Chapter 14

KABOOMM !

Petir dan Angin beradu kekuatan memporak porandakan Guild Hall, Laxus kini tengah menghadapi sang Intruder

"Kau mengetuk pintu terlalu keras, bajingan" Laxus kembali menyerang dengan tinju petirnya tapi dapat dihindari dengan mudah oleh orang itu. Mengambil beberapa langkah kebelakang untuk menjaga jarak dari Laxus. Sebelum melepaskan Gas berwarna biru tua(CMIIW) dari balik jubahnya.

"Gas itu... yang membuat mereka semua pingsan ya" kata Laxus

"Pingsan ? mungkin lebih tepatnya sekarat.. mereka semua keracunan" kata pria itu enteng

"Namaku Tempesta salah satu dari 9 demon Gates.. mereka semua telah menghirup Gas yang mengandung Partikel Anti Sihir, Well Gas yang tadi tidak mematikan aku hanya berniat membuat kalian semua Pingsan dan membunuh kalian satu-persatu tapi situasinya berubah..."

"Tch.. aku harus menjauhkannya dari Guild" laxus segera mengeluarkan petir dari tubuhnya.

"Rairyuu No Hokouu !" DJARR ! Raungan Naga petir Laxus berhasil menghempaskan Tempesta keluar dari Guild.

"Hmm Lumayan.." Jawabnya berdiri kembali melihat Laxus sudah berdiri di depanya dengan tubuh diselimuti petir

"Rupanya kau tahan setrum juga ya, bersiap untuk ronde dua" Tempesta hanya menyeringai gembira

"hah seperti yang kudengar, kau memang sombong eh ?" kata Tempesta "Cyclone..." pusaran angin tercipta di tangan Tempesta, berputar bagaikan bor.

'Jika dia mengeluarkan Gas Sialanya itu disini sepertinya tidak akan sampai ke Guild, baiklah aku harus menghajarnya disini.. bertahanlah sebentar kalian semua'

Tempesta mulai menyerang, dengan sigap Laxus dapat menghindari pukulan Anginya dan membalas dengan upercut keras ke rahang Tempesta membuatnya sekali lagi terpental

"Boulder.."kata tempesta, gumpalan gumpalan batu segera tercipta melesat ke arah Laxus

"Sink..." belum sempat Laxus menghindari kakinya terhisap oleh tanah yang kini berubah bagaikan pasir hisap. 'Apa-apaan sihir orang ini !'

"Raging Volt !" Laxus menghancurkan Tanah disekitarnya membuatnya dapat melepaskan diri dan menghindari batu-batu yang akan menghantamnya, tapi sayang Sihirnya barusan menguras banyak sekali Energi, kini Laxus terengah-engah kelelahan.

"ha..hah.. Sihir macam.. apa yang kau gunakan.."

"Sihir ? kau salah aku bukan Penyihir" Jawab Tempesta

"Jangan pura-pura Bodoh.. atau memang kau bodoh eh ? apa yang kau gunakan barusan jika bukan sihir huh"

"Jadi itu yang membuatmu berfikir aku penyihir.. sayang sekali tapi itu bukan sihir, itu kekuatan kutukan"

"Kutukan..?"

"ya, aku Tempesta salah satu dari 9 demon Gates.. kekuatan kutukanku adalah menciptakan Bencana Alam, karna itulah aku disebut Tempesta The Calamity !"

"kau sungguh pria bermulut besar huh ?"

"hah, cukup sombong untuk pria yang akan segera mati"

.

-23:30-

Magic Council Main Camp

30 menit sebelum tengah malam, semua pasukan yang tersisa segera bergabung di Main Camp, moral mereka sedang Down, bagaimana tidak ? pertempuran panjang dengan hasil kekalahan ditambah lagi Komandan mereka-Doranbolt dan Jellal terluka parah, bagaikan sebuah pukulan telak bagi seluruh pasukan.

Di dalam salah satu barak, Lucy sedang membantu memasangkan perban pada tubuh dan lengan Jellal.

"ouch!"

"jangan terlalu banyak gerak, aku jadi sulit memasang perbanya !" kata Lucy kesal

"Maaf.." kata jellal, bukan hanya fisiknya saja yang terluka tapi kondisi mentalnya sudah diambang batasnya.

"Geez.. kalian laki-laki selalu saja memaksakan diri, bisakah kalian mengubah strategi kalian,'More Thinking, Less Fighting'.. seperti itu ?"

"Lucy.. aku sudah memberitahumu tentang Natsu, apa kau tidak khawatir padanya ?"

"Natsu.. , aku nggak khawatir sama sekali padanya" kata Lucy tanpa sedikitpun keraguan dimatanya

"!?" Jellal tampak bingung, bagaimana bisa partner nya diculik Lucy tidak khawatir sama sekali ?

"jangan salah paham.. aku bukanya tidak peduli pada Natsu, sebaliknya.. aku sudah terlalu percaya padanya"

"percaya..?"

"Setelah selama ini berpetualang bersama, aku jadi percaya padanya.. percaya jika tidak ada seorangpun yang bisa melukai Natsu.. walaupun dia sudah dikalahkan dan dihajar habis-habisan, selama ini dia mampu bertahan dan bangkit lagi.. dan pada akhirnya menang(of course.. Plot-magic), kali ini pun sama.. aku yakin dia baik-baik saja..kau harus percaya padanya" Jellal benar-benar tidak mengira bakal diceramahi seperti ini, dan semua yang Lucy katakan memang benar.. Fairy Tail memang tak terkalahkan sejauh ini.., tapi mendengarnya membicarakan tentang Natsu ada sedikit perasaan tidak nyaman dihatinya.

"kalian benar-benar memiliki hubungan yang kuat ya? Kata Jellal tersenyum

"Bukan hanya kami.. tapi seluruh Fairy Tail !, kau juga harus lebih belajar mempercayai Temanmu Jellal " jawab Lucy lantang sembari mengepalkan tangannya.

"Kurasa kau benar.. aku akan mengecek keadaan Mered-" perkataanya dipotong oleh Lucy

"Pikirin kondisi dulu sebelum memikirkan orang lain, Baka !" kata Lucy dan tanpa sengaja menarik perbanyak terlalu keras membuat Jellal meringis kesakitan

"Ouch..."

"Eh M-maaf !"

.

Di barak sebelah, Erza, Gray, Meredy dan Happy mengunjungi Doranbolt yang sedang diobati oleh Wendy dan Carla. Mereka sedang mendiskusikan langkah mereka selanjutnya.

"...Jadi kita harus menunggu bala bantuan sebelum menuju ke Fiore"

"Kenapa tidak bertemu mereka disana saja, itu lebih baik daripada menunggu disini.." kata Gray

"Gray, mengertilah.. para prajurit kita bukanlah Monster seperti kalian, mereka sudah kelelahan dan juga membutuhkan perawatan, apalagi sekarang mental mereka sedang Down, jika kita kesana dengan pasukan seperti ini.. hasilnya akan sia-sia"

"Berapa lama mereka akan tiba disini ? kita tidak punya banyak waktu" tanya Erza

"..menurut intilejen kita mereka akan sampai disini sekitar jam 3 pagi, kita masih punya sedikit waktu untuk beristirahat"

"Bagaimana jika Orang itu berhasil menghancurkan Magnolia sebelum kita sampai" kata Meredy

"Tenanglah, aku sudah memberikan informasi ini ke Markas, Lahar sudah menghubungi semua Guild terdekat untuk memperhatahanan Magnolia.. lagipula.. disana ada Fairy Tail kan ?"

Semua orang tampak terkejut namun kemudian tersenyum teringat Fairy Tail

"kau benar ! ada Master juga Laxus dan Timnya disana.. ada Elfman, Cana, dan juga Mira ! aku yakin mereka baik-baik saja... lagipula Natsu masih bersama orang itu kan ? dia akan menghajarnya nanti" kata Gray dengan penuh percaya, Mood nya mulai membaik

"Kau benar, Fairy Tail bukan Guild sembarangan, dan juga ada Guild-guild lain yang akan membantu"

Jika saja Gildarts ada disana.. harap Erza dalam hatinya, dengan Pria itu disana Fairy Tail saja sudah cukup untuk menghentikannya.

'Pikirin kondisi dulu sebelum memikirkan orang lain, Baka !'

Suara Lucy terdengar sampai di tenda mereka, sepertinya Lucy sedang merawat luka Jellal

"itu suara Lucy kan ? Aku mencemaskan keadaan Jellal.. setahuku Lucy itu sangat payah kalo soal mengobati orang" celetuk Gray yang mendapatkan Deathglare dari Erza secara instan, Meredy pun angkat bicara

"aku menawarkan diri untuk mengobatinya tapi Lucy bilang 'tidak masalah, aku yang tangani kau istirahat saja' begitu katanya"

"bicara soal Lucy-san dan Jellal-san menurutku mereka jadi sangat akrab belakangan ini" kata Wendy tanganya masih dengan sigap membalut tubuh Doranbolt dengan perban.

"Kau tidak merasa cemburu eh ? Erza ?" kata Doranbolt dengan seringaian diwajahnya

'Cemburu ? apa seharusnya aku cemburu ? aku tidak merasakan apapun...'

Erza segera melihat ke arah Gray yang kini sedang berbicara dengan Sain, Letnan dan Asisten Doranbolt.. sepertinya dia tidak mendengar pembicaraan mereka.. padahal Erza ingin melihat apa reaksi dari Gray..

"Tidak.. sama sekali" jawab Erza mencoba meyakinkan dirinya untuk yang terakhir

"Oooh ? rupanya Titania sudah Move on ya" kata Doranbolt, seketika urat-urat kekesalan Erza mulai nampak.. kabar buruk bagi Doranbolt.

"Ini medan perang bukan waktunya membicarakan masalah seperti itu bodoh !"

WHAM !

"Doranbolt-san !?"

"E-erza what are you dong !?"

"K-kapten !"

"dasar wanita kasar..."

"Aye !"

"Oi Erza, kenapa kau memukul Doranbolt sekeras itu, tengkoraknya bisa hancur !" kata Gray tidak kalah panik melihatnya

"Biarkan saja, paling tidak dia nggak akan bangun sampai kita memulai perjalanan ke Fiore" kata Erza sembari berjalan keluar, Gray hanya tersenyum melihatnya.

"kau masih tetap Erza yang keras huh ?"

Fairy Tai

"Graah !" sambaran petir Laxus yang luar biasa dasyat mengenai sasaran dengan telak. Menhempaskanya menembus tembok Gudang Fairy Tail dengan keras, Laxus yang sudah kelelahan lututnya sudah terasa lemas.

"Rest in Peace.. asshole" kata Laxus.

"sebaiknya aku cek Freed dan yang lain-"

"Sakit sekali..."

" !?"

Laxus sangat terkejut, Tempesta kembali bangkit dari puing-puing bangunan yang menguburnya, tubuhnya tidak terluka sama sekali.

"Hoi.. Hoi.. Hoi.. kau pasti bercanda..." Laxus benar-benar tak percaya, serangan petir sekuat itu dan dengan jarak sedekat itu seharusnya membunuhnya seketika, bagiamana mungkin dia bisa survive tanpa luka sedikitpun.

"Terkena serangan seperti itu bisa membunuh seorang manusia dengan seketika.. tapi tidak untuk Iblis, apalagi yang kau lawan adalah 9 Demon Gates" kata Tempester sombong.

"Tidak akan tau sebelum mencoba !" Laxus kembali mengeluarkan aura Petirnya, kali ini lebih besar.

"Percuma saja.. kau tidak punya kesempatan, asal kau tahu saja.. dari 9 iblis aku mendapat julukan The Immortal !"

"Shut the hell up, Asshole !" Laxus menyerang dengan kecepatan yang meningkat drastis, tapi sayang pukulanya berhasil ditangkis oleh Tempester, tanpa buang waktu Tempester segera membalas.

"Impact !" seperti Gravitasi (shinra Tensei lokealike) Tubuh Laxus terhempas terkena Serangan Tempesta bukan hanya itu tubuhnya kini tidak bisa di gerakkan.

Memanfaatkan keadaan Laxus, tempesta segera maju menyerang, menghajar Laxus tanpa ampun. Laxus kini terlentang di tanah tak berdaya.

"Rest In Peace.. Asshole" kata Tempesta menirukan kata-kata Laxus untuk menyindirnya.

"Cyclone.." Tempesta menciptakan pusaran angin ditanganya membentuk senjata mirip sebuah Bor, bersiap melaukukan Finishing.

"Heh.. mau membunuhku ? mungkin kau yang mati duluan.." kata Laxus, Tempesta yang marah langsung menghujamkan Bornya ke ke dada Laxus

"ARRRGGHHH !"

"Benar berteriaklah se-"

GRAB !

Tangan Laxus mencengram lengan Tempesta.

"kau-" belum selesai bicara Laxus sudah melayangkan Uppercut ke rahang Tempester, situasi berbalik kini Tempesta yang tersungkur ditanah sementara Laxus sudah mulai bangkit.

"kan sudah ku bilang.." dengan sangat keras Laxus menginjak perut Tempesta membuatnya berteriak kesakitan

"Tak akan ku biarkan kau Lari... "

"K-kau ! sengaja menerima seranganku hanya untuk mendapat kesempatan untuk menyerang !, Hah ! percuma saja, aku Immortal !"

"Hmph, kita lihat saja..." laxus segera mengeluarkan petirnya lagi.

"Lihat sekelilingmu" katanya, Tempesta sangat terkejut semua Area pertempuran diselimuti petir yang seolah bersiap dengan serentak menyambarnya kapanpun.

"Dengan petir sebesar ini.. walaupun kau Immortal, kau pasti akan Gosong terpanggang"

"Shit..."

"Rairyuu no Agito !" pukulan super Laxus mengarah tempat ke tubuh Tempesta disusul dengan sambaran petir dari berbagai arah, menciptakan Ledakan yang sangat Masif.

KA-BOOMM !

Laxus kini terlentang tak berdaya di atas tanah, Tubunya sudah babak belur dan sudah kehabisan tenaga untuk mengeluarkan sihir.

"setidaknya.. dia sudah hangus..."

"Hah.. haha.."

"!?" dengan sisa tenaganya Laxus menoleh ke sumber suara-sumber Ledakan, Tempesta masih terlentang dibawah kawah dari Ledakan Laxus.

"Tch, Sialan kau.." Laxus mencoba kembali bangit, tapi tubuhnya menolak keinginanya 'ayolah.. aku masih bisa..!'

"tidak perlu repot-repot..kau sudah mengalahkanku..." perlahan-lahan tubuh tenpesta mulai mengurai

"Sepertinya aku salah memperkirakan kekuatan kalian Penyihir Fairy Tail.." Tubuhnya mulai berubah menjadi Gas.

"Gas ini !?"

"Asal kau tahu.. jika tubuhku hancur, aku masih bisa terlahir kembali.. selama Master Marg Geer bersama kami.. ini adalah serangan terakhirku"

"Brengsek !"

"Matilah kalian semua Fairy Tail !" Tubuh Tempesta berubah menjadi Gas beracun, Laxus menyadari jika posisinya tadi cukup dekat dengan Fairy Tail.

'Gawat !'

Guild Hall

Di dalam Guild Raijinshuu yang pertama kali sadar, Elfman dan Lisanna yang juga sadar segera menghampiri Mira yang masih pingsan.

"Mira-nee !"

"Nee-Chan !"

"apa-apaan semua ini.. setelah menghirup Gas itu aku tidak ingat apa-apa lagi" kata Bickslow

"Sepertinya Laxus sedang bertarung dengan Penyusup tadi, kita harus bantu !" kata Evergreen

"Elfman bawa kakakmu keluar dari Guild lewat belakang, kau ikutlah bersama mereka Lisanna"

"Tapi-"

"Mira tidak aman disini, bawa dia pulang dan kembali jika dia sudah sadar, kami yang akan menjaga Guild" kata Freed

"Kalian.."

"jangan lupa kami Team Terkuat di Fairy Tail" kata Evergreen meyakinkan

"Hati-hati kalian.. jaga dirimu Ever.." Elfman segera mengendong tubuh Mira dan membawanya pergi bersama Lisanna.

"Mereka sudah pergi..."

"Hoi, lihat itu !" Bickslow menunjuk kearah Gas pekat yang sedang menuju kearah mereka.

"jangan-jangan gas itu beracun.. Freed !"

"Yosh !" Freed segera membuat Justushiki untuk melindungi anggota Guild yang Lain.

"Kalian juga masuklah, aku yang akan mencari Laxus.." kata Freed yang ditolak mentah-mentah oleh Bickslow dan Evergreen

"Ayolah Freed, kita Team kan ? bagaimana mungkin mau meninggalkan kami di belakang" kata Bickslow

"Team Team Team"kata Boneka Bicklsow berulang-ulang

"kau mau tampil keren sendirian di hadapan Laxus eh Freed ?" goda Evergreen

"B-bukan itu lah ! baikklah baik ! kalian boleh ikut, ayo kita selamatkan Laxus !" kata Freed kesal, padahal sebagai ketua Raijinshuu yang dia inginkan Cuma keselamatan Timnya.

"siap !" kata mereka serentak.

.

-01:00-

Strauss Family House

Mira kini tertidur pulas di ranjangnya, Elfman dan Lisanna ada di sampingnya berniat merawat dan menjaganya semalaman.

"Kasian kak Mira, hari ini sungguh berat baginya" kata Elfman

"..."

"Lis?"

"E-eh ya ?"

"Kau melamun ? apa kau mencemaskan Guild"

"...Ya aku cemas dengan Teman-teman yang masih ada di Guild"

"..Jika kita tetap disana kita hanya akan merepotkan mereka saja, ada Laxus dan Raijinshuu disana mereka adalah orang-orang terkuat di Fairy Tail.. dan kemungkinan sebentar lagi Master akan segera kembali" kata Elfman, perkataanya membuat Lisanna merasa lebih baik.

"ya ada Laxus..."

KNOCK KNOCK !

"Eh ? siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini" kata Elfman mendengar suara orang sedang mengetuk pintu rumahnya.

"mungkin itu salah seorang dari Guild ! aku akan cek !" kata Lisanna berlari menuruni tangga

'berarti Laxus dan yang lain baik-baik saja-' Lisanna dengan cepat segera menarik Knob pintu tanpa melihat dari balik jendela terlebih dahulu.

KREEK !

"maaf menunggu-eh ?" Tengah berdiri di depanya seorang wanita cantik berambut hitam dan mengenakan kimono, yang membuat Lisanna lebih heran lagi adalah dia memiliki sepasang tanduk dan tanda aneh di kepalanya. Lisanna benar-benar tidak mengenali orang ini.

'Er.. kamu siapa ?"

"namaku Sayla, senang bertemu denganmu Lisanna Strauss, apa saudaramu yang lain ada" katanya Kalem.

"E-eh ya, silahkan masuk"

.

-03:00-

Magic Council Main Camp

" Kapten, Suplai dan Bala bantuan sudah datang !" kata Sain.

"Oke.. segera beritahu pasukan untuk bersiap.." kata Doranbolt masih memegangi kepalanya yang sakit.

"Argh! Erza sialan.. kepalaku masih terasa sakit"

Team Natsu dan Crieme Sorciere juga sudah bersiap pergi, sayangnya Jellal dan Meredy memiliki Rencana berbeda.

"eh ? kalian tidak pergi bersama kami ?" kata Gray

"Sebelumnya maaf, tapi kami masih memiliki Urusan yang harus diselesaikan terlebih dulu, tapi kami berjanji akan ada di kota Magnolia sesuai rencana, walaupun mungkin akan sedikit terlambat"

"kami mengerti" kata Erza

"jaga diri kalian..Jellal-san, Meredy-san" mereka mengucapkan salam perpisahan satu-persatu dengan Team Natsu, sekarang giliran Lucy..

"Sampai ketemu Lagi Lucy" kata Meredy memeluk Lucy

"Kau juga hati-hati Meredy"

"..."

"er.."

"Percayalah pada kekuatanmu sendiri Lucy... kau ini kuat" kata Jellal mengulurkan tanganya

"Thanks.. hati-hati di jalan" kata Lucy menyambut tangan Jellal untuk bersalaman, mereka berdua bertukar senyuman.

Jellal dan Meredy berpapasan dengan Doranbolt di luar Tenda, mereka berhenti serentah

"Kau yakin mereka ada di sekitar sini.." kata Jellal

"Intelku dapat dipercaya"

"kalau begitu, serahkan saja padaku"

"tentu, hanya kau yang bisa lakukan ini.. " mereka berdua bertukar pandang sekilas sebelum akhirnya kembali berjalan berlawanan arah.

Jehanna Hill

Seseorang tengah mengamati pergerakan para pasukan Dewan dari atas bukit tidak jauh dari tempat itu, tidak lama kemudian muncul satu orang lagi di belakangnya.

"apa yang wanita tengah lakukan malam-malam di tempat seperti ini ?" tanpa perlu menoleh wanita dengan Helm aneh dan pakaian vulgar itu menjawab.

"Silver..."

"sudah lama sekali ya, Kyouka"

"Heh, kemana saja kau selama ini.. tentu saja, kau Hidup bersama para Manusia"

"Hahaha, Hidup bersama manusia itu menyenangkan kau tau.. dan juga, sepertinya kau sedikit tertarik dengan mereka" kata Silver

"maksudmu Fairy Tail dan orang-orang itu ? heh, aku bohong jika aku tidak terhibur dengan pertunjukan mereka malam ini"

"Apa ku bilang manusia itu penuh dengan kejutan, jadi bagaimana jika kita menyambut mereka di jalan" kata Silver

"tidak biasanya kau antusias begini, apa ada salah satu diantara mereka yang benar-benar menarik perhatianmu"

"Oh.. Pria dengan kekuatan Es itu ya" sambung Kyouka.

"aku ingin tahu seberapa kuat sihir manusia, dan kebetulan sekali sihir kita sama"

"heh Terserah, misiku disini adalah membunuh Jellal, jika Jellal bersama mereka berarti tidak ada alasan untuk menolak permintaanmu" kata Kyouka

"Baiklah ayo kita sambut mereka di hutan sebelah barat"

Bersambung...

Yooo Guys, sudah cukup lama setelah terakhir kali Update eh ?, sorry ya :-3 aku udah balik kok, Lepi nya baru bener, Update menyusul buat cerita yang lain, Btw Hyperion beneran Canon ya ? doi Wizard Council Chairman, 2nd Strongest in Ishgar wkwkwk, oke. Chapter depan Kyouka & Silver vs Fairy Tail and Jellal vs you-know-who-they-are.

Tolong Riviewnya ya, pengen tau setelah sekian lama masih ada nggak yang baca T_T, stat nya semakin menurun

Pokoknya, Glad to be Back, see you Next Time !