Chapter 15

-03:30-

Setelah selesai melakukan persiapan dan sedikit briefing, para Rune Knights memulai pengejaran Mereka, Lucy, Wendy dan kedua Exceeds berada di tengah formasi barisan bersama Doranbolt, sementara Gray dan Erza berada di baris depan untuk berjaga-jaga. Tanpa mereka ketahui mereka sedang diawasi oleh dua sosok Misterius dari balik gelapnya hutan yang sedang mereka lalui.

"Ya ampun.. tak kukira mereka akan mengirim pasukan sebanyak ini"

"Sepertinya budakmu itu benar-benar menarik perhatian dewan sihir eh ?"

"Tsk.. jumlah bukanlah masalah, apa harus kubekukan mereka semua sekarang juga, Kyouka ?"

"...!?"

"Hm ? ada apa ?"

"aku tidak melihat Jellal, dia tidak bersama mereka !"

"Apa dia tahu soal kita ?"

"itu tidak mungkin.. sial !"

"Jika Jellal tidak ada berarti dia memilih rutenya sendiri, kemungkinan dia masih di dekat sini, mau kejar ?" Kyouka tampak berpikir sejenak.

"Tidak, Tidak perlu, mau berpencar berapa kalipun tujuan mereka tetap sama, dan Jellal bukan orang yang lari dari situasi genting seperti ini, pada akhirnya pasti menuju Magnolia" kata Kyouka

"hmm kenapa aku tidak kepikiran sebelumnya, jadi bagaimana haruskah kita ke Magnolia"

"Itu juga tidak perlu, ada Tempesta dan Sayla di sana, aku juga akan segera menghubungi Ezel dan Franmalt, mereka lebih dari cukup untuk menghancurkan Magnolia, fairy Tail dan juga Jellal.." Jelas Kyouka

"ya ampun, kau sedikit meremehkan Fairy Tail.. tapi jika 4 dari 9 Nine Demon Gates dan juga Selvan dengan Hyperionya yang mereka hadapi, aku bilang kesempatan menang mereka Hampir mustahil"

Jari Kyouka menunjuk kearah Erza, dengan senyuman sadis di wajah bertopengnya

"Lagian, aku benar-benar tertarik dengan dia" kata Kyouka

"Ah Titania ya.. wanita kuat seperti dia tidak akan mudah takluk pada siksaanmu" kata Silver

".. ada kemungkinan dia tahu soal Jellal, aku harus membuatnya bicara,siapa tahu Jellal menyiapkan senjata rahasia yang bisa jadi masalah nantinya"

"kyouka ditengah kesadisanmu kau memang jenius, dan kebetulan sekali dia berada dekat dengan buruanku" kata Silver bersiap mengeluarkan sihirnya tapi kyouka dengan sigap menghadang.

"Mereka ada di barisan depan, asal kau tahu saja aku tidak suka membunuh orang-orang lemah seperti ini, aku lebih suka bermain-main dengan Titania seorang."

"hahaha serahkan saja padaku, akan pancing kedua mangsa kita dari kawananya" Sliver berkata

Tiba-tiba saja muncul kabut tebal di dalam hutan, kabut pekat ditambah pepohonan menutupi sinar bulan sangat membatasi penglihatan mereka. Tidak hanya itu suhu udara berubah dingin secara drastis.

"Uh, Apa kau tidak merasa dingin Gray ?" tanya Erza yang sudah mengequip sebuah sarung tangan dan syal merah muda dilehernya.

"Hmm ? aku tumbuh bersama dingin tentu saja aku merasa biasa saja, malah tadi aku merasa panas"

"Apa kau tidak merasa ada yang aneh ? maksudku daerah tropis begini mana mungkin ada kabut, dan perubahan temperatur mendadak begini.. pasti ada yang tidak beres"

"Hmm Kau ada benarnya.."

tiba-tiba saja sekelebat bayangan muncul dan menghilang dihadapan mereka dengan cepat.

"sepertinya kita masuk perangkap musuh !" kata Gray waspada, para pasukanpun berhenti dan bersiaga.

"tunggu mereka tidak langsung menyergap kita.. menyerang dan bersembunyi di balik kabut... jumlah mereka pasti tidaklah banyak" kata Gray

"Gray lihat disana !" teriak Erza menunjuk dua sosok siluet yang berdiri diatas pohon tidak jauh di depan mereka.

"h-hanya dua... kau pasti bercanda"

"apa mereka menunggu kita untuk menyerang duluan ?"

"Erza ! Gray !" teriak Happy yang terbang menghampiri mereka.

"Apa ada masalah ? Doranbolt ingin laporan tentang situasi kita" kata Happy sedikit panik

"kita masuk dalam perangkap, sekarang ada dua musuh menghadang kita" kata Gray

"Hanya dua !? ,Apa kita semua harus bertempur disini" kata Happy

"jangan.. bagaimanupun juga mereka hanya dua, waktu kita terbatas kalian harus sampai Magnolia secepatnya, biar Gray dan aku yang mengurus mereka" kata Erza sembari mengequip sebuah pedang ditanganya.

"kita berdua akan menyerang mereka, saat itu gunakan kesempatan untuk pergi" kata Gray

"Yes Sir !" teriak para Ksatria dibarisan depan

"happy katakan pada Dorabolt untuk tidak menunggu kami.. kami akan segera menyusul" kata Erza

"Erza kau dari kiri, aku dari kanan kita serang dari dua arah" mereka berdua segera melesat maju, bukanya ikut maju menyerang dua bayangan itu malah berpencar berlainan arah.

"Tch.. apa yang mereka pikirkan, memisahkan kami ?" kata Gray dengan cepat segera mengejar salah satu dari mereka, yang terlihat lebih besar

"apa ini jebakan lagi ? atau mereka ingin berdua satu lawan satu ?" pikir Erza yang sedang mengikuti bayangan yang melompat dari pohon ke pohon dengan sangat lincah. "Sombong, aku terima tantangamu !"

Pengejaran Gray berakhir, di tengah padang rumput luas Pria itu menunggu, karena terangnya sinar rembulan Gray dapat melihat dengan jelas sosok yang akan dihadapinya itu, tinggi besar, mengenakan breastplate dan jubah penampilanya sangat mengintimidasi

Saat Gray menatap wajah pria itu, entah mengapa timbul perasaan deja Vu, ini bukan pertama kalinya mereka bertemu.. pikirnya, Gray mengingat wajahnya tapi tidak tahu siapa pria itu.. ingatanya masa kecilnya memang sudah kacau terpecah layaknya pecahan kaca yang berserakan tak beraturan.

"...!"

"Yo" sapanya pada Gray

"hei paman, sepertinya kau sudah menyiapkan arena yang bagus buat berantem" kata Gray mengamati hamparan padang rumput disekiling mereka

"Sepertinya kau tidak merasa takut sama sekali eh ?" Silver terlihat lebih senang.

"takut? Aku malah senang, kebetulan hari ini aku sangat kesal.. memukul seseorang mungkin akan membuatku lebih lega" kata Gray

"Jadi bagimana, kau suka tempat ini ? karena ini akan menjadi kuburanmu sebentar lagi"

"Oi oi.. Bisa kita mulai saja, aku tidak punya banyak waktu" Kata Gray

"hahaha seperti yang kuharapkan, sungguh berani.. baik kau bisa serang aku kapan saja" kata Silver sambil merentangkan kedua tanganya ke samping seolah siap menyambut serangan Gray.

"Ice Make Lance !" Tombak-tombak es Gray tepat mengenai sasaran tapi Silver tak bergeming, sedetik kemudian dia muncul dari balik asap dan serpihan es tanpa luka sedikitpun

"..Tch"

"Kau sebut itu serangan Es, aku bahkan tidak merasakan dinginya"Silver mencibir serangan Gray, melihat serangan biasa tidak mempan padanya, Gray memutuskan untuk beradu kekuatan fisik.

Awalnya Gray dapat mengimbangi serangan Silver tapi lama kelamaan Silver semakin mendominasi jalanya duel. Tubuhnya yang besar dan kekear membuat seolah serangan Gray tidak berarti.

"Usaha bagus, tapi masih belum cukup !" pukulan Silver menghempaskan Gray. Gray masih sempat mengeluarkan sihirnya

"Ice Make Hammer !" Munculah palu es besar di atas Silver yang langsung menghantamnya. tapi dapat ditahanya hanya dengan tangan kirinya.

"Hmm, kau punya kemampuan nak"

"kekuatan apa itu.. Apakah dia sungguh manusia..."

"oke.. saatnya makan" entah dengan cara apa es Gray tiba-tiba saja mencair dan Silver langsung menhirup semua Es ke dalam mulutnya.

"Mhmmm... bleh! Esmu rasanya Hambar..." komentarnya.

"D-dia memakanya.." Gray kembali dibuat terkejut dengan pria di depanya itu.

"baiklah, akan kutunjukkan sihirku" kata Silver, Gray segera memasang kuda-kuda pertahanan.

"HAAAA !" Silver membuka mulutnya, keluarlah es yang membentuk menyerupai sinar laser mengarah langsung pada Gray, Gray segera membuat perisai es untuk melindungi diri, tapi perisainya tak sanggup menahan kekuatan luar biasa dari Silver. Perisai Gray mulai terkikis sedikit demi sedikit dan akhirnya hancur terkena serangan Silver, tanpa pertahanan serangan Silver pun menghantam tubyh Gray melemparkanya jauh.

"...Urg" Gray mencoba bangkit dengan tubuh penuh luka sayatan kecil akibat terkena semburan Silver

'Serangan ini... apa dia seorang Dragon Slayer atau God Slayer' batin Gray teringat sihir milik Natsu dan Cheila.

"yang tadi itu adalah Ice Devil Rage.. lumayan kan ?"

"..Devil Rage ?"

"Oh ? tentu saja aku belum memberitahumu.. aku bukanlah Dragon Slayer ataupun Godslayer, aku adalah... Devil Slayer" kata Silver membuat Gray semakin tercenggang.

"Heh.. kau orang yang punya banyak kejutan " Gray yang kembali berdiri dengan susah payah.

"Sebelum kita mulai ronde berikutnya... aku mau tanya sesuatu.."

"Hn ?" Silver menyeringai mendengar permintaan sang Ice mage.

"Apa aku mengenalmu..." tanya Gray, hal yang sebelumnya mengganjal di dalam pikiranya, sesuatu mengatakan bahwa pria ini Familiar sekali bagi Gray.

"..." Silver terdiam

"Wajahmu.. suaramu.. aku seperti pernah mengenalmu"

"..Haha..ha..hahahahaha" Silver tertawa keras seperti baru mendengar sebuah lelucon.

"wah.. kau mengenali wajahku tapi tidak tahu siapa aku ?" Silver kembali tersenyum kali ini bukan senyuman licik dan bengis tetapi senyuman yang pernah Gray tau. Sekelebat ingatan muncul

'Apa-apaan ini... tidak mungkin itu kau kan !?' batin Gray

"dari ekspresimu.. sepertinya kau mulai mengingatku ya ? sepertinya dugaanmu kali ini benar"

"tidak.."

"Gray... "

"Hentikan !"

"Aku adalah ayahmu"

Erza sedang bertempur sengit dengan Kyouka, gesekan pedang Erza dan Cakar tajam Kyouka saling beradu secepat kilat

"Wanita ini tangguh..." kata Erza, setelah sekian lama beradu senjata mereka berdua memutuskan untuk menjaga jarak dan mengamati satu sama lain.

"Tidak buruk.. Erza Scarlet ..the Titania, Queen of the Fairy, julukanmu ternyata bukan hanya omong kosong" kata Kyouka

"..jangan banyak bicara, kenapa kau memancing kami sejauh ini" tanya Erza kembali merubah armornya, kali ini purgatory Armor yang dia pakai, diacungkanya pedang besar bergeriginya ke arah sang musuh

"aku hanya ingin tempat sepi, dimana hanya ada kita berdua disini.. aku ingin mengajakmu untuk bicara"

"jangan bercanda, jelas-jelas kau menyerang kami !" kata Erza marah

"fufufu sungguh wanita yang arogan, aku hanya ingin mengajakmu bernegosiasi paling tidak dengarkan dulu kata-kataku" kata Kyouka, Erza menahan seranganya penasaran apa yang wanita burung itu ingin bicarakan.

"katakan apa yang kau inginkan" tanya Erza tidak menurunkan kewaspadaanya sedikitpun

'wanita ini punya senyum licik diwajahnya, aku tidak boleh lengah ,dia bisa saja menyerang tiba-tiba'

"Dengarkan ini.. kau jawab saja pertanyaanku dan aku tidak akan mengampuni nyawa kalian" kata Kyouka, seperti dugaan Erza wanita ini mengunakan teman-teman Erza sebagai alat bernegosiasi

Kyouka mengeluarkan Bola Lacrima, terlihat Lisanna sedang diikat dengan borgol sihir disuatu tempat

"L-lisanna !"

"itu hanya satu... kemungkinan rekan-rekanku sedang memburu sisanya"

"Tch.. apa yang ingin kau tanyakan" jawab Erza merasa tidak punya pilihan lain, baginya keselamatan teman-temanya adalah prioritas utama.

"Dimana Jellal ?"

Di tengah malam sekolompok penyihir berjalan dalam sunyi, salah satu diantara mereka punya kekuatan layaknya ular, juga ada yang larinya cepat dan cantik layaknya malaikat, ada juga yang terlihat bijak bagaikan Pope dan orang yang terakhir bisa memberimu mimpi buruk hanya dengan melihatnya saja.

Mereka adalah sekelompok penyihir dengan kemampuan unik, telah mengabdikan hidupnya pada kegelapan.. pada Penyihir hitam Zeref, Mereka adalah Oracion Seis. Berkat informasi yang mereka punya mereka akhirnya mendapatkan kembali kebebasan mereka, tanpa buang waktu mereka segera melakukan perjalanan untuk lari dari pengawasan dewan sihir, tapi Doranbolt tak sebodoh itu membiarkan tahanan berbahaya dibiarkan pergi begitu saja, rencana sudah jauh-jauh hari disiapkan, kini dua orang tengah menunggu mereka.

"hampir sampai..., Heh,setelah kita sampai perbatasan dan lolos dari pengawasan Magic Council sialan itu, kita bisa memulai kembali Era kejayaan kita !"

"Oi, Cobra jangan bertingkah seperti bos hanya karna kau yang telah membunuh Tuan Zero" sindir Racer

"...Dia gagal sebagai pemimpin, dia pantas mati" kata Midnight

"Ya ampun, kau ini kasar sekali padahal dia itu ayahmu lo, kau juga Cobra baru saja keluar penjara dan sudah membunuh orang.. kau benar-benar Kriminal" Cobra hanya mendengus menanggapi komentar Angel.

"!" Cobra tiba-tiba saja berhenti, Indra pendengaranya yang sangat tajam berhasil menangkap sesuatu

"Oi kau ini kenapa Cobra jangan berhenti mendadak gitu dong !?" kata Angel marah setelah dengan kerasnya menubruk punggung Cobra

"Tunjukkan dirimu Aku tahu kau disana ! dibalik batu besar itu !" teriak Cobra tiba-tiba sambil menunjuk kumpulan batu besar yang masih cukup jauh didepan mereka. mendengar itu yang lainya segera bersiaga, tidak meragukan kemampuan Cobra.

Tak lama kemudian munculah dua orang dari balik batu besar tersebut, berjalan tenang menghampiri rombongan Oracion Seis

'Jellal..." kata Hoteye pelan, masih memegang kitab bible nya. Sementara yang lainya sudah bersiap memasang kuda-kuda mereka

"kemampuanmu memang hebat, Eric..." kata Jellal, mendengar namanya disebut Cobra langsung saja menghambur kearah Jellal.

"Jangan panggil aku dengan nama itu Sialan !" kata Cobra sambil melancarkan pukulan, sayangnya dapat dihentikan dengan mudah oleh Jellal.

"jangan gegabah Cobra !"

"Meredy, serahkan semua padaku.. kau tetaplah siaga" kata Jellal mengeratkan cengramanya membuat Cobra tidak bisa melepaskan tanganya

"Tapi-"

"Tak apa, aku bisa tangani mereka semua, ini masalah pribadi" kata Jellal, Meredy akhirnya menyerah dan menjauh dari Jellal

"Ayo, tunjukkan padaku apa yang kalian miliki !" kata Jellal sambil melemparkan tubuh Cobra, amarah Racer sudah tak terbendung dia segera mengunakan sihir waktunya untuk menyerang secepat kilat

"Tidak ada yang bisa mengambil kebebasan kami !" kata Racer sambil terus melayangkan pukulan dan tendangan secepat kilat, Jellal dengan lincah menghindari semua serangan yang diberikan Racer tak butuh waktu lama sampai Jellal membalikkan keadaan, kali ini Racer yang dihajar habis-habisan

Angel mencoba membantu dengan sihir summoning nya

"Kau tambah kuat, Solano.."

"B-benarkah.. H-hei apa yang kau bicarakan !?"

"Tch, termakan rayuan musuh saat bertarung. dasar jablay" sindir Cobra

Jellal berada di atas angin, walaupun menghadapi serangan combo Cobra dan Racer sementara berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlalu melukai Angel, matanya masih dapat mengawasi Hoteye dan Midnight yang masih belum melakukan apa-apa, layak disebut handicapped badass

Setelah cukup lama bertarung akhirnya Cobra dan Racer tumbang, begitu juga Angel yang lemas kehabisan tenaga untuk mensummon makhluk-makhluk buas peliharaanya

"haa.. haa.. apa kalian sudah selesai, sekarang kalian diam dan dengarkan aku-"

"Jellal !" tiba-tiba saja muncul Meredy dari belakang

"hei, bukankah aku menyuruhmu untuk bersembunyi.. aku masih belum selesai, segera mundur.. disini masih berbahaya.. apalagi dia masih belum bertindak" kata Jellal, tanganya menunjuk ke arah pria berambut hitam yang berdiri tenang dibelakang teman-temanya yang telah babak belur

"Begitukah ? tapi..."

"!"

JLEB!

Jellal dapat merasakan sebuah benda tajam telah menembus pinggangnya dari belakang, rasa nyeri dan dinginya logam yang menembus kulitnya. Jellal perlahan memalingkan wajahnya ke belakang..

"M-meredy.. "

matanya terbelalak tak percaya, Meredy menatapnya penuh dengan kebencian.. dengan kasar dicabutnya belati tajam itu dari punggung Jellal darah segarpun mengucur deras begitu belati itu lepas, tubuh Jellal bereaksi membuatnya berlutut dan mengerang kesakitan

"..Jika bukan karena membebaskanmu.. jika kau tidak membentuk Crime Sorciere.. Aku dan Ul pasti hidup damai dam tidak terseret kedalam kekacauan ini.. jika bukan karenamu.. aku masih bisa bersama dengan Ul !"

"..." Jellal hanya terdiam shock dengan perkataan Meredy

"Kesalahanmu adalah.. berusaha menebus dosa yang kau perbuat,.. sekarang biarkan aku memberimu kebebasan" kata Meredy sambil mengacungkan belatinya ke dahi Jellal

"Begitu ya..." jellal sempat melirik ke arah Midnight, matanya bersinar keunguan

'ini semua hanya ilusi... ilusi yang dia buat, meski begitu jika aku tak bisa keluar dari ilusi ini, kematianku akan menjadi kenyataan..'

'apa yang harus kulakukan'

'Hanya ada satu cara... mematikan indra penghlihatanku, ya.. aku harus menghancurkan kedua mataku untuk bisa keluar dari sini

bersambung...

AN: Ummm Pertama-tama, aku ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya pada pembaca yang setia mengikuti fanfic ini (jika memang ada)karena update kali ini baru keluar setelah 1 tahun lebih, dan ya.. aku memang sempat kehilangan minat untuk menulis fanfic ini, aku seperti kehilangan ide.. melupakan plot point dan twist yang pernah aku gagas, jadi aku butuh waktu untuk membaca kembali semuanya.. mengingat apa yang pernah aku pikirkan dan menonton kembali episode-episode lama yang sudah tak aku ingat, sambil memikirkan bagaimana menyusun kembali cerita fanfic ini, aku mengerjakan fanfic lain yang naasnya juga belum aku update beberapa bulan terakhir ini.

Cerita sedikit, aku pernah sangat menyukai sebuah fanfic, penulisnya aku bilang jenius.. dia berhasil menangkap suasana dan karakter tepat seperti seri originalnya, setiap minggu aku selalu menyempatkan diri untuk mengecek jika ada update baru, dan memang ada.. sang Author memang sering mengupdate fanficnya dan aku ikuti terus layaknya membaca manga mingguan, tapi suatu hari sang Author berhenti mengupdate fanficnya begitu saja.. sampai sekarang, sudah 3 tahun sejak Update yang terakhir. Iya.. barangkali sang Author sekarang sibuk dengan kehidupanya di dunia nyata, tapi bukan berarti kita menggantungkan apa yang orang lain nikmati dan mungkin saja ditunggu-tunggu.. setidaknya buat klarifikasi dan berikan juga summary singkat tentang akhir cerita tersebut supaya orang yang menatikan cerita kita.. sedikit terpuaskan

Intinya, aku juga pembaca dan aku tahu bagaimana rasanya cerita yang kita sukai berhenti di tengahj jalan.. tanpa tahu akhirnya, dan aku tidak ingin pembacaku (lagi, jika memang ada) mengalami hal tidak menyenangkan tersebut

Maaf sudah mencoba meninggalkan kalian, hari ini,Aku Kembali :-3