer tidak ada dalam pasukan Doranbolt.
Jangan khawatir Erza, meskipun tidak sehebat Wendy tapi regu Medis kita cukup hebat untuk menangani Gray.. paling tidak sampai Wendy kembali" kata Doranbolt sambil memanggil Regu medis untuk membawa Gray
"Syukurlah kalau begitu" Erza sedikit lega melihat temanya mendapat perawatan, tapi sesaat kemudian perhatianya teralih pada Airship raksasa yang berada diatas mereka, terlihat kokoh menutupi langit di atas mereka dengan suara berdengung keras yang sanggup mengetarkan daratan disekitarnya.
"Tch, benda itu.. apakah itu Hyperion?"
"Ya.. menurut catatan-catatan kuno yang berhasil kami temukan, tidak salah lagi ciri-cirinya sama.." kata Doranbolt, Erza sudah bersiap mengeluarkan sihirnya, tapi tiba-tiba tubuhnya lemas beruntung Doranbolt berhasil menyangga lenganya.
"Erza, kau juga perlu perawatan medis...untuk sekarang serahkan saja semua pada kami"
"Kurasa kau benar.. aku akan istirahat sebentar, kau yakin bisa menangani ini ?" kata Erza
"hahaha memang aku ini jauh lebih lemah darimu.. tapi jika bersama-sama dengan semua pasukanku, kekuatanya akan berlipat-lipat kan ?" kata Doranbolt yang percaya diri dengan jumlah pasukanya.
"Tapi.. aku juga tidak menolak bantuan darimu, maksudku kau kan One-Man Army "
"Hah.. tentu saja, setelah aku merasa baikan"
"Bagus ! itu akan sangat menambah kukuatan kita , kekuatanmu sama dengan Mons-.. um, maksudku sama dengan 100 tentara atau lebih.. pokoknya, untuk sekarang kau bisa pergi ke Camp kami di pinggir kota" kata Doranbolt sembari menunjukkan arah Camp pasukanya.
"Oke.." Erza mulai berjalan kearah Camp
"Akan ku antar saja lah" kata Doranbolt melihat Erza berjalan tertatih, Doranbolt segera memegang pundak Erza sebelum akhirnya menghilang... untuk muncul kembali beberapa detik berikutnya.
"Oke masalah Erza sudah beres.. sekarang saatnya perang... Sain !" mendengar namanya dipanggil Sain, asisten Doranbolt segera menghadap.
'Yes Sir !"
"laporkan status semua Unit dan regu"
"Aye ! Pasukan regu Utara ,selatan dan barat sudah siap menunggu perintah, unit medis, supply, dan unit bantuan lain juga sudah berada di tempat"
"..bagaimana pasukan udara kita ?"
"..masih dalam proses persiapan, masih harus menunggu sekitar 5 menit lagi"
"Oh Fuck... kita tidak bisa menunggu selama itu, Kapal itu bisa menyerang kapan saja, menyerangnya akan sulit tanpa bantuan pasukan udara.. apa aku harus menteleport beberapa pasukan untuk menyerang Pilotnya.."
"Itu tidak akan berhasil !" Doranbolt segera menoleh kearah pria yang sedang berada di belakangnya. Begitu melihat orang tersebut, Doranbolt tersenyum.
"Aku kira kalian sudah mati, kalian memang hebat.. Jellal, Natsu"
"..hei jangan lupakan aku !" kata Happy yang muncul dari balik kepala Natsu
"Ah ! Tentu saja, orang-orang yang kami temuakan di gurun mengatakan bahwa mereka diselamatkan oleh seekor kucing terbang, itu kau kan, kerja bagus Happy sekarang mereka sudah aman" Doranbolt mengugkapkan jika pasukanya sudah mengamankan warga sipil membuat mereka menjadi lega.
"Oh dan satu lagi.. Erza dan Gray berhasil kami selamatkan, sekarang mereka berada di Camp kami untuk menerima perawatan medis" mendengarnya Natsu dan yang lain menghela nafas lega.. 'setidaknya situasi terus membaik' batin Jellal.
"mereka berdua sudah aman Sekarang mari fokus pada Kapal besar itu.., Jellal kau bilang rencana menyerang Pilot secara langsung tidak akan berhasil, apa kau bisa jelaskan ?" kata Doranbolt
"ya.. resikonya terlalu besar, level sihir orang itu berbeda denganmu dan pasukanmu, berapapun jumlahnya dia akan melenyapkanya dengan sekejap.. apalagi sekarang kapal itu tidak bergerak, kemungkinan dia sedang menunggu kalian di dek" jelas Jellal
"D-dilenyapkan dengan S-sekejap.. apa itu tidak terlalu berlebihan !?"
"Aku tau kekuatanya... dia seorang Godslayer.. Godslayer pasir" semua orang Nampak terkejut, Tak terkecuali Natsu dan Lucy, pasukan Doranbolt mulai sedikit panic
"G-god slayer.. !"
"sihir pembunuh dewa.. dia punya Lost magic.."
"sihir seperti milik Ogra dari sabertooth !?"
Melihat pasukanya mulai panik dan kehilangan rasa percaya diri, Doranbolt segera mencari cara untuk membangkitkan moral pasukanya.
"Harap Tenang !" teriak Doranbolt, pasukanya pun menuruti perintahnya dan menutup mulut mereka.
"..aku tahu, sebagain dari kalian ketakutan,panik dan ragu-ragu, jujur saja aku juga merasa kehilangan percaya diri begitu mengetahui kemampuan musuh.. tapi yakinlah... aku tidak mengirimkan kalian ke pertempuran yang tak bisa dimenangkan, kita disini bukan untuk mati.. kita disini untuk menang !" pidato Doranbolt berhasil membangkitkan semangat beberapa prajurit. Melihat caranya berhasil Doranbolt meneruskan pidatonya .
"bagi yang takut.. aku tidak memaksa kalian untuk bertempur, aku mengerti pertempuran ini akan menjadi pertempuran habis-habisan dan sebagain dari kita tidak akan bisa kembali pulang... oleh karena itu, yang merasa tidak siap lebih baik kembali.. aku mengijinkanya"
"..."
"..Doranbolt-san..kalau begini.."Lucy melihat beberapa pasukan mulai berbalik dan beranjak meninggalkan area pertempuran, semakin lama orang prajurit yang memutuskan pergi bertambah banyak hingga nyaris separuh regu.
"Tapi, sebelum kalian pergi kalian harus tau ini..." kata-kata Doranbolt menghentikan langkah puluhan prajurit yang sudah bersiap pulang itu.
"Cepat ataupun lambat.. senjata itu akan menghancurkan seluruh kota di benua Ishgar, Era, Crocus.. Magnolia.. semua kota akan dilenyapkan.. semua keluarga kalian akan dilenyapkan.. hingga tidak ada tempat kalian untuk pulang lagi.. oleh karena itu aku beri kalian dua pilihan, pertama.. kalian bisa menghabiskan sisa waktu kalian bersama dengan keluarga kalian dan menunggu datangnya senjata pemusnah ini.. atau, kalian bisa bergabung bersamaku disini.. mempertahankan rumah dan keluarga kita dengan tangan kita sendiri ! percayalah jika kita bersama maka kita akan menang !"
"..." para prajurit hanya diam menunduk, tidak berjalan atau berbalik,di dekat Doranbolt, Jellal mulai berfikir mereka benar-benar menyerah tapi..
DRAP ! DRAP ! DRAP !
Para prajurit itu kembali, berbalik menuju medan pertempuran.. Doranbolt hanya tersenyum.
"aku akan melindungi Emily dengan tanganku sendiri !"
"Adam.. tak akan kubiarkan Benda itu menghancurkanmu dan Ibumu..."
"Tak peduli walau harus mati disini..aku akan melindungi rumah kita Juliana !"
Doranbolt mendengar sumpah para Prajuritnya pada orang-orang terdekat mereka, tidak ada keraguan dan ketakutan dimata mereka, yang ada hanyalah semangat pertempuran yang berkobar.. Doranbolt meningkatkan moral mereka berkali-kali lipat dari sebelumnya..
"Oi oi, Muka codet.. hebat juga kau ya..." kata Natsu kagum
"hah.. itulah mengapa aku menjadi kapten sekarang ! tidak sepertimu yang nggak pernah jadi S-Class" ejek Doranbolt
"A-apa ! jangan ungkit masalah itu ! aku lebih kuat darimu !"
"yak au lebih kuat secara fisik.. tapi otakmu hanya seukuran kacang, perlu 100 tahun belajar untuk bisa menyamai kepandaianku"
"H-hei ! mau perang saudara hah !?"
"Hmm menarik.. seper-"
"Ya..ya.. sudah cukup, sekarang apa rencananya" Lucy sudah tidak sabar melihat pertengkaran Doranbolt dan Natsu
"Ehem.. ehem maaf.. soal rencana, Jika jellal mengatakan kebenaran.. akan sangat beresiko jika kita melawan pilot secara langsung.. aku dan pasukanku akan menyerang baling-baling kapal itu untuk melumpuhkanya..bagaimana menurutmu Jellal?"
"Ide bagus, aku juga berfikir sama, jika kita bisa menghentikan kapalnya disini.. kota-kota besar di Isghar akan aman, Doranbolt, kau dan pasukanmu akan menyerang keempat baling-baling pengerak kapal itu.. untuk Pilotnya serahkan saja pada kami" kata Jellal
"Aku mengerti.. aku percaya kemampuan kalian !"
.
Hyperion Cockpit
Terlihat Selvan sedang menghubungi seseorang melalui Lacrima.
"Kerja bagus Selvan.. akhirnya kau berhasil mendapatkan Hyperion" kata orang dalam Lacrima itu
"ini semua berkat catatan-catatn kuno yang aku temukan, yang memberikan Lokasi dan mantra untuk membangkitkan Ancient Weapon ini"
"Bagaimana dengan rekan-rekanmu ? mereka tidak bersamamu"
"Hmmm Mungkin mereka semua sudah mati, yah pengorbanan memang diperlukan"
"hahaha kau kejam seperti biasa.. baiklah, target pertama mu adalah... Magnolia"
"Fairy Tail..? rupanya Guild penganggu itu memang harus segera dimusnahkan ya.. baiklah aku akan terbang ke Magnolai begitu Meriam Hyperion sudah siap, untuk sekarang aku akan bermain-main dengan sekumpulan serangga disini"
"apapun yang kau lakukan jangan sampai mereka mendapatkan Hyperion.. aku akan pergi ke Fairy Tail untuk membereskan penganggu besar disana agar rencananya Lancar"
"Ooh tuan Tempesta akan turun tangan ? itu bagus.. akan sangat sulit menghancurkan Magnolia dengan orang semacam Makarov, Laxus, dan Gildarts menjanganya.."
"Jangan buang-buang waktu.. aku tidak menerima kegagalan.." Lacrima yang menghubungkan mereka berdua pun mati.
"Fairy Tail, Salah satu Iblis dari buku Zeref.. akan berkunjung, bersiap-" tiba-tiba terjadi guncangan di Kokpit Hyperion
BOM ! BOM !
"wah wah.. sepertinya mereka mulai menyerang"
.
Unknow Place
Tartarus Castle
Salah satu dari 9 Demon Gate, Tempesta sudah bersiap pergi untuk berkunjung ke Fairy Tail. Sebelum benar-benar meninggalkan markas mereka, lankahnya dihadang oleh berpenampilan identik dengan Anjing, Pria berambut pirang dengan dua bagian runcing membentuk seperti telinga , lengan dan kakinya memiliki bulu dan cakar layaknya seekor anjing, hidungnya juga memiliki bagian berwarna hitam.. dan memiliki Ekor.
"Yo Tempesta, mau bersenang-senang Huh ?" Tempesta sangat mengenali suara Sinis itu.
"Jackal .. jangan mencoba menghentikanku, aku sedang buru-buru" Pria yang disebut Jackal pun mengangkat tanganya, memberi isyarat jika dia sama sekali tidak mau menganggu Tempesta.
"Sama sekali tidak tertarik... aku tau kau sedang menuju Magnolia kan ? berurusan dengan Guild biasa.. sangat membosankan" kata Jackal, orang yang berperawakan mirip Anjing itu, mendengar itu Tempesta mendapat ide bagus.
"Hmm jika kau ingin yang lebih menarik.. aku memiliki pekerjaan yang cocok buatmu" tawar tempest, Jackal pun menyeringai antusias
"kau tau seleraku kan, aku ingin menghadapi musuh yang kuat, jangan buat aku kecewa"
"Tentu..misi ini termasuk salah satu rencana kita, dan saat ini adalah saat yang terbaik untuk menjalankanya"
"Hoi cepat beritahu sajalah aku penasaran ini !"
"Misinya adalah untuk menghancurkan Markas Magic Council... tanpa menyisakan satu orang pun" kata tempesta
"Misi pembantian ? dewan sihir ! aku boleh melakukanya !" Jackal menjadi kegirangan sendiri
"ya.. ini adalah salah satu rencana kita.. bunuh semua jangan ada yang tersisa, ini semua demi mendapatkan senjata mahadasyat itu"
"Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan.. tapi akan ku pastikan akan kuratakan semuanya !" mendapat izin untuk menghancurkan Dewan sihir secara terang-terangan, Jackal segera berangkat secepat mungkin.
"ini saatnya, mereka mengenal Guild kita..." gumam Tempesta seringai iblis terpasang diwajahnya.
.
Magic Council Army Camp
Gray terbaring di ranjang dengan perban di sekujur tubuhnya, perlahan-lahan kesadaranya mulai kembali. Matanya terbuka secara perlahan.. rasa sakit di sekujur tubuhnya kini terasa lebih baik. Diamatinya ruangan tempatnya terbaring.. tenda barak dengan lambang Magic Council... Gray merasa lega dirinya tidak jatuh ke tangan musuh lagi.
"Oh Gray ! kau sudah sadar ?" kata seseorang yang baru saja masuk tenda.
"Yo Erza.. dimana kita sekarang ?" Erza mendudukan dirinya di kursi di pinggir kasur dimana Gray berbaring.
"kita ada di dalam tenda perawatan milik tentara Magic Council"
"Oh.. akhirnya kita mendapat bantuan.."
"hei.. bagaimana kondisimu ? apa ada yang sakit ?" kata Erza, dari sejak Gray dirawat di tempat ini Erza selalu berada di sampingnya.. sialnya dia pergi saat Gray siuman.
"Jauh lebih baik dari sebelumnya.. apa yang mereka gunakan, luka bakarku terasa dingin bagaikan Es"
"Er.. aku tidak tau, mungkin Es.. yang banyak ?" jawab Erza mencoba berbohong, bagaimana pun juga Erza berhutang budi dengan Pria itu, jadi dia mencoba menuruti keinginanya dengan tidak mengatakan apapun kepada Gray.
"Hmm kurasa bukan Es biasa.. mungkin semacam Lost Magic" Erza terkejut Gray menyadarinya sampai sejauh itu. Erza segera mencari cara untuk mengalihkan pembicaraan..
"Teman-teman baik-baik saja, sekarang mereka sedang berperang bersama pasukan Dewan"
"A-apa musuh kita belum dikalahkan !?" Erza mengelengkan kepalanya
"Belum.. bahkan mereka berhasil mendapatkan Hyperion.."
"Hyperion..?" Gray masih belum diberitahu apa-apa soal semua informasi yang mereka dapatkan sejauh ini, Erza kemudian mencieritakan semuanya secara detail
"begitu ya...Tch " Erza memperhatikan perubahan ekspresi Gray, dia terlihat kesal sekali.
"Gray, ada sesuatu yang menganggumu ?"
"tidak.. aku.. aku hanya marah pada diriku sendiri.. aku sama sekali tidak membantu kalian... sejak awal"
"..." melihat Gray menyalahkan dirinya sendiri Erza hanya diam karena memang begitulah kenyataanya.
"Erza.. kau juga perlu isirahat, aku baik-baik saja sekarang" Gray melihat raut wajah Erza yang terlihat lesu dan pucat.. sihirnya sudah terkuras habis.
.
Jehanna Town Ruins, Battlefield
SYUNGG ! SYUNGG !
Puluhan Airship melesat kearah Airship raksasa itu, ya mereka adalah Armada udara dari Magic Council. Secepat kilat mereka menembakkan peluru-peluru kearah Hyperion.
"Prioritas serangan adalah keempat baling-baling dan penyangganya, maksimalkan serangan kalian dititik itu !" kata Doranbolt memberi komando pasukan udaranya lewat lacrima di tanganya.
"sementara pasukan yang berada di darat menyiapkan altileri dan senjata berat, kita akan menyusup !" kata Doranbolt
"Yes ! akhirnya aku bisa melawan Godslayer lagi !"
"Lucy kau tetap tinggalah dibawah" kata Jellal kepada Lucy yang berada disampingnya.
"Huh ? ta-tapi !"
"kau sudah melakukan yang terbaik.. serahkan sisanya pada kami, kau perlu istirahat" kata Jellal mendapat persetujuan dari Natsu dan Happy
"...baiklah, aku mengerti tapi.."
"tapi ?"
"Kalian semua harus berjanji akan mejaga diri kalian, kalian pergi bersama dan kembali bersama" kata Lucy, perkataanya memberi semangat tambahan pada teman-temanya.
"kau bercanda ? perlu lebih dari ini untuk membunuh DragonSlayer Fairy Tail !"
"Aku juga, komandan tidak boleh mati meniggalkan pasukanya !"
Mendengar jawaban kedua temanya pandangan Lucy beralih kepada Jellal yang belum memberi jawaban, sebenarnya Jellal malas menjawab pertanyaan semacam ini tapi melihat wajah Lucy dengan ekspresi serius seperti itu membuatnya tidak punya pilihan..
"Aku.. aku tidak akan mati, tidak ditempat seperti ini"
Walaupun jawabnya tidak sesemangat teman-temanya yang lain, tapi Lucy tetap senang mendengarnya.
"Baiklah sudah cukup, Doranbolt cepat bawa kami keatas.." kata Jellal tidak ingin membuang waktu lagi.
"Oke !"
BLINK !
Dalam hitungan detik teman-temanya sudah mengilang dari hadapanya, kini Lucy sendirian.
"Baiklah.. sekerang apa yang harus aku lakukan ?" tiba-tiba saja Lucy teringat bahwa Erza dan Gray juga sedang dirawat oleh pasukan doranbolt, tanpa pikir panjang lucy segera bergegas mencari tenda perawatan.
"aku harus memastikan mereka baik-baik saja.. terutama Gray, aku khawatir denganya.."
Hyperion deck
BLINK !
Dalam sekejap kini mereka sudah berada di dek Airship Hyperion, kapal raksasa itu memiliki dek yang luar biasa luas dengan berbagai macam persenjataan meriam otomatis disisi kanan dan kirinya.
"Baiklah kita harus mencari kok-"
BLAM !
Sesuatu menghantam Doranbolt dengan cepat, Natsu dan Jellal pun terkejut karena tidak merasakan datangnya serangan itu, serangan itu cukup kuat hingga membuat Doranbolt terpental menabrak dinding.
"Woi Doranbolt !" Natsu segera menghampiri Doranbolt yang kini tersungkur sambil meringis kesakitan, jellal lebih memilih mengawasi arah serangan tadi berjaga-jaga jika sesuatu muncul...
Dan benar saja, bayangan seseorang kini muncul dari balik kegelapan, pria itu keluar dari ruangan menunjukkan senyum jahatnya.
"Yo ! Selamat datang, apa kau suka sambutanku ?"
"Selvan..."
"BRENGSEK !" tanpa pikir panjang Natsu segera melesat menyerang dengan pukulan naga apinya.
"Karyuu no Tekken !" Selvan tidak menghindarinya, dia menangkisnya.. dengan tangan yang sudah diselimuti pasir padat. Pukulan kuat Natsu pun tidak sanggup memberi retakan pada sarung tangan pasir itu.
"Tch apa-apa itu.." Natsu segera mundur menjaga jarak.
"Ha ? hanya itu kemampuanmu ? bahkan tidak terasa panas sama sekali" kata Selvan memancing Gragonslayer itu untuk marah, benar saja..mendengar itu Natsu segera maju menyerang lagi.
"Natsu tunggu !" perkataan Jellal tidak dihiraukan oleh Natsu.
"Jangan sombong kau !" Natsu mencoba memukul tapi dengan mudah dihindari oleh Selvan, semakin lama serangan Natsu semakin mudah dibaca oleh Selvan
"marahlah.. serang aku sekuat tenaga" Natsu masih terus melayangkan tendangan dan pukulan yang semakin melambat, Selvan berhasil membaca pola serangan Natsu dengan baik.. Natsu mulai kelelahan.
Selvan tidak menyia-nyiakan kesempatan dia segera mengeraskan pasir di tanganya membentuk sebuah tombak runcing
"Mati !" tombak itu melesat, tapi beruntung Natsu masih bisa menghindarinya walau lengan kirinya harus terkena serangan.
"Lincah juga kau, baiklah serangan kali ini pasti-" tiba-tiba saja Selvan merasakan seseorang tengah ada dibelakangnya, dia segera berbalik.. ya, Jellal telah berada di belakangnya bersiap melesatkan pukulan. Melihat tidak cukup waktu untuk menghindar selvan segera mengeluarkan sihirnya untuk menciptakan topeng pasir diwajahnya.
BRAK !
Selvan terpental, perlahan topeng pasir diwajahnya mulai retak mengungkap wajahnya yang masih bersih tanpa goresan dan luka apapun.
"Sial... padahal aku sudah memukulnya sekuat tenaga"
"Hmph, Meteor Cloak eh? pantas saja kau bisa secepat itu, meski percuma saja.. secepat apapun kau jika kau tidak bisa menembus perisai pasiriku kau tidak akan bisa melukaiku"
"..." Jellal sama sekali tidak ingin meladeni ocehan pria itu, tanpa pikir panjang dia segera menyerang dengan menggunakan kombinasi kecepatan dan bela diri tangan kosong, selvan pun ternyata bisa mengimbangi gerakan Jellal walaupun dia harus melapisi kulitnya dengan pasirnya.
"Tch sihirmu benar-benar merepotkan, jika tidak ada pasir itu kau sudah lama mati" kata Jellal
"sama denganmu.. tanpa sihir Meteormu kau bukanlah ancaman berarti" pertempuran mereka berjalan cukup lama, Jellal sudah mulai kewalahan menghadapi selvan.
"Sand Make Javelin !" Selvan menciptakan sebuah tombak dari pasirnya, Jellal terkejut.
"Molding Magic !?" Natsu seolah tak percaya musuh mereka menguasai Sihir pembentukan seperti Gray.
'aku harus memikirkan sesuatu untuk mengalahkan Selvan secepat mungkin.. Natsu dan Doranbolt sedang terluka, mereka bisa diserang kapan saja..' jellal menyusun sebuah rencana sambil menghindari tombak-tombak yang meluncur kearahnya.
"Jika serangan fisik tak bisa melukainya..." Jellal segera memasang kuda-kuda
"Grand Chariot !"
BLAR !
Grand Chariot Jellal tepat mengenai sasaran, begitu asap telah menghilang betapa terkejutnya Jellal melihat Selvan masih berdiri sama sekali tak terluka.
"Hmph Cukup waktu main-mainya..."
"Sand God bellow !"Selvan akhirnya mengeluarkan sihir Godslayer nya, dia mengumpulkan partikel pasir di mulutnya lalu menembakkanya Jellal,begitu sihir itu mengenai Jellal rasanya tubuhnya seperti tertabrak sebuah kapal. Semua Armor yang berada ditubuh Jellal hancur secara perlahan
"Argh !"
kekuatan tembakanya sangat mengerikan hingga menghancurkan sebagian dek kapal, Jellal sudah terbaring tak berdaya tubuhnya serasa mati rasa.
BOM !
"Tch.. para pasukan dewan menganggu saja, akan aku bereskan mereka semua" Selvan segera mengeluarkan God Bellow nya lagi menghancurkan banyak Airship dengan sekali serang.
"Saatnya pergi.." menggunakan sebuah Remot Pengendali di tanganya Hyperion mulai berjalan perlahan
"Tunggu !" Natsu kini kembakli bangkit berdiri
"Natsu..." kata Jellal, sang Dragonslayer mengakitfkan Lightning Flame Mode nya, 'aku tau dia pria yang kuat.. aku tau bisa melakukanya Natsu !' tapi..
"Ugh.."
BRUK !
"aku mau muntah..." kata Natsu lemas, sekarang dia terlihat seperti cacing mengeliat memegangi perutnya.
"SIALAN ! KENAPA DRAGONSLAYER HARUS MABUK KENDARAAN !" teriak Jellal dengan muka Komikal. Selvan tertawa mendengarnya
"Rupanya harapan terakhirmu mengecewakan ya hahaha" Selvan kini berjalan mendekati Natsu
"Huh ?hoi muka kurma... kita tunda du-"
PLAK !
Dengan sekali Tampar saja Selvan membuat Natsu pingsan, lantas dia membawa tubuh tak berdaya Natsu.
"yang satu ini cukup berbahaya akan aku bawa dia" kata Selvan, dia lantas menciptakan sebuah peti dari sihir pasirnya "Sand Make Coffin", tubuh Natsu lantas dimasukkan ke dalam peti itu.
"untukmu.. karena kau sudah berhianat dan menyerang Guild kami, maka tidak ada ampun.. bersiaplah menerima kematianmu" kata Selvan sambil menciptakan pedang dari pasirnya.
Jellal masih mencoba menggerakan tubuhnya tapi sepertinya memang tubuhnya sudah mencapai batas, Jellal hanya bisa melihat Selvan mendekatinya dengan pedang terhunus
"setelah membereskanmu aku akan meretakan Magnolia, Fairy Tail akan aku hancurkan"
"kau tidak akan mampu mengalahkan Fairy Tail.. tidak ada yang bisa mengalahkan Fairy Tail !" perkataan Jellal membuat Selvan Murka.
"Mati saja kau !" Selvan sudah mengayunkan pedangnya, Jellal hanya memejamkan matanya hanya ada satu kata di benaknya sekarang 'Erza...'
BLINK !
.
-21:00-
Magnolia, Fairy Tail Guild
Malam ini Fairy Tail tidak seperti biasanya, hanya ada beberapa orang di Guild mala mini, Makarov sudah berangkat kembali ke Era ditemani Gajeel dan Juvia untuk meminta izin keterlibatan fairy tail, laxus dan Raijinshuu kali ini sangat tenang, tidak ada Freed yang memuja Laxus, Evergreen yang tebar pesona dan Boneka Bickslow yang menirukan setiap perkataan mereka.. Levy, Bisca, laki yang biasanya mengobrol ria kini hanya diam membaca buku.
"Tch sepi sekali, semua pasti lagi mikirin Team Natsu" kata Elfman yang kini berada di stall didekat kedua suadaranya.
"Aku harap Master mendapat Izin dari dewan.. sehingga kita bisa langsung menyusul mereka" kata Lisanna, dia melirik kearah kakaknya.. Mira sedang melamun wajahnya masih terlihat sedih
'Mira-nee...'
"Sial ! kenapa lama sekali kakek !" teriak Cana sambil membanting gelas minumanya di meja, semuanya memandangnya dengan sedih.. bagaimanapun juga Gray dan Cana adalah teman dekat dari sejak mereka kecil Cana pasti sangat khawatir denganya..
"Cana-san.. aku mengerti kau mencemaskan mereka tapi jika kita bertindak tanpa Izin dewan kita akan melanggar Hukum dan akan dianggap Dark Guild, jadi tolong sedikit bersabarlah" kata Kinana mencoba menenangkan Cana
"Lagipula ini sudah malam.. lebih baik kita istirahat, jika Master mendapat Izin resmi maka besok pagi kita berangkat" kata Lisanna
"Jika kakek nggak dapat Izin aku akan pergi Sendirian.. akan aku selamatkan Gray walaupun aku harus keluar dari Guild' kata Cana dengan ketus, walaupun samar-samar Lisanna bisa melihat air mata dimatanya sebelum dia berjalan keluar Guild.
Berjalan keluar Guild Cana berpapasan dengan laki-laki tinggi berjubah hitam, walaupun merasa curiga dengan pria itu, cana tidak mengikuti pria itu dia lebih memilih menunggu Makarov di Gerbang Magnolia.
Pria itu kni sampai di depan pintu Fairy Tail..
Di dalam Guild laxus yang pertama menyadari ada keanahan, walaupun bukan Dragonslayer generasi pertama indra penciuman Laxus masih jauh diatas penyihir biasa
"Bau.. bau apa ini"
BRUK ! BRUK
"Laxus !" teriak Freed, Laxus pun melihat satu persatu anggota Guild nya pingsan secara misterius, kini hanya tinggal dia dan Raijinshuu yang masih bertahan
"Freed gunakan Rune !" teriak Laxus, Freed pun menggunakan Jutsu Shiki nya untuk membuat barrier yang melindungi mereka.
"Tch.. dari mana datangnya !?"
"Cyclone..."
BRAK !
Gerbang Guild hancur diterpa pusaran Angin yang muncul tiba-tiba, dibalik pusaran angin itu munculah sosok pria berjubah dengan tatapan dinginya.
"Hoi.. selamat datang di Fairy tail" kata Laxus sambil mengaktifkan petirnya.
"Fairy Tail is No More..."
.
Bersambung...
.
Hmm selesai juga, maaf ya harus menunggu lamaaaa banget hehehe, maklum karena kebanyakan tugas kuliah jadi lupa lanjutan ceritanya, jadi harus susun ulang deh, eh btw abis Chapter ini Ficnya langsung nyambung ke Tartaros Arc, perubahanya udah jelas kan..Tempesta vs Laxus Cs nggak ada di restoran Yajima tapi di fairy Tail, ini buat bikin Mira dapet peran.. spoiler aja, Ntar Mira tetep bakal diculik kok ( coba tebak siapa Knight in the shining armornya ? pasti dia kan)..
next Chapter masih Full fight, Gray akan beraksi dan tentu saja Mira vs Tempesta.
Btw jangan lupa baca juga Fic aku yang DEMON INSIDE, isinya Gray x Harem XD tapi Oneshot jadi nggak nyambung antar Chapter.. tapi bikin ceritanya bervariasi haha. oh ya, Chapter 2 nya rilis barengan chapter 13 ini dan pairingnya Gray x Angel.
Tolong diriview ya, dan samapi jumpa chapter depan :-3
